Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Penguasa aliansi bisnis dunia


"Govinda kemari kau!" Teriak Dave tua dari jauh, dengan ekspresi sangat kesal.


"Mati aku!. Tuan Dave telah memanggil ku. Bagaimana ini Rit juga kau Meggi?. Apa aku harus kesana?" Reaksi Govinda ketakutan.


"Rasain!. Kenapa juga harus mencari gara gara dengan Arya. kan nyahok loe?" Bisik Rita tidak ada sopan sopannya.


"Huh, bukannya menolong, malah menjatuhkan mental kawan. Ndak asyik kalian tahu!" Reaksi Govinda tidak senang. Kemudian memalingkan wajahnya ketempat lain.


"Cepat seret dia, dan hadapkan pada tuan muda!" Perintah Prana cukup tegas. Sesaat setelah dia dan lima pengawalnya sampai dihadapan Govinda.


"Aku bisa pergi sendiri!. Tidak perlu kalian antar. Aku.."


Plak!


"Argh!"


"Siapa yang telah menampar ku?" Teriak Govinda kesakitan. sambil menutup wajahnya.


"Aku!" Jawab seseorang.


"Ayah!" Respon Govinda kaget, setelah tahu siapa yang telah menamparnya."Apa yang telah kau lakukan?. Aku ini anak mu. kenapa kau menamparku?" Reaksi Govinda tidak terima.


"Bukan hanya menampar mu saja. Bahkan akan menguliti mu jika perlu?" Jawab Raga dengan ekspresi kecewa.


"Apa salah ku ayah?. Bukankah dari tadi kita baik baik saja?" Protes Govin pura pura bertanya.


"Dasar tidak tahu malu!. Gara gara sikap mu pada tuan Arya, ayah jadi tumbal nya tahu!"


"Sikap mu yang arogan dan semena mena di luar itu, telah membuat tuan Dave marah. dan menyuruh ku untuk menghadapkan mu padanya!" Jawab Raga cukup kecewa.


"Aku tidak melakukan apa apa ayah. Justru dia yang telah membuat gara gara duluan. Aku hanya membela diri!" Bantahnya


Plak!


"Sudah jelas jelas kau menghinanya dengan kata kata gembel, masih juga mengelak ha?" Maki Braga bertambah kecewa. Lalu menamparnya lagi.


Plak!


"Cepat seret dia!. Hadapkan pada tuan Dave juga tuan Arya. Terserah mereka mau bagaimana menghukum anak yang tidak tahu diri. Aku sangat malu sekali punya anak sombong seperti ini!" Ucap Raga atau Braga pada lima pengawal master Prana.


Tak lama kemudian. Govinda yang ketahuan telah menghina Arya diluar tadi. Sekarang sudah berada di depan Arya, dan sedang ditatap matanya untuk mengakui perbuatannya.


"Ar... eh tuan muda Arya. Mohon maafkan kesalahan ku. Sungguh aku tidak tahu kalau anda adalah...?" Mohon Govinda agar dilepaskan.


"Yang mulia!" Bisik Arga, pengawal tidak terlihatnya itu pada tuannya.


"Ada apa?" Respon Arya, melalui tranmisi suara pada bawahannya.


"Anak itu hanya pura pura saja meminta maaf, padahal di dalam hatinya penuh dengan dendam terhadap anda. Jadi apa yang harus kami lakukan yang mulia?" Ujarnya.


"Angkat badannya seperti gerakan yang aku tunjukkan nanti, setelah ia selesai berbicara." Jawab Arya malas untuk menunjukkan kemampuannya.


"Baik yang mulia!" Patuh Arga menjawabnya.


"Aku tidak perlu pembuktian mu!"Tegas Arya. Lalu menyambung perkataannya lagi." Jika kau setelah ini tidak apa apa, berarti kau memang tidak melakukannya. Tapi jika kenapa kenapa, kau harus mengulangi permintaan maaf itu dengan tulus."Tegasnya lagi.


Kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah Govinda, seperti ingin mengangkatnya ke udara.


"Eh. Apa yang terjadi?. Tubuh anak itu terangkat dengan sendirinya hanya dengan ditunjuk saja?. Berarti dia memang bersalah pada master dewa?" Ucap seorang penatua pada temannya.


"Ya kau benar. Aku juga setuju jika anak itu dihukum. karena telah berani membuat masalah dengan master hebat seperti tuan Arya. Mau cari mati dia?" Reaksi temannya sependapat dengan rekan kerjanya.


"Senior Dave, aku serahkan bocah ini pada mu, terserah mau dibuat apa, aku setuju saja?" Ucap Arya pada Dave tua.


"Tolong ampuni aku master Arya! Aku mengaku bersalah. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi."


"Tapi tolong turunkan aku. Aku takut ketinggian!" Reaksi ketakutan Govin jelas kelihatan.


Bruk!


"Argh!" Keluh kesakitan dari mulut Govin pun terdengar. akibat tubuhnya diturunkan secara sembarangan oleh Arga.


Semua tamu yang melihat kejadian itu jadi tercekat diam. Bagi mereka yang tidak mempunyai keahlian, tentu saja dibuat keheran.Tapi bagi praktisi tenaga dalam, apalagi yang menguasai metafisika, hal tersebut biasa buat mereka.


Namun dampak dari aksi Arga tadi, telah menambah damage mental tamu undangan jadi turun. Dan semakin hormat pada Arya.


"Salam tuan muda!" Sapa seseorang mengejutkan Arya. Sambil mengulurkan tangan ingin berjabat tangan dengannya.


"Kenalkan, saya Arkana. Ini Pahlevi, itu Devan dan yang disebelahnya Liam."


"Kami mengenal anda saat anda mengalami kecelakaan dulu, dan membawa anda ke rumah sakit. Apakah anda masih ingat?" Jawab Arkana berterus terang.


"Tunggu dulu!. Sepertinya aku ingat siapa kalian?" Reaksi Arya mendadak senang. Kemudian mengambil sesuatu dari dompetnya, dan menarik empat buah kartu nama mereka.


Begitu membaca isinya, reaksi Arya mendadak senang. Lalu buru buru berkata tanda gembira." Jadi kalian ini adalah orang yang telah menolong ku dulu?. Sungguh suatu kebetulan sekali, hari ini bisa bertemu dengan kalian!"


"Sekarang katakan, apa yang bisa aku bantu untuk membalas budi baik kalian?" Reaksinya spontan.


"Kalian mengenal master dewa, sejak kapan?" Tanya Dave tua yang datang langsung menyela itu dengan ekspresi penasaran.


"Tentu saja kami kenal dia ketua. Karena saat dia...?Jawab Arkana berterus terang. Lalu diceritakan lah awal mula mereka bertemu dengan Arya, dan setelah itu tidak tahu kabarnya lagi.


Arya juga menambahkan, bagaimana mereka berperan dalam usaha menyelamatkan nyawa seseorang. Dia juga mengatakan, sangat berterima kasih sekali pada Arka dan kawan kawannya, karena berkat mereka, nyawanya bisa diselamatkan. dan sekarang menjadi orang yang sangat dihormati dan diagungkan.


Mendengar itu Dave tua jadi senang, dan langsung memuji tindakan mereka." Kalian sangat beruntung, karena telah menjadi perantara buat master dewa bisa hidup sampai sekarang. Kalau itu aku, pasti akan senang."


"Sekarang katakan, apa yang bisa master dewa lakukan untuk membalas budi baik kalian?. Apakah masalah proyek atau bantuan keuangan?. Cepat katakan, mumpung hati ku sedang senang." Reaksi Dave tua blak blakan.


"Tuan ketua lebih tahu apa yang kami butuhkan. Jadi apapun keputusan tuan, akan kami terima dengan lapang dada." Jawab Arka mewakili teman temannya.


"Baiklah kalau begitu!. Atas izin dari ketua agung organisasi, aku putuskan, akan memberikan kalian delapan proyek besar, yang bernilai milyaran dolar, dan boleh dikerjakan di awal bulan."


"Mengenai proyek apa itu, silakan berhubungan dengan sekretaris organisasi. Dia yang akan menentukan jenis proyek apa itu, juga pagu anggaran serta waktu pengerjaannya untuk kalian."


"Jadi segeralah berterima kasih pada master dewa, karena berkatnya, hati ku sekarang jadi lapang, dan bakal mengabulkan semua yang kalian inginkan." Ucap Dave tua sangat mengejutkan.


"Tu tu tuan Arya!. Sungguh suatu keberuntungan besar buat kami, karena keberadaan anda, telah membuka pintu rezeki yang tidak terduga."


"Biasanya proyek yang kami dapatkan bersekala kecil, tapi ini luar biasa besarnya, bahkan nilainya mencapai milyaran dolar."


"Kalau bukan karena anda siapa lagi?. Untuk itu kami sangat berterima kasih, karena anda sudah bermurah hati pada kami."


"Jadi mulai sekarang, Group perusahaan Arco serta orang orangnya, seluruhnya berada dibawah pengawasan tuan, dan akan bekerja untuk tuan." Ucap Arka kembali mewakili teman temannya. Kemudian menjatuhkan lututnya ke lantai, pertanda penyerahan tersebut tulus.


"Keempat paman! apa yang kalian lakukan? cepat berdiri. Aku tidak butuh penghormatan seperti itu."


"Kalau ingin berterima kasih, justru itu adalah aku, bukan kalian!"


"Aku hanya sebagai perantara saja, karena yang akan memutuskan, tetap yang di atas juga."


"Jadi jangan bersikap berlebihan. Mari kita duduk semeja, dan makan bersama, agar pertemuan kita ini bermakna." Reaksi Arya cukup bijaksana.


"Terima kasih tuan muda!" Respon mereka berbarengan. Lalu memilih tempat duduk dan menunggu apa yang akan disuguhkan.


"Saudara saudara sekalian!. Mari kita bersulang untuk pemimpin baru kita. Semoga aliansi bisnis yang berganti kepemimpinannya, bisa berkembang semakin maju, besar dan jaya!"


"Kedepannya, mari kita saling bahu membahu membangun kejayaan kerajaan bisnis kita. dan bisa mengalahkan saingan kita, yang selama ini terus merongrong kewibawaan organisasi!"


"Untuk itu. mari kita berikan dukungan kepada tuan Arya, agar semua rintangan tersebut sirna!" Ujar Dave tua dalam kata sambutannya, dan mengajak semua yang ada untuk bersulang demi Arya.


***


Tiga hari kemudian. Arya sudah berada di kampung aslinya, dan sedang mengawasi pengerjaan lima pabrik, yang progresnya sudah hampir mencapai 35 persen.


Dia disana ditemani oleh master Prana. Master Yaksa, master Dewanta, master Teja, master Andrian dan master Faris serta master Darian.


Bersama dengan orang orang itu, ada juga puluhan pengawal, yang sengaja dikirim oleh aliansi, untuk menjaga keselamatan Arya, agar tidak diganggu orang.


"Lapor tuan muda!" Ujar seseorang yang buru buru datang.


"Ada apa paman Rangga juga kau Raditya?. Apakah ada kejadian yang sangat berbahaya?" Reaksi Arya langsung saja bertanya.


"Tidak tuan muda!. Justru ini merupakan suatu keberuntungan, sekaligus kemalangan." Jawab Rangga mendahului keponakannya.


"Eh ada yang begitu?, kenapa aku tidak tahu?. Coba kau ceritakan secara terperinci, agar aku jadi paham?" Respon Arya kebingungan.


"Dampak dari pil yang tuan muda berikan pada kepala keluarga, juga ketua organisasi serta aliansi itu, Telah menyebabkan puluh ribuan orang jadi ingin menemui anda, karena mereka juga ingin memakan pil itu, agar kultivasi mereka naik setingkat lebih tinggi." Jawab Rangga lagi.


"Waduh gawat!. Padahal aku belum siap memproduksi pil Kianshi Bumi tersebut. karena bahan obat yang aku butuhkan belum ada. Lalu apa yang harus aku lakukan?" Reaksi Arya kebingungan.


"Coba ku lihat, mungkin bahan yang belum ada itu, tersedia di istana atas awan. Jika memang ada, aku harus mengambilnya di sana!" Tegas Arya.