
Di suatu tempat, di lembah yang indah dengan bunga-bunga bermekaran dan pepohonan hijau di sekelilingnya, air bening sebening embun turun dari atas bukit dan jatuh ke bawahnya. Terjun ke bawah, membentuk sebuah air terjun kecil yang mengarah ke kolam kecil di bawah.
Air yang terjun ke bawah terlihat tidak terlalu besar, tapi di bawahnya hanya membentuk sebuah kolam kecil, yang tampaknya tidak bisa membuat air kolam di bawahnya penuh.
Dan di atas kolam yang terlihat sebening embun itu, terlihat dua orang saling berhadapan. Dua orang ini adalah dua wanita cantik, dengan rambut hitam seperti air terjun hitam, dan kulit yang putih bersih seperti batu giok terindah.
Satu wanita dengan pakaian berwarna putih sedang duduk di atas air kolam dengan tenang dan sedang menutup matanya. Dan di depannya, seorang wanita berpakaian merah dengan wajah cantik tapi dingin sedang memegang pedang, dan mengarahkannya ke arah wanita di berpakaian putih di depannya.
Wanita berpakaian putih itu sedang duduk di atas air kolam seperti seperti seekor Angsa putih. Menutup matanya, wajah cantik dengan kelembutan dan anggun itu dengan tenang duduk di atas kolam air. Sementara di tangannya, bunga Lotus putih sedang berdiam di atas kedua tangannya yang membuka.
Sekarang, bulu mata wanita berbaju putih itu sedikit bergerak, dan tak lama kemudian, mata hitam berair dengan penuh kelembutan terbuka.
Mengangkat kepalanya, melihat wanita berbaju di depannya, dia tersenyum lembut, dan perlahan membuka mulutnya, "Dia masih hidup." Suara pelan tapi terdengar indah terdengar dari mulutnya.
"Hmmm." Mengikuti suara wanita itu, wanita di depannya mendengus dingin.
Bersamaan dengan wanita berbaju merah itu mendengus, energi spiritual keluar dari dalam tubuhnya, menyebar ke segala arah, menerbangkan bunga Lotus putih di tangan wanita berbaju putih, serta semua bunga Lotus putih yang sedang berdiam di atas kolam.
Kemudian, diikuti suara air terjun yang sedang jatuh ke kolam berhenti terdengar, waktu seakan berhenti, semua terdiam, yang bahkan air terjun yang sedang jatuh berhenti.
Berdiri di depan wanita berbaju putih di depannya, wanita berbaju merah itu terdiam, dan hanya melihatnya dengan dingin. Dan sebuah pedang yang selama ini di arahkan kepada jantung wanita di depannya di dorong lebih ke depan.
Ujung pedang tajam dan dingin mengarah ke jantung, tapi wanita berbaju putih itu tetap duduk di tempatnya. Wajahnya masih dengan senyum lembut seperti sebelumnya. Tanpa menghiraukan ujung pedang yang sedang mengarah ke jantungnya, wajah cantik itu hanya melihat wajah wanita di depannya dengan tenang.
Seolah dia yakin bahwa wanita di depannya tidak akan pernah menusukan pedang ke jantungnya.
Benar saja, ketika ujung pedang telah mencapai pakaiannya, wanita di depannya menghentikan gerakannya.
Wanita berbaju merah itu terdiam sejenak, dan kemudian wajah cantik tapi terlihat polos dan tampaknya tidak berbahaya dengan dingin melihat wanita di depannya lagi.
"Katakan!"
"Dia masih hidup." Kata wanita berbaju putih itu sambil tersenyum di wajahnya.
"Di mana dia sekarang?" Masih dengan wajah dingin, wanita berbaju merah itu bertanya lagi.
Di depannya, wanita berbaju putih itu menggelengkan kepalanya pelan, "Dia sangat jauh.." setelah menggelengkan kepalanya sejenak, dia berkata dengan nada lemah.
Wanita berbaju merah itu menaikkan alisnya sedikit, dia terdiam untuk beberapa waktu.
Mencoba melihat, apakah wanita berkata dengan benar atau tidak.
"Setahun saat ini, seribu tahun di Dunia lain. Setahun di dunia, sepuluh ribu tahun di hati. Lebih dari setahun aku menahan tanganku untuk tidak bergerak. Lebih dari seribu tahun aku menahan keinginan untuk menggerakkan tanganku," kata wanita itu sambil melihat ujung pedangnya yang sedikit lagi akan menembus tubuh wanita di depannya.
"Kebencian dan amarah selama seribu tahun mengganggu hatiku, kadang kala aku berpikir untuk menggerakkan tanganku, tapi aku menahannya, kamu tahu kenapa?" kembali melihat ke arah wajah wanita di depannya, wanita berbaju merah itu berkata dengan nada kebencian dan ketidakberdayaan yang terdengar di antara kata-katanya.
Mendengar kata-kata ini, dan melihat ketidakberdayaan di wajah wanita berbaju merah itu, wanita berbaju putih itu sedikit menurunkan alisnya, tatapannya meredup, dan senyum lembut di wajahnya berubah menjadi senyum lemah.
Dia tidak menjawab, dan hanya menundukkan kepalanya.
Melihat wanita berbaju putih itu menundukkan kepalanya dengan penyesalan, wanita berbaju merah itu semakin marah.
"Kamu beruntung dan bodoh! Jika bukan karena identitas dirimu, aku pasti telah menusuk jantungmu!"
Setelah berkata, wanita berbaju merah itu berbalik dan mengabaikan wanita di depannya lagi.
Setelah keluar dari kolam, dia berhenti setelah beberapa langkah, "Waktumu telah selesai, dan sekarang adalah waktuku. Jika suatu saat aku melihatmu muncul kembali, tidak butuh beberapa tahun lagi untuk menunggu, saat itu juga aku datang dan mengarahkan pedangku tanpa keraguan."
Tanpa menoleh ke belakang, wanita berbaju merah itu berkata, dan tanpa menunggu jawaban lagi, dia bergegas pergi.
Duduk di atas kolam, wanita berbaju putih itu tidak menanggapi kata-katanya, dan hanya melihat bayangannya pergi.
Sampai wanita berbaju merah itu menghilang dari pandangannya, dia berdiri, melihat sekelilingnya sejenak, dan kemudian berjalan ke arah tertentu di luar kolam.
Ketika tiba di tempat dia tuju, dan melihat bunga Lotus putih tergeletak di sana, dia buru-buru mengambilkan dan membawanya kembali ke kolam.
Kembali duduk bersila di tengah kolam, meletakkan Lotus putih di tangannya kembali, senyum lembut kembali muncul di mulutnya. Jari-jari putih seperti giok dengan lembut membelai lotus di tangannya dengan hati-hati, seperti membelai hal yang paling berharga dalam hidupnya.
"Aku tidak akan melepaskan semuanya, aku berjanji akan selalu bersamanya." Kata wanita itu sambil tersenyum lembut.
Kemudian dia menutup matanya dan menempatkan lotus di atas kedua telapak tangannya.
Bagaikan seorang dewi, setelah beberapa saat dia menutup matanya, lotus di tangannya berkembang, dan kemudian bayangan lotus putih indah menyelimuti seluruh tubuhnya.
Saat Lotus putih muncul, gerakkan air terjun yang sebelumnya berhenti mulai kembali bergerak, dan air yang terjun kembali turun ke bawah. Suara deru air terdengar lagi, dan beberapa Lotus di atas kolam yang sebelumnya terbang dari kolam semuanya kembali melayang dan turun di atas kolam.
Dari riak yang di sebabkan oleh turunnya air di kolam, pemandangan di bawah kolam berubah. Pemandangan indah dari ikan serta bebatuan di dasar kolam menghilang. Di gantikan oleh kegelapan yang luas, serta titik-titik cahaya kecil dan besar yang bersinar di setiap penjuru.
Membentuk sebuah alam semesta dengan berbagai galaxy, dan bintang serta beberapa planet di dalamnya.