Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Akan ada serangan


Begitu Kanaya pulang, dan tidak kurang suatu apapun. Dave tua yang sudah mendapatkan bukti penculikan putrinya tersebut. langsung bertanya padanya."Apa yang terjadi, dan kenapa mereka menyatroni rumah kita? Apa yang mereka cari dan siapa mereka?" beruntun Dave tua mengajukan pertanyaan pada putrinya.


"Ayah! Naya jadi bingung mau menjawab yang mana? Lebih baik biarkan Naya masuk dulu dan minum disana!" jawab Kanaya kesal jadinya.


"Eh kalau begitu ayo. Ayah sudah tidak sabar untuk mendengar cerita mu. dan siapa yang telah menolong mu?" Respon Dave tua terpaksa mengalah jadinya.


Tapi belum juga mereka melangkah. Dave Saga sudah menghadang langkah mereka, dan mengajukan serentetan pertanyaan." Apa yang terjadi Naya? Siapa yang menyerang mu dan mau apa mereka?" Ujarnya.


"Kamu urus saja pengawal yang tidak berguna itu. Melawan mereka berlima saja kalah!" Bentak Dave tua marah.


"Mereka bukan berlima ayah tapi. belasan. Jumlahnya ada 14 orang, yang rata rata sudah berada di level pembentukan." Bantah Kanaya menjelaskan.


"Oh pantas saja mereka bisa kalah, ternyata sebanyak itu?" Reaksi Dave tua baru paham.


"Terus bagaimana kau bisa kembali. Apakah ada yang menolong mu?" Tanya Dave tua.


"Kalau kak Arya tidak menolong, mana mungkin Naya bisa kembali kesini ayah? Mungkin saat ini Naya sudah dicelakai oleh Govin yang tidak tahu diri itu. Beruntung Naya cepat diselamatkan. Kalau tidak? Ih menakutkan!" Jawab Kanaya berterus terang.


"Govin? Maksud kamu Govinda, anak dari Braga itu?" Respon Dave tua penasaran.


"Benar ayah! Dialah yang punya angkara." Jawab Kanaya.


"Bagaimana bisa? Bukankah


dia sudah diasingkan, termasuk Braga. Karena dia tidak bisa mendidik anaknya supaya bersikap sopan pada ketua kita?" Keheranan Dave tua sudah sampai pada puncaknya.


"Itulah yang Naya herankan ayah. Waktu dia diseret itu, sekilas Naya melihat matanya penuh dengan dendam. Sepertinya dia tidak terima dipermalukan seperti itu?"


"Sekarang dia ingin membalaskan sakit hatinya pada ku. Padahal Naya tidak tahu apa-apa saat itu."


"Naya hanya tahu bahwa dia pernah mengatakan perasaannya pada ku, dan akan menunggu Naya sampai dewasa untuk menjadikan Naya sebagai istrinya. Begitu yang Naya tahu ayah." jawab Naya.


"Lalu apa hubungannya antara menculik mu dengan dendamnya itu. Apakah...?"


"Eh tunggu dulu!. Bukankah dia yang selama ini menginginkan jabatan itu. Jabatan ketua utama, menggantikan kedudukan ku saat sudah pensiun nanti?"


"Tapi karena dianggap tidak mampu, maka para ketua yang lain tidak setuju. Mungkin itu yang menjadi penyebab dia marah dan dendam pada ku? Ditambah pula dengan kejadian waktu itu. Semakin membuat dendamnya semakin besar pada ku?"


"Dengan kejadian itu dia menculik mu untuk meminta ketegasan." Reaksi Dave tua beralasan.


"Naya rasa bukan begitu ayah? Lamat lamat waktu pingsan itu Naya mendengar, bahwa semua itu ada hubungannya dengan dominasi kak Arya terhadap Amanda juga Naya. Karena sebelum diselamatkan itu, Naya juga ada mendengar, bahwa Govin ingin menjahati kami berdua, karena dia tidak rela jika kak Arya yang mendapatkan kami nantinya."


"Berdasarkan alasan itu. Dia ingin mencelakai kami sesaat setelah kak Arya datang dan dikalahkan. Tapi rupanya dia sendiri yang jadi pecundang."


"Namun yang Naya herankan? kenapa kak Arya tidak langsung membunuhnya, agar fitnah kedepannya bisa dihindari?" Jawab Naya.


"Itu karena aku ingin menyelematkan nyawa mu, dari pengaruh cairan hitam yang sempat diminumkan pada mu waktu itu. Jika terlambat sedikit saja. maka nyawa mu sudah pasti akan melayang." tiba tiba Arya datang, dan berkata begitu hingga mengagetkan mereka.


"Ketua utama!" Seru Naya dan Dave tua berbarengan. Bergegas berdiri untuk memberikan penyambutan.


"Duduklah! Aku akan menjelaskan pada kalian kenapa ini bisa terjadi?" Respon Arya merasa sungkan. Lalu ikutan duduk untuk memberikan keterangan.


"Target utama Govinda adalah Amanda. yang kedua adalah Naya. yang ketiga adalah aku, dan yang keempat adalah organisasi. Tapi ini baru dugaan?"


"Namun setelah mengikuti aura yang mereka tinggalkan di bangunan tua itu, aku bisa memastikan, bahwa dia tidak bekerja sendirian."


"Masih ada dua orang kuat dibelakangnya. dan itu bukan orang sembarangan. Tim ku saja tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka ada dimana?"


"Namun yang membuat ku heran, siapa sebenarnya mereka, dan apa tujuannya memperalat Govinda untuk menculik Naya? Apakah itu hanya sebuah alasan untuk mengukur kekuatan kita?" jelas Arya.


Arya langsung terdiam. Pertanyaan Dave tua langsung menyasar intinya. Namun demi tidak menimbulkan kecurigaan, akhirnya Arya bermonolog juga dalam hati, "Uh bagaimana ini? Apakah aku harus berterus terang pada mereka tentang kedudukan Amanda dan kembarannya itu? Tapi jika aku membocorkan rahasia sebelum waktunya. Apakah ini tidak berdampak buruk pada Amanda dan keluarganya?" Batin Arya ragu.


"Katakan saja yang sebenarnya cucuku, karena eyang sudah memperkirakan waktu kejadiannya tidak akan lama lagi."


"Iblis Kalamanggala yang menjadi sekutu Govinda, dan dua orang kuat yang melindunginya tersebut, sudah muncul ke permukaan, dan tak lama lagi akan membuat kekacauan di muka bumi."


"Oleh karena itu sudah saatnya kau berterus terang, baik pada Dave tua maupun Satya. Karena eyang bisa merasakan, sebuah kekuatan besar yang terpusat di negara ini sudah muncul di permukaan."


"Jadi lekaslah membuat rencana, untuk meminimalisir jatuhnya korban." Ujar prabu Jayabaya melalui tranmisi suara pada cucunya.


"Baik eyang!" Sambut Arya merasa senang. Kemudian mulai bercerita. "Sejujurnya masalah ini merupakan rahasia besar. Cuma aku sendiri yang tahu. yaitu masalah Amanda dengan kembarannya itu."


"Sewaktu dia lahir. Kedua orang tua juga dokter yang menanganinya sengaja dibuat pingsan. untuk memuluskan rencana mereka menculik kembaran Amanda."


"Tapi siapa yang menculiknya. belum diketahui sampai sekarang. Sedangkan pak Satya dan istrinya juga Amanda tidak mengetahui masalah ini."


"Mereka mengira kembaran anaknya itu sengaja diambil orang, dan diperjualbelikan pada sindikat perdagangan manusia. Tapi sesungguhnya dia diambil oleh seseorang. melalui kaki tangannya, demi untuk membalaskan dendam." Begitu Arya memulai ceritanya.


"Setelah sekian tahun baru mereka muncul, dan akan memulai aksinya. Namun kapan waktunya belum bisa diketahui secara pasti"


"Tapi persepsi ku mengatakan, bahwa sebentar lagi mereka akan muncul, dan membuat kekacauan besar, sampai mempengaruhi keamanan global di seluruh dunia. terutama di negara kita ini."


"Ini semua kemungkinannya disebabkan oleh kolaborasi kembaran Amanda dengan Govinda, serta orang yang menjadi penyebab penculikan tersebut. Diperkuat pula oleh raja bangsa iblis bernama Kalamanggala. Yang belum diketahui kekuatannya."


"Oleh karena itu aku mengingatkan, agar kalian berhati hati, dan jangan percaya kepada seseorang yang menawarkan bantuan, apalagi terhadap orang yang belum dikenal." Terang Arya menyudahi penjelasannya. Diam lalu menunggu reaksi dari mereka.


Dave Saga yang dari tadi terus diam. Tak tahan untuk memberikan masukan." Maaf ketua!. Apa tidak sebaiknya kita laporkan masalah ini pada pihak yang berwenang, terutama pada militer yang mempunyai kekuatan besar. Karena ini menyangkut keselamatan semua orang?" sarannya.


"Aku juga berpikir demikian, tapi takutnya mereka bilang kita mengada ngada. Namun saran mu itu akan aku pertimbangkan."


"Kebetulan kita mempunyai kenalan beberapa orang jenderal, baik dari pihak pengamanan maupun tentara."


"Terserah mereka mau percaya atau tidak? yang penting kita sudah menyampaikannya pada mereka."


"Tapi yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengabarkan pada orang orang kita. Baik yang ada di sini maupun yang ada diluar negeri, untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi."


"Cegah anak anak mereka untuk keluar buat sementara, dan sarankan sebaiknya tetap berada di dalam rumah apapun alasannya."


"Tutup pusat pusat perbelanjaan, keramaian dan pusat pusat bisnis yang kita punya, dimanapun itu berada."


"Ingatkan pada orang orang kita, keluarga, tetangga juga kerabatnya, agar tidak bepergian. Tetap berada di dalam rumah, hotel, penginapan dan lain sebagainya.".


"Masalah kerugian itu sudah resiko perang. Karena musuh yang akan kita hadapi itu bukanlah orang sembarangan. Pun mereka tidak terlihat oleh manusia biasa. Kecuali oleh orang yang memiliki metafisika."


"Kepada mereka juga harus diingatkan, agar melindungi keluarga mereka. Setelah dirasa aman, baru ikut berjuang dan mengalahkan musuh kita bersama."


"Kumpulkan mereka di hotel Mandala, karena aku akan memberikan wejangan yang kiranya bisa membuat mereka mawas diri, dan tidak mudah dikalahkan." Tanggapan Arya cukup panjang lebar, seperti sedang memberikan arahan pada anak buahnya.


"Dimengerti ketua!" Jawab Dave tua, Saga dan Kanaya tidak terduga.


"Bagus! Sekarang aku pergi dulu, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan."


"Untuk keamanan kalian juga rumah ini jangan kalian risaukan. Aku sudah memagarinya dengan formasi array penghancuran."


"Musuh sekuat apapun jika nekat memasukinya akan hancur tidak tersisa."


"Aku pergi dulu! Sampai jumpa dipertemuan berikutnya." Ujar Arya.