
"Hahahaha. Ternyata kau masih mengenali ku Arya?. Kenalkan lagi! Ini Pandi Saputra. yang biasa dipanggil Putra. Konglomerat muda setelah sukses mendapatkan perusahaan dari ayahnya."
"Sekarang ini dia pacar ku, tidak seperti kamu!. Miskin dan mempunyai tampang pas pasan!"
"Kalau dulu aku menerima mu jadi pacar ku, maka nasib ku akan sama denganmu! Miskin!"
"Lihat Putra! Dia CEO perusahaan Akma Jaya, yang sebentar lagi akan menjadi mitra perusahaan super besar. Group Buana Raya, milik seorang pengusaha muda kaya raya dan terkaya dunia!"
"Kalau tak salah namanya juga Arya. Tapi itu pasti bukan kau. Yang jelas dia seorang yang paling berpengaruh di dunia. Harta kekayaannya saja sudah mencapai ratusan milyar dolar Amerika. Atau mungkin sekarang sudah mendekati ribuan?"
"Jadi kau jangan bermimpi bahwa Arya itu kau!"sambut Vania meremehkan Arya.
"Oh benarkah?. Aku jadi penasaran siapa Arya itu. Berani beraninya meniru namaku! Kalau aku bertemu dengannya. Akan aku marahi dia!"respon Arya dibuat bercanda.
"Hahahaha!" reaksi Pandi serta Vania tertawa berbarengan.
Mereka tidak menyangka bakalan mendapatkan tontonan gratis atas sikap Arya. yang mengira pemilik perusahaan besar itu adalah dia.Jadi mereka langsung meremehkannya.
"Mau apa kau kesini?. Ini bukan tempat orang miskin seperti mu. Hanya kami berdua yang boleh memasukinya.Jadi kau pulang saja dan memulung seperti dulu!"ujar Vania.
"Ya kau benar!. Orang miskin seperti dia, memang seharusnya direndahkan. Membawa sepatu ku saja dia tidak pantas, apalagi berjalan bersama?" sambung Pandi menguatkan pendapat dari pacarnya.
"Oh benarkah? Bukannya kau yang tidak pantas membawa sepatu ku?"bantah Arya.
"Dasar miskin! Beraninya kau?" reaksi Saputra marah dan ingin menampar Arya.
"Sekarang aku memang orang miskin. Tapi nanti setelah aku jadi orang kaya, berkuasa dan mempunyai perusahaan dengan aset triliunan rupiah. Apa kau masih berani merendahkan ku, apalagi menamparku?" jawab Arya mencengangkan.
"Apa yang tidak berani untuk kau! Sekarang saja aku berani, apalagi nanti?" jawab Pandi semakin sombong. Kemudian mendekati Arya dan siap menamparnya.
"Hentikan! Apa yang kau lakukan?"
"Cepat turunkan tangan mu kalau tidak mau celaka!" teriak seseorang dari belakang Pandi atau putra cukup lantang.
"Ayah? Kenapa kau disini?. Aku..?"reaksi Pandi terkejut bukan kepalang.
"Apa kata mu? Apa hanya kau yang boleh kesini?"
"Lihat orang orang yang bersama ku. Kau pasti mengenal mereka?" jawab Pang Jaya pada anaknya.
"Tuan Dave. Tuan Satya. Tuan Haruka. Master Prana.Master Yaksa. dan master yang lainnya. Kalian juga ada disini?"
"Angin apa yang membuat kalian datang beramai ramai ke sini Apakah ingin makan bersama di Tanah Surga?" respon Pandi langsung ciut nyalinya.
Namun belasan orang penting itu tidak menanggapi pertanyaan dari Saputra. Mereka malah berjalan menuju Arya, dan langsung menunduk kearahnya." Maafkan kami karena datang terlambat ketua!"
"Ini disebabkan karena kami tidak tahu kalau ketua mengalami kesulitan di tempat sendiri. Setelah ini kami berjanji akan memajang foto anda di setiap lokasi perusahaan anda, agar orang sombong seperti itu tidak bertingkah lagi!"ujar Dave tua mewakili belasan teman temannya.
Kemudian mengalihkan pandangannya pada para penjaga dan berkata. "Kesini kamu!" teriaknya.
Setelah mereka datang. Dave tua langsung bertanya." Tahukah kalian siapa dia? Ha?"
"Dia tuan muda Arya, pemilik taman hiburan ini. Beraninya kau menghinanya barusan!" ucap Dave tua emosi jadinya. yang langsung membuat nyali mereka ciut dan berdiri tidak tegak lagi.
"Tu tu tuan muda? Mohon ampuni kami! Kami tidak tahu siapa anda?"
"Kalau kami tahu sejak dari awal, pasti kami akan melayani anda dengan baik. Ish! Ini salah anak buah saya. Mohon tuan muda memberi maaf pada mereka."ujar kepala penjaga gerbang itu ketakutan, serta mencari pembenaran atas dirinya.
Namun Arya tidak menanggapinya. Dia malah memandang ke arah Prana dan berkata. "Master Prana dan kalian yang ada disini. Kalian sudah tahu apa yang harus dilakukan pada mereka?"
"Buka kembali kamera CCTV, dan amati siapa diantara mereka yang bersikap arogan saat bertugas, termasuk hari ini. Pecat mereka dan ganti dengan yang lain!" perintah Arya.
"Siap laksanakan tuan muda!" jawab master Prana mendahului teman temannya.
Sepuluh menit kemudian. Keempat penjaga itu ketahuan menyalahgunakan wewenangnya saat bertugas. Mereka sering menerima suap agar meloloskan pengunjung yang tidak mau menyerahkan identitasnya pada petugas jaga, dan itu sudah berlangsung cukup lama.
"Tu tu tuan muda!. Mohon ampuni kami. Beri kami kesempatan sekali lagi. Kami berjanji akan memperbaiki sikap dan kinerja kami menjadi lebih baik!"
"Kami akan kembalikan apa yang sudah kami ambil dari sini. dan semuanya tidak akan tertinggal!" ujar ketua pengawal itu tanpa sadar membuka aib mereka selama ini.
"Pertahankan itu di balik jeruji besi, karena kamu sudah mengakui kesalahan mu. Menilep uang pembayaran dan memanipulasi jumlah pelanggan."
"Jadi kesalahan kalian sudah diluar batas kewajaran. Mulai hari ini kalian aku pecat, dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kalian secara hukum!" respon Arya cuek saja, tanpa mau mendengarkan alasan mereka berbuat demikian.
Entah kenapa malam ini emosi Arya diluar batas kewajaran. Mungkin akibat sering dikhianati? Padahal gaji yang ia berikan pada para penjaga itu cukup tinggi. Dua setengah kali lipat upah minimum kota.
Setiap bulannya mereka membawa pulang gaji antara sepuluh sampai 15 juta rupiah. Ditambah tunjangan keselamatan. uang makan dan uang jaga malam. Jumlahnya jika digenapkan menjadi 20 juta rupiah perbulannya. Belum lagi penerimaan insentif tiap tiga bulan. Bisa bisa mereka mendapatkan 28 sampai 30 juta rupiah. Sebuah pencapaian yang cukup luar biasa.
Tapi mereka masih kurang juga. Sering memanipulasi jumlah pelanggan, dan menggelapkan uang masuk serta uang uang lainnya.
Karena itulah Arya sangat marah. Di luaran sana, masih banyak orang yang tidak bisa mendapatkan kerja. apalagi makan. Mereka terpaksa kerja serabutan, demi untuk bisa makan.
Tapi empat orang penjaga pintu gerbang itu malah memanfaatkan kesempatan, demi untuk memperkaya diri sendiri. Mereka sering menindas yang lemah dan menyanjung yang punya uang. Namun sialnya kali ini yang menjadi korbannya adalah Arya. Pemilik tempat usaha dimana mereka bekerja. Sungguh Dunia sudah sangat terbalik, dan sangat diluar dugaan.
Lalu Arya kembali berkata."Tugas kalian akan digantikan oleh orang yang lebih berkompeten, dan bisa dipercaya untuk memegang uang perusahaan!"
"Jadi terimalah hasil perbuatan kalian itu, dan nikmati hidup dalam pengasingan!" ucap Arya sepertinya ingin membalas dendam.
"Dan untuk mu Pandi Saputra serta kau Vania. Mulai saat ini kerja sama yang akan dilakukan antar dua perusahaan akan dibatalkan, dan tidak akan ditinjau ulang!" ujar Arya cukup gamblang.
Mendengar itu, orang tua Pandi gemetar ketakutan. Dia menyadari akibat jika kekurangan uang. Perusahaannya pasti akan bangkrut, karena tidak ada modal untuk membayar biaya produksi serta menggaji karyawannya.
Plak!
Emosi Pang Jaya pun memuncak, dan langsung menampar wajah anaknya sambil berkata." Dasar otak udang! Sudah aku bilang jangan bertindak sembarangan! Tapi kau masih suka menghina orang!"
"Apa kau pikir dunia ini milik mu, Ha? Lihat di sana! Itu tuan muda Arya, orang terkaya nomor satu dunia! Perusahaannya ada di mana mana. Termasuk pusat hiburan ini!"
"Apa kau sudah buta berani menghinanya?" teriak Pang Jaya emosi jadinya.
"Maafkan aku ayah!. Sungguh aku tidak tahu siapa dia sekarang?"
"Menurut Vania. Dia dulu seorang pengemis dan gelandangan. Dia pernah meminta makan pada orang tua Vania. Jadi dia..?"protes Pandi ingin membenarkan pendapatnya.
"Plak! Masih berani juga kau menghinanya? Dasar anak tidak tahu diuntung. Mati saja sana!" teriak Pang Jaya berputus asa. dan lepas kendali saking kecewanya.
Apa yang dia lakukan disaksikan oleh Arya beserta belasan orang lainnya. Termasuk para pengunjung taman hiburan yang kebetulan melihatnya.
"Tuan muda!. Atas nama orang tua, saya meminta maaf atas sikap anak saya pada anda. Mohon dipertimbangkan kembali keputusan anda. Jika tidak perusahaan keluarga saya akan kekurangan dana, dan tidak mampu menggaji karyawan yang bekerja disana."ucap Pang Jaya sambil menitik air matanya.
"Apa paman masih mempunyai anak selain Saputra ini?" tanya Arya cukup mengejutkan lawan bicaranya.
"Ada tuan muda. Seorang gadis yang baru menyelesaikan kuliahnya.Tapi dia tidak mau mewarisi perusahaan keluarga. Dia hanya ingin mandiri dan membuat perusahaannya sendiri. dan dia...?"jawab Pang Jaya ragu jadinya.
"Siapa namanya?" tanya Arya.
"Ita Puspita tuan muda!" jawab Pang Jaya apa adanya.
"Suruh ketemu aku besok! Katakan kalau tidak mau keluarganya menjadi pengemis. harus mau menjadi seperti yang aku minta!" tegas Arya.
"Baik tuan muda!" jawab Pang Jaya merasa lega hatinya.
Satu jam kemudian. Pandi dan Vania sudah disuruh pulang, setelah habis diceramahi oleh Dave tua juga ayahnya.
Kebetulan orang tua dari Vania juga datang.Ternyata ayahnya adalah karyawan Arya, yang bekerja dibagian obat obatan Memegang jabatan manajer keuangan. atas prestasinya yang bisa dipercaya.
Entah kenapa anaknya malah suka ugal ugalan. Kemana mana mengandalkan fasiltas dari ayahnya, tanpa mau ikut bekerja.
Dia lebih suka berfoya foya bersama dengan teman temannya. Termasuk dengan pacarnya. Tapi malam ini nasibnya sial. Gara gara dia ayahnya kena marah, dan diancam akan diturunkan jabatannya jika tidak bisa mendidik anaknya.