Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Pertarungan Jiwa


"Ada beberapa yang ingin aku tanyakan tentangnya."


Sambil berkata, Lin Tian melihat ke atas, melihat ratusan bulu sedang mengarah kepadanya, Lin Tian tidak menghindar atau bersembunyi.


"Tetap di belakangku." Tanpa berbalik, Lin Tian berkata kepada Li Yaoleng di belakangnya.


Setelah itu, Lin Tian melebarkan kedua kakinya, merendahkan sedikit tubuhnya, dan mengangkat lengan kanannya.


"Tinju Dunia." Saat berkata, Lin Tian telah menarik lengannya ke belakang, dan menggenggam telapak tangannya.


Bersamaan dengan gerakan Lin Tian, udara dan tekanan di sekelilingnya tampak berhenti. Kemudian, dari udara tipis, sebuah bayangan tangan perlahan-lahan terbentuk, dan mulai membentuk sebuah tinju berwarna kuning emas sebesar gunung kecil di atas kepalanya. Dan dari momentum yang keluar, membuat tanah di bawahnya bergetar, dan siulan yang terdengar di udara.


Di belakangnya, karena Lin Tian telah melindungi tubuh Li Yaoleng dengan jiwanya, Li Yaoleng tidak merasakan tekanan tinju di atasnya.


Tapi ketika dia melihat apa yang ada di atasnya,Li Yaoleng berhenti, dan menahan nafas sejenak. Melihat pemandangan di atasnya, dan saat melihat tinju Lin Tian, Li Yaoleng mulai berpikir bahwa tinju ini adalah tinju dewa kuno yang dapat menghancurkan sebuah dunia.


Hati Li Yaoleng kewalahan, dia menggenggam kedua tangannya dengan erat, dan menguatkan hatinya.


"Gaya Pertama: Hancurkan Gunung."


Bersamaan dengan Li Yaoleng yang kewalahan, Lin Tian berkata, dan tangan kanannya telah meninju udara kosong di depannya. Dan kepalan tangan sebesar gunung kecil di atas kepalanya ikut bergerak. Meluncur menuju ke atas, dan menyambut kedatangan ratusan hujan bulu sebesar rumah di atas.


Berdengung.


Dengan suara dengungan, di udara, ratusan bulu pedang sebesar rumah yang terlihat sebesar gunung besar, sedang meluncur ke bawah. Sementara di bawahnya, kepalan tangan yang hanya sebesar gunung kecil, yang terlihat seperti sebuah bukit sedang terbang dan mencoba menghalaunya.


Jika di lihat dengan cermat, itu seperti sebuah gunung yang jatuh dan akan menampar bukit di bawahnya. Secara alami, bukit di bawahnya pasti akan hancur berkeping-keping.


"Ledakan.....!"


Tapi ketika keduanya bertabrakan, dan suara ledakan sangat keras terjadi, tinju Lin Tian yang hanya sebesar gunung kecil tidak hancur berkeping-keping.


Bang. Bang...


Dengan suara benda berat saling bertabrakan, tinju Lin Tian terus bergerak ke atas. Bulu Phoenix Es yang sebesar rumah dan setajam pedang, dengan tinju Lin Tian, hancur berkeping-keping, menjadi seperti es rapuh yang dapat dihancurkan dengan mudah.


Suara ledakan terus bergema di udara.


Puing-puing es yang hancur berkeping-keping mulai berjatuhan ke bawah, membuat gunung di kaki Lin Tian bergetar dari waktu ke waktu


Sampai ratusan bulu Phoenix sebesar rumah semuanya telah di hancurkan, tinju Lin Tian juga berhenti dan kemudian menghilang.


Tinju ini memiliki lima tingkatan, Hancurkan Gunung, Lautan, Benua, Bulan Bintang, Langit, dan terkahir Hancurkan Dunia.


Di masa lalu, ada suatu wilayah di alam Abadi yang berani menantang Sekte Tianlingzong-nya yaitu Sekte Xingquanzong. Di wilayah selatan, sekte ini terkenal dengan seni beladiri tinju mereka. Sekte ini sangat sombong, dan selalu menantang siapapun yang mereka temui, tidak terkecuali murid Sekte Tianlingzong.


Ketika Sekte Xingquanzong datang, mere sangat arogan, tapi ketika mereka di kalahkan oleh murid-murid Tianlingzong, tetua mereka tidak menerimanya, dan bahkan membunuh para murid Sekte Tianlingzong yang mereka temui.


Sebagai kepala Sekte, Lin Tian harus keluar dan berjalan-jalan ke Sekte Xingquanzong.


Sesampainya di sana, tanpa banyak bicara, Lin Tian segera menggunakan tinjunya untuk menghancurkan sekte serta orang-orang di dalamnya.


Sekte yang berspesialisasi dengan tinju, tapi di hancurkan dengan tinju. Bahkan ketua sekte yang sangat membanggakan tinjunya, tidak dapat menahan tinju keempat Lin Tian.


Sejak kejadian itu, nama Tinju Dunia Lin Tian terkenal di seluruh Alam Abadi. Selain itu, tidak ada lagi yang berani untuk menyentuh murid Sekte Tianlingzong dengan mudah.


Sekarang, meskipun Lin Tian tidak memilik kultivasi di masa lalunya, dan berada di lautan jiwa Li Yaoleng dan Phoenix Es ini, dia masih dapat melakukan banyak hal dengan jiwa Raja Abadi-nya. Meskipun hanya lima puluh persen dari jiwa Abadinya di masa lalu, dia masih memiliki kepercayaan diri untuk melawan Phoenix Es ini.


"Kamu hanya memilik sepuluh persen kekuatan jiwa yang tersisa. Dengan hanya sepuluh persen, apakah kamu ingin terus bertarung?" Setelah bongkahan es telah berhenti berjatuhan, Lin Tian mengangkat kepalanya, dan berkata kepada Phoenix Es di atasnya.


Di udara, Phoenix Es itu tidak menjawab, dia masih melayang di udara, dan menyipitkan matanya ke arah Lin Tian.


Seperti yang di katakan Lin Tian, setelah kematiannya di masa lalu, kekuatan jiwa yang di miliki Phoenix ini saat ini hanya tersisa kurang dari sepuluh persen.


Ribuan tahun tubuhnya telah mati dan mungkin telah menjadi abu. Hanya dengan sepuluh persen dari jiwanya terakhir kali, entah bagaimana, Phoenix ini tiba-tiba telah berada di dalam Dantian gadis kecil ini. Jika setidaknya dia masih memiliki kekuatan jiwa sekitar lima puluh persen, dia tidak akan repot-repot mencoba menyatukan jiwanya dengannya gadis ini. Dia akan lebih memilih untuk mengambil jiwa gadis kecil ini, dan kemudian memulai memikirkan untuk membangkitkan dirinya sendiri.


Berbeda dengan makhluk Suci lainnya, yang hanya memiliki sedikit jiwa jika mereka ingin melakukan reinkarnasi dan hanya secara lambat untuk membangkitkan semua kekuatan jiwanya. Tapi bagi burung Phoenix, jika dia mencoba melakukan Nirwana, semua ingatan dan jiwanya telah ada di sana, tapi saat ini, meskipun dia masih memiliki semua ingatan masa lalunya, dia hanya memiliki sedikit kekuatan jiwa yang tersisa.


Phoenix ini tidak yakin, tapi dia tahu, bahwa semuanya pasti di lakukan oleh Lin Nantian itu.


Memikirkan Lin Nantian, dan melihat pemuda bermarga Lin di sana, kemarahan dan kebencian di hatinya semakin besar.


Seandainya, jika dia memiliki lima puluh persen kekuatan jiwanya, dia tidak akan kesulitan seperti ini, dan dia juga tidak akan di rendahkan oleh jiwa Raja Abadi kecil.


"Apa yang kamu inginkan?" Dengan kebencian di dalam hatinya, Phoenix itu berkata kepada Lin Tian di bawahnya.


Lin Tian di bawahnya tersenyum. Lalu mengangkat kakinya dan terbang ke atas.


"Seperti yang aku katakan di awal, aku hanya ingin membantu gadis ini dan menanyakan beberapa hal. Selain itu, aku juga menginkan sedikit aura di tubuhmu." Setelah tiba di depan Phoenix itu, Lin Tian mengulurkan jarinya dan berkata.


"Tidak mungkin!" Tanpa berpikir, Phoenix itu langsung menolak permintaan Lin Tian langsung.