Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Jiwa Naga


Satu kata "segel" tiba-tiba muncul di kepala Lin Tian.


Karena, darimanapun Lin Tian melihat, pilar hitam besar dengan rune di sepanjang tubuhnya tidak di tempatkan disana tanpa maksud apapun. Selain itu, kolam berwarna merah merah itu bukan air, tapi darah.


Darah merah itu juga bukan darah biasa saja. Ada tekanan kuat dan kesombongan yang tersisa dari darah di kolam. Saat mendatanginya, Lin Tian juga merasakan tekanan darah yang kuat di tubuhnya.


"Groooaarrgk."


Bersamaan dengan suara raungan berat dari mahkluk yang sangat besar, sosok besar berwarna merah keluar dari kolam darah, dan terus naik menampakkan wujudnya.


Bentuk ular tapi ratusan dan ribuan kali lebih besar muncul di atas kolam. Tubuh sebesar rumah, sepanjang sepuluh ribu meter, tubuh yang bersisik dengan empat kaki dan tiga cakar tajam seperti kadal di tubuhnya. Serta kepala yang besar penuh dengan gigi tajam di mulut, dua kumis di atas dan di bawah hidungnya terlihat sangat mengerikan. Mata merah besar dengan cahaya dingin dan kesombongan yang di lengkapi dengan dua tanduk di atas kepalanya, sosok itu adalah Naga.


Sungguh Naga dalam 4 binatang mistis. Bukan ular yang berevolusi menjadi Naga.


Kesombongannya, wujudnya yang mengerikan dengan tubuh yang kuat, dan auranya yang dominan, itu benar-benar Naga.


Saat ini, ketika dia keluar dari kolam, dia melengkung di pilar, dan kepalanya yang besar penuh dengan gigi tajam, serta nafas panas tepat di depan Lin Tian berdiri.


"Groooaarr..."


Jarak kurang dari tiga meter, raungan keras dan penuh aura penindasan menekan tubuh Lin Tian.


Tapi, Lin Tian masih melihatnya dengan tenang, dan tidak bergerak sedikitpun.


"Anak muda, apa kamu tidak takut denganku?" Suara berat keluar dari mulut dan bertanya kepada Lin Tian dengan dingin dan penuh penekanan.


Jika Lin Tian pembudidaya biasa, dia pasti akan segera berlutut dan tidak berani untuk melihatnya dengan tenang.


Tapi Lin Tian, dia masih tenang, danĀ  balik bertanya, "Apakah aku harus takut?"


"Hahahaha....." Pertanyaan tenang Lin Tian membuat Naga itu tertawa penuh ejekan.


Suara tawa yang terdengar berat, dan penuh penekanan sekali lagi memberikan aura penindasan seperti gunung kepada Lin Tian. Bukan hanya Lin Tian, tapi seluruh udara dan air di dalam kolam bergejolak ke segara arah.


Namun begitu, ekpresi Lin Tian masih sama, dan melihat naga raksasa di depannya dengan samar-samar.


"Apa kau sungguh Naga?"


Pertanyaan tenang Lin Tian ini menghentikan tawa Naga itu, dan sekali lagi melihat Lin Tian di depannya.


"Anak muda, aku mengagumi keberanian mu! Tapi, kamu harus tahu konsekuensi dari perkataanmu!"


"Groooaarr!"


Naga itu membuka mulutnya, menunjukkan rahang penuh gigi panjang dan tajam, meraung, lalu membuka mulutnya dan bergerak ke arah Lin Tian.


Kepala yang sebesar rumah itu berencana untuk memakan tubuh Lin Tian yang hanya sebesar semut di depannya.


Namun, Lin Tian tidak bergerak sedikitpun, dan sedikit menarik sudut mulutnya.


Dan saat mulut Naga itu berjarak kurang dari satu meter di depan tubuh Lin Tian, dia berhenti, dan menutup mulutnya.


Melihat mulut besar di depannya, Lin Tian meringis, dan bertanya, "Kenapa, tidak jadi memakanku?"


"Hahahaha...." Sekali lagi, Naga itu tertawa dengan pertanyaan Lin Tian.


Namun, kali ini dia tertawa senang atas keberanian Lin Tian dan melepaskan semua tekanan di sekitarnya.


Semuanya kembali normal seperti semula, dan selain Naga yang tertawa, Lin Tian tidak lagi merasakan penindasan dalam dirinya.


"Dua kali ujian ketahanan dan keberanian telah aku selesaikan. Apalagi sekarang?"


Pertanyaan Lin Tian ini membuat Naga itu berhenti tertawa dan melihat Lin Tian yang masih berpenampilan seperti babi dengan sedikit kejutan.


Naga itu tidak mengira, bahwa Lin Tian akan mengetahui apa yang dia lakukan semuanya.


Penindasan dan serangan tadi memang berniat untuk menguji kemampuan Lin Tian, dan keduanya berhasil dilalui dengan sukses.


Karena bagaimanapun dan dimanapun, jika ada seseorang yang melihat Naga, mereka pasti akan mengalami ketakutan dan kebingungan. Bahkan, ada beberapa makhluk yang tidak berani melihat wujud aslinya.


Melihat beberapa waktu dan berpikir, mata Naga itu tampak sedikit cerah, dan berkata kepada Lin Tian.


"Anak muda, kamu adalah orang yang selama ini aku tunggu selama ribuan tahun. Kamu beruntung dapat mengatasi cobaan ku, tapi ada satu cobaan untuk terakhir kalinya."


"Aku berharap kamu dapat bertahan dan mewarisi semua kekuatan dan kemampuan Naga. Jika kamu berhasil, kamu pasti akan menjadi legenda selama ribuan tahun."


Mendengar ini, mata Lin Tian tampak cerah, dan tersenyum senang.


"Ayolah, aku ingin menjadi orang yang sangat kuat, dan menghancurkan semua musuh-musuhku." Kata Lin Tian.


"Hahahaha... Bagus. Sangat bagus! Kamu memang orang yang ditakdirkan." Naga itu memuji dan menyukai tekad Lin Tian.


"Ujian terkahir dan paling sulit. Itu hanya mentransfer semua ingatan jiwaku kedalam dirimu."


"Jika kamu berhasil bertahan, kamu akan mewarisi semua ingatan Nagaku selama ribuan tahun."


"Tapi jangan khawatir, aku akan membantumu. Kamu hanya perlu melepaskan kesadaran mu, dan tidak melawan sama sekali. Sisanya berikan padaku."


"Apakah kamu bersedia?"


Lin Tian mengangguk, dan menjawab, "Kenapa aku tidak bersedia. Ini adalah suatu keberuntungan besar untuk mewarisi ingatan Naga legendaris."


Jawaban ini memuaskan Naga itu.


"Baiklah, waktuku tidak banyak! Sekarang jangan melawan kesadaran spiritualku, aku akan segera memulainya."


Lin Tian mengangguk, lalu melakukan apa yang di perintahkan, dan mulai menutup matanya.


Saat Lin Tian mulai menutup mata, Naga itu tampak sedikit menarik sudut matanya, dan memberikan pandangan penghinaan kepada Lin Tian.


Kemudian, sosoknya yang berubah Naga berubah menjadi bola berwarna merah dan melayang ke kening Lin Tian.


Karena Lin Tian tidak melawan, bola Naga itu dengan mudah memasuki kening Lin Tian, dan masuk ke kedalam jiwa Lin Tian.


Setelah tiba di lautan kesadaran Lin Tian, Naga itu berubah menjadi bentuk Naga kembali, dan selanjutnya menjadi sosok manusia.


Sosok pria paruh baya berkulit gelap dengan dua tanduk di atas kepala, serta telinga yang runcing ke belakang, dan sisik di sekitar pelipisnya, itu adalah jiwa Naga yang sesungguhnya. Atau bisa dikatakan bentuk manusianya.


Dia mengamati seluruh ruang jiwa Lin Tian beberapa waktu, lalu menarik sudut mulutnya, dan tertawa keras.


"Hahahaha... Manusia bodoh, dan naif! Apakah kamu pikir aku akan dengan rela memberikan jiwaku padamu! Hahaha...aku mendapatkan tubuh baru!"


"Bocah, hahaha. Terimakasih untuk tubuh barumu! Hahaha..."


"Meskipun tubuhmu lemah, setidaknya aku bisa membuatnya semakin kuat, dan segera kembali ke Alam Abadi."


Dia tersenyum, dan mulai mengeluarkan aura berwarna merah cerah dari kedua tangannya.


Aura merah ini adalah kesadaran spiritual untuk mengambil kesadaran Lin Tian. Atau bisa dikatakan untuk memusnahkan jiwa Lin Tian yang berwarna biru.


Kesadaran Naga yang kuat menyebar dengan cepat, dan dengan mudah menyelimuti jiwa Lin Tian. Dan di luar, Lin Tian mengangkat kepalanya ke langit dan tertawa keras.


"Hahaha... Raja Abadi Lin Tian, tunggu sebentar lagi. Tidak lama lagi aku akan datang ke Alam Abadi dan mengambil kekasihmu!"


Tampaknya, dia sudah mengambil kesadaran Lin Tian.


Tapi, tiba-tiba dia mengerutkan keningnya sedikit dan berhenti.


"Jiwa siapa ini!"


"Lama tidak bertemu Hao Long!"