
Satu bulan kemudian. Keadaan dunia benar benar sudah aman. Tidak ada lagi percobaan penculikan Amanda maupun Kanaya juga yang lain, karena memang disengaja oleh Suma, agar Arya serta yang lainnya menjadi lengah.
Namun di tengah malam saat Amanda sedang tidak bisa tidur. Dia merasakan sukmanya seperti ditarik agar keluar dari raganya.
Sekuat apapun dia berusaha. Namun tidak bisa juga. Secara perlahan sukmanya tersedot keluar, dan lambat laut meninggalkan raganya. Tubuh Amanda pun terkulai dilantai dan tidak ada yang menyadarinya termasuk Arya, karena dia juga sedang tidur nyenyak.
Tapi saat ingin melalui pagar pembatas segel. Jiwa Amanda seperti tertahan, dan tidak bisa meneruskan usahanya untuk keluar. Si pembuat angkara jadi murka, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa.
"Kurang ajar manusia satu itu! Ternyata disekitar hotel ini telah dipasangi segel penangkap jiwa. Akan sangat sulit bagiku untuk menariknya."
"Jika aku paksakan, justru jiwaku sendiri yang akan terbakar. Huh! Apa yang harus aku lakukan?" guman seseorang merasa kesal. Lalu bergegas meninggalkan tempat itu agar tidak celaka, serta kembali ke tempatnya tanpa peduli dengan Sukma Amanda, yang sedang terjebak di segel penangkap jiwa itu.
Begitu pagi menjelang. Tubuh Amanda masih tergeletak dilantai dan jiwanya berputar putar di sekitarnya." Kak Arya tolong aku! Aku tidak bisa kembali ke tubuhku tolong aku kak Arya!" jerit Amanda yang hanya didengar oleh dirinya sendiri terasa pilu.
"Amanda? Apa yang sedang terjadi padamu? Kenapa menghubungi ku melalui transmisi jiwa? Apa kau sedang menghadapi kesulitan?" batin Arya, sesaat setelah bangun dari tidurnya itu.
"Izin melaporkan yang mulia!" sapa Arga.
Ya silakan paman. Ada apa menemui ku pagi pagi begini?" Respon Arya.
"Seorang mata mata melaporkan, telah terjadi sesuatu pada putri Ama. Sukmanya sedang terjebak dalam ruang dimensi penangkap jiwa. Apa yang harus kami lakukan yang mulia?" lapor Argani pada tuannya.
"Tunggu sebentar! Aku akan bersiap siap untuk kesana " jawab Arya masih bisa bersikap tenang.
Satu menit kemudian. Arya sudah keluar dari ruang jiwanya dan bergegas pergi ke hotel, dimana Amanda selama ini tinggal. Begitu ia sampai, sudah ada delapan orang pelayan yang berusaha untuk membangunkan Amanda. termasuk manajer hotel wanita, yang memang sengaja dipanggil untuk segera datang.
Tapi ternyata usaha mereka tidak berhasil. karena mereka tidak tahu apa apa."Tolong minggir sebentar!" sopan terdengar suara Arya ditelinga mereka. "Aku akan memanggil jiwa Amanda agar bisa pulang!" ucap Arya pada para pelayan itu mengagetkan mereka.
"Selamat pagi tuan muda! Tolong selamatkan nona kami.Kami tidak tahu dia kenapa?"ujar manajer wanita itu ketakutan.
"Kalian tenanglah! Amanda tidak apa apa.Sebentar lagi akan siuman juga." jawab Arya cuek saja. Lalu menyebarkan persepsinya untuk menemukan jiwa Amanda.
"Ternyata kau disitu Manda?. Kembalilah, dan temui aku di sini! ucap Arya melalui tranmisi suara pada Amanda.
"Kak Arya!" teriak Amanda." Syukulah kau datang. Aku takut sendiri dalam kegelapan." ujarnya.
"Tenanglah! Aku akan mengembalikan jiwa mu ke tempat semula. Jadi mohon kerjasamanya." respon Arya.
"Baik kak Arya!. Tolong Manda ya?" jawabnya mulai sedikit tenang.
"Hup! Ya." seru Arya.
Tak lama kemudian. Sukma Amanda sudah kembali ke tempat semula. dan kesadarannya pun sudah kembali. Lalu dengan nanar menatap wajah Arya juga yang lainnya."Kak Arya!" pekik Amanda bahagia, dan langsung memeluk tubuh Arya lalu berkata." Aku takut tinggal sendiri kak.Tolong temani aku hari ini. Ada seseorang yang berusaha mengajak ku untuk pergi. Tolong aku kak!" ujarnya lirih sambil badannya gemetaran.
"Ya aku tahu! Tapi tenanglah. Aku akan membuat perhitungan dengan orang itu. itu pasti Suma?" jawab Arya.
"Apa yang terjadi tuan muda?. Kenapa nona Ama bisa pingsan begitu. Apa sesuatu telah terjadi padanya?"tanya manajer wanita itu penasaran.
"Mau diculik? Kenapa? Apa salah nona Ama?" reaksi Rima semakin penasaran.
"Sulit untuk dijelaskan! Sekarang kalian bubar saja. Masalah yang lain biar aku saja yang menanganinya." jawab Arya.
"Baik tuan muda!" respon mereka serempak. Kemudian sama-sama meninggalkan kamar mewah itu, untuk memberikan kesempatan kepada Arya, agar bisa menenangkan nona mereka.
"Aku takut kak! Rasanya sakit saat ditarik paksa seperti itu. Sungguh benar benar sakit! Aku tidak mau terulang kembali masalah itu.Tolong beri pelajaran pada orang kurang ajar tersebut ya?" ucap Manda.
"Kau tenanglah!. Aku sudah tahu siapa yang melakukan itu. dia Suma, kembaran mu!"
"Dia datang ingin membawamu pergi demi untuk mendapatkan darah suci. Setelah itu dia akan meneruskan pada Kanaya. Barulah kekuatan iblis sejatinya akan bangkit. dan akan sangat sulit untuk dikalahkan."
"Tapi sebelum hal itu terjadi. Aku akan memusnahkannya duluan, walau akan menghadapi tiga kekuatan sekaligus. Namun aku tidak takut menghadapinya!"
"Sekarang kau beristirahatlah di sini saja. Aku akan menyempurnakan segel penangkap jiwa, yang telah menghalangi Suma tadi malam."
"Aku yakin jiwanya juga sedang merana, karena telah berani memasuki segel itu."
"Untung hanya sebentar. Kalau lama jiwanya pasti sudah terbakar!" ucap Arya membesarkan hati Amanda.
"Setelah ini kakak mau kemana? Apa tidak disini saja?" tanya Manda.
"Aku akan memeriksa hotel ini. Siapa tahu ada mata mata?" jawab Arya mengagetkan Amanda, dan segera menyebarkan aura kesadarannya ke seluruh ruangan, juga ke 100 meter jauhnya dari hotel, termasuk ke restorannya.
Setelah mencari selama satu menit, tiba tiba persepsi Arya menemukan sesuatu yang ganjil, dimana ada empat orang tamu, yang menempati kamar yang berbeda, tapi mereka tidak terhalang dinding. dan dengan bebasnya keluar masuk di kedua kamar itu.
"Ha, itu mereka!" seru Arya. lalu menghubungi Arga juga Yang Cha, untuk meringkus empat orang itu, dengan dibantu oleh anak buahnya. .
"Kakak akan terus terang Manda. Di hotel ayah mu ini, ada empat orang penyusup yang menyamar sebagai tamu. dan mereka menempati kamar yang berbeda, tapi letaknya bersebelahan."
"Mereka bertugas untuk mengumpulkan data, dan melaporkannya pada atasan."
"Oleh karena itu keberadaan mu mereka ketahui, karena mereka juga memasang alat pelacak lokasi juga penyadap suara. walau itu dipasang diluar."
"Namun untuk memasuki kamar ini, mereka selamanya tidak akan bisa, karena aku sudah memagarinya dengan formasi penangkap jiwa. yang setelah ini akan aku perluas jangkauan dan tangkapannya."
"Jadi mulai saat ini, kau tidak perlu khawatir lagi jika Suma datang, karena begitu segel itu terpasang, tidak seorang pun mahluk kasat mata yang bisa memasukinya, termasuk Suma, Dasamuka juga Ziangga, leluhur mereka itu." jelas Arya. Kemudian menunaikan tugasnya memagari hotel itu dengan segel penangkap jiwa.
Setengah jam kemudian. Arya pun sudah menyelesaikan tugasnya. Hotel yang beberapa hari lalu suram dan tak bercahaya, sekarang sudah kembali ke bentuk semula.
Empat orang mata mata itu juga sudah ditangkap, dan semua kekuatannya sudah dimusnahkan, serta dikurung dalam kurungan jiwa. hingga keberadaan mereka tidak bisa lagi ditemukan.
Kini Arya sedang memeluk Amanda, dan menenangkan jiwanya, agar tidak terus dihantui upaya upaya penculikan.