
Satu minggu kemudian. 2000 porsi menu sup jamur dewa dan 1000 menu sup tulang naga sudah selesai Arya buat, dan sudah didistribusikan pada nama nama yang sudah tertera di buka pelanggan. Pun sudah mereka rasakan khasiatnya.
Banyak dari mereka yang terselamatkan. Banyak penyakit kronis yang mereka derita mendadak hilang, Bahkan penyakit yang sudah divonis dokter tidak bisa disembuhkan pun tersembuhkan. Itu semua berkat sup jamur dewa yang mereka makan.
Nama Arya pun semakin terkenal. Baik secara nasional maupun mancanegara. Banyak pengusaha, orang orang kaya, kepala keluarga, dokter, pengacara, bahkan puluhan pejabat dari berbagai negara pun datang, termasuk dari negara Arya, untuk mendapatkan menu spesial tersebut, Tapi sayangnya apa yang mereka inginkan belum bisa mereka dapatkan, karena Arya harus fokus pada pesanan yang sudah ada.
Sekarangpun Arya sedang membuat menu untuk kelompok ketiga, dan akan dilanjutkan untuk kelompok keempat, dengan resep yang sama. Bahkan Arya menambahkan air kehidupan sedikit lebih banyak pada buatannya kali ini, karena kebanyakan dari mereka mengidap gangguan pencernaan juga penglihatan serta penuaan. Oleh karena itu Arya sengaja membuat menu yang sedikit lebih spesial. Namun tidak mengurangi menu yang sudah ada.
"Untuk hari ini selesai sudah. Nanti sore setelah pulang dari sekolah, aku akan membuatnya lagi. Mumpung kegiatan ekstra kurikuler belum begitu banyak, jadi aku bisa fokus untuk menyelesaikan pesanannya yang sudah ada."
"Tinggal dua kelompok lagi yang harus aku penuhi pesanannya, dan waktunya masih ada empat hari lagi.Jadi masih bisa sedikit santai."
"Setelah selesai membuatnya, aku ingin mengaplikasikan kepandaian ku untuk mencari kekayaan di laut. Siapa tahu aku beruntung?" Ujar Arya pada diri sendiri. Kemudian keluar dari tempat itu untuk istirahat,
Satu hari kemudian. 1000 pesanan sup jamur dewa sudah Arya siapkan, tinggal merealisasikan 900 sisanya. dan itu akan dibuatnya besok.
Dua hari kemudian baru Arya akan pergi ke laut untuk memancing ikan, serta mencari benda benda berharga di dalamnya.
Benar seperti yang direncanakan. Semua pesanan itu akhirnya selesai dikerjakan. Bahkan ia memperbanyak jumlahnya hingga mencapai 4 ribu porsi. Dan itu diluar pesanan yang sudah ada. Tinggal menghubungi para pemesannya saja, yang kebetulan masih menginap di hotel milik pak Satya.
Kepada anak buahnya, Arya berpesan untuk menyerahkannya pada pelanggan baru, yang jumlah nya juga sebanyak itu. dan disanggupi oleh mereka, dibawah komando master Prana, dan enam bawahannya tersebut.
Setelah segala sesuatunya dianggap selesai, serta pengaturan distribusi menu itu sudah terlaksana, barulah Arya bisa bernafas lega. Dia terlihat merebahkan tubuhnya di batu pipih berwarna putih, untuk mengembalikan staminanya yang terkuras habis.
"Lelah juga membuat menu langka itu. Aku pikir bakalan mudah. Ah ternyata sangat susah?"
"Beruntung aku membuatnya di istana jiwa, atau istana awan ku ini. Kalau tidak aku pasti akan pingsan karena kelelahan."
"Batu giok jiwa ini memang luar biasa. Baru semenit aku baring diatasnya, tenaga ku sudah pulih 68 persen. Bagaimana kalau satu jam?" Pikir Arya.
"Ah masa bodoh lah! Setelah ini aku akan keluar, dan menemui mereka, untuk membahas rencana ku pergi ke laut, untuk menangguk harta dari dalamnya."
"Kebetulan besok hari libur selama dua hari. Aku akan refreshing ke laut, mencoba keberuntungan di sana."Guman Arya pada diri sendiri. Sambil tersenyum senang dan merenggangkan otot ototnya, setelah selesai memulihkan tenaganya.
"Harta aku datang!" Serunya. Lalu keluar dari istana jiwa dan muncul di rumahnya.
"Ah ternyata hari masih siang?. Perbedaan waktu di ruang jiwa dengan di dunia nyata cukup jauh sekali."
"Satu jam di dunia jiwa,sama saja dengan satu menit di dunia manusia.Pantasan saat keluar tadi, hari masih belum malam. Padahal aku disana sudah cukup lama?"
"Tapi sekarang kenyataannya masih pukul tiga, berarti aku di dunia jiwa sudah tiga atau empat hari?"
"Kalau begini caranya. Aku bisa mengatur antara jam sekolah, jam kerja dan jam berkarya sesuka hati.Yang penting tidak saling bertabrakan waktunya."
"Untuk semua waktu itu bisa aku atur sesudah ini. yang penting rencana untuk besok berjalan dengan lancar." Ujarnya.
Kemudian mengambil handphone miliknya, guna menghubungi orang orangnya." Halo ketua, ada apa?" Respon Dave tua penasaran karena tidak biasanya Arya menghubungi di jam jam segini.
"To the poin saja ya. Tolong carikan kapal nelayan yang cukup besar, lengkap dengan peralatan pancing juga jaringnya. Jika perlu kapal bertonase besar?"
"Aku ingin pergi ke laut besok, untuk menangkap ikan di sana."
"Bawa 25 pekerja untuk membantu kita menangani ikan yang sekiranya berhasil kita tangkap."
"Maaf ketua? Maksudnya kita itu bagaimana. Apakah...?" Ucap Dave tua memotong perkataan Arya.
"Ya kalian berdua harus ikut aku ke laut. Bawa 12 anggota kita, terutama para pengusaha pengalengan dan pengiriman ikan ke luar negeri. Karena mereka harus membelinya dari kita."
"Aku juga akan mengikutsertakan master Prana juga dua orang bawahannya itu, untuk membantu kita mendeteksi keberadaan ikan dan benda benda berharga di dasar laut." Jawab Arya.
"Wah sangat luar biasa!. Kalau begitu kami berdua akan ikut. juga akan membawa bos bos ikan besar yang bergabung dengan organisasi kita!"
"Aku yakin mereka akan senang, karena bisa ikut mendapatkan pengalaman saat menangkap ikan?" Respon Dave tua merasa senang.
Kemudian mengiyakan permintaan Arya, untuk menyewa sebuah kapal besar guna mengarungi laut lepas. Tapi tidak disangka oleh Arya, Dave tua malah menghubungi pemilik 75 kapal ikan besar, yang kebetulan sudah bergabung dengan organisasinya. Jadi mudah bagi mereka untuk menyiapkan berapa pun yang bos mereka minta.
Keputusannya Dave tua ternyata adalah, menyewa enam buah kapal yang paling besar, dan paling lengkap peralatannya. Termasuk menyewa dua buah kapal pesiar, untuk digunakan oleh ketua mereka, lengkap dengan regu pengamanan lautnya.
Tapi sang pemilik kapal. ternyata tidak mau dibayar, karena mereka tahu yang akan menggunakannya adalah Arya, yang notabenenya adalah ketua agung mereka, sekaligus penyelamat hidup mereka. Itu semua karena berkat sup tulang naga, dan sup jamur dewa yang mereka makan, telah berhasil menyembuhkan sakit paru paru, jantung, ginjal dan penyakit akut nya hingga tidak tersisa.
"Apa kalian yakin dengan keputusan kalian?" Tanya Dave tua sekedar memastikan, pada beberapa bawahannya yang berjumlah 25 orang dalam vidio call tersebut
Serempak mereka menjawab." Yakin ketua!" Tegasnya.
"Baik! Hari ini juga kalian bersiap siap. Bersihkan kapal kalian. masing masing membawa satu yang paling besar dan lengkap peralatannya"
"Tapi ingat! Cukup enam kapal ikan saja. Dan tugas kalian merundingkan, kapal siapa saja yang akan dibawa untuk besok."
"Aku tidak mau ketua agung kita bakalan kecewa, dan memecat kalian karena kekecewaannya!" Respon Dave tua mengancam mereka.
"Dimengerti ketua" Jawab puluhan orang itu serempak dan serempak pula membungkuk ke arah Dave tua, sebagai bentuk penghormatannya.
"Hahaha! Apa kata ketua agung besok, saat melihat bukan satu kapal ikan yang datang, tapi enam?. Ditambah lagi dengan dua kapal pengawalan, lengkap dengan alat penyelamatan nya pula?"
"Bisa bisa jumlah kapal akan bertambah, tergantung dari cuaca untuk besok"
"Ah! Bagaimana kalau besok aku mengajak juga jenderal Reksa, untuk ikut memancing, sekaligus mengamankan jalannya wisata laut tersebut? Aku yakin dia akan suka?" Guman Dave tua meyakini usulnya.
"Kalau begitu aku akan menghubunginya!" Seru Dave tua kembali, sambil tersenyum senang.
***
Keesokan harinya, Arya sudah bangun pagi-pagi sekali, dan sedang bersiap-siap untuk pergi ke pelabuhan khusus nelayan. yang memang dibangun untuk keperluan itu.
Untuk kepergiannya kali ini, Arya didampingi oleh Master Prana, master Yaksa dan master Dewanta, yang level kekuatan metafisikanya sudah berada di tingkat paling tinggi, yaitu level Awan puncak.
Selain ketiga orang itu, Arya juga mengajak orang-orang tidak terlihatnya, untuk mengamankan laut, agar tidak terjadi gejolak sangat besar saat memancing atau menjaring ikan.
Tidak tanggung-tanggung yang Arya bawa. Jenderal Arga membawa 1000 orang anak buahnya. Jenderal Yang Cha juga demikian. Jadi jumlah pengawal Arya yang tidak terlihat tersebut berjumlah 2002 orang, dan semuanya bertugas untuk membantu Arya saat menangkap ikan di laut nanti.
"Selamat datang ketua!" Sapa bawahannya serempak. Sambil membungkuk sedikit ke arah Arya.
"Eh apa yang terjadi? Kenapa banyak sekali orang orang kita? Mau memancing atau mau berperang?" Respon Arya saat melihat ratusan orang yang berada di atas jembatan
"Hehehe. Maaf ketua!. Saat aku menghubungi Satya dan dua orang lagi. Tiba-tiba ada puluhan orang yang ingin ikut bergabung dalam video call dengan mereka."
"Rata-rata mereka ingin ikut berwisata ke laut, yang katanya sudah lama tidak mereka lakukan. Jadi saat ada kesempatan dan kebetulan pula ketua agung ingin pergi ke laut, maka mereka semuanya ingin ikut. Begitu ceritanya ketua!" Jawab Dave tua santai saja.
"Lalu senior-senior ini adalah..?" Tanya Arya.
"Oh ya hampir aku lupa!. Kenalkan! Ini jenderal Raksa dan ini jenderal Bima. Mereka adalah petinggi militer, yang bertanggung jawab atas keamanan laut kita."
"Kebetulan mereka juga hobby memancing, sama seperti ketua. Jadi apa salahnya aku ikut sertakan?. Hitung-hitung bisa menjaga keselamatan kita saat di laut nantinya?" Jawab Dave tuan kembali cuek saja.
"Salam ketua muda!" Ujar kedua jenderal itu cukup sopan.
"Oh, eh. Salam ketua!"Jawab Arya mengimbangi kesopanan mereka.
"Wah luar biasa! Padahal aku hanya ingin menangguk harta dari dalam laut saja. Kalau mereka ada, bagaimana aku bisa leluasa memperagakan keahlianku di sana?" Batin Arya.
"Bagaimana ketua apakah kita jadi berangkat?. Kebetulan sudah ada enam buah kapal ikan yang akan ikut ambil bagian"
"Selain enam kapal itu, ada juga dua kapal pengamanan lautan, Ditambah dengan dua kapal perang, yang kebetulan mereka akan melakukan patroli di laut lepas sana."
"Kalau jadi, Ayo kita berangkat, karena hari masih cukup pagi, dan katanya bagus untuk memancing?"Tanya Dave tua.
"Oh kalau begitu ayo!. Tapi ada berapa orang anggota kita yang akan ikut. Apakah semua dari mereka ini?" Respon Arya sekaligus bertanya.
"Benar ketua! Jumlah mereka ada 88 orang, terdiri dari belasan pengusaha pengalengan ikan, dan puluhan pengekspornya."Jawab Dave tua apa adanya.
"Sebanyak ini?" Respon Arya.
"Benar ketua!. Kami akan mengikuti anda, terlepas akan mendapatkan ikan atau tidak. Kami akan tetap mendampingi anda!" Jawab beberapa orang dari mereka secara serempak. Sambil membungkukkan badannya ke arah Arya.
"Masih muda tapi sudah sangat dihormati. Semua orang orang ini bukan orang sembarangan, tapi semuanya tunduk kepada pemuda yang bernama Arya ini. Aku jadi penasaran?" Monolog Jenderal Reksa dalam hatinya. Sambil ikut melangkah menuju kapal perangnya, diikuti oleh puluhan anggotanya, yang akan menjalankan tugas ganda, satu mengamankan laut, dan dua mengamankan aktivitas memancing di lautan lepas, yang berbatasan dengan negara tetangga sambil melakukan patroli di sana.