
°°°~Happy Reading~°°°
Apa yang di takutkan Marvell akhirnya benar-benar terjadi, sudah tiga hari ini ia belum bisa menyentuh sang istri, bukan karena Anelis menolak, tapi karena si kecil Arshi yang selalu menempel pada mommy nya dengan dalih menjaga Anelis dari serangan drakula.
Marvell sudah semakin pusing di buatnya, baru saja merasakan nikmatnya berbuka puasa, sekarang di minta untuk berpuasa lagi, bahkan sampai batas waktu yang tidak di tentukan, benar-benar malang sekali nasibnya.
Sudah cukup ia bersabar, ia sudah terlalu lelah menunggu dengan ketidakpastian, ia sudah tidak mood lagi untuk berpasrah pada keberuntungan. Malam ini... Malam ini Ia harus bisa menyingkirkan anak gadis itu dari samping istrinya.
" Girl... Sini, naik ke pangkuan daddy... " Titah Marvell pada putrinya yang tengah asik bermain dengan Jimmy si boneka teddy, sedang Anelis dan Arsha tengah berada di ruang kerja Marvell memilih buku untuk si kecil Arsha yang sedari tadi merengek karena tak ada bahan bacaan untuk bisa di baca.
" Ada apa daddy? " Arshi mendongak menatap daddy kesayangannya.
" Putri daddy mau nggak kalau punya dedek bayi? " Lirih Marvell, ini adalah misi rahasia pertama yang ia lancarkan untuk bisa berbuka puasa.
" Dedek bayi... Ashi mau Ashi mau, Ashi mau dedek bayi na sheupulluh daddy... " sembari merentangkan seluruh jari tangannya dengan antusias.
" Tapi ada syaratnya girl... " Sahut Marvell dengan seringai liciknya.
" Shallat? Shallat na apa daddy? "
" Syaratnya, kamu... harus tidur di kamar kamu sendiri, bersama Arsha... "
Arshi terdiam sejenak, wajahnya berubah sendu.
" Tapi Ashi mau na tidull shama daddy shama mommy duga... "
" Putri daddy kan udah besar, mau jadi kakak juga, masa tidurnya masih sama daddy sama mommy, kakak Arshi nggak malu nanti sama adek? "
Arshi masih bingung, ia di lema di antara pilihan yang sangat sulit itu.
" Ya udah, Ashi tidull sheundilli shama Asha aja... Tapi daddy janji bikinin Ashi dedek bayi na sheupulluh yah... "
" Okay girl... "
BERHASIL....
🍁🍁🍁
Malam kian larut, baru saja Anelis berhasil menidurkan kedua buah hatinya di ranjangnya masing-masing. Arshi di ranjang princess nya, sedang Arsha di ranjang nya yang bergaya maskulin.
Anelis menatap kedua ranjang itu bergantian, entah mengapa hatinya terasa begitu damai saat menatap wajah polos kedua buah hatinya yang tengah terlelap itu.
" Sayang... "
Rengkuhan itu berhasil membuyarkan lamunannya, ia mendongakkan kepalanya menatap seseorang yang kini tengah merengkuhnya dari balik punggungnya, seketika itu bibirnya mengembang saat di dapati nya suaminya kini tengah merengkuhnya erat, bukannya melepaskan, Anelis malah meresapi rengkuhan hangat suaminya itu.
" Bukankah mereka sangat imut saat tidur seperti ini mas... " Anelis menggenggam belitan tangan Marvell yang bertengger di perut nya.
" Yah... Mereka memang sangat luar biasa, gen dariku memang tak bisa di ragukan lagi, benarkan... "
Plak...
Anelis menimpuk lengan sang suami.
" Tapi Ane yang mengandung mereka, mas harus ingat itu... " Sungut Anelis tak terima.
" Iya iya... Kamu yang mengandung anak-anak kita sayang... Dan aku ingin kamu kembali mengandung anak-anakku yang lain... " Sahut Marvell bersamaan ia melepas belitan tangannya, membalik tubuh sang istri, di kecupnya bibir piech istrinya itu dengan penuh kelembutan.
Hingga akhirnya...
Tok tok tok...
" Mommy... Mommy dimmana, Ashi mau tidull shama mommy, hwa... "
Dan malam yang sudah di nanti-nantikan kini kembali mengalami kegagalan, mimpi untuk meneguk nikmatnya surga dunia kini kembali menunjukkan hasil mengecewakan, Marvell kembali di hadapkan pada kekecewaan dan rasa putus asa yang begitu membara, kapan lagi ia bisa berbuka puasa setelah sekian lama?
🍁🍁🍁
Rapat bulanan itu mendadak menegangkan, semua orang membisu di tengah keheningan, tak ada yang berani membuka mulut atau bahkan mengangkat wajahnya, sedikit saja mereka mengangkat pandangannya, maka saat itu juga tatapan tajam akan segera menghunus kepada nya.
Brak...
Marvell menggebrak meja dengan keras, membuat setiap insan dalam ruangan itu seketika terlonjak kaget dengan hati yang berdebar kencang.
" Apa kalian benar-benar bod*h... Kalian hanya ingin makan gaji buta dariku... Bagaimana kinerja kalian sangat tidak memuaskan hah... JAWAB... "
Tak ada yang menyaut, semuanya membisu, semuanya tenggelam dalam lembah ketakutan yang membuncah.
" Sialan... Apa kalian tuli, HAH... "
Berkali-kali Marvell mengumpat, bahkan memberikan cacian juga makian, namun tak ada seorang pun yang berani membuka suara untuk sekedar menenangkan sang tuan muda yang telah di landa amarah.
Hingga akhirnya Marvell memilih berdiri.
" Ku beri waktu tiga hari kedepan, perbaiki semuanya atau kalian akan ku depak dari perusahaan... " Ancam Marvell sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu di buntuti Willy sang asisten.
Semua orang tampak menghela nafas dalam-dalam, tubuh mereka yang sudah lemas sedari tadi segera di jatuhkan di atas meja, nyawa yang awalnya melayang entah kemana kini seketika kembali ke dalam tubuh yang sudah lunglai tak berdaya.
" Apa yang sebenarnya terjadi sih, bukannya laporan yang kita presentasikan tadi sudah sangat wajar, hanya sedikit kesalahan, tapi seharusnya tidak apa-apa kan... " Keluh salah satu dari mereka.
" Entahlah, sejak masuk ruangan tadi tuan Marvell sudah terlihat sangat marah, wajahnya lebih dingin dari biasanya, sangat menakutkan sekali..." Bisik yang lain.
" Sssth... Diamlah... atau kau akan di keluarkan jika ketahuan membicarakan pimpinan... "
" Hah... Ini sangat menyiksaku... bunuh saja aku, hwaaa... " Rengek yang lain sembari menelungkupkan wajahnya di atas meja.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maaf ya kalau tulisan othor akhir-akhir ini mengecewakan kalian semua
Insyaallah kedepannya akan othor perbaiki
Terimakasih atas setiap sarannya
Jangan bosan untuk kasih othor saran dan kritik yang membangun
Like juga ya, hehehe
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕