
"Ha sekarang aku baru ingat!. Bukankah pemuda yang ada di samping bos kita itu adalah orang yang hampir mati di parit dulu?"
"Untung ada seseorang yang bersedia menolongnya, dan kita sebagai perantara saja." Jawab temannya membenarkan.
"Luar biasa!. Tidak ketemu selama beberapa bulan, dia sudah sehebat itu. Bagaimana kalau setahun atau lebih, mungkin akan lebih hebat lagi?"
"Apa kalian tidak sadar, kalau kebetulan kita dulu, bakalan membawa kepada keuntungan besar?" Tanya yang lainnya pula.
"Keuntungan bagaimana?. Coba jelaskan. Otak ku belum nyambung nih?" Respon teman sesama pengusaha itu bertanya.
"Ah kau ini?. Menyusahkan saja!" Jawab temannya pula." Dengar ya?. Dengan telah menolongnya, berarti kita telah berbuat jasa padanya juga pada bos kita itu."
"Maksud mu?" Respon temannya masih belum paham.
"Bukankah setelah ini, perusahaan kita bakalan akan terus mendapatkan tender dari tuan Dave, karena dia sangat menghormati orang yang kita tolong itu..Hitung hitung sebagai balas jasa." Tegasnya.
"Ah kau ini!. Berbuat baik itu tanpa pamrih loh?. jangan mengharapkan imbalan. Dosa tahu?" Protes temannya mengingatkan.
"Itu tidak termasuk dosa. Tapi menurutku sebuah kebajikan, karena wajar jika menolong, pasti akan mendapatkan imbalan."
"Sama seperti kita. Dulu kita telah menolongnya. Apa salahnya kalau sekarang dia pula yang menolong kita?. Aku rasa wajar itu?" Bantah temannya menimpali.
"Kalau begitu tunggu apa lagi?. Ayo kita temui dia, dan memperkenal diri padanya, siapa tahu dia masih ingat siapa kita buat dia?" Sambung temannya pula.
Tapi belum juga mereka melangkah, Arya sudah berdiri dan berkata pada semua yang ada. "Terima kasih atas kepercayaan kalian. Sejujurnya aku belum siap untuk menjadi yang terdepan. Tapi karena tuan Dave bersikeras menganggap ku sebagai ketua agung, maka mau tidak mau harus menerimanya juga."
"Sekuat apapun aku menolaknya. Tetap tidak akan bisa. Karena secara tidak langsung, tuan Dave ini telah berjasa besar juga buat ku."
"Oleh karena itu aku terima pengangkatan ini.Tapi hanya sebatas pelindung saja. Sedangkan kendali organisasi tetap berada ditangan ketua lama."
"Oleh karena itu aku minta bantuan kalian, untuk sama sama menjaga organisasi ini agar tetap jaya. Bahkan mampu merambah ke mancanegara. Apakah kalian bersedia?" Ujar Arya dalam kata sambutanya itu.
"Kami bersedia tuan muda!" Serempak mereka menjawabnya.
"Bagus!. Aku senang mendengarnya!. Dengan demikian, organisasi bisnis yang sudah dibentuk puluhan tahun ini, bisa berkembang kearah yang lebih baik. Tapi sayangnya..?" Reaksi Arya berterus terang, tapi diakhir cerita tidak jadi diucapkannya.
"Tuan penguasa!" Terdengar sebuah suara yang cukup berwibawa." Aku kepala keluarga Wisesa. menyatakan tunduk kepada anda."
"Empat unit bangunan berlantai lima, aku serahkan pada anda, sebagai tanda penyerahan kami menjadi bawahan anda." Ujar Wisesa Dana pada Arya.
"Aku kepala keluarga Atmaja. Menyatakan tunduk pada tuan penguasa juga. Empat bangunan berlantai lima, juga aku serahkan pada anda." Tegasnya.
"Aku kepala keluarga Thai Yun, juga tunduk kepada anda, dan akan memberikan pekerja sebanyak 1.000 orang, untuk membantu anda membangun organisasi."
"Tiga bangunan hotel bintang lima, aku serahkan kepemilikannya pada anda. Mohon tuan sudi menerima!" Sambungnya lagi.
"Tuan muda Arya. Aku Thomkin, dari organisasi perdagangan barat timur dan selatan. Menyatakan tunduk kepada anda. Seluruh organisasi juga usahanya, berada dibawah pengawasan anda." Sambungnya.
"Master dewa. Aku Dave tua, juga seluruh anggota organisasi, menyatakan sumpah setia pada anda, dan akan terus membantu tuan untuk menguasai dunia." Ujar Dave pula.
"Bukan hanya kalian saja yang ingin bergabung dengan orang hebat seperti dia. Aku juga ingin bergabung dengannya, dan menjadi pilar kebangkitan kerajaan bisnis dunia."
"Aku Frans, ketua genk hantu merah. barat dan selatan, mewakili puluhan ribu anggota ku di seluruh dunia, dengan ini menyatakan sumpah setia pada anda. Untuk itu mohon terima penyerahan diri kami pada anda." Ujarnya.
"Kami dari aliansi sembilan benua, juga menyatakan tunduk kepada anda. Seluruh properti yang kami miliki, akan menjadi milik anda." Ujar Primus Tansa pada Arya.
"Aku Rajasa, ketua kamar dagang dan industri negara Tunissa, juga menyatakan tunduk kepada anda."
"Empat bangunan berlantai dua. yang dikhususkan untuk usaha ritel dan busana. Aku serahkan pada anda.. Untuk itu mohon tuan muda sudi menerimanya." Ujarnya tak kalah berwibawa.
"Wah ada apa ini?.Seluruh Kepala keluarga kaya, juga ketua organisasi besar dunia, menyatakan tunduk pada Arya. Lalu bagaimana dengan kita, apakah akan berseberangan dengannya?" Ucap Govinda cemas pada temannya.
"Itu urusan mu!. Tapi aku heran, bagaimana Arya bisa sehebat itu? padahal dulunya...?" Ujar meggia pada Rita, dengan ekspresi kesal dan seakan tidak percaya.
"Itu dulu! Jangan disamakan dengan sekarang. Kekuatan serta kekuasaan nya, sudah meliputi separoh bumi. Jika kita tetap memusuhinya, maka kita sendiri yang akan rugi." Jawab Rita cukup bijaksana.
"Tumben kau pandai bicara Rit?. Biasanya asal saja bicara. Ada apa ini?" Ejek Meggia.
"Kau diam lah!. Lihat pengawal mu itu. Dia bisa apa?. Bicara saja besar, tapi nyali kerupuk. Baru dibentak sedikit saja sudah ciut. Bagaimana bisa dibandingkan dengan Arya, eh tuan muda Arya?. Jauh sekali!" Protes Rita cukup mengena.
"Jadi apa rencana mu, apakah kau juga akan menyerahkan diri padanya?" Tanya Meggia sekedar menguji temannya.
"Bukan hanya menyerahkan diri, tapi menjadi istrinya!" Tegas Rita.
"Gila kau?. Lihat perempuan cantik yang duduk disebelah Arya itu, Dia kabarnya juga menyukai Arya? Apa kau sanggup bersaing dengannya?" Respon Meggia meragukan tekad Rita.
"Baru menyukai kan?. Kau tenang saja. Aku sudah jatuh cinta dan akan menghangatkan ranjangnya!" Jawab Rita apa adanya.
"Huh berkaca dulu lah!. Putri Kanaya itu cantik. Aku yakin kulitnya pasti lembut. Kau pasti kalah bersaing dengannya?" Protes Meggia ingin memanasi Rita.
"Belum tentu?. Walau Kanaya itu cantik, tapi kalah jauh dengan keberanian ku untuk urusan ranjang. Mana ada laki laki yang berani menolak untuk urusan itu?" Bantah Rita tidak mau terima.
"Eh siapa itu?. Cantik sekali?" Seru Meggia terpana.
"Tapi kenapa dia duduk di sebelah Arya. Apakah mereka saling kenal?" Respon Meggia tidak percaya.
"Mana aku tahu?. Amanda itu sangat sulit dekat dengan pria.Tapi kalau diperhatikan, nampaknya mereka sudah saling kenal, bisa jadi cukup lama?" Jawab Rita apa adanya.
"Jadi..?"
"Yah, apa boleh buat?. Persaingan semakin ketat satu lawan dua. apa daya?"
"Tapi aku yakin menang. karena aku akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan Arya!. Sedangkan mereka?" Jawabnya.
"Pede amat Loe?. Yakin bisa?" Ejek Meggia.
"Ya yakinlah!. Tubuh ku ini bagus. mulus, pinggul besar, bahenol namanya, Apalagi itunya tuh, bersih dan mulus. Arya pasti suka?" Jelasnya.
"Ih amit amit deh!. Suka gonta ganti Jalu, siapa juga yang mau?" Respon Meggia jijik jadinya. Kemudian tertawa cekikikan bersama.
"Terima kasih atas kepercayaan kalian!" Ujar Arya, memulai lagi kata sambutannya.
"Tapi aku tidak bisa meneri..!" Tidak jadi diucapkannya." Ah tak etis rasanya mengecewakan ketulusan mereka." Sambung Arya membatin dalam hati.
Lalu memandang sekilas kepada seluruh tamu undangan, yang tetap serius menyimak apa yang akan Arya ucapkan.
Tapi Arya tetap diam. malah membatin terus dalam hati. "Mereka sudah bersusah payah datang, demi mendengar bahwa aku bisa menaikkan level mereka sedikit lebih tinggi. Ini tidak boleh disia siakan. Aku harus membangun suatu kepercayaan yang dimulai hari ini."
"Kalau begitu aku tidak akan mengecewakan pelanggan. Aku akan memberikan sesuatu yang sebenarnya mereka harapkan." Batinnya lagi.
"Saudara saudara sekalian! Aku terpaksa menerima penyerahan diri dan usaha kalian. Demi jayanya organisasi kita."
"Untuk itu aku juga tidak akan mengecewakan kalian. Terutama pada kepala keluarga, juga ketua organisasi serta perserikatan besar dunia"
"Ini ada pil Kianshi Bumi level delapan,yang bisa menaikkan level kalian dua atau tiga tingkat lebih tinggi dari level semula."
"Aku tahu kultivasi kalian terhenti di level inti dan pembentukan. Dengan memakan pil ini, kalian bisa langsung menerobos ke level bumi, bahkan level awan."
"Untuk itu aku akan menyerahkan masing masing satu pil untuk kalian, dan bisa langsung kalian makan disini untuk kenaikan."
"Oleh karena itu terimalah ini. serta segera makan. biar yang lain bisa melihat perkembangan kalian!" Ujar Arya memberikan arahan. Kemudian melemparkan kotak berukir kecil pada mereka.
"Terima kasih tuan penguasa. Kami akan segera memakannya." Respon yang diberi itu merasa senang. Kemudian langsung memasukkan pil tingkat tinggi itu ke mulut, serta menelannya, sambil duduk dilantai ruangan, yang memang disediakan untuk hal itu. Dan sepuluh detik kemudian...
"Hiaaaaa!"
Boom!
Dua puluh detik kemudian..
Boom!
Lima puluh detik
Boom!
Boom!
Bunyi teredam berturut turut pun terdengar. Masing masing sudah berhasil menembus level yang lebih tinggi.
"Hahahaha!. Aku sudah berhasil menembus level awan!. Dengan demikian, aku tidak akan takut lagi jika harus berhadapan dengan putra ketua aliansi iblis selatan!" Ucap Frans kegirangan.
"Aku juga sudah menembus level bumi, dan sebentar lagi akan menyusul saudara Frans!" Teriak Rajasa tak kalah serunya.
"Aku juga!" Sambung yang lainnya pula.
"Kita semua telah naik tingkat, rata rata level bumi puncak. Tidak mustahil jika sebentar lagi akan naik ke level awan!" Ujar Wisesa, mewakili Thai Yun, Thomson dan semuanya dengan ekspresi senang.
"Terima kasih tuan penguasa!. Berkat anda, kultivasi yang selama ini terhenti, bisa ditingkatkan."
"Kami akan menyebarkan informasi ini ke seluruh dunia, bahwa anda mempunyai pil tingkat tinggi, untuk menaikkan kultivasi yang diinginkan." Ujar Wisesa tulus dan apa adanya.
"Kami semua juga berterima kasih pada anda. Karena berkat pil yang anda berikan, telah membuka cakrawala kami, bahwa masih ada master yang berhati mulia seperti anda."
"Untuk itu. kami juga akan menyebarkan informasi ini, agar anda semakin dikenal luas oleh masyarakat dunia, termasuk kepada yang mencintai kultivasi." Ujar Thai Yun tulus, dan terkesan apa adanya juga.
"Terima kasih pada semuanya!. Terutama pada yang telah meminjamkan aset perusahaan juga usaha pada ku."
"Untuk itu. Aku akan selalu memberikan yang terbaik untuk kalian, dan berjanji akan terus melindungi kalian serta meningkatkan kemampuan tempur kalian."
"Untuk semua itu, kalian harus bayar mahal, yaitu dengan latihan yang berat serta melelahkan."
"Setelah satu bulan, maka dampak latihan kalian itu akan langsung terlihat, dan sulit untuk dipercayai." Tanggapan Arya cukup melegakan.