
"Luar biasa anak itu!. Di cabang lompat galah juga dia menang. Lompatan tertingginya bahkan memecahkan rekor dunia."
"Jika dia ikut olimpiade, aku yakin pasti akan mendapatkan medali emas." Puji ketua panitia pada Arya. sambil memperhatikan sebuah kerumunan yang lumayan ramai, bersama dengan teman temannya itu,
Salah seorang rekannya yang juga penasaran, ikut menimpali pujian dari ketua panitia itu. Sambil memegang gelas minumannya dia berkata." Dari sekolah mana asal anak itu. Kok aku baru sekali ini melihatnya?"Ujarnya penasaran.
"Aku juga begitu. Biasanya yang tampil jadi nomor satu dari sekolah sekitar sini, tapi kali ini di babak semifinal saja mereka sudah kalah?"
"Sepertinya dominasi anak itu juga timnya sangat kental sekali. Pasti sulit buat lawan lawannya untuk melampaui." Jawab temannya yang lain pula.
"Siapa nama guru pembimbing mereka?. aku ingin berkenalan dengannya." Ujar yang lainnya lagi.
"Kalau tak salah Bu Siska, Permadi dan permana namanya?. Mereka tiga orang yang cukup ramah. Aku pernah sekali berbincang bincang dengan mereka." Jawab ketua panitia pada anggotanya.
"Tapi dimana mereka tinggal ya?
Kok tidak terlihat di wisma?" Tanya Rangga pada temannya.
"Aku tidak tahu. Kemungkinan di wisma PGRI?" Jawab temannya.
"Hem!. susah juga mencari mereka." Respon Rangga sedikit kecewa.
"Sudahlah!. Ayo kita pulang! Pertandingan pun sudah selesai." Ucap ketua panitia pada teman temannya.
"Pulanglah dulu. Aku ingin menemui Bu Siska, siapa tahu bisa berkenalan dengannya?" Jawab Rangga berpura pura, padahal dia mempunyai misi penting dari bosnya.
"Lho kok?" Reaksi ketua panitia keheranan.
"Tenang saja!. Aku punya misi yang harus disampaikan."Respon Rangga berterus terang. Kemudian melambaikan tangannya pada teman temannya.
Sementara itu di tempat lain, Arya yang hari ini memenangkan pertandingan, sedang dikerumuni oleh belasan wartawan. Mereka ingin mendapatkan informasi tentang Arya juga timnya. Jadi otomatis mereka juga ada di tempat itu. dengan didampingi oleh Siska, Madi juga Permana.
Sekitar satu setengah jam kemudian. seksi pemotretan juga pencarian informasi pun sudah selesai di lakukan. Arya dan rombongannya berniat kembali ke hotel. Tapi belum juga terlaksana, langkah mereka sudah dihentikan oleh Rangga dan lima orang pria seumuran Permana.
Begitu sampai, Rangga yang menjadi ketua rombongan. langsung menyapa Arya juga Bu Siska." Maaf jika merepotkan. Tujuan kami menahan anda pergi, tak lain dan tak bukan, adalah untuk menyampaikan kabar gembira, bahwa bos kami sangat ingin bertemu dengan anda di kediamannya, karena ada hal penting yang ingin ia tawarkan pada anda." Ujarnya.
"Maaf, bapak siapa ya?" Tanya Siska penasaran.
"Oh, saya Rangga dan ini anggota saya. Kami ditugaskan oleh pak Hermawan untuk membawa Arya ke kediamannya. karena... ?"
"Cukup!. Tidak perlu saudara teruskan. Aku sudah tahu apa yang kalian inginkan!"
"Tapi katakan pada pak Hermawan, aku tidak tertarik dengan tawarannya, karena aku sudah mempunyai
rencana sendiri!"
"Buang jauh jauh keinginannya untuk merekrut ku jadi anak buahnya, karena aku tidak suka berada di bawah kendali orang. Lagipula aku sudah mempunyai manajemen ku sendiri, jadi tidak perlu bergabung dengan klub besutan nya." Ujar Arya memotong penjelasan Rangga.
"Tapi kami tidak boleh kembali, bila tidak bersama anda. Oleh karena itu mari ikut kami, agar pekerjaan kami menjadi lancar." Bantah Rangga tidak mau terima.
"Tidak! Arya tidak boleh kemana mana. karena dia harus istirahat untuk pertandingan besok. Jadi silakan anda pulang, dan jangan bawa Arya!" Respon Permana tidak senang. Lalu mengajak timnya untuk berlalu, dan memasuki mobilnya.
"Tunggu dulu!. Jangan pergi!. Tolong penuhi permintaan ku, karena pak Hermawan benar benar ingin bertemu dengan anda!" Respon Rangga ketakutan.
"Maaf pak Hermawan. sampai dengan hari ini, sudah ada delapan belas orang, organisasi dan sebagainya yang ingin meminang Arya, yang tentunya ingin agar Arya mau bergabung dengan klub mereka. Tapi sampai dengan saat ini, Arya masih tetap menolaknya, karena dia punya pertimbangan sendiri.. Jadi mohon pak Rangga untuk memakluminya." Bantah Siska apa adanya
"Kapanpun Arya mau, bos ku pasti akan menerimanya. Lagipula dia tidak suka penolakan!"Tegas Rangga berterus terang.
"Memang apa usaha bos mu itu hingga berani menawari ku pekerjaan?" Respon Arya cukup penasaran.
"Ekspor impor barang kebutuhan sehari hari, terutama barang yang tidak ada di negara kita"
"Selain usaha tersebut, beliau juga pengusaha garmen.proferti dan supermaket. Dua diantaranya berada tak jauh dari sini, yang paling besar berada di depan hotel Mandala."
"Jika kamu bergabung dengannya, aku yakin hidup mu akan senang, karena pak hermawan orangnya royal, dan tidak kenal perhitungan, kalau memberi, tidak pikir pikir lagi, asal orang tersebut dia senangi."
"Karena kau salah seorang yang dia senangi, maka kami yakin dia akan memberikan apapun yang kau inginkan, buktinya dia mengutus kami berenam untuk menjemput mu ke kediamannya."
"Kalau kau menerima, maka fasilitas hotel bintang lima akan dia berikan pada kalian. karena manajer hotel itu masih terhitung saudaranya." Jawab Rangga berterus terang lagi.
"Hemm!, Hermawan ya?. Tunggu sebentar. Aku ingin menghubungi seseorang." Respon Arya cukup membuat Bu Siska dan lainnya tegang.
"Jangan lama lama, karena dia tidak suka menunggu." Ujar Rangga meremehkan Arya.
"Tenang saja!" Jawab Arya.
"Halo pak Dave?. Apa anda kenal dengan Hermawan, pengusaha garmen, properti dan sebagainya itu?" Tanya Arya cukup mengejutkan.
"Bocah itu ya? tentu saja aku kenal ?. Dia salah seorang yang tergabung dengan organisasi kita. Waktu pengangkatan anda, kebetulan dia tidak datang, karena katanya ada keperluan. Memangnya ada apa ketua?, apa dia membuat masalah?" Jawab dan tanya Dave tua penasaran.
"Aku ditawari kerja olehnya. mungkin untuk menjadi satpam atau menjadi pengawalnya.Jadi bagaimana, diterima atau tidak ya?" Jawab Arya.
"Dasar cari mati Hermawan itu!.Kurang ajar dia, beraninya merendahkan ketua!" Reaksi Dave tua tidak terima. Kemudian meminta izin untuk mengakhiri panggilan, dan melakukan panggilan lainnya.
"Ha ha halo ketua. Ada apa menghubungi ku ?. Tumben sore sore begini menghubungi ku, ada apa ketua?" Reaksi Hermawan mendadak ketakutan.
"Mau mati kamu?. Beraninya merendahkan tuan muda Arya. Tak tahukah kau siapa dia?" Bentak Dave tua tanpa jeda.
"Si si siapa tuan muda ketua?. Siapa dia?. kenapa aku baru mendengarnya?" Jawab Hernawan penasaran makanya bertanya.
"Jangan banyak tanya!. Cepat susul anak buah mu yang sedang mengintimidasinya di lapangan kota!"
"Jika terlambat sedikit saja, aku yakin semua usaha mu akan bangkrut, dan semua harta mu tak akan cukup untuk digunakan meminta maaf padanya!. Jadi cepatlah pergi dan temui dia!" Ujar Dave tua apa adanya.
"Ba ba baik ketua!. Aku akan segera kesana!" Jawab Hermawan patuh. Kemudian bergegas keluar dari mobilnya, dan berlari ke arah Arya.
"Bagaimana, apakah kau sudah mendapat persetujuan orang itu, dan apa katanya?" Tanya Rangga sudah tidak sabar lagi.
"Ya, dia sudah setuju, yaitu membuat bangkrut usaha tuan mu, dan membuatnya menyesali tindakannya itu, serta menyeretnya ke sidang kehormatan." Jawab Arya.
"Apa maksudmu?. Usaha siapa yang ingin kau bangkrutkan?. Apa kau berhak berkata begitu?" Reaksi Rangga tidak senang. Kemudian sifat aslinya dimunculkan, dengan cara menyuruh anak buahnya untuk menangkap Arya, dan jika perlu memukulnya.
Tapi belum juga mereka bertindak, terdengar suara yang cukup keras, hingga membuat langkah anak buah Rangga jadi terhenti.dan tidak jadi menangkap Arya.
Setelah melihat siapa yang datang, semangat mereka jadi bangkit, dan menyakini bisa mendapatkan Arya, karena selain seorang pengusaha, Hermawan juga seorang ahli beladiri, yang sudah mendapatkan ban hitam karena kemampuannya .
Siska, madi dan Permana yang melihat itu jadi terdiam. Mereka tahu apa arti kedatangan bos Rangga. Tak lain dan tak bukan pasti ingin memaksakan kehendaknya. Tapi dari pada terus diam, harus memberanikan diri untuk bertanya.
"Siapa anda?, kenapa memaksa murid ku untuk mengikuti anda?" Tanya Siska