
Mereka akhirnya bergandengan tangan untuk menyusuri setiap tempat yang ada di dunia jiwa.
Sambil melihat lihat itu Amanda tiba tiba berkata."Apa benar ini dunia jiwa. Memang ada ceritanya?" ujarnya.
Arya hanya bisa terdiam. dan tidak langsung menjawab pertanyaan Amanda. karena dia merasa, sebelum dibawa berjalan jalan. Dia sudah menceritakan semuanya pada Amanda, tapi kenapa masih juga ditanyakan?
Namun agar tidak terlalu mengecewakan Manda. Arya tetap menjawab juga."Ini memang dunia jiwa, yang sengaja di buat untuk ku oleh leluhur Baladewa"
"Tujuannya adalah untuk mengembangkan minat dan bakat ku di dunia manusia"
"Mengenai bagaimana ini diciptakan, aku tentu saja tidak tahu.Yang jelas sekarang aku sudah memilikinya." jawab Arya.
"Uh! Jawaban mu tidak memuaskan dan tidak masuk akal!" reaksi Manda malah mengacuhkan perasaan Arya.
"Kenapa? Tolong jelaskan!" respon Arya.
"Secara logika, mana ada yang namanya dunia jiwa? Jangan mengada adalah kak Arya!"
"Bilang saja kalau tempat ini adalah tempat wisata. Jangan bilang dunia jiwa?" protes Amanda.
"Ya terserah kamu saja. yang penting aku sudah menjawabnya." balas Arya enteng saja.
"Namun aku ingin bertanya. Sebelum ini kamu sedang berada dimana?Apakah di rumah mu atau di tempat wisata. dan sekarang sudah hari apa dan jam berapa?"tanya Arya.
"Ha? Bagaimana mungkin? Bukankah aku sedang tidur di rumah ku? Hari sabtu malam minggu? Tapi kenapa sekarang sudah hari selasa? Apa yang terjadi?" Tanya Amanda keheranan. Sambil melihat arloji kesayangannya.
"Tidak apa apa! Aku hanya bercanda. Kamu memang sedang berada di tempat wisata, dan entah siapa yang membawanya kemari aku tidak tahu. Yang jelas bukan aku." Jawab Arya sekenanya saja.
Bug!
"Uhh! Fff!"
"Tiba tiba Arya menyemburkan darah segar dari mulutnya. akibat ditonjok dadanya oleh Amanda. Bukan hanya itu saja, tubuh Arya pun ambruk ke tanah, sepertinya organ dalamnya terluka.
Tak lama kemudian Arya tidak Sadarkan diri, dan jiwanya tenggelam dalam lautan spiritualnya, untuk mengobati diri sendiri. Sementara Amanda tentu saja kebingungan. Dia tidak menyangka keengganannya untuk mempercayai Arya bakal berbuntut panjang.
Sekarang Arya sedang terluka. Nafasnya seakan berhenti. jiwanya telah pergi, dan sepertinya sudah tidak ada harapan untuk hidup.
"Arya aaaaaa!" teriak Amanda kuat kuat, sambil mengguncang tubuh Arya agar cepat bangun. Tangisnya sudah tidak terbendung lagi. Air matanya tumpah, Hatinya menyesal dengan apa yang telah dia lakukan pada Arya.
Tapi sekuat apapun dia berusaha, Arya tetap tidak bangun juga. Nampaknya usaha Manda tidak membuahkan hasil. Tubuh Arya tetap diam. Mata terpejam, dan nafas pun sudah terhenti. Arya sudah jelas mati.
"Tolong minggir sedikit! Eyang akan mengobatinya. Siapa tahu masih bisa diselamatkan?" ujar seseorang yang tiba tiba datang mengejutkan Amanda.
"Si si siapa kau orang tua? Bagaimana caranya kau datang?. ini tempat apa?" reaksi Amanda.
Namun orang tua itu tidak menggubris pertanyaan Amanda. Dia malah mendekati tubuh Arya, yang sedang tergeletak lemah itu, lalu merasakan denyut nadi Arya melalui persepsinya, dan mendapati bahwa Arya belum mati. Namun jiwanya terluka.
"Tidak kusangka. Ziangga yang sudah kusangka mati itu masih hidup sampai sekarang. Pukulan jiwa hampa benar-benar luar biasa!"
"Arya yang sudah berada di level tinggi pun tidak mampu menahannya. Beruntung jiwanya dilindungi oleh senjata-senjata pusaka. Jika tidak Arya pasti sudah mati!" Guman Wangsa Baladewa pada diri sendiri. Kemudian menatap Amanda, yang dia tahu adalah kekasih cucunya.
"Apakah kamu yang bernama Amanda?" tanya Baladewa untuk sekedar memulai kata.
"Ya. Saya Amanda! teman Arya."jawabnya.
"Ketahuilah olehmu cucuku. Jiwa Arya sekarang sedang berada di kolam giok naga, atau kolam kehidupan, ntuk diobati di sana."
"Jiwanya terluka saat ingin menyelamatkanmu, karena bertarung melawan leluhur bangsa denawa."
"Jika dia tidak cepat datang, maka jiwamu sekarang sudah tanggal dari badan. yang berakibat jatuhnya kerajaan naga. milik keturunan ku Maladewa."
"Itu semua karena peranmu yang menyumbangkan darah perawan pada kembaranmu yang bernama Sura Menggala. Beruntung Arya cepat datang, dan menyelamatkanmu, serta membawanya ke dunia jiwa." ujar Baladewa menjelaskan cerita yang sebenarnya.
Dia melihat Amanda ragu-ragu tentang cerita yang dikatakan oleh Arya, termasuk oleh dirinya. Namun karena rasa waskitanya sangat tinggi. Baladewa hanya tersenyum saja dengan berkata." Ada beberapa hal di dunia ini yang tidak diketahui oleh manusia termasuk dunia jiwa ini."
"Bagi orang yang menganut paham modern, maka dia tidak akan tahu tentang adanya dunia jiwa. Yang mereka tahu hanya dunia gaib saja, dan itupun banyak yang meragukannya termasuk kamu!"
"Namun nyatanya kau sekarang sedang berada di dalamnya"
"Pesan eyang pada mu Manda. jangan lagi gunakan logika, tapi gunakanlah mata batin mu, agar kau tidak lagi mencelakai Arya. Gunakan hati serta alam pikiran mu, dan pahami bahwa calon suamimu itu bukan orang biasa."
"Dia adalah cucu keturunanku. Seorang pangeran dari bangsa Pertala. yang telah mewarisi ilmuku, serta akan membangun peradaban Wangsa Baladewa, yang dulu pernah jaya pada masanya."
"Biarkan dia merubah takdir yang sudah digariskan. tentang kalian berdua yang tidak akan pernah bisa bersama, terkecuali jika kau mendukungnya."
"Namun jika kau masih tetap bersikeras, apalagi terus menanyakannya, maka percayalah.kau tidak akan pernah bisa mendapatkan pangeran Arya cucuku itu!" Ujar Baladewa memberikan wejangan pada Amanda.
Amanda tentu saja terdiam. Dia tidak menyangka bahwa keraguannya tersebut akan membuat Arya kesulitan. Padahal dia cuma ingin menunjukkan dominasinya saja. Tapi ternyata, hal itu malah mencelakainya.
"Maaf kan saya eyang. Saya tidak berniat mencelakai Arya. Saya cuma...?"
"Sudahlah!. Jangan dibahas lagi. Tunggu tubuh Arya di sana!" sanggah Baladewa.
Tik
Boom!
Tubuh Arya berpindah tempat, dan dimasukkan ke kamar istana jiwa, yang tak jauh dari Amanda berduri. Padahal tadi tidak ada.
Tak mau berlama lama. Amanda langsung berlari kesana, dan masuk ke istana jiwa, berdasarkan arahan Baladewa. Setelah itu dia menghilang dan menemui jiwa Arya di kolam kehidupan giok naga.
"Ini tidak boleh jadi. Aku harus memperkuat jiwa Arya agar tidak dicelakai lagi oleh Ziangga. Jika tidak, kejadian ini akan terulang kembali." Ujar Baladewa. sambil mengirimkan aura jiwa naga ke jiwa Arya. untuk membuatnya mampu menyerap kekuatan serupa bila mereka bertarung lagi.
Ternyata Arya yang waktu diserang itu terluka. Tapi tidak sampai menghancurkan tubuhnya. Dia sempat merahasiakannya pada Amanda. Tapi begitu ditonjok oleh Manda, membuat reiki nya berbalik arah, dan menyerang jiwanya yang memang sudah terluka, hingga membuatnya muntah darah, dan pingsan seketika.
Pantaslah Arya buru buru pergi, dan tidak jadi menghabisi Ziangga.Ternyata dia kalah. Tapi tidak tahu bakalan terluka jiwanya.
Namun sebelum pergi, dia juga sempat tiga kali memukul tubuh Ziangga, guna meninggalkan jejak persepsi padanya. Arya yakin jiwa Ziangga juga terluka. Cuma bedanya tidak separah Arya.
"Syukurlah jiwa mu sudah pulih cucu ku! Bahkan sekarang jauh lebih kuat dari semula.Jiwa kaisar naga yang aku masukkan ini, tidak akan mudah dikalahkan oleh Ziangga, karena dulu dia pernah kalah dengan jiwa itu."
"Berjuanglah! Basmi keangkaramurkaan di muka bumi. dan lenyapkan Ziangga setan denawa, musuh terbesar ku itu."
"Basmi juga Dasamuka, serta anak manusia yang bernama Sura Menggala itu, karena jiwanya bukan lagi jiwa manusia, tapi jiwa denawa yang hampir mendekati setan."
"Setelah mengalahkan mereka, maka untuk sementara keamanan dunia bisa dipertahankan.Tapi setelah sekian tahun, akan datang serangan dari luar angkasa, yang dipimpin oleh Zuta. raja bangsa Namet."
"Akibat perbuatannya, rotasi bumi jadi terganggu, karena digunakan untuk menggerakkan planetnya mendekati bumi."
"Oleh karena itu tingkatkan kekuatan mu sampai ke puncak semesta, agar kau bisa mendatangi mereka sebelum membawa kehancuran."
"Sekarang kembalilah ke tubuh mu, dan sesuaikan pondasi barunya, agar kekuatan mu menjadi luar biasa." Ujar Baladewa pada jiwa Arya.
Tak lama kemudian. Tubuh Arya yang diletakkan dikamar raja naga bergerak dengan sendirinya, dan langsung membuka matanya tanpa Amanda sadari.
Begitu Arya menyentuh tangan Amanda. Maka tanpa ragu ragu lagi. Dia langsung memeluk Arya, sampai membuatnya sulit untuk bernafas.
"Uhh! Tahan Manda! Apa kau ingin membuat ku pingsan lagi?" Tiba tiba Arya berkata begitu.
"Aku tidak mau tahu! jangan menakuti ku lagi. Aku tidak tahan." Jawab Manda.
"Bagaimana keadaan mu. Tadi kau pingsan?" Respon Amanda.
"Sekarang?" tanya Arya.
"Sudah tidak lagi." jawab Manda.
"Ayo kita kembali. Aku rasa hari sudah pagi?" sambung Arya.
"Tapi nanti bawa Manda kesini lagi ya? Sekalian kedua orang tua ku juga teman teman kita!"
"Maaf sayang! Ini bukan dunia wisata. Hanya orang orang tertentu yang bisa memasuki tempat ini. Jadi lupakan saja." Jawab Arya.
"Uh!" keluh Manda kesal.
"Eh ingat! Apa kata eyang wangsa? Apa kau sudah tidak peduli lagi pada ku, dan tidak mau bersamaku untuk selamanya?" ujar Arya mengingatkan Amanda.
"Maaf aku lupa!" jawabnya enteng saja.
Tak lama kemudian, mereka keluar dari dunia jiwa. dan sedetik nya lagi sudah berada di dunia manusia.
Jam pada saat itu masih menunjukkan pukul 03.30 pagi. Berarti Amanda berada di dunia denawa, sekaligus di dunia jiwa. lamanya kurang lebih dua setengah hari. atau dua jam setengah di dunia manusia.
"Aku pulang dulu! Jaga dirimu baik baik!" Ucap Arya. Lalu menghilang begitu saja. dan kembali ke rumahnya.