
"Yang mulia guru agung Sama.Terimalah hormat kami!" Ujar seluruh pasukan raja Yun Wa serempak, sambil menunduk hormat ke arahnya.
"Yang harus kalian panggil guru agung dan hormati itu adalah dia, bukan aku?" Reaksi Sama tidak mau terima. Kemudian buru buru menjatuhkan lututnya ke tanah lalu berkata. "Leluhur yang mulia Dewa, mohon maafkan kekurangajaran anak anak ku ini. Sungguh mereka tidak tahu siapa anda?"
"Mohon yang mulia jangan menghukum kami, yang semakin membuat kami merasa tersiksa dengan kutukan anda!" Ujarnya sontak menimbulkan tanda tanya.
"Guru agung, apa yang kau lakukan, siapa dia?" Tanya Yun Wangsa atau Yun Wa pada kakek buyutnya.
"Cepat berlutut, kalau tidak mau mendapat murka darinya!" Malah itu jawaban Yun Sama pada anak keturunannya.
Mau tidak mau Yun Wa juga seluruh orang yang ada di situ menuruti perintah dari leluhurnya. Jika tidak dia akan semakin marah, dan akan menghukum mereka.
Tidak ada yang berani mengangkat wajahnya ke arah Arya, termasuk putra mahkota juga para jenderal serta panglimanya. apalagi hanya sekedar prajuritnya.
Arya yang menyadari itu menjadi senang, karena sejatinya dia tidak mau mencelakai orang lain. Dia hanya ingin tahu kenapa mereka berani mencari gara gara dengannya. Itu saja.
"Yang mulia leluhur Wangsa. Mohon ampuni nyawa kami. Kami berjanji akan menghukum siapa saja yang berani mencari gara gara dengan yang mulia. Namun mohon yang mulia bermurah hati, dengan mengembalikan nyawa cucu kelima ku itu agar hidup kembali seperti semula." Ucap Yun Sama penuh permohonan hidup pada Arya.
"Aku bisa saja menarik kembali kematian itu, karena sejatinya dia belum mati, tapi karena dia telah berani merendahkan ku, maka aku akan sedikit menghukumnya."
"Seluruh kemampuan beladiri nya akan aku cabut, sampai dia menyadari kesalahannya baru akan aku kembalikan." Reaksi Arya menimbulkan harapan bagi bangsa taklukannya.
"Hamba akan menuruti apapun yang mulia katakan, termasuk jika harus mengurungnya agar mau merenungkan kesalahan." Jawab Yun Sama menyetujui perkataan Arya.
"Bagus!. Sekarang berdirilah. Mulai hari ini. bersumpah setialah kalian pada raga anak ini. karena dia adalah titisan ku. yang akan membangun kembal trah Wangsa kita."
"Melalui dia. maka dunia akan berada digenggamnya. Oleh karena itu bantu lah dia, agar dia merasa tidak sendirian. Melalui dia juga, kutukan ku pada kalian akan dihilangkan, dan kalian bisa menjadi manusia seutuhnya." Ujar leluhur Wangsa Baladewa pada abdi dan keturunannya.
Kemudian mengembalikan kesadaran Yun Cha, serta menghilangkan ingatan tentang permusuhannya dengan Arya.
"Sekarang kembalilah kalian ke tempat masing masing. karena raga yang aku tempati ini masih banyak yang harus dia lakukan."
Setelah semua yang dibebankan kepadanya selesai, maka aku akan mengarahkannya kesini untuk bertemu kalian.Saat bertemu itulah, kutukan kalian akan dihilangkannya."
Wus!
Begitu selesai memberikan wejangan, Wangsa Baladewa yang berada di tubuh Arya menghilang, dengan membawa raganya ke dunia manusia.
Sepeninggal Arya, Yun Sama beserta seluruh anak keturunannya, termasuk prajurit yang ada di situ, semakin dalam menghormati Arya, dan berjanji akan membantunya setelah larangan merubah diri menjadi manusia dihilangkan.
Yun sama yang menjadi guru agung sekaligus leluhur mereka, memimpin janji setia pada Baladewa, yang sejak Arya berada di dalam kandungan, sudah berada di tubuhnya. Jadi otomatis mereka harus tunduk dan patuh kepada Arya.
Sementara di dunia manusia, Arya langsung muncul di kamar mewahnya, yang saat itu jam sudah menunjukkan pukul dua dinihari, jadi sudah sangat larut sekali. hingga dia memutuskan untuk tidur dan sudah tidak peduli apa apa lagi.
***
Keesokan harinya. Arya bangun sedikit telat, yaitu sekitar pukul 6.30 pagi. Padahal sarapan akan
diantar setengah jam lagi. berarti dia harus cepat bersiap, agar keadaannya terlihat rapi.
Beruntung saat sarapan datang, Arya sudah berada di ruang tamunya, dan sedang berkomunikasi dengan Arga.
"Bagaimana hasil penyelidikan mu, Apakah rencana berjalan sebagaimana mestinya?" Tanya Arya pada abdinya tersebut.
"Sepanjang penyelidikan, kami menemukan banyak kejutan. Ternyata mereka adalah abdi yang mulia Baladewa, yang dikutuk menjadi naga karena melakukan kesalahan."
"Leluhur mereka yang bernama Yun Sama, beserta seluruh keturunannya, diasingkan di dunia naga, dan dirubah menjadi manusia setengah naga."
"Lambat laun dari kerajaan yang mereka bentuk itu, akhirnya menjadi besar, dan banyak bangsa jin, siluman, serta bangsa tak kasat mata lainnya menjadi anak buahnya."
"Panglima perang yang melawan anda itu, salah satunya berasal dari bangsa jin. termasuk jenderal Yang Cha."
"Jadi dengan tunduknya mereka kepada yang mulia, berarti bangsa yang mendukung anda semakin besar. Jika sewaktu waktu di butuhkan, tinggal memberi perintah saja." Jawab Arga cukup panjang.
"Ternyata begitu?. Terima kasih atas informasi kalian. Sekarang aku ingin sarapan dulu, jadi kalian boleh kembali bertugas di luar."
"Nanti setelah kewajiban ku selesai, kita akan membahas itu lagi." Ujar Arya cukup lancar.
Satu setengah jam kemudian, Arya dan rombongannya sudah berada di tempat pertandingan, yang kebetulan lokasinya tidak begitu jauh dari hotel tempat ia menginap .
Jam pada saat itu sudah menunjukkan angka delapan.tapi masih ada dua kontingen yang belum sampai, hingga membuat pembukaan jadi tertunda. Namun setelah pukul 8,39, akhirnya seluruh peserta sudah lengkap, dan sudah bisa di buka untuk memulai pertandingan.
"Cabang olahraga pertama yang akan diperlombakan, adalah lompat tinggi. Jika kalian mampu melewati mistar yang dipasang berarti kalian lolos di babak penyisihan."
"Tapi jika kalian gagal, berarti kalian tereleminasi, dan sudah tidak ada harapan untuk mengulanginya lagi. Begitu juga dengan cabang atletik lainnya." Ucap ketua panitia seleksi nasional, kepada sekitar sekitar 612 orang peserta dari 34 provinsi cukup lancar.
Tak lama kemudian. Pertandingan lompat tinggi sudah dilaksanakan. Banyak beserta yang berhasil dan banyak punya yang gagal.
Arya dan timnya, seluruhnya lulus seleksi, bahkan mencatat rekor lompatan paling tinggi dari peserta lainnya.
Di babak semi final. Arya dan kawan kawan juga berhasil menduduki peringkat pertama, dan berhak maju ke babak final.
Kini saatnya menentukan siapa juara pertama, yang akan membawa piala dalam cabang lompat tinggi nasional.
"Siapa anak itu?. Dari awal pertandingan, dia terus yang mendominasi. Peserta terbaik tahun lalu saja dikalahkan, bahkan tersisih di babak delapan besar, dan tidak bisa masuk perempat final."
"Kalau di babak ini dia bisa mengalahkan peserta lainnya, Maka otomatis dia yang akan menjadi juaranya." Ujar seorang pengamat pertandingan cukup lancar.
"Berhasil!" Seru wasit mengumumkan hasil lompatan Arya setelah mendapatkan giliran nya.
Kini mistar ditinggikan menjadi 3 meter, dan sudah banyak yang gagal, karena mereka rata rata hanya mampu melewati mistar setinggi 2.7 meter, dan gagal jika dinaikkan sedikit lebih tinggi lagi. Tapi Arya masih mampu melewatinya juga.
Melihat Arya mampu melompat lebih tinggi dari 3 meter itu. wasit meminta izin kepada ketua panitia untuk menambah tingginya menjadi 3.5 meter. Tapi lagi lagi Arya berhasil melewatinya, dan akhirnya ketinggian mistar itu dinaikkan ke ukuran maksimal yaitu 4 meter, hanya sekedar untuk mengetes kemampuan Arya saja.
Namun lagi lagi Arya berhasil melewatinya, bahkan lompatannya mencapai 5.7 meter, suatu pemandangan yang sangat luar biasa.
Bu Siska dan teman teman Arya yang melihat itu tentu saja senang. karena salah satu dari siswanya memperoleh rekor yang paling tinggi, memecahkan rekor dunia, yang hanya mencapai 3,4 meter saja. Jadi otomatis Arya yang keluar sebagai pemenangnya.
"Mantap Arya, kemampuan mu dalam melompat sudah jauh lebih baik, melebihi lompatan mu waktu seleksi tingkat provinsi, dan sekarang kau yang keluar sebagai juaranya." Ujar Siska pada Arya, disambung oleh Madi dan Permana, juga oleh teman temannya.
***
Satu hari sudah terlewati. Satu cabang olahraga pula sudah selesai, dan menyisakan rasa kagum terhadap Arya.
Banyak orang orang kaya, persatuan, organisasi juga klub yang ingin merekrutnya, tapi Arya jelas menolaknya dengan halus, karena bukan itu fokus utama dalam hidupnya. Ada yang jauh lebih besar dari sekedar olahraga tersebut, yaitu membangun kerajaan bisnis miliknya sendiri, yang berorientasi pada pengenalan Trah Wangsa pada dunia, dan itu sudah dirintisnya sejak awal. Dimulai dari mendirikan rumah makan, yang sekarang sudah berubah menjadi restoran besar, karena menunya sangat beragam. Makanan dalam dan luar negeri juga tersedia di sana.
"Aku tidak boleh bergantung dari hasil keringat orang. Aku harus membangun kerajaan bisnis ku sendiri, dan terlepas dari kebesaran organisasi yang sekarang aku pegang"
"Setelah urusan olahraga ini selesai, aku ingin fokus dalam usaha dan belajar, tidak boleh semata mata bergantung dari hasil pemberian orang."
"Sekarang aku dikenal karena kemampuanku dalam masalah medis dan praktisi tenaga dalam .Jika dikembangkan, aku yakin akan semakin membuat nama ku terkenal. Dan saat itulah akan aku gunakan harta harta itu untuk membangun kerajaan bisnisku tanpa campur tangan Dave tua maupun Satya"
"Mudah mudahan usahaku akan berjalan lancar?" Monolog Arya dalam hati. Kemudian memejamkan matanya untuk tidur.