
"Ya, dia memang master Arya. Dia lah master yang membawahi kami semua. dan sekarang kami memanggilnya dengan master dewa, karena kemampuan metafisikanya jauh lebih tinggi dari pada kami." Ucap Teja berterus terang, dan menjelaskan apa adanya.
"Tapi bagaimana mungkin?. Dia inikan..?"Reaksi Raditya tetap tidak percaya.
"Kenapa?. Kau tidak mempercayainya?. Beraninya kau meragukan ketua kami!" Respon Prana tidak suka.
"Bukan begitu master!. A a aku cuma..?"Reaksi Raditya masih tidak terima.
"Kami tidak mau mendengar alasan apapun. karena master kami sudah berhasil mengobati penyakit ayah mu, juga sudah menghilangkan aura negatif yang ada di tubuhnya juga di tubuh adikmu."
"Jadi tepati janjimu. Berikan apa saja yang dia inginkan, dan jadi kan ia bos mu."
"Jika tidak, maka kami yang akan membuat perhitungan dengan mu " Bantah master Prana penuh dengan tekanan.
"Ta ta tapi..?" Protes Raditya kebingungan.
"Tidak ada tapi tapi! Kau harus...?"
"Ada apa ini?, Kenapa ramai sekali?, dan siapa yang telah menyembuhkan siapa?. Kenapa anakku harus menjadi pengikut seseorang.?. Coba jelaskan pada ku. agar aku menjadi paham." Respon Dirga merasa penasaran.
"Ayah!. Mereka ini adalah para master metafisika, yang ada di kota ini. Salah seorang dari mereka, katanya telah berhasil menyembuhkan penyakit jantung ayah, juga menghilangkan pengaruh jahat dari perempuan yang sedang pingsan itu."
"Sebelum ini ayah pingsan karena.....?"
Lalu Raditya menceritakan kejadian dari awal sampai akhir, dan alasan kenapa mereka meminta ayah juga adiknya untuk datang, serta apa hubungan antara dia dan perempuan itu.
Mendengar penjelasan yang terperinci tersebut, membuat kening Dirga berkerut dalam. pertanda dia sedang berpikir keras, apakah yang diceritakan oleh anaknya itu benar atau tidak?.
Tapi setelah dia merenung dalam, barulah dia teringat, bahwa memang sudah lama dia mengidap penyakit itu, dan dokter yang ditemui, semuanya menyatakan tidak sanggup untuk mengobati penyakit tersebut, kecuali kalau dia menjalani operasi jantung.
Tapi hari ini anaknya mengatakan, bahwa penyakitnya sudah disembuhkan, dan yang melakukan itu adalah salah seorang master yang ada di ruangan tersebut.Tapi siapa yang melakukannya, Dirga belum tahu.
"Apakah yang kau ceritakan itu benar anak ku?. apakah kau hanya ingin menipu ku saja?" Reaksi Dirga malah tiba tiba tidak percaya.
"Kalau ayah tidak percaya, ya itu urusan ayahlah!. Aku hanya menyampaikan saja dari saudara ku ini. Katanya penyakit jantung ayah sudah sembuh?"
"Jika ayah kurang yakin, silakan periksakan diri ke dokter, agar kami semua bisa tahu, apa benar ayah sudah sembuh atau belum?" Jawab Raditya berterus terang.
Bamm!
"Uh!" Respon Raditya terkejut bukan kepalang.
Tapi belum sempat dia memaki. Orang yang datang itu sudah memarahi mereka dengan kata kata penuh ancaman. "Siapa yang telah mencelakai murid ku?. Beraninya kalian melakukan itu padanya?"
"Tak tahukah kalian kalau itu telah menyinggung perasaan ku?" Ujarnya garang.
"Siapa kau?. Kenapa mengacau di kediaman ku?" Bentak Rangga tidak senang, dan ingin mengusir tamu tak diundang tersebut dari rumahnya.
"Aku ki Jana. guru dari perempuan yang kalian aniaya itu. dan datang karena ingin membalas dendam!" Jawabnya berterus terang.
"Master, bagaimana ini? apa kita harus mendiamkan masalah tersebut berlangsung di depan kita?" Tanya Prana pada atasannya.
"Kita lihat dulu apa tindakan dari mereka berdua.Jika mereka masih bersikeras dan meremehkan kita, maka kita biarkan saja apa yang akan terjadi pada mereka, kecuali kalau orang itu ingin mencelakainya." Jawab Arya cukup bijaksana.
"Balas dendam?. Atas dasar apa?. Bukankah dia sendiri yang telah memulainya. Aku hanya berusaha untuk mencegahnya saja, karena orang yang ingin dia kuasai itu adalah ayah juga adik ku. Apakah aku harus diam saja?" Respon Raditya tidak terima.
"Aku tidak mau tahu!, yang jelas kalian telah berani melukai murid ku, dan gara gara kalian. sekarang dia telah kehilangan ilmunya, dan itu konsekwensinya sangat besar sekali."
"Untuk itu kalian harus bertanggung jawab, dengan cara menyerahkan nyawa kalian pada ku!" Jawab ki Jana terdengar memaksakan kehendaknya.
"Enak saja!. Kau pikir nyawa itu barang taruhan, ha?. Kau pikir kau itu siapa?"
"Kalau kau mau balas dendam. Bawa saja perempuan itu, karena kami sudah tidak membutuhkannya." Bantah Raditya cukup jumawa.
Tapi respon dari ki Jana sungguh diluar dugaan. hingga membuat suasana di ruangan itu mendadak mencekam. Lalu dengan suara keras dia mengaum dengan suara yang menyeramkan. "Beraninya kau?. Hiaaaa!"
Slash!
Byar!
Bamm!
Energi negatif bertabrakan dengan energi positif, menimbulkan gelombang kejut yang cukup besar, dan membuat benda tidak bernyawa yang ada di tempat itu beterbangan kemana mana, termasuk benda yang melekat di dinding juga di atas meja.
Ki Jana, yang semula mengira bahwa serangan yang ia lancarkan barusan bakal membuat lawannya terpental, malah dia sendiri yang mengalaminya.
Tubuhnya mencelat jauh, dan jatuh dengan mulut mengeluarkan darah segar, hingga membuat nafasnya jadi tersengal. dan susah untuk bangun kembali. Lalu pingsan.
Rangga dan Dirga yang melihat itu jadi tercengang. karena mereka tadi mengira, bahwa serangan besar tersebut, yang dipastikan bakal membuat anak juga keponakannya mati. Tapi entah bagaimana, serangan tersebut malah terpental begitu saja, bahkan hancur sebelum sampai pada tujuannya.
Raditya yang dituju pun tidak bisa berbuat apa apa. Dia hanya berdiri diam, saat gelombang panas berwarna hitam tersebut menuju ke arahnya, dan sudah pasrah dengan keadaan. Mati ya mati saja.pikirnya.
Namun setelah ditunggu sekian lama, ledakan yang bakalan menghancurkan tubuhnya tidak kunjung datang juga. Begitu dia membuka mata, Orang yang mengaku bernama Ki Prana itu sudah terbaring di atas lantai, dengan kondisi yang cukup memperihatinkan.
Setelah itu barulah ia sadar, bahwa nyawanya telah diselamatkan oleh seseorang. tapi oleh siapa dia tidak tahu.
"Saudara ku!. Siapa yang telah menyelamatkan nyawaku. Tolong katakan padaku, agar aku bisa berterima kasih padanya." Ujar Raditya tiba tiba.
"Siapa lagi kalau bukan master Arya?. Dialah orang yang telah menghancurkan kekuatan hitam dari orang itu, hingga nyawa mu bisa terselamatkan." Jawab master Teja berterus terang.
Namun Raditya hanya diam saja. Dia tidak merespon atau menyangka, kalau orang yang selama ini di rendahkan juga dimusuhi nya, hanya gara gara seorang perempuan. mau menyelamatkan nyawanya. bahkan sudah dua kali pula, termasuk nyawa ayahnya.
"Tunggu apa lagi?.Apa kau ingin membuat kakak mu ini marah?" Terdengar bentakan cukup kuat, yang keluar dari mulut Teja, hingga membuat Raditya mundur ketakutan.
"Jangan dipaksakan kalau orang tidak mau?. Sekarang acuhkan dia dan fokus pada orang itu."
"Formasi pembeku darah!. Aktifkan!"
Blam!
Wus!
Blar!
Tes!
Tes!
Jleb!
"Argh!" Keluh tertahan ki Jana segera terdengar. di susul pula oleh muridnya yang masih pingsan itu, walau hanya terdengar lirih.
Setelah itu keadaan menjadi hening. Karena masing masing tenggelam pada pikirannya. Hingga pada saat Arya bersuara itu, barulah suasana kembali seperti sediakala.
"Pak Rangga juga anda pak Dirga. Tugas ku di sini sudah selesai. dan aku harus kembali ke tempat ku semula."
"Masalah penyakit jantung mu sudah sembuh atau belum, bisa anda tanyakan pada dokter ahlinya, karena aku juga tidak bisa menjelaskan secara terperinci tentang itu."
"Untuk mu Raditya!. Aku tahu sulit bagi mu untuk mengakui kekalahan. Tapi sadarlah!, orang yang sedang kau kejar itu tidak mau dengan mu, jadi jangan berharap untuk dia bersimpati dengan mu."
"Masalah kau tidak mengakui pertolongan ku pada ayah mu juga adik mu itu, aku tidak ambil pusing. Yang jelas mereka sekarang sudah sembuh, dan terbebas dari pengaruh jahat, yang selamanya tidak akan bisa di ganggu oleh orang orang itu lagi."
"Untuk mu pak Rangga!. Jangan bermimpi untuk menarik ku menjadi anak buah mu, apalagi bekerja untuk mu, karena kau belum layak untuk berada di atas ku!"
"Masih untuk mu pak Rangga. jangan mengira kalau aku selalu dilindungi oleh pak Satya, hingga kau berencana ingin menyogok ku, dengan iming iming harta, karena aku tidak membutuhkan itu."
"Kalau kau tidak percaya, lihatlah ini!. Harta ku mungkin jauh lebih banyak dari harta mu. Jadi jangan coba coba untuk mempengaruhi ku!"
Slash!
Blam!
Bruk!
Prang!
Sebuah gunung emas dan permata, tiba tiba muncul di depan Rangga, dan membuat ruangan itu jadi sempit.
"Ba Ba Ba bagaimana mungkin?. Siapa kau sebenarnya?" Respon Raditya penasaran.
"Ya, siapa kau se dibenarnya apakah kau seorang..?"
Plak!
Bugh!
"Jangan berani kurang ajar pada master ku. Jika kalian tidak ingin celaka!. Cepat berlutut, jika tidak...?"
Bruk!
Bruk!
Bruk!
Belum juga selesai perkataan Prana.Tiga orang itu sudah menjatuhkan lututnya ke lantai, dan menunduk hormat kearah Arya, seraya berkata ."Master Arya, Maafkan sikap kami. Sungguh kami buta, karena tidak bisa melihat ada orang hebat di depan mata."
"Mulai saat ini, kami menyatakan tunduk kepada anda, dan akan selalu setia pada anda!"
"Jika kami berbohong, maka bumi dan langit akan mengutuk kami jadi benda tidak bernyawa."
"Oleh karena itu, terimalah penyerahan kami ini, untuk menjadi bawahan anda!" Ujar Rangga mewakili kakak juga keponakannya itu.
Namun Arya tidak langsung meresponnya, karena dia masih meminta penilaian dari pengawal tidak terlihatnya. Apakah perkataan yang diucapkan oleh Rangga tersebut tulus atau tidak?
Namun setelah Arga menganggukkan kepalanya, barulah Arya mengatakan sesuatu pada mereka."Baik!. Penyerahan diri kalian akan aku pertimbangkan. Tapi jika suatu saat nanti kalian mengkhianatiku, maka tujuh master ini yang akan memberi pelajaran pada kalian!" Ujarnya penuh ancaman.
"Percayalah!. Kami akan selalu setia kepada anda, dan akan menjaga anda di manapun anda berada!" Jawab Dirga pula. sambil menyikut pinggang anaknya, agar memberikan pernyataan juga.
"Aku juga menyatakan setia kepadamu master Arya, dan mulai saat ini, aku tidak akan berani lagi membuat masalah denganmu."
"Masalah Amanda, aku tidak berani lagi untuk ikut campur, apalagi ingin mendapatkannya. karena dia telah mendapatkan seorang pria yang tepat, dan itu adalah anda!" Ujar Raditya seperti terpaksa.
"Kau mau membohongiku Raditya?. Jangan coba coba!"
Blash!
Bamm!
"A a ampun!. Aku mengaku salah.Tolong turunkan aku!, aku takut ketinggian!" Reaksi Raditya ketakutan.
"Aku pergi dulu!. Jika ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan. sampaikan saja pada bawahanku. mereka akan menyampaikannya padaku." Ujar Arya cukup berwibawa. Kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut, dan kembali ke rumahnya.
"Tunggu dulu master Arya! Bagaimana dengan bukit bukit emas ini, apakah anda akan meninggalkannya begitu saja?" Tanya Rangga ingin tahu.
"Oh ya aku lupa, hampir saja?" Jawab Arya dibuat bercanda. Kemudian memberi kode kepada Arga, untuk mengambil kembali gunung emas dan permata tersebut, juga menghilangkan ki Jana, serta dimasukkan kedalam cincin pusaka yang ada di jari tengah tuannya.
Pemandangan yang cuma sekilas itu, tentu saja membuat Rangga, Dirga juga Raditya menjadi terperangah diam. Mereka tidak menyangka, kalau Arya mampu melakukan itu, mengeluarkan serta memasukkannya kembali, hanya cukup melambaikan tangannya saja. Sungguh sangat luar biasa!