Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Akhirnya dimaafkan


Sementara itu di tempat lain. Arya yang baru selesai memberikan instruksi pada Salim dan Braga, merasakan bahaya pada anak buahnya yang lain. Sontak saja hal itu membuatnya merasa khawatir, karena aura kehidupan mereka mulai menipis.


Hal itu disebabkan oleh racun sihir yang Zarina lepaskan, telah menggerogoti jiwa jiwa mereka secara perlahan. Beruntung sebelum memasuki areal itu, Arya sudah memberikan penangkal kepada mereka, walau akhirnya jebol juga.


Berkat penangkal itulah Arya jadi tahu, bahwa Gang Dya, Dama, Yang Cha, serta ribuan anak buahnya telah mengalami sesuatu yang sangat berbahaya.


Oleh karena itu dia memutuskan untuk terbang, dan langsung menuju ke hutan larangan tersebut dengan kecepatan tinggi.


Berkat sepatu yang bernama Kasutpada Kacarma, ditunjang dengan rompi Antakusuma, dan dilengkapi pula dengan kalung Pasopati, Arya sampai ke tempat itu cuma dalam hitungan detik. dan langsung memusnahkan racun sihir, yang dibuat oleh ratu pemusnah jiwa, Zarina.


Kejadian itu tentu saja membuatnya murka, dan menumpahkan kemarahannya pada Arya, dengan berkata." Kurang ajar!. Kenapa kau ikut campur urusan ku. Apakah kau sudah bosan hidup?" Ujarnya.


Slash!


Dhuar!


Pertanyaan dan umpatan yang dilayangkan oleh Zarina, tidak dijawab oleh Arya. Dia malah melepaskan teknik penghancuran tingkat tinggi, untuk menghancurkan istana yang ada di dalam gua. di mana sisa kalajengking merah yang masih hidup itu berada.


Kejadian itu tentu saja membuat Zarina bertambah murka, dan langsung menyerang Arya dengan capitnya. Tapi Arya hanya diam saja


Dia malah tersenyum meremehkan serangan tersebut. Tapi saat serangan itu tinggal satu meter darinya. tiba tiba Arya menghilang, dan muncul di atas punggung Zarina, serta langsung melesakkan tendangannya ke arah punggung yang terbuka itu, dan akibatnya, tubuh Zarina terperosok ke dalam lubang, yang memang ada ditempat tersebut.


Tidak berhenti sampai disitu. Arya melanjutkan serangannya dengan menggunakan api bumi, dan disempurnakan pula dengan teknik pengendali jiwa, agar roh Zarina yang akan mati, tidak bisa menitis pada makhluk lain. dan tak lama kemudian..


Boom!


Terdengar ledakan yang sangat memekakkan telinga, dimana perpaduan dua ilmu level tinggi itu, telah mengakhiri petualangan Zarina, sampai jasadnya sudah tidak tersisa.


"Selesai sudah!" Guman Arya pada diri sendiri. "Kini saatnya mengobati dan membangunkan orang orang ku.Mudah mudahan masih belum terlambat." Ujarnya lagi.


Kemudian berteriak lantang, yang bisa didengar sampai ke telinga Damii, beserta anak buahnya. "Teknik penyembuhan semesta. Aktifkan!"


Blar!


Begitu Arya selesai berkata, dari tubuhnya memancar aura yang sangat terang, lalu menyebar, dan melingkupi seluruh areal hutan, dimana anak buahnya yang sedang tidak sadarkan diri itu berada.


Sekejap saja, tubuh tubuh lemah yang tadi terkena racun, bergerak gerak secara perlahan, dan tak lama kemudian mereka pun siuman.


Panglima Gang Dya, panglima Dama, dan panglima Yang Cha yang sadar dan berdiri duluan dari pada anak buahnya, karena dampak sihir racun itu tidak begitu berpengaruh pada mereka. walau mereka sempat pingsan juga.


"Bukankah kalian memiliki anti racun, tapi kenapa bisa terpengaruh juga?" Tanya Arya mengagetkan Yang Cha


"Le le leluhur dewa?" Respon Yang Cha ketakutan.


"Ya ini aku!. Kenapa kalian bisa ceroboh begitu? Bukankah sudah aku katakan agar berhati hati, saat menghadapi para siluman tersebut, Tapi kenapa kalian lupakan pesanku itu?" Jawab Arya


"Maafkan kami leluhur. Kami tidak menyangka, kalau ratu Zarina itu adalah ratu penghisap jiwa, hingga keberadaannya tidak kami hiraukan. Padahal sudah diingatkan oleh saudara Dama. Tapi pada akhirnya kecolongan juga.


"Dimana yang lain? apakah jarak kalian cukup jauh?" Respon Arya.


"Panglima Dama di sebelah Utara, sedangkan Gang Dya di sebelah timur. Kami di tengah tengahnya." Jawab Yang Cha apa adanya.


"Benar leluhur!, karena inti kekuatannya sangat terasa sekali.


"Kami meyakini, bahwa tempat ini adalah sumbu formasi, yang sengaja dibuat untuk melindungi penghuni nya."


"Ratu Zarina sebagai contohnya. Sihir racun yang dia lepaskan tadi, itu kemungkinan berasal dari sumbu formasi tersebut, hingga kekuatannya tidak mampu Kami lawan."


"Beruntung leluhur Dewa segera membantu kami, kalau tidak di sinilah akhir riwayat kami." Jawab Yang Cha apa adanya.


"Ya sudah!. Kalau begitu periksa hutan ini dan ambil semua tumbuhan langka, dan kumpulkan di suatu tempat. Aku tidak punya banyak waktu untuk menemani kalian." Respon Arya tidak sungkan sungkan.


"Siap laksanakan yang mulia!" Jawab Yang Cha patuh, kemudian membungkuk hormat ke arah Arya.


Begitu dia bangkit, Arya sudah tidak ada lagi di tempat itu, karena dia pergi ke tempat lain, untuk mengerjakan sesuatu hal besar lainnya pula.


***


Satu hari kemudian, semua yang diperintahkan oleh Arya sudah dilakukan oleh empat orang Jenderal tersebut, dan semua hasilnya diserahkan kepada Arya, tanpa menyisakan sedikitpun pada mereka.


Hal itu tentu saja membuat Arya jadi kebingungan. Padahal dia tidak berniat untuk mengambil semuanya, tapi pangeran Yun Cha mendesak agar Arya sudi menerima apa yang telah mereka usahakan itu. Nampaknya dia ingin mengambil hati Arya. dan ternyata usahanya tersebut berhasil.


Saat itu juga, Arya melepaskan segel yang dia pasang pada tubuh Yun Cha, bahkan menaikkan levelnya menjadi level awan pertengahan, sesuatu hal yang sangat didambakan oleh pangeran Yun Cha sejak dari dulu, dan sekarang impiannya sudah menjadi kenyataan. Dari level bumi puncak menjadi level awan pertengahan, suatu jarak yang sangat jauh sekali.


Bukan hanya Yun Cha saja yang mendapatkan berkah itu. Panglima Dama, panglima Gang Dya dan panglima Yang Cha juga mendapatkan kenaikan level yang mereka idam-idamkan sejak dari dulu juga.


Tidak tanggung-tanggung, Arya langsung menaikkan level mereka ke level awan pertengahan dan level puncak. Bahkan panglima Gang Dya sudah berada di level awan puncak sempurna dan satu tingkat lagi akan mencapai level langit awal. Suatu pencapaian yang sangat tinggi sekali.


Kepada prajuritnya, Arya juga memberikan hadiah kepada mereka, dengan menaikkan dua tingkatan sekaligus. Bahkan para komandannya naik 3 tingkat. Dari level inti, menjadi level bumi awal. tentu saja mereka sangat senang sekali.


Tidak mereka duga, apa yang mereka usahakan itu, membuat leluhurnya merasa senang, hingga menganugerahi mereka kenaikan level yang cukup tinggi, dan itu tentu saja membuat raja mereka merasa bangga, karena bisa menuntaskan tugas yang diberikan pada rakyatnya.


"Untuk apa harta sebanyak ini ya. Apakah aku gabung saja dengan semua harta yang ada di istana awan itu, juga di bawah rumah ku. agar mudah dikelola?" Guman Arya pada diri sendiri. sambil mengamati gunungan batu berharga yang sangat banyak di depannya.


Kemudian bergumam lagi. "Selain batu batu ini, mereka juga mendapatkan jutaan tanaman langka, bahkan ada beberapa diantaranya bernilai sangat tinggi. Aku harus memanfaatkan usaha keras mereka untuk menolong sesama, sambil berusaha membangun kejayaan Trah Wangsa Baladewa agar menjadi kenyataan." Ujarnya lagi.


Arya terus saja bermonolog sendiri dalam hati juga diucapkan nya. Membahas langkah apa yang harus ia lakukan setelah ini.


Sepertinya dia sudah keluar dari jalur tujuan awalnya, sampai melupakan pak Satya juga keluarganya, yang saat ini terus menunggu kabar dari Arya.


Dia juga melupakan liburannya, yang tidak lama lagi akan habis. Tapi tujuan utama belum tercapai juga, yaitu membuat pil level tinggi dalam jumlah banyak, untuk di jual kepada orang orang kaya yang sangat membutuhkan itu. Padahal waktunya tinggal tiga hari lagi.


Arya juga belum menyelesaikan urusannya di kampung Jatimulya dan kampung kampung lain di sekitarnya. Dimana dia belum meluruskan ke salah pahaman antara orang-orangnya dengan penduduk kampung tersebut. yang menuntut kompensasi cukup tinggi, padahal mereka sudah dibayar semua. Jadi mau tidak mau Arya harus menyelesaikannya juga.


Memikirkan semua itu, membuat Arya seperti dikejar deadline yang sangat mepet, ditambah dengan pesan dari raja Baladewa, yang sekarang bersemayam di tubuhnya, untuk segera mendirikan kerajaan bisnis besar agar kejayaan keluarganya bangkit kembali.


Sambil memikirkan itu, Arya kembali bermonolog dalam hati. "Dengan semua harta yang aku dapatkan, ditambah dari pemberian orang orang kaya itu, dilengkapi pula dengan bakal rilisnya pil bermutu tinggi tersebut, aku yakin apa yang ditugaskan pada ku itu akan mudah terlaksana. Apalagi situasinya sangat mendukung? Jadi aku tidak boleh ragu ragu lagi untuk mewujudkannya." Tekad Arya kuat sekali.


Kemudian memasuki ruang bawah tanahnya, untuk meletakkan semua harta yang ia dapatkan, juga mengeluarkan beberapa tumbuhan herbal untuk dibuat menjadi pil berlevel tinggi untuk dijual.