
Sementara itu di bagian Dama, pasukan yang dibawanya tersebut berhasil memusnahkan sekelompok kobra, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 700an ekor, tapi semuanya mati karena kesaktian lawannya.
Cuma Raja kobra yang sempat melarikan diri, dan masuk ke dalam cekungan cukup kecil, yang sebenarnya tidak mungkin muat buat tubuhnya yang besar."Ini aneh?" Guman Dama pada diri sendiri. Sambil terus mengamati cekungan tersebut. Tak lama kemudian dia berkata kembali. " Kenapa raja kobra tersebut bisa memasuki lubang sekecil ini ya, apakah di dalamnya ada gua?" Ujarnya.
"Komandan Zuka!" Serunya, kemudian." Kerahkan pasukanmu untuk menghancurkan lubang kecil ini, siapa tahu di dalamnya ada gua?" Perintahnya.
"Siap laksanakan panglima!" Jawab komandan Zuka patuh, kemudian mengajak 100 orang bawahannya, untuk membuat formasi penghancuran, guna mengetahui, ada apa dibalik cekungan itu?
"Sudah siap semua?" Serunya.
"Siap!" Jawab mereka serempak.
"Aktifkan!"
Boom?
Dhuar!
Dua ledakan besar pun terjadi, menghancurkan cekungan antara dua buah batu itu, hingga membuatnya menganga lebar. memperlihatkan ruangan yang cukup luas dan berliku.
Tak puas dengan hasil ledakan pertama, Seratus satu orang itu pun kembali meledakkan bukit tersebut, hingga membuat sebagian besar bongkahan batu yang menutup pintu gua tersebut jadi hancur.
"Hah itu dia!. Jangan biarkan dia lari! Cepat bentuk formasi, agar kita bisa menangkapnya!" Ujar Dama pada anak buahnya.
Whus!
Bamm!
"Kena kau!. Mau kemana ular busuk?. Sudah ku beri kesempatan untuk hidup, tapi kalian malah menyerang kami. Jadi terpaksa kami melawan." Ucapnya Dama penuh kejutan.
"Tuan!. Tolong lepaskan saya!. saya berjanji tidak akan menghalangi langkah kalian, untuk memasuki inti hutan ini." Ujar raja kobra mengagetkan semuanya.
"Kau bisa berbicara?" Terkejut Dama dibuatnya.
"Iya tuan!. Sebenarnya waktu tuan memperingatkan kami tadi, saya sudah tahu apa maksud anda. Tapi karena mengandalkan jumlah banyak, maka kami tidak menganggap perkataan tuan itu sebagai ancaman."
"Namun tidak disangka, ternyata kalian bukan orang sembarangan, hingga membuat tubuh ratusan anak buah ku yang menjadi korban."
"Oleh karena itu mohon ampuni saya tuan. Saya benar benar menyesal, karena gara-gara saya, prajurit ku jadi mati semua." Jawab king kobra berterus terang.
"Sebenarnya apa yang kalian lindungi di wilayah ini, apakah ada banyak tumbuhan langka di sini?" Tanya Dama mulai merasa penasaran.
"Bukan banyak lagi tuan, tapi sangat banyak. Jika tuan ingin mengambilnya, tidak akan cukup dalam waktu lima hari."
"Tapi dengan orang sebanyak ini, kemungkinan bisa diselesaikan dalam waktu tiga atau empat hari saja. karena arealnya sangat luas sekali." Jawab king kobra apa adanya.
"Hemm! benarkah?. Bagaimana kalau dengan yang ini?" Respon Dama mengandung teka teki, sambil memberi kode pada anak buahnya untuk membentuk formasi.
Satu setengah jam kemudian, seluruh tanaman langka dan berkhasiat di pedalaman hutan itu pun sudah berpindah tempat, yang tinggal hanya tanaman tanaman biasa saja, tidak berkhasiat apa apa.
King cobra yang sekarang sudah menjadi tawanan mereka, tentu saja dibuat penasaran. Dia tidak menyangka, kalau manusia yang tadi di lawannya itu, mampu melakukan hal tersebut. Bukan dalam 3 atau 5 hari seperti yang diperkirakan, tetapi cuma membutuhkan waktu satu setengah jam saja, semuanya sudah diselesaikan.
"Tuan!. Ambillah mustika yang ada di kepala rakyat ku itu juga empedunya, mungkin berguna jika akan dibuat obat?"
"Ambil juga daun tulang naga, kemangi hitam. dan daun kristal dewa, yang ada tak jauh dari tempat ini. Letaknya berada di dalam gua cukup dalam."
"Jika tuan mengambilnya, mohon tukarkan dengan nyawa kami, karena kami ingin menjaga hutan ini agar tetap lestari." Ucap Damii. Raja kobra itu berterus terang.
"Kami?. Apakah maksudmu kau masih punya pengikut?" Reaksi Dama lagi lagi dibuat penasaran.
"Benar tuan!. Mereka tidak ikut mati dalam serangan tadi, karena mereka bersembunyi di dalam kristal dimensi, yang ada di dalam bukit itu."
"Jumlahnya lebih banyak dari pada yang mati tadi. Jadi saya bisa memimpin mereka untuk menjaga hutan ini agar tetap lestari." Jawab Damii.
"Apa jaminannya kalau kau aku lepaskan? Apakah kau nantinya akan membalas dendam?"Tanya Dama ingin menguji.
"Jika tuan melepaskan saya. maka saya dan anak buah saya akan menjadi pengikut tuan. serta melayani tuan di hutan ini jika sewaktu waktu datang." Jawab Damii berterus terang.
"Yang harus kau ikuti adalah leluhur Dewa. Karena dialah atasan kami, yang meminta kami untuk mencari tumbuhan herbal di hutan belantara ini."
"Siapakah leluhur tuan itu, apakah dia sakti seperti kalian?" Polos Damii bertanya.
"Nanti kau akan tahu sendiri. Tapi sebelum kau aku bebaskan, aku mewakili leluhurku, akan memasang segel kutukan di tubuhmu itu."
"Jika kau berniat melawan, maka segel itu yang akan membunuhmu. Apakah kau paham?" Jawab Dama lagi.
"Saya paham tuan!" Jawab Damii patuh. Kemudian diam untuk menerima segel kutukan itu.
"Bagus!. Kalau begitu bersiaplah!. Setelah pemasangan segel itu selesai, pergi dan temui lah rakyat mu, karena mereka pasti sedang menunggu mu disana?" Reaksi Dama cukup senang .
"Terima kasih tuan!. Budi baik tuan, akan selalu kami kenang." Reaksi Kobra yang bernama Damii itu juga senang.
Tak lama kemudian Damii pun dilepaskan.tanpa khawatir akan membalas dendam.dan setelah memberi penghormatan, kobra itupun menghilang dan kembali kepada rakyatnya.
***
Dibagian lain ceritanya pun hampir sama. Panglima Yang Cha yang memimpin pasukan, saat ini sudah selesai menaklukan kawanan kalajengking merah, yang jumlahnya jauh lebih banyak dari sekumpulan laba laba juga kobra.
Cerita penaklukan mereka jauh lebih seru dari cerita penaklukan yang lainnya, yaitu saat Yang Cha dan anak buahnya dibuat kewalahan oleh perlawanan lawannya.
Ternyata kesaktian kalajengking merah itu jauh lebih sakti dari semua hewan berbisa yang ada. dimana saat mereka diserang itu, semuanya melakukan perlawanan. hingga membuat Yang Cha dan yang lainnya menjadi kewalahan. Apalagi setelah raja dan panglima panglimanya turun tangan, semakin membuat pertempuran jadi semakin seru dan seimbang. sampai ada beberapa orang pasukan Yang Cha yang jadi korban, walau akhirnya nyawa mereka berhasil diselamatkan.
Melihat kegigihan usaha kalajengking merah itu, membuat Yang Cha menjadi tidak senang. Lalu dengan perhitungan matang, memerintahkan kepada bawahannya untuk menggunakan teknik larangan, yaitu teknik meteor api, dimana saat teknik itu diterapkan, maka apapun yang ada di depan mereka akan terbakar, walau itu batu, besi atau baja keras sekalipun, apalagi tubuh dan kulit kalajengking, yang hanya berisi daging tanpa tulang. Semuanya pasti akan terbakar habis.
"Sekali lagi aku peringatkan, menyerah atau kalian mati?" Ucap Yang Cha ditujukan kepada raja kalajengking merah tersebut, agar tidak lagi melakukan perlawanan.
Mendengar itu, raja Doma pun terdiam, dan ragu ragu antara memilih untuk menyerah atau tetap melakukan perlawanan. Sembari melihat kepada panglima nya, kemudian kepada keluarganya, yang dia sembunyikan di dalam ceruk gua, tak jauh dari arena pertempuran.
"Aku tidak punya waktu banyak disini. Cepat katakan, sebelum teknik itu melahap kalian?!" Terdengar Yang Cha kembali
memberi peringatan.agar pencarian herbal langka bisa segera dikerjakan.
"Hiaaaaa!"
Bamm!
Dhuar!
Itulah reaksi dari raja Doma, atas peringatan panglima Yang Cha. Jelas dia tidak bisa terima direndahkan. apalagi disuruh bertekuk lutut pada manusia.
Melihat reaksi itu, panglima Yang Cha jelas saja tidak terima. Lalu dengan emosi yang meluap luap, dia memerintahkan pada pasukannya, untuk melepaskan teknik meteor api itu pada lawannya. dan tak lama kemudian..
Whus!
Boom!
Ledakan besar segera terjadi, mengakibatkan puluhan ribu kalajengking merah tersebut terpanggang karenanya.. Semuanya mati tidak terkecuali rajanya.
Namun tanpa disadari, masih ada Lima ratusan lebih kalajengking muda yang masih hidup, dan melihat pemusnahan kejam pada bangsanya.
"Kalian lihatlah itu. Seluruh keluarga kita mati karena kekejaman mereka. Aku ingin kalian balaskan dendam raja dan prajurit prajuritnya."
"Jangan biarkan mereka hidup. Gunakan sihir kutukan. agar bisa masuk tidak bisa keluar. Hidup tidak matipun tidak!" Ujar ratu Zarina pada rakyat juga anak anaknya tanpa perhitungan.
Tak lama kemudian, dari dalam gua istana mereka, keluar asap yang cukup tebal, berwarna merah yang sangat pekat.karena mengandung racun yang paling ganas, terdiri dari kumpulan intisari semua racun yang ada di dunia, dan segera melingkupi hutan itu, hingga membuat Yang Cha dan pasukannya pingsan, termasuk pasukan Dama dan pasukan Gang Dya. Mereka semua tiba tiba ambruk dan tidak sadarkan diri lagi.
"Hahahaha!. Tidak percuma aku dijuluki ratu pemangsa, kalau tidak mampu menaklukkan musuhnya!"
"Sekarang lihatlah aku hai raja Doma!. Aku akan membalaskan dendam kalian, dan menghabisi mereka!" Teriak Zarina cukup lantang, hingga mengejutkan seluruh penghuni hutan belantara tersebut. termasuk raja korba Damii.yang saat ini sedang bersama dengan rakyatnya.
"Tutup pintu gua. Ratu pemangsa sedang menyebarkan racun sihirnya ke seluruh hutan ini. Aku tidak mau kalian turun menjadi korban."
"Ah gawat!. Bagaimana keadaan orang orang itu, apa yang terjadi pada mereka?" Tiba tiba dia teringat pada Dama juga prajurit prajuritnya itu. Apakah mereka masih hidup atau sudah mati?
"Biar aku periksa, siapa tahu masih bisa menyelamatkan mereka?" Ujarnya.