Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Sukses besar


Keesokan harinya. Arya sudah mempublikasikan hasil karyanya, melalui kanal pribadi juga organisasi. Disitu dia mengumumkan, akan melelang juga menjual pil bermutu tinggi, untuk bermacam kegunaan, termasuk untuk membangkitkan kekuatan supranatural mereka.


Waktu yang ditetapkan adalah tiga hari dari saat diumumkan. Mengambil tempat di lahan kosong, yang bakalan digunakan untuk mendirikan perusahaan.


Lokasi itu berada di perbatasan antara kampung Jatimulya dan kampung Harapan, yang luasnya mencapai 10.02 hektar.


Di kedua kampung itu Arya sudah menguasai dua lokasi. Satu berada di kampung Jatimulya, dan yang satunya lagi berada di perbatasannya. Luas kedua lokasi tersebut berkisar antara 21.99 sampai dengan 22,02 hektar, atau sekitar 220.002 meter persegi. dan itu sangat luas sekali.


Masalah perizinan sudah diurus oleh Dave tua, Masalah tempat lelang sudah ditangani oleh anggotanya. Begitu juga dengan masalah konsumsi dan akomodasi, semuanya bakal diurus oleh anak buahnya. Jadi Arya tidak perlu repot lagi untuk mengurusnya.


Untuk keamanan, Arya meminta bantuan kepada otoritas setempat, tanpa ketinggalan melibatkan anak buahnya. karena dia yakin acara tersebut pasti akan dihadiri oleh banyak orang, karena efek dari hasil karyanya sangat berguna buat kesehatan, apalagi buat meningkatkan kemampuan tenaga dalam, metafisika dan kesaktian.


Benar seperti yang diperkirakan. semua tamu yang diundang seluruhnya hadir, bahkan yang tak mendapatkan undangan pun datang. sampai membuat panitia jadi kewalahan, karena jumlah mereka sangat banyak sekali, dan tidak mencukupi kapasitas tempat pelelangan juga tempat untuk istirahatnya. apalagi buat memenuhi hajat mereka dalam masalah kehidupan.


Namun Arya tidak kehabisan akal. Dengan meminta bantuan Arga juga bantuan raja Yun Wa, Arya meminta mereka agar turun tangan, dengan merubah tempat itu menjadi pemukiman tanpa disadari oleh semua yang ada.


"Wah luar biasa!. Aku tidak menyangka, kalau kalian mempunyai kemampuan yang hebat seperti ini. Tempat yang semula merupakan tenda, bisa kalian sulap menjadi luar biasa seperti ini."


"Sebenarnya seberapa banyak lagi kemampuan yang kalian miliki?" Respon Arya cukup penasaran, sesaat setelah tempat seluas seratus ribu meter persegi itu telah terisi dengan bangunan megah dan tinggi.


"Ini tidak seberapa yang mulia. Masih banyak yang bisa kami lakukan, bukan hanya sekedar memindahkan bangunan bangunan ini saja."


"Bukit dan lembahnya saja bisa kami pindahkan, dan ditempatkan di lokasi baru." Jawab Yun Wa, raja bangsa naga itu berterus terang.


"Benar yang mulia leluhur. Kami juga sudah memindahkan lima buah bukit, dan ditempatkan dalam dunia dimensi milik kami. Sebentar lagi akan kami serahkan kepada yang mulia, setelah acara ini selesai." Sambung Dama menjelaskan apa adanya.


"Benarkah?. Bukit apa itu, dan kenapa kalian ambil?.Bukankah bisa mempengaruhi keseimbangan alam?" Tanya Arya keheranan.


"Tenang saja yang mulia . Kami sudah menggantinya dengan benda yang sama."


"Kami hanya mengambil bukit yang didalamnya banyak terdapat tumbuhan langka, bahkan daun tulang naga juga ada, termasuk sepuluh macam herbal tingkat langit juga ada di dalamnya."


"Benarkah?. Kenapa waktu itu kalian tidak melaporkannya pada ku? Apakah memang kalian sengaja?" Respon Arya sedikit tidak senang.


"Tidak yang mulia!. Kami melakukan itu karena posisinya belum stabil. Setelah tiga hari baru bisa dipindahkan." Jawab Yang Cha mewakili Dama juga rajanya.


"Ternyata begitu. Lalu darimana semua bangunan bangunan ini. Apakah kalian mengambilnya dari dunia kalian?" Respon Arya.


"Benar yang mulia pangeran. Sebagian bangunan ini didatangkan dari istana awan. Sementara sebagiannya lagi berasal dari dunia naga." Jawab Arga apa adanya.


"Baguslah kalau begitu!. Aku senang mendengarnya."


"Dengan demikian kesulitan tempat tinggal untuk sementara bisa di atasi, termasuk fasilitasnya." Respon Arya bertambah senang. Kemudian mempersilahkan anak buahnya untuk menghilang, dan kembali ke tempatnya masing masing. untuk keesokan harinya kembali membantu Arya.


Keesokan harinya. Apa yang direncanakan oleh Arya sudah berhasil di laksanakan. Enam belas juta pil berlevel tinggi, semuanya habis terjual, serta menghasilkan uang dalam jumlah banyak.


Pak Satya yang melihat itu tentu saja senang, tapi tersirat juga perasaan sedih, karena Arya sudah tidak memerlukannya lagi. Tapi pemandangan itu sempat dilihat oleh Arya, karena laporan dari anak buahnya.


"Pak Satya tenang saja. Emas dan batu mulia yang bapak butuhkan, tetap akan saya jual kepada anda. Berapapun yang anda butuhkan. akan saya siapkan" Ujar Arya kalem, berusaha menghibur sahabatnya tersebut.


"Ah, ternyata tuan muda bisa membaca apa yang ada di dalam hati ku. Saya jadi tersanjung." Respon Satya malu malu, sambil menangkupkan tangannya di dada.


"Eh pak Satya, sejak kapan bapak memanggilku dengan panggilan seperti itu. panggil saya Arya saja, bukan tuan muda." Respon Arya.


"Tidak boleh! Tetap panggil saya Arya. bukan tuan muda." Reaksi Arya semakin tidak suka.


"Kalau begitu saya memanggil mu dengan ketua saja, karena anda adalah ketua kami juga ketua mereka." Jawab Satya.


"Ah terserah pak Satya saja!" Respon Arya tidak bisa berbuat apa apa.


Boom!


Boom!


Tiba tiba terdengar ratusan bunyi teredam dari ruangan sebelah, yang khusus disediakan untuk berkultivasi, menandakan orang yang ada di dalamnya sudah naik tingkatan.


"Hahahaha.Aku sudah naik level!. Sekarang aku sudah berada di level awan awal. Sebentar lagi level pertengahan!" Teriak seorang praktisi metafisika pada temannya.


"Aku juga naik level. Bahkan dua tingkat sekaligus. Sekarang level ku sudah berada di alam pertengahan. Dua tingkat lebih tinggi dari level mu." Sambung temannya pula.


"Aku sih cuma naik satu level, tapi di alam awan puncak. Sebentar lagi naik menjadi level awan sempurna!" Jawab yang lainnya lagi.


"Tidak sia sia mengeluarkan uang banyak, kalau hasilnya luar biasa begini. Bahkan sakit pinggang ku sudah sembuh."


"Detak jantung pun jadi teratur. Berarti efek dari obat itu sangat luar biasa sekali. Pantas saja harganya sangat mahal. Tapi sebanding dengan hasilnya." Ujar yang lainnya.


"Kalian benar!. Sekarang badan mu jadi ringan, bahkan level ku naik dua tingkat. Kekuatan ku pun jadi meningkat. Berarti pil yang diberikan oleh tuan muda Arya sangat bermanfaat sekali!" Respon temannya memuji kehebatan diri juga tuannya.


"Ditangan ku masih ada dua buah pil level langit. Setahun lagi jika keadaan memungkinkan, maka aku sudah bisa menembus level langit, dan kemungkinan naik menjadi level pertengahan. Berarti di dunia ini aku yang paling tinggi levelnya nanti." Ujar seseorang yang berasal dari bumi belahan timur membanggakan diri.


"Eits. Bukan hanya kau saja yang mempunyai pil jenis itu. Aku, dia, mereka juga punya. dan yang di sana juga punya. Bahkan jumlah yang mereka punya lima, sedangkan kau hanya dua?" Bantah temannya tidak suka.


"Hahahaha!. Respon semua orang yang mendengar bantahan itu jadi senang. tapi itu tidak menimbulkan pertengkaran antar sesama, malah semakin membuat suasana jadi hidup dan penuh keakraban.


***


Sementara itu di kamar penginapan. Seorang ketua gangster bernama Savana, tengah dikerubuti oleh lima belas anggotanya. Mereka semua berasal dari belahan bumi bagian selatan, yang entah bagaimana juga mendapatkan undangan?. Mungkin mereka mendapatkannya melalui orang dalam, atau memang Arya mengundang mereka?


"Bos!. Sekarang level mu sudah berada di alam langit awal. berkat memakan pil tingkat tinggi itu. Bagaimana kalau kita memesan lagi, agar persedian kita tidak terputus, dan bos bisa menembus level yang lebih tinggi?" Ujar anak buahnya memberikan usul.


"Aku rasa itu akan sulit, karena kepemilikannya dibatasi, dan siapa yang membeli dicatat namanya. Jadi mustahil kita kita melewati pengawasan mereka?"


"Lagipula pemilik pil itu tingkatannya tidak bisa diukur. Aku saja yang berlevel tinggi begini, gemetar saat bersalaman dengannya. apalagi jika harus melawannya." Bantah Savana tidak terima usul dari anak buah nya.


"Jadi bagaimana bos?. Apa kita harus merebut pil itu dari tangan orang lain dengan cara paksa?"


"Gila kau!. Kalau sudah bosan hidup ya kau saja yang mencoba. Biarkan aku menunggu hasilnya saja." Respon Savana tidak terima.


"Aku tidak berani bos!" Jawab Rand berterus terang. Kemudian meminta izin untuk keluar, karena Ia ingin melakukan sesuatu di sana.


Sementara itu di tempat Arya. Dave tua dan Satya juga yang lainnya sedang berbincang serius, membahas rencana apa yang akan mereka lakukan dua minggu yang bakan datang. Apakah kembali mengadakan lelang, atau menunda sampai Arya menyelesaikan tugasnya.


Namun setelah melalui pertimbangan matang, akhirnya dicapai kata sepakat, bahwa mereka akan kembali mengadakan lelang, untuk menjual segala kebutuhan kelompok, organisasi juga perorangan.


Saat lelang, Arya akan menjual sebuah pil tingkat dewa. Sebuah pil berlevel sangat tinggi. Harganya pun bisa mengalahkan semua harga pil yang ada. Tapi itu bukan sembarang orang yang bisa memilikinya. Namun kali ini Arya akan membuatnya juga walau hanya satu di dunia.