
"Rauangan"
Di dalam pegunungan naga yang telah mulai gelap dan sunyi, terdengar sebuah rauangan binatang buas. Suara rauanganya bukan suara binatang yang sedang bahagia atau marah, tapi rauangan binatang yang sedang menderita dan menyedihkan, seperti di sembelih.
Di kedalaman hutan, di kegelapan malam, samar-samar terlihat seorang pemuda berdiri di depan seekor serigala yang tergeletak di tanah, dengan darah yang masih menetes dari tangannya, pemuda itu mengangguk.
"Binatang spiritual tingkat ketiga ke empat puluh lainnya." Berdiri di depan seekor serigala perak yang telah berhenti bersuara dan tidak lagi bergerak, Lin Tian berkata pada dirinya sendiri.
"Sebagai pelatihan qi kedelapan dan dapat membunuh binatang spiritual tingkat ketiga yang setara dengan pembudidaya Bawaan tahap awal dari manusia, Lin Tian, kamu bisa di sebut sebagi seorang jenius." Sementara itu, Lian Xiuying yang berdiri di belakangnya, dan melihat semua yang telah di lakukan Lin Tian, dia mengangguk memuji dan tersenyum.
Setelah mengambil inti monster di kepala serigala perak, dan membersihkan darah di tangannya, Lin Tian hanya diam dan tidak mengomentari kata-kata Lian Xiuying.
Setelah meninggalkan gunung Xiaoqingshan, sambil berjalan menuju ke gunung Daqingshan, Lin Tian mencoba melemaskan otot-otot di seluruh tubuhnya dengan cara membunuh beberapa binatang tingkat ketiga. Dengan kekuatanya sekarang, membunuh binatang spiritual tingkat ketiga adalah masalah tangan. Jika bukan karena ingin melemaskan otot-ototnya, Lin Tian terlalu malas untuk melakukannya.
Sebagai seorang yang telah hidup sangat lama, membunuh binatang bukanlah sesuatu yang luar biasa. Sekalipun mereka telah memilik kesadaran spiritual, binatang spiritual ini masihlah binatang bodoh yang tidak bisa berpikir seperti manusia. Bagi Lin Tian, pujian Lian Xiuying saat ini bukanlah pujian, melainkan lebih kepada penghinaan.
"Apakah kita sudah dekat?" Sambil melemparkan Inti binatang ke Pagoda Bintang, tanpa melihat Lian Xiuying, Lin Tian bertanya.
Mendengar pertanyaan Lin Tian, Lian Xiuying berjalan ke samping Lin Tian, berdiri di sampingnya dan kemudian mengeluarkan sebuah peta dari cincin penyimpanan.
"Kita sekarang berada tidak jauh dari kedalaman pegunungan naga. Posisi kita saat ini berada di sini dan gunung Daqingshan tepat di depannya tidak jauh. Seharusnya sebentar lagi kita akan tiba." Setelah membuka lembaran kertas, Lian Xiuying menunjuk ke sebuah gambar di atas peta dengan jari-jarinya dan berkata.
Dari peta di yang di keluarkan oleh Lian Xiuying, Lin Tian dapat melihat semua gambaran pegunungan naga. Gambar gunung dan hutan di dalam peta di gambarkan dengan warna hijau, dan ada juga beberapa yang berwarna merah. Salah satunya adalah gunung Daqingshan yang sedang di tunjuk oleh Lian Xiuying.
"Apa maksud dari titik merah ini." Sambil menunjuk titik merah di gunung Daqingshan dengan jarinya, Lin Tian bertanya kepada Lian Xiuying.
"Titik-titik merah di peta ini menandakan bahwa tempat itu sangat berbahaya," melihat arah yang ditunjuk Lin Tian, Lian Xiuying menjelaskan.
"Berbahayanya suatu tempat di tentukan seberapa besar titik merah yang ada di peta. Coba lihat kedua tempat ini, dua ini memilik titik merah yang lima kali lebih besar dari tempat lainnya. Keduanya adalah Hutan Harimau Naga dan Gunung Yalong." Kemudian Lian Xiuying mengarahkan jarinya ke tempat lain yang memiliki titik lebih besar dan melanjutkan.
"Di Hutan Harimau Naga sendiri memiliki banyak binatang spiritual tingkat kedelapan dan kesembilan. Bukan hanya sekedar binatang spiritual, bahkan di katakan pernah ada yang melihat seekor binatang tingkat bawaan di sana. Sementara lainnya, entah benar atau tidak, Di Gunung Yalong, ada seekor Naga sungguhan yang sedang menetap dan tinggal di sana." Lian Xiuying menambahkan.
"Menarik."
Mendengar tentang seekor Naga yang tinggal di kedalaman pegunungan naga, Lin Tian tersenyum dan merasa sangat penasaran.
Naga. Itu adalah binatang tingkat Suci, dan memiliki kesombongan yang sangat mendominasi. Tapi ketika dia berada di Alam bawah, mungkin kesombongan di tulangnya telah sedikit menghilang. Sungguh tidak terduga jika dia dapat menemukan dan kemudian menjadikannya sebagai tunggangan.
"Dari posisi kita saat ini, sebelum pagi hari, kita akan tiba di gunung Daqingshan. Tapi berjalan di malam hari lebih berbahaya daripada siang hari. Sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu dan berangkat ketika hari sudah cerah." Setelah berpikir sejenak, Lin Tian berkata kepada Lian Xiuying.
... ..
Di malam hari yang gelap, bintang-bintang yang sedang berkedip di langit malam dan di hutan yang sunyi, cahaya dari api unggun menerangi dua pemuda di kegelapan.
Lian Xiuying yang sedang duduk di kayu dan berada di depan perapian, melihat wajah pemuda yang sedang serius menyiapkan makanan di depan matanya, secara tak sadar Lian Xiuying merasa terpesona.
Melalui cahaya yang bergelombang dari api yang sedang menyala-nyala dan menyinari wajah serius Lin Tian, dan keringat yang terlihat keluar dari keningnya, pemandangan di depan mata Lian Xiuying saat ini adalah pemandangan paling menakjubkan yang pernah dia lihat. Melihat pria di depannya, secara tak sadar dan pelan-pelan, Lian Xiuying mulai mengaguminya. Bersama pria yang selalu membuatnya merasa benci dan marah ini selama beberapa hari, tidak ada perasaan lain selain rasa nyaman dan bahagia yang muncul di dalam hatinya.
Melihat Lin Tian di depannya sambil tersenyum lembut di mulutnya, dan cahaya dari perapian yang menyinari wajah cantiknya, penampilan Lian Xiuying saat ini sangat cantik. Seperti cahaya bulan yang menyinari kegelapan dan kesunyian di malam hari.
Lin Tian tidak melihat penampilan Lian Xiuying, saat ini dia masih fokus dengan daging di depannya dan tidak memperhatikan kondisi di sekitarnya.
"Memggeram..."
Saat Lian Xiuying sedang terpesona, perutnya mulai bersuara dan membangunkannya. Lian Xiuying buru-buru menekan perutnya untuk tidak bersuara lagi dan menundukkan kepalanya.
Sampai aroma harum dari daging di atas api mulai keluar, dan suara perut Lian Xiuying yang terdengar di telinga, Lin Tian segera berhenti dan melihat ke arah Lian Xiuying.
"Tunggu sebentar, aku perlu menambahkan beberapa bahan dan kamu akan segera menikmatinya." Melihat Lian Xiuying di depannya yang sedang kelaparan, Lin Tian berkata sambil tersenyum.
Lian Xiuying yang sedang menyentuh perutnya dan menundukkan kepalanya, tiba-tiba mendengar suara Lin Tian, dia segera merasa malu dan hanya mengangguk. Tidak berani melihat ke arah Lin Tian dan hanya mencoba untuk menyembunyikan rona merah yang mulai muncul di wajahnya.
Melihat rasa malu Lian Xiuying, Lin Tian tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Mengambil daging di atas api, Lin Tian berjalan ke arah Lian Xiuying dan duduk di sebelahnya.
"Makanlah." Mengambil satu potongan daging dengan tangannya, Lin Tian mengarahkannya di depan Lian Xiuying dan berkata.
Dengan rasa malu barusan, melihat potongan daging dan aroma lezat yang keluar darinya, Lian Xiuying merasa ragu-ragu. Tapi bagaimanapun juga, perutnya memaksanya untuk mengambilnya dan mengalahkan pikirannya.
Dengan pelan dan rasa malu yang masih terlihat di wajahnya, Lian Xiuying mengambil potongan daging di depannya. Daging berwarna hitam karena di bakar langsung di perapian, serta aroma lezat dan aroma kebakaran yang masih ada, Lian Xiuying dengan ragu mulai membuka mulut kecilnya dan mengambil satu gigitan.
Saat daging mulai masuk ke dalam mulutnya dan rasa dari daging muncul di lidahnya, mata Lian Xiuying segera melebar dan pandangannya menjadi mabuk.
"Sangat lezat." Seru Lian Xiuying. Kemudian dia dengan cepat mulai memakannya dengan gigitan besar.
"Makanlah dengan pelan, tidak ada yang akan mengambil dagingmu. Jika kamu menginginkannya lagi, masih banyak daging di sini." Lin Tian, yang sedang duduk di samping dan melihat tingkah langkah Lian Xiuying, Lin Tian segera berkata kepadanya dengan pelan.
"Setelah mengisi perut, segeralah beristirahat. Aku yang akan berjaga untuk saat ini." Sambil memberikan potongan daging lain, Lin Tian berkata lagi.
"Tidak, aku memilik kultivasi yang lebih tinggi daripadamu. Jadi aku yang akan berjaga dan kamu yang akan beristirahat." Setelah menelan daging di mulutnya, memegang satu daging di tangannya dan mengambil daging dengan satu tangan lainnya, Lian Xiuying berkata kepada Lin Tian dengan mulutnya yang masih berminyak.
"Ini bukan tentang kekuatan, tapi tentang harga diri. Sebagai seorang lelaki, aku tidak akan pernah merendahkan diriku dan membiarkan seorang wanita untuk menjagaku." Menelan daging di mulutnya, tanpa melihat Lian Xiuying, Lin Tian berkata dengan suara berat dan sedikit mendominasi.
Merasakan aura dominasi pria di sampingnya, hati Lian Xiuying langsung melunak dan hanya bisa mengangguk patuh.
(Ini baru pertama kalinya saya menulis tentang romansa, semoga tidak terlalu bucin. 😅😅😅)