
Pedang
"Pedang adalah Raja dari semua senjata. Semua senjata, termasuk Pedang hanya di ciptakan untuk membunuh, tapi tidak untuk penggunaannya. Ketika seseorang membunuh, mereka bisanya memilih menggunakan pedang sebagai pilihan utama. Tapi kita juga bisa menggunakan sebuah pedang untuk perlindungan,"
"Bagi seorang pendekar pedang, pedang bukan hanya sebatas sebagai senjata, tapi ia adalah bagian dari tubuh dan juga temannya." Dengan membelai pedang di tangannya, Lin Tian berkata kepada Lian Xiuying.
"Diagram Delapan Pedang Angin yang kamu gunakan sebelumnya memiliki banyak kekurangan. Selain tumpul dan kurangnya kekuatan, salah satunya adalah tidak memiliki maksud dari kata "Angin".
Jika kamu ingin memasukkan maksud angin dalam pedangmu, kamu terlebih dahulu harus mengerti karateristik dari angin itu sendiri. Angin tidak hanya bergejolak dan cepat, tetapi juga bisa tenang dan lembut."
Sejak pertama kali Lin Tian berkata, dan akan menunjukkan gerakan pedang yang lebih baik daripada miliknya, Lian Xiuying menghilangkan ego di pikirannya dan mendengarkan kata-kata Lin Tian dengan penuh perhatian.
Selain melihatnya dengan penuh perhatian, kadang-kadang Lian Xiuying juga menganggukkan kepalanya mengerti.
Sementara itu, Du Wang, yang berdiri beberapa meter dari Lin Tian dan mendengar kata demi katanya, Du Wang mulai mengerutkan kening, melihat Lin Tian dengan serius dan tidak lagi berpura-pura ramah.
Lin Tian sendiri, yang melihat Lian Xiuying mengangguk dan menandakan bahwa dia mengerti, dia mulai berbalik dan melihat orang-orang dari Sekte Longhunzong untuk pertama kalinya.
"Aku hanya akan memberikan contoh satu kali, jadi perhatian baik-baik." Setelah berbalik, Lin Tian berkata pelan.
Lian Xiuying di belakangnya hanya mengangguk sebagai balasan.
"Gaya pertama. Angin Tenang"
Setelah berkata, pedang di tangan kanan Lin Tian bergerak, dan dia mengayunkan Pedangnya dari bawah ke atas secara horizontal.
Gerakan Lin Tian sangat tenang dan tidak ada momentum yang keluar dari tubuhnya. Dan suasana di tempat yang tegang menjadi sangat tenang, seolah-olah angin dan pohon-pohon di hutan tiba-tiba berhenti bergerak.
Sementara itu, orang-orang dari Sekte Longhunzong di depan Lin Tian sudah di persiapkan. Mereka semua berdiri di sana dengan waspada, memegang beberapa senjata di tangan mereka, dan bersiap untuk sesuatu yang akan terjadi.
Tapi setelah menunggu beberapa saat, mereka tidak merasakan apa-apa, ataupun sesuatu hal yang mencurigakan. Mereka hanya merasakan sensasi tenang dan suasana yang terdiam.
Ketika semuanya sedang bingung dan menanti, wajah tiga orang yang berdiri di barisan paling depan tiba-tiba berubah.
Dengan tatapan matanya yang melebar, mereka segera menjatuhkan pedang di tangannya dan kemudian memegang lehernya dengan cepat, seolah-olah sedang menutupi sesuatu.
Mulut mereka bergerak-gerak, seperti ingin mengucapkan sesuatu, tapi hanya ada suara serak yang terdengar tidak jelas dan kemudian tubuh mereka lemas dan mulai jatuh ke tanah satu persatu.
Bang. Bang. Bang.
Setelah suara tubuh jatuh, ada darah yang keluar dari mulut dan leher mereka. Darah itu mengalir keluar, membasahi wajahnya, dan matanya yang sedang kebingungan dan pandangan bertanya-tanya.
"Mati! Mereka mati"
Melihat tiga orang di depannya yang tiba-tiba jatuh, dengan darah keluar dari mulutnya dan tidak lagi bergerak, salah satu murid dari Sekte Longhunzong segera berteriak.
"Angin Tenang. Angin yang tenang, sebelum badai datang." Wajah Lin Tian masih tenang dan menjelaskan kepada Lian Xiuying dengan tenang.
"Setelah memahami maksud angin, selanjutnya adalah menambahkan niat pedang ke dalamnya."
Setelah berkata, sebuah momentum tiba-tiba muncul dari tubuh Lin Tian, dan kemudian dia menebaskan pedangnya secara menyamping.
"Gaya kedua. Angin Cepat."
Meskipun Lin Tian berkata cepat, dia menebasnya dengan pelan dan tampak tidak bertenaga.
Jika di lihat dari gerakannya, orang-orang akan berpikir, bahwa seorang yang baru belajar memegang pedang dapat melakukan yang lebih baik dan dapat menghindari pedang Lin Tian dengan mudah.
Dari gerakan pedang Lin Tian, mereka merasakan sebuah pedang tajam dan dingin sedang menuju jantungnya. Perasaan dingin itu sampai ke tulang, mengunci tubuhnya dengan niat pedang yang sangat kuat, membuat tubuh mereka bergetar dan tidak dapat bergerak.
Dari gerakan pedang Lin Tian, Du Wang merasakan perasaan bahaya di dalam hatinya. Meskipun dia berada di barisan paling belakang, dia dapat merasakan hawa dingin sedingin es yang menusuk tulangnya.
"Bahaya!" Du Wang berteriak dengan keras dan segera mengambil batu giok dari tubuhnya.
Setelah dia melemparkan batu giok ke depan, cahaya kuning meledak dari dalamnya, membentuk sebuah penghalang berwarna kuning pucat dan melindungi tubuhnya.
"Ahh... Tidak.... Tolong....."
Dari balik pelindung yang melindungi tubuhnya, Du Wang mendengar suara tubuh terpotong-potong oleh sebuah pedang dan teriakan, serta ratapan kesakitan dari murid-murid Sekte Longhunzong di depannya.
Kejadian ini sangat cepat.
Di balik pelindung, Du Wang merasa sangat beruntung dan ketakutan. Beruntung, karena Du Wang segera bereaksi dengan cepat dan dapat membuat pelindung terlebih dahulu. Dan ketakutan, jika tidak segera bereaksi dengan cepat, mungkin dia akan ikut berteriak bersama dengan murid-murid di depannya.
Sementara Lian Xiuying, yang berdiri di belakang Lin Tian dan melihat pemandangan di depannya, wajahnya yang cantik segera terkejut dan kemudian menjadi ngeri.
Terkejut, karena hanya dengan tebasan pedang biasa, tanpa gerakan yang indah dan hanya gerakan menyamping, dapat membuat semua murid Sekte Longhunzong terjatuh.
Bukan hanya sebatas jatuh, tapi mereka semuanya terjatuh dengan beberapa anggota tubuh yang berserakan di tanah dan terpisah dari anggota badannya. Kepala, lengan, dan kaki, tergeletak di mana-mana, dengan darah merah yang mengalir di tanah, pemandangan di depan Lian Xiuying seperti neraka.
Untuk Lian Xiuying, seorang Putri dari keluarga besar dan belum pernah melihat kekejaman dunia, pemandangan ini adalah pertama kalinya dia melihat. Membuat wajahnya yang indah berkedut, dan pandangan ngeri terlintas di matanya.
"Mengerikan!" Hanya satu kata itu yang muncul di dalam hati Lian Xiuying
Lin Tian tidak terlalu peduli dengan pikiran mereka berdua. Dia masih melihat pemandangan di depannya dengan tenang dan acuh tak acuh.
"Angin cepat. Sangat cepat dan tidak terlihat." Kata Lin Tian pelan, dan selanjutnya dia mengangkat tangannya dan menyilangkan pedangnya di depan dadanya.
"Selanjutnya adalah menambahkan aura sendiri ke dalam pedang. Menggabungkan maksud angin, Niat pedang dan aura menjadi satu."
Setelah berkata, Lin Tian mengangkat Pedangnya ke atas dan berkonsentrasi.
"Berdengung..."
Ada suara dengungan yang terdengar dari pedang Lin Tian.
Bersamaan dengan suara dengungan itu, aura berwarna biru transparan keluar dari tubuh Lin Tian, dan kemudian mulai berkumpul di atas kepalanya. Setelah berkumpul, aura berwarna biru itu membentuk sebuah pedang pedang kecil seukuran jari manusia dan secara beriringan berputar sangat cepat. Membentuk sebuah pusaran angin setinggi lima meter dan lebar dua meter.
Jika di perhatikan lagi, itu layaknya sebuah tornado yang terbentuk dari pedang pedang kecil yang berkumpul, dan berputar sangat cepat.
"Gaya Ketiga. Taifeng." Kata Lin Tian pelan, lalu mengarahkan pedangnya ke arah Du Wang yang berada di balik pelindung.
Du Wang tidak tahu apa yang sedang di lakukan oleh Lin Tian, dia sekarang sedang ketakutan atas kejadian sebelumnya dan tidak berani melihat ke depan.
Saat ini, dia hanya memikirkan kesempatan untuk segera melarikan diri, tapi ketika dia mencoba mencari celah untuk melarikan diri, suara Lin Tian terdengar lagi di telinganya. Selain suara Lin Tian, dia juga merasakan embusan angin kencang yang datang, membuat debu dan daun di sekitarnya berterbangan.
Dengan perasaan ketakutan yang masih tersisa di hatinya, Du Wang dengan ragu dan pelan mencoba melihat dari balik pelindungnya.
"Tidakk......" Melihat melalui matanya, tubuh Du Wang bergetar dan berteriak ketakutan.
Melihat sebuah topan berwarna biru dan sedang terbang ke arahnya, Du Wang berteriak secara tak sadar dan dengan cepat kembali ke tempat perlindungannya.