Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Menaklukkan preman


"Doza!" Teriak Arya.


"Kurang ajar!. Siapa yang telah melakukan ini?. Cepat cari orang itu!" Teriaknya lagi seakan lupa dengan status dan kesaktiannya.


Mendengar perintah tegas tersebut, Arga dan 25 anak buahnya itu menjadi terdiam. Tapi tak lama kemudian mereka tersadar kembali, dan langsung mengerjakan apa yang diperintahkan oleh tuannya.


Sementara Arya memandang ke arah tubuh Mendoza, lalu ke arah anak buahnya, hanya sekedar memastikan, bahwa mereka tidak akan melarikan diri. tapi dia tetap melakukannya juga.


Padahal Arya tahu, tubuh mereka sudah dilumpuhkan dengan segel pelunak tulang, agar tidak bisa melakukan perlawanan.


"Masih bisa diselamatkan!" Ucap Arya merasa senang. sesaat setelah menyentuh nadi taklukannya. Kemudian meneteskan air kehidupan ke mulut Mendoza, berharap bisa menyelamatkannya.


Setelah itu Arya meneteskan air kehidupan tersebut ke bekas luka tembakan, agar luka yang menganga itu bisa menutup kembali, dan peluru yang masih bersarang di dada bisa dikeluarkan.


Benar seperti yang diperkirakan. empat detik setelah air kehidupan tersebut masuk ke kerongkongan Doza, ada geliat halus dari tubuhnya. Peluru yang bersarang itu pun keluar dengan sendirinya, dan luka tembakan menutup kembali, seperti tidak pernah terjadi sesuatu.


Beberapa detik kemudian, Mendoza pun terbangun, setelah terlebih dahulu terbatuk, dan memuntahkan darah segar, pertanda luka dalamnya masih ada.


Tak mau kecolongan lagi, Arya segera mengirimkan aura penyembuhan ke tubuh Mendoza, agar semua luka dalamnya sembuh 100 persen, dan itu memang benar terjadi. Kini Mendoza sudah tidak apa apa.


Sementara itu di tempat lain. Arga dan anak buahnya yang sedang mengejar penembak jitu itu merasa kewalahan, karena target yang dicarinya tidak ada, walau sudah mencari dengan menggunakan aura kesadarannya. namun orang tersebut tetap tidak bisa ditemukan.


Inilah yang agak sedikit aneh. Biasanya sekecil, sesulit dan sebesar apapun masalahnya, akan mudah diselesaikan oleh Arga, tapi kali ini tidak bisa. Berarti ini merupakan kegagalan pertama buat Arga dan anak buahnya. Lalu menjadikan itu sebagai pembelajaran, agar mereka selalu mawas diri.


"Maafkan kami yang mulia!" Ujar Arga melaporkan pada Arya. "Orang tersebut tidak bisa kami temukan. Mungkin dia menggunakan ruang dan waktu tersendiri, sehingga keberadaannya tidak bisa terdeteksi." Ujar Arga melaporkan lagi.


"Sudahlah!. Aku sudah tahu permasalahannya. Ini bukan kesalahan kalian. Jadi tenang saja."


"Dunia dimensi itu memang rumit, hampir mirip dengan dunia ghaib. Mereka bisa melihat kita, tapi kita tidak bisa melihatnya, kecuali bagi orang yang mempunyai kemampuan tinggi baru bisa."


"Ini ada kaitannya dengan dunia dimensi baka, seperti yang aku miliki. Tapi bukan berarti tidak bisa dipecahkan."


"Nanti setelah ini akan ketahuan, dimana orang itu?" Jawab Arya cukup bijaksana. Kemudian menatap wajah Mendoza, lalu berkata. "Mendoza! Mulai hari ini, kamu aku panggil dengan panggilan Braga Lima. dan menghilangkan panggilan Mendoza, yang sedikit aneh di telingaku, biar mudah penyebutannya. Bagaimana?" Tanya Arya.


"Saya terima tuan muda!" Jawab Arga." Sebenarnya Mendoza itu bukan nama asli saya. Nama yang sebenarnya adalah Wira Atmaja."


"Karena selalu berbuat kejahatan dan dosa, lambat laut teman teman ku memanggilku dengan nama itu, yang artinya si pembuat dosa." Jawab Mendoza atau Wira apa adanya dan terlihat malu malu.


"Wah bagus itu! Bagaimana kalau aku kembalikan nama itu pada mu, dengan memanggil mu dengan sebutan Wira saja. lebih bagus kayaknya?" Respon Arya merasa senang, sembari memberikan usul padanya.


"Terserah tuan muda saja. Tapi nama Braga jauh lebih bagus, karena itu nama pemberian anda, jadi saya merasa bangga." Jawab Mendoza langsung terima.


"Baiklah kalau begitu. Mulai sekarang nama mu adalah Braga Lima. bukan Mendoza si pembuat dosa." Respon Arya.


"Terima kasih tuan muda!. Terima kasih juga karena telah menyelamatkan ku. Mulai sekarang saya adalah pengikut anda.Jiwa dan raga saya adalah milik anda." Ujarnya.


"Kami juga bersedia mengikuti anda, dan bersumpah setia pada anda tuan muda!" Sambung Salim dan 16 anak buahnya secara serempak. Sembari menundukkan kepalanya ke arah Arya.


"Bagus!. Dengan demikian kerja kita akan semakin mudah. Tolong kerjasamanya. ya?" Reaksi Arya merasa senang. Kemudian memindai tubuh tubuh mereka dengan aura kesadarannya untuk mencari keberadaan penembak jitu tersebut.


"Hemm! ternyata di situ? Ketemu!" Seru Arya.


"Eh,tapi kenapa tiba tiba hilang. Ilmu apa yang mereka gunakan?" Seru Arya lagi.


Lalu menatap Arga seperti ingin mengatakan sesuatu. "Braga!. Apakah kau bisa menyebutkan ciri ciri orang itu. Aku ingin memindainya." Ujar Arya.


Setelah disebutkan ciri cirinya, Arya langsung memindai orang tersebut dan menemukan keberadaannya di tempat lain.


"Hemm!, Siapa orang itu? Sepertinya dia manusia biasa?.Tapi kenapa mempunyai aura baka seperti ku?, Apakah dia termasuk keturunan Baladewa ?" Batin Arya.


"Braga!. Berapa jumlah anak buahmu. Dan dimana mereka sekarang?" Ujarnya tiba tiba.


"Jumlah pastinya sebanyak 257 orang tuan muda. Mereka sekarang berada di kota Khansa, dan sedang menunggu kepulangan ku disana." Jawab Braga.


"Tapi kenapa bukan mereka yang kau ajak untuk berdemo, kenapa malah orang orang ini?" Tanya Arya.


"Itu ketentuan yang diberikan oleh orang itu tuan, agar yang kami lakukan tidak bocor keluar."


"Lagipula mereka mau dibayar, dan entah kenapa orang itu juga memilih mereka?" Jawab Braga.


"Diawal kau bilang, bahwa kau ketua preman.tapi kenapa anak buahmu sebanyak itu. Apa kau


membentuk organisasi atau gangster di kota itu?" Tanya Arya jadi penasaran juga.


"Lalu bagaimana dengan kalian?. Mangkalnya dimana dan apa nama kotanya?" Tanya Arya pada Salim dan anak buahnya.


"Kami berasal dari kota Sura. membentuk sebuah organisasi juga. ketua kami bernama Zura, Dari dialah kami mendapat izin agar membantu saudara Braga, untuk mencelakai anda." Jawab Salim apa adanya.


"Jumlah anggotanya?" Tanya Arya.


"Lebih besar dari jumlah anak buah Braga. Tapi sekarang hampir pecah, karena wakil ketuanya mencoba memberontak, dan. banyak membawa orang orangnya pergi" Jawab Salim apa adanya juga.


"Ternyata begitu. Jadi kalau kau mengikuti ku. apa tidak akan jadi masalah buatnya?" Tanya Arya.


"Tidak tuan muda!.Justru kami merasa sangat diuntungkan?" Jawab Braga.


"Kenapa begitu?" Arya dibuat penasaran akhirnya.


"Karena kami yakin tuan muda bisa mengatasi para pemberontak itu, dan menyatukan mereka menjadi satu ketua!" Jawab Salim banyak berharap pada Arya.


Arya sontak terdiam. Dia tidak langsung menanggapi perkataan anak buahnya. Arya malah memandang ke arah Arga, seperti ingin meminta pendapatnya.


"Kami akan menyelesaikan masalah kecil itu yang mulia!" Sambut Arga langsung tahu apa yang dikehendaki oleh tuannya.


"Oh baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya." Respon Arya sontak gembira


"Braga dan juga kau Salim. Kembalilah ketempat mu. Selesaikan permasalahan organisasi mu di sana. Setelah selesai baru kembali padaku."


"Katakan pada ketua mu, aku masih membuka uluran tangan jika mereka ingin bergabung dengan ku." Ujar Arya sangat berwibawa.


"Baik tuan muda!. Segala titah akan kami kerjakan!" Jawab keduanya serempak. Kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat itu, dan pergi menemui ketua juga anak buahnya.


Sepeninggal mereka. Arya berkata kepada Arga." Bantu orang-orang itu. Selesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Buat ketua mereka mau bergabung dengan kita, karena aku berencana ingin meluaskan usaha restoranku di kedua kota itu."


"Dengan adanya mereka, aku yakin segala keamanan dan fasilitas bisa aku dapatkan. karena mereka akan bekerja padaku." Ujarnya.


Tak lama kemudian, Arga dan 25 anak buahnya, pergi meninggalkan tempat itu, untuk mengajak 75 anak buahnya yang lain untuk ikut dengannya.


Waktu bertemu dengan Arya. Arga dan anak buahnya sengaja memperlihatkan diri sebagai manusia biasa, tetapi setelah mereka pergi, Arga dan pengikutnya kembali ke bentuk semula. Hilang dan tidak bisa terlihat oleh orang lain kecuali Arya.


"Mungkin inilah tempatnya?" Ujar Arga sesaat setelah sampai di tempat yang dituju, atau tepatnya di markas besar Zura, big bosnya Salim Kansa.


***


Sementara itu di tempat lain. Tiga orang jenderal dan satu pangeran mahkota 5, sudah sampai di tempatnya. Pangeran Yun Cha langsung memerintahkan pada anak buahnya untuk menyebar, dan mencari tahu apa nama lokasi itu. biar mereka mudah menaklukkannya.


"Periksa setiap parameter tempat ini, dan tandai tempatnya."


"Cari lokasi markas pengacau itu, dan tandai juga. agar sekali bergerak, mereka bisa dimusnahkan semua." Bunyi perintah Yun Cha pada prajuritnya.


Sedetik setelah mendapat perintah. 500 prajuritnya langsung berpencar, dengan menggunakan langkah kilat dan bayangan semu, agar apa yang mereka lakukan tidak terdeteksi walau oleh radar sekalipun.


"Itu mereka!" Ujar komandan satu pada anak buahnya.


"Cepat berpencar!. Tandai dengan segel penghancuran. agar mereka tidak sempat melarikan diri apalagi membalas serangan kita." perintahnya lagi.


Satu jam kemudian. Seluruh lokasi yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian para pengacau tersebut, sudah dipasangi formasi atau segel penghancuran. Hanya tinggal melakukannya saja. Tapi harus di bawah perintah panglimanya, yaitu pangeran Yun Cha.


Selama mereka menandai itu, ada tujuh titik persembunyian. yang diperkirakan sebagai tempat mereka bersembunyi, atau menjadi tempat sarang mereka. tetapi mereka tidak menyadari kedatangan makhluk yang tidak terlihat itu, hanya sekilas saja mereka merasakan tubuh mereka merinding, mungkin karena cuaca sejuk yang ada di tempat itu. tapi sebenarnya adalah aura kematian.


"Ayo kita laporkan hasil kerja kita kepada pangeran Yun Cha. aku yakin beliau akan senang mendengarnya?" Ujar komandan Yang Ma pada anak buahnya.


Tak lama kemudian, mereka sudah berada di hadapan Yun Cha, dan langsung mengabarkan apa yang telah mereka temukan di tempat itu, tinggal bagaimana keputusan Yun Cha, untuk menindak keberadaan para pengacau tersebut.


"Bagus! ini kerja besar. Aku senang mendengarnya. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, leluhur Baladewa akan mengampuni perbuatanku?" Respon Yun Cha jelas saja merasa bangga.


Kemudian memerintahkan kepada 1000 prajuritnya yang lain, untuk mengeksekusi apa yang telah rekan mereka lakukan barusan, dengan cara membentuk formasi, yang hanya mereka saja bisa melakukannya.


"Formasi bintang!. Hancurkan!"


Boom!


Ada 7 kali bunyi ledakan di tempat yang berbeda, bunyinya kuat sekali. Tapi hanya mereka yang bisa mendengarnya, tidak termasuk makhluk lain apalagi manusia biasa. Namun getarannya sampai terasa di ibukota, tapi mereka menganggap hanya goncangan biasa saja. mungkin ada gempa bumi. pikirnya.


"Hahahaha. bagus!. Aku yakin mereka mati semua. Ayo kita periksa!" Reaksi Yun Cha merasa gembira. Lalu terbang menuju tempat kejadian itu, untuk memeriksa keadaannya.