Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Kematian Tetua Wang


Niat Pedang bukanlah energi spiritual, atau energi yang di hasilkan oleh aura langit dan bumi. Niat Pedang adalah kemauan hati seorang pendekar pedang. Keselarasan antara pengguna pedang dan pedang. Niat Pedang tidak terlihat, tapi ada, tersembunyi di hati pengguna Pedang dan dapat di rasakan. Niat Pedang bisa di golongkan sebagi salah satu Dao. Sumber energi tertinggi antara langit dan bumi.


Gerakan pedang Lin Tian barusan adalah gabungan dari Niat pedang dan aura spiritual. Apa yang telah di hancurkan oleh iblis barusan adalah energi spiritualnya, energi spiritualnya tidak dapat menembus kekuatan dagingnya, tapi niat pedangnya dapat melakukannya.


Niat pedangnya tidak terlihat, tapi secara tidak langsung menembus dagingnya.


Memang, niat Pedang Lin Tian sekarang belum setajam masa lalunya. Meskipun tidak setajam dan merusak seperti di masa lalu, itu sudah cukup untuk menghancurkannya secara perlahan.


Seperti air yang terus-menerus jatuh di atas batu, dan lambat laun menghancurkannya.


Apa yang di lakukan Lin Tian tampak rumit dan melelahkan, tapi karena kelahirannya kembali dan kehilangan semua kekuatannya, dia harus melakukannya.


Iblis itu telah kehilangan kedua tangannya dan kepalanya. Dia tergeletak tak bergerak di tanah, dengan darah hitam yang terus keluar.m dari tubuhnya yang telah terpotong.


Saat ini.


Darah hitam yang keluar dari tubuhnya telah berhenti keluar, dan kemudian, anggota tubuhnya yang telah terlepas tiba-tiba bergerak. Bergerak ke arah tubuhnya dan mulai menyatuh kembali. Saat anggota tubuhnya mulai menyatu kembali, perubahan bentuk iblis sebelumnya telah menghilang, dan wujud Tetua Wang sebelumnya kembali lagi.


Perubahan ini menunjukkan bahwa darah iblis dan latihan iblis yang telah dia latih selama bertahun-tahun telah menghilang, dan hanya menyisahkan tubuh manusia biasa.


Kemudian dia tampak bergerak dan bangun kembali. Berdiri di depan Lin Tian seperti sediakala dan tidak ada tanda-tanda dari tubuhnya yang telah terpotong-potong.


Lin Tian hanya berdiri di sana, tidak menghentikan semuanya dan melihatnya dengan acuh tak acuh.


"Bangun?" Melihat wujud menyerupai Tetua Wang lagi, Lin Tian bertanya acuh tak acuh.


Ketika tubuhnya menyatu kembali, dia tampak hidup dan mengarahkan kedua matanya ke arah Lin Tian dengan pandangan yang luar biasa. Dalam pikirannya, dia tidak pernah menduga bahwa setelah menggunakan tubuh iblis sebelumnya, yang biasanya dapat mengalahkan orang lain yang lebih kuat daripada dirinya, dapat di kalahkan oleh Lin Tian dengan mudah.


Apalagi setelah tranformasi tubuh iblisnya, efek sampingnya sangat fatal dan menyebabkan kultivasinya jatuh beberapa tingkat. Jatuh sampai ke Alam Bawaan awal.


Sekarang, saat dia mendengar Lin Tian bertanya kepadanya, tubuhnya mulai gemetar, dan ketakutan terlihat di matanya.


"Kamu... siapa kamu?" Dengan ketakutan, dan dengan suara Tetua Wang yang sebelumnya, dia bertanya kepada Lin Tian dengan wajah ketakutan.


Lin Tian tidak menjawab, dia hanya berdiri di sana dengan tenang dan melihatnya dengan acuh tak acuh.


Tetua Wang yang telah ketakutan dan melihat ketidakpedulian Lin Tian, ketakutan mulai tampak sangat jelas terlihat di wajahnya. Dia memutar matanya, mencoba melihat sekeliling, dan mencoba mencari kesempatan untuk melarikan diri.


Namun, bagaimana Lin Tian tidak mengetahuinya?


Saat melihatnya seperti ini, Lin Tian telah berjalan ke arahnya selangkah demi selangkah.


"Kamu.. apa yang kamu lakukan?" Saat melihat Lin Tian berjalan ke arahnya, tubuh Tetua Wang bergetar dan berkata secara tak sadar..


"Menurutmu?" Lin Tian tetap berjalan dan berkata tanpa emosi.


"Kamu berhenti. Aku adalah Tetua dari Sekte Longhunzong, jika kamu melakukan sesuatu terhadapku, Sekte Longhunzong pasti tidak akan pernah membiarkan kamu pergi."


Dengan kekuatannya sekarang, Tetua Wang tahu jika dia tidak memiliki kesempatan untuk melawannya. Tapi dia masihlah Tetua dari Sekte Longhunzong. Untuk itu, dia mencoba untuk mengintimidasi Lin Tian dengan mengandalkan identitas dan kekuatan di belakangnya.


Dengan identitas dan kekuatan Sekte di belakangnya, dia yakin bahwa Lin Tian tidak akan berani menyentuhnya dan akhirnya hanya bisa melepaskannya.


Tapi dia mungkin akan kecewa, karena Lin Tian tidak pernah peduli dengan identitas, ataupun kekuatan Sekte Longhunzong.


Lin Tian mendengar kata-kata Tetua Wang dan mengerti maksudnya, tapi dia tidak peduli.


"Apakah kamu mengancamku?" Dengan dingin, Lin Tian bertanya kepadanya.


"Tidak! Bukan begitu, maksudku, jika kamu menyelamatkan nyawaku, aku akan memberikan semua yang aku miliki." Kata-kata dingin Lin Tian membuat Tetua Wang berpikir dengan cepat, dan akhirnya membujuknya dengan beberapa manfaat.


Sayangnya, Lin Tian tidak tertarik sama sekali, dia masih melihatnya dengan dingin dan mencibir.


"Jika kamu mati, bukankah semua manfaat akan menjadi milikku?" Setelah berkata, Lin Tian telah berada tepat di depannya.


"Tidak... tunggu..."


Tetua Wang masih ingin mengatakan sesuatu, tapi Lin Tian telah menggerakkan tinjunya.


Dengan suara "Bang", Tetua Wang yang belum sempat berkata-kata, Lin Tian telah melancarkan tinjunya tepat ke kepalanya dan dengan kekuatan sepuluh ton-nya, Lin Tian meledakkan kepalanya dalam sekali pukulan.


Kepala Tetua Wang meledak seperti semangka, otaknya berterbangan dan berjatuhan ke tanah.


"Bang"


Dengan suara ledakan dari kepalanya, dan tubuhnya yang jatuh ke tanah, Tetua Wang dari Sekte Longhunzong dan Tetua yang biasa di hormati di manapun dia berada, mati begitu saja. Mati dengan kepala yang meledak.


Melihat kepala Tetua Wang yang meledak, Lin Tian tanpa emosi dan melihatnya secara acuh tak acuh.


Setelah melihat sejenak, kemudian Lin Tian menjentikkan jarinya, dan cincin penyimpanan yang terdapat di jari mayat Tetua Wang terbang ke tangannya.


Lin Tian tidak memeriksa isi dari cincinnya, dan langsung melemparkannya ke pagoda bintang.


Melangkahi mayat Tetua Wang, melihat sekeliling ruangan, pandangan anggota tubuh manusia yang terpotong-potong, dan lautan darah yang berceceran di tanah, bayangan di masa lalunya terlintas di kepalanya.


Bayangan itu hanya terlintas sejenak, dan kemudian menghilang.


Mengalihkan pandangannya ke altar di tengah-tengah kolam darah, Lin Tian melangkahkan kakinya, dan dengan ajaib berjalan di atas kolam darah.


Saat tiba di depan kolam darah kecil di tengah altar, Lin Tian merasakan tekanan kuat yang keluar dari sana, yang membuatnya sedikit menaikan alisnya.


"Zhi Wu, darah apa ini?" Tekanan darah ini tidak biasa bagi Lin Tian, dan harus bertanya kepada Zhi Wu.


"Darah ini adalah harta langkah yang hanya dapat ditemukan sekali dalam seumur hidup. Ambillah, dan cepat masukkan ke dalam Pagoda Bintang." Zhi Wu berkata dari dalam Pagoda Bintang, dan suaranya terdengar bersemangat.


Lin Tian tidak tahu apa kegunaan dari darah ini, tapi dari aura yang keluar, dan perkataan Zhi Wu, pasti ini adalah hal yang sangat langkah.


"Cepat masukkan, aku akan memberikanmu setengahnya nanti." Melihat Lin Tian tidak segera melakukannya, Zhi Wu mendesaknya lagi.


Mendengar desakan Zhi Wu yang sepertinya tidak sabar, Lin Tian tersenyum dan mengangguk. Kemudian dengan lambaian tangannya, darah di kolam kecil itu terbang menuju ke arahnya dan segera menghilang melalui perutnya.