Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Hukuman


Saat Lin Xinghe sedang terkejut dan tidak bereaksi, Lin Tian mengoperasikan indera spiritualnya ke arah belakangnya. Menuju tepat ke arah kepala Lin Zhong serta Chen Fang yang sedang sekarat di belakangnya.


"Ahhhkk...."


Setelah indera spiritual Lin Tian memasukinya, dan dia menariknya kembali, dua orang di belakang Lin Xinghe segera berteriak kesakitan secara bersamaan.


Dua teriakan itu segera membangunkan Lin Xinghe, dan membuatnya secara tak sadar berbalik.


Di sana, Lin Xinghe melihat putranya dan Chen Fang sedang menggaruk kepalanya seperti orang gila, dan berteriak penuh kesakitan.


Tangan mereka berdua bergerak sangat cepat, seolah-olah ada sesuatu di kepala, dan dengan sekuat tenaga mencoba untuk mengambilnya.


Mereka tidak memperdulikan di mana mereka menggaruknya. Mereka juga tidak pernah sadar, jika rambut serta kulit kepala mereka telah mereka tarik sendiri. Darah telah mengalir dari kepala ke bawah, di sertai suara teriakan kesakitan yang terus mereka keluarkan.


Serangan mental!


Melihat pemandangan di depannya, dua kata segera muncul di kepala Lin Xinghe.


Sebagai kepala keluarga Lin, Lin Xinghe tahu jika serangan terbagi menjadi dua, yaitu serangan fisik dan serangan jiwa.


Ada terlalu banyak teknik serangan fisik di dunia, dan semuanya dapat di cari. Tapi untuk serangan jiwa, hanya ada seribu banding satu. Dan jikalau ada, karena kelangkaannya, teknik itu sangat jarang bisa di beli dengan apapun.


Selama 70tahun hidup, Lin Xinghe tidak benar-benar pernah melihatnya sendiri, dan baru ini dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Melihat dua orang di sana melukai dirinya tanpa sadar, dan penuh kesengsaraan, mau tak mau Lin Xinghe merasa takut di dalam hatinya.


Dia tidak pernah membayangkan bahwa serangan jiwa akan sangat mengerikan seperti ini.


Bahkan jika orang di depannya adalah darah dagingnya sendiri, karena ketakutannya, dia sedikit lamban untuk bereaksi, dan dia hanya melihatnya tanpa melakukan apapun.


Teriakan mereka tidak bertahan beberapa lama, dan akhirnya setelah kurang dari sepuluh menit, teriakan mereka berhenti.


Tepat setelah mereka berhenti, Lin Xinghe segera maju, dan memeriksanya dengan cepat.


Hanya ketika dia mengetahui bahwa mereka berdua masih bernafas, Lin Xinghe akhirnya bisa sedikit merasa lega.


"Aaaahhkk.... bunuh aku...cepat bunuh aku!"


Tapi tak lama kemudian mereka bangung, dan tak lama juga mereka segera berteriak seperti sebelumnya.


Selain itu, mereka berdua meminta untuk segera membunuhnya. Bisa di lihat, betapa kejamnya teknik mental ini.


Lin Xinghe mengerinyit, dan kemudian berbalik untuk melihat Lin Tian lagi.


"Lin Tian, apa yang telah kamu lakukan?"


Mendengar pertanyaan dari Lin Xinghe, Lin Tian tidak melihatnya, dan hanya bersuara dengan nada dingin.


"Itu adalah hukuman yang setimpal untuk mereka berdua."


Saat ini, Lin Tian sedang memegang Lin Lin di pelukannya. Karena kenyataan kejam yang dia terima sebelumnya, sekarang Lin Lin telah pingsan, dan tak sadarkan diri di pelukan Lin Tian.


Apa yang dia berikan kepada mereka adalah Formasi Pembakaran Jiwa. Formasi yang sama dengan apa yang Lin Tian lakukan kepada jiwa Phoenix Es di tubuh Li Yaoleng sebelumnya.


Karena jika memberikan formasi yang sama dengan apa yang dia berikan kepada Phoenix Es, dua orang itu hanya akan bisa bertahan kurang dari sepuluh nafas, dan akhirnya jiwa mereka terbakar lenyap.


Apabila hanya sepuluh persen dari kekuatan seluruhnya, efeknya akan lebih kecil, dan jiwa mereka akan dapat bertahan lebih lama. Tentu saja, rasa sakit dari jiwa mereka yang terbakar masih sangat menyakitkan. Selain itu, formasi itu hanya akan secara perlahan membakar jiwa mereka.


Dengan cara bertahap itu, sebelum jiwa mereka berdua benar-benar terbakar habis, mereka akan terus merasakan siksaan seperti ini sepanjang hidupnya.


Untuk dua orang seperti mereka, ini adalah sesuatu yang pantas untuk mereka dapatkan.


"Aku tahu, dia memang sangat merugikan dirimu di masa lalu. Tapi apakah kamu tidak tahu, dia adalah Pamanmu, masih orang yang sama dari keluarga Lin. Untuk menggunakan serangan jiwa terhadap keluarga sendiri, apakah kamu tidak terlalu kejam." Sambil melihat Lin Tian di sana, Lin Xinghe berkata kepada Lin Tian dengan sedikit tidak senang.


Mendengar kata-kata Lin Xinghe, Lin Tian tersenyum menghina, dan mengangkat kepalanya.


"Lin Xinghe, selama sepuluh tahun, dia telah memberiku sebuah racun di dalam makananku, dan berhasil membuat diriku menjadi sampah keluarga. Selama sepuluh tahun itu, mereka ayah dan anak telah mencoba untuk membunuhku secara diam diam," sampai di sini Lin Tian berhenti, dan terkekeh.


"Bukankah kamu juga mengetahuinya sendiri, dalam beberapa hari yang lalu, putranya hampir membuat diriku melangkah ke gerbang kematian? Dan pada waktu berikutnya, mereka berdua menculik Lin Lin, yang masih gadis kecil untuk mendapatkan beberapa koin perak kembali?" Menatap Lin Xinghe dengan dingin, Lin Tian bertanya dan berkata demi kata.


Lin Xinghe di sana mengangguk dengan cepat, dan tidak berusaha untuk menyangkalnya.


"Aku tahu, dan aku tahu semuanya," Lin Xinghe mengakuinya.


"Hehe... lalu kenapa kamu tidak menghentikannya? Jangan bilang bahwa kamu tidak sedang berada di dalam keluarga, karena aku tahu kamu ada di sana, dan selalu mengawasi kami berdua," kata Lin Tian kepada Lin Xinghe dengan senyum di bibirnya.


Ketika mendengar kata-kata ini, Lin Xinghe di sana mulai mengerutkan kening dengan serius.


"Satu hal lagi, aku juga tahu, kamu melakukan semua itu karena satu orang," Lin Tian berhenti lagi, dan melihat ke arah wajah Lin Xinghe untuk melihat reaksinya.


Melihat Lin Xinghe di sana mengerutkan kening, senyum Lin Tian menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.


"Itu karena Ayahku, Lin Nantian. Apakah aku benar?" Lin Tian melanjutkan.


"Kamu..kamu mengetahui semuanya," dengan terkejut, Lin Xinghe segera berkata dengan perasaan tak sadar.


Lin Tian tidak menjawab dan hanya mendengus dingin.


Lin Xinghe menghela nafas, dan ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi Lin Tian menghentikannya terlebih dahulu.


"Jangan katakan apapun."


Setelah berkata, tanpa menunggu Lin Xinghe bereaksi, Lin Tian berbalik, dan berjalan pergi.


Lin Xinghe masih berdiri diam tak bergerak di tempatnya. Dia hanya melihat Lin Tian berjalan pergi, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Sampai ketika Lin Tian hampir menghilang dari pandangannya, akhirnya Lin Xinghe mendesah, dan bergerak.


"Apa yang kamu lakukan?" Melihat Lin Xinghe tiba-tiba muncul di depannya, Lin Tian bertanya dengan nada sedikit marah.


Di sana, Lin Xinghe menggelengkan kepalanya, dan senyum lembut muncul di mulutnya.


"Aku hanya ingin mengatakan, apa yang di katakan ayahmu memang benar." Sambil berkata, dia memberikan sebuah cincin berwarna hitam kepada Lin Tian.