
Dihari berikutnya.
"Kurang ajar! Rencana yang susah payah aku susun kau hancurkan begitu saja. Dasar manusia tidak berguna!" Ucap seorang makhluk seperti manusia. tapi mempunyai tanduk kecil di kepalanya penuh dengan emosi. Seperti ingin menelannya saja.
"Ampuni aku pangeran. Aku tidak menyangka kalau orang yang ingin aku provokasi itu begitu luar biasa?"
"Hanya dalam sepersekian detik, kami semua dibuat tidak berdaya, dan pada akhirnya..." Jawab Govinda asal bicara saja.
"Diam!. Dasar manusia lemah! Melakukan hal sekecil itupun kau tidak mampu. Bagaimana kalau disuruh untuk menghancurkan dunia?. Bisa mati semuanya!"
"Pokoknya aku tidak mau tahu!Kedua gadis suci itu harus aku dapatkan, agar pondasi kekuatan ku mencapai tingkatan yang semestinya."Bentak Sura Manggala tidak terima.
"Lapor yang mulia!. Informasi dari mata mata mengatakan, bahwa dikediaman kedua gadis itu telah dipasangi formasi array penghancuran."
"Banyak orang orang kita yang telah menjadi korban, saat ingin memasuki rumah itu. Jadi apa yang harus kita lakukan yang mulia?" Ucap seorang panglima, atasan dari komandan mata mata pada Sura Menggala apa adanya.
"Badjingan!. Ternyata mereka sudah mengendus rencana besar kita untuk menguasai dunia? Apakah ada mata mata mereka diantara mereka?" Respon Sura tidak terima.
"Untuk masalah itu saya tidak tahu yang mulia. karena setahu ku semua mata mata beraura biasa saja. Tidak ada yang beraura manusia."
"Lagipula jika ada yang berani memasuki dunia kita, mereka semua akan mati walau sebesar apapun kekuatan mereka."
"Jadi mustahil ada pengkhianat diantara kita?" Jawab panglima Dika, pemberontak dari kerajaan Kintan, pimpinan raja Maladewa, adik dari eyang prabu Jayabaya, kakek Arya apa adanya.
"Hah! Sial! sial! sial! Kenapa bisa begini? Siapa orangnya yang punya angkara. Cepat temukan dia. Tangkap dan bawa kemari!"
"Aku ingin menguliti tubuhnya. Untuk diberikan pada hewan peliharaan ku!" Respon Sura tidak berdaya.
"Saya rasa akan sedikit sulit yang mulia, karena manusia itu, adalah titisan dari leluhur Baladewa yang sudah moksa. dan sekarang kabarnya telah berada di dunia jiwa anak itu."
"Jika kita ingin mencelakainya, saya rasa tidak mungkin yang mulia, karena kekuatan keduanya sangat tinggi sekali."
"Persepsi ku saja tidak mampu melihat kedalaman ilmunya, apalagi mencelakainya yang mulia?" Jawab panglima Dika apa adanya.
"Apakah ada manusia yang diatas dunia yang sekuat itu? Setahu ku hanya orang orangnya raja Jayabaya yang bisa menandingi kekuatan pasukan kita. ditambah dengan bangsa mu itu."
"Namun jika dibandingkan kedua nya, maka kekuatan pasukan Jayabaya jauh lebih unggul daripada kekuatan pasukan Yun Wa. Tapi diantar keduanya, ternyata masih ada orang yang lebih digdaya. Aku jadi ingin mencoba kekuatannya." Reaksi Sura Menggala terlanjur suka.
"Sebaiknya kau urungkan niat mu itu anak ku. Karena yang akan kau hadapi itu adalah manusia setengah dewa, dan sebentar lagi kekuatannya akan menyamai dewa. Bahkan akan lebih kuat dari dewa itu sendiri." Ucap seseorang yang baru datang dan sontak mengagetkan mereka.
"Salam yang mulia raja!" Serempak anak buahnya memberi hormat pada raja Dasamuka. Orang yang menculik kembaran Amanda, yang sekarang dijadikan anak angkatnya. yaitu Sura Menggala.
Dia mempunyai kekuatan tidak terbatas di dunia paralel, atau tepatnya dunia ghaib, yang sudah mempunyai kekuasaan tidak terbatas. Banyak negara atau bangsa ghaib lainnya sudah menjadi bawahannya. Cuma tiga negara yang belum mampu dikuasainya, yaitu negara Kintan, negara Naga, dan yang satunya lagi adalah negara Awan. dimana Jayabaya yang sekarang menjadi rajanya.
Sementara negara Kintan, sekarang ini berada dibawah kendali raja Maladewa. Sedangkan negara Naga, berada dibawah kendali raja Yun Wa.
Namun bagaimana Arya mendapatkan anugerah itu sudah diceritakan sebelumnya, yaitu saat Arya memasuki dunia jiwanya. dimana saat itu tubuh Arya terluka, akibat dianiaya oleh teman teman laknatnya itu, atas perintah Teddy dan Tanujaya.
Saat disangka sudah mati, mereka malah membuang tubuh Arya kedalam sumur, yang ternyata adalah dunia jiwanya. Di sanalah Arya mendapatkan kekuatan. Ditambah dengan ribuan senjata yang kini berada di tubuh Arya. Menambah kekuatannya semakin nyata.
Mulai saat itu Arya sudah bisa terbang. Kebal terhadap berbagai macam senjata. Racun, guna guna dan sebagainya. Bahkan semua benda benda kecil itu takut padanya. Jadi sekarang Arya bebas melenggang, tanpa takut terkena bencana.
Namun tanpa dia sadari, didalam tubuhnya bersemayam seekor kaisar naga, yang menjadi tunggangan prabu Wangsa Baladewa pada masanya dulu. dan sekarang diturunkan pula pada Arya, yang merupakan keturunan langsungnya.
Berkat keberadaan naga itu, ditambah dengan puluhan ribu senjata sakti tingkat dewa. Arya sekarang menjadi manusia super digdaya, yang tidak seorang manusia pun bisa mengalahkannya. Tak terkecuali bangsa denawa, termasuk juga raja Dasamuka, musuh abadi Kaisar Naga yang bernama naga Asura itu.
Maka saat Sura Menggala mengatakan ingin menjajal kesaktian Arya, Raja Dasamuka buru buru mencegahnya. karena kekuatan putranya belum bisa menandingi kekuatan Arya, walau saat ini dia sudah berada di level setengah immortal, atau tepatnya level setengah dewa, sama dengan kekuatan Arya.
Namun persepsi Dasamuka hanya mampu melihat yang seperti itu. Padahal sesungguhnya Arya sekarang sudah berada di level penguasa alam puncak, yang sebentar lagi akan memasuki alam pencipta. Jadi wajar Dasamuka takut pada Arya, dan buru buru mencegah anaknya untuk memprovokasi Arya.
"Jadi bagaimana ayah?. Apakah kita harus diam saja, melihat anak buah kita ditindas, tanpa berani melakukan perlawanan?" protes Sura pada ayahnya.
"Kita tunggulah dulu leluhur kita selesai dari pertapaannya. Jika dia berhasil, maka tiga hari lagi dari sekarang, dia sudah akan keluar, dan pasti akan mampu mengguncang dunia." Jawab Dasamuka.
"Itu terlalu lama ayah. Aku sudah tidak sabar untuk mengalahkan anak itu. Aku yakin bisa mengatasi kekuatannya."
"Aku sekarang berada di level setengah dewa atau saint. Walau level kami sama, aku yakin bisa mengalahkannya. Karena fondasi ku cukup kuat, sedangkan dia baru pemula jadi mudah untuk mengajarkannya!" protes Sura.
"Kau terlalu naif anak ku! Pemuda itu tidak biasa. Kemungkinan level nya jauh lebih tinggi dari level mu sekarang? Jadi urungkan saja niatmu buat sementara, sambil menunggu leluhur kita selesai dari pertapaannya."Jawab Dasamuka apa adanya.
"Hah! Aku sudah tidak sabar untuk meremukkan kepalanya.
Tunggulah kau Arya!. Aku akan menghancurkan mu, bersama dengan dua wanita simpanan mu itu!"
"Hahahaha!" Ujar Sura sambil tertawa. Lalu pergi begitu saja, tanpa pamit pada ayahnya.
"Heehh!" Keluh Dasamuka lemah, melihat sikap anaknya yang sok jumawa itu. Kemudian meminta pada jenderalnya untuk selalu mengawasi Sura Menggala, anaknya itu.
***
Sementara itu ditempat lain.atau tepatnya di kerajaan Kintan. Raja Maladewa sedang mendengarkan pemaparan dari para panglimanya, yang saat itu bertemu dengan Arya.
Kepala panglima yang bernama Lowa Diha, dibantu oleh panglima perang Duga, memaparkan pertemuannya dengan Arya. Dia mengatakan bahwa raja tidak perlu khawatir, karena pemberontak yang bernama Diga, tidak akan mampu memasuki negara ini. karena telah dijaga oleh ribuan naga yang mempunyai kesaktian tingkat dewa.
Namun tanpa mereka duga termasuk Arya. Rencana penyerangan yang akan dilakukan sebulan lagi, telah mengalami perubahan.
Raja Dasamuka melalui anak buahnya, ditambah dengan Pangeran iblis Sura, dan sekutunya Govinda serta ayahnya itu, akan melakukan serangan tidak lama lagi. Kemungkinan setelah leluhur bangsa denawa keluar dari pertapaannya. Mereka akan langsung melakukan penyerangan ke seluruh dunia. Termasuk ke wilayah negara Kintan, Negara naga dan negara Awan.
Target utama mereka adalah Arya.