
Lin Tian tidak menjawab, dia hanya melihatnya dalam diam dan tidak bereaksi.
Pangeran kedua?
Lin Tian mengenalinya, karena dulu pernah bertemu dengannya ketika sedang melakukan ujian di Sekte Longhunzong.
Dia adalah Liu Changyan!
Pertama kali melihatnya, Lin Tian sudah menebak bahwa dia bukanlah pemuda biasa. Cara berpikir dan berbicaranya, Lin Tian berpikir dia terlalu tidak biasa. Tapi dulu dia juga tidak terlalu memikirkannya.
Sekarang, melihatnya disini, dan mengetahui identitasnya, mau tak mau Lin Tian harus memikirkannya lagi.
Apa alasannya tinggal di kota Longshan? Apa alasannya memata-matai dirinya saat ini?
Selain Liu Changyan, Lin Tian juga melihat Jin Yang disana. Tapi selain identitas Liu Changyan, Lin Tian tidak terlalu memikirkannya.
Namun begitu, Lin Tian tidak terlalu menunjukkannya di wajahnya, dan dengan datar bertanya, "Apa yang kalian inginkan?"
Di bawah, Liu Changyan masih tersenyum dan berkata, "Bisakah kita bicara?"
Lin Tian tidak segera menjawab, berpikir sejenak, lalu melihat Duan Ming, dan berkata, "Aku masih memiliki urusan. Sepertinya kamu harus menunggu dulu, aku yakin itu tidak terlalu lama."
Kata Lin Tian selesai, dia tidak memperdulikan ekspresi Liu Changyan, dan melihat kearah Duan Ming sambil tersenyum tipis.
Ketika melihat senyum ini, Duan Ming disana tiba-tiba merasa ada bahaya yang akan datang.
Tapi sebelum dia sempat berpikir, Lin Tian yang sebelumnya jauh di depannya telah ada di depan matanya. Dan belum sempat berkata, suara "pukulan" keras terdengar, dan seluruh tubuhnya terlempar ke belakang.
"Kamu.."
Zhang Fang, yang berada di sebelah Duan Ming tidak menyadari kedatangan Lin Tian, dan terkejut setelah mengetahui Duan Ming telah terlempar jauh ke belakang.
Lin Tian mengabaikannya, dia hanya meliriknya secara samar-samar, seperti tidak pernah menganggapnya, dan bergerak lagi.
Duan Ming, yang terlempar sangat jauh dan jatuh di pepohonan mencoba bangkit.
Sambil bersusah payah bangkit, dia merasakan dadanya sakit, dan seperti ada banyak organ-organ dalam yang tergeser.
Setelah akhirnya bisa berdiri, suara "puft" terdengar, dan satu suap darah segar menyembur dari mulutnya.
"Sialan! Aku pasti akan membunuhmu--"
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Duan Ming melihat Lin Tian telah ada di atasnya, dan memandangnya dengan dingin.
Bukan hanya sekedar melihatnya dengan dingin, Duan Ming juga melihat ada sebuah kepalan tinju sebesar bukit di atas kepala Lin Tian.
"Aku berkata jika dapat membunuhmu dalam sekali serangan. Sekarang, aku akan menepati kata-kataku!"
Bersamaan dengan suara dingin dan acuh tak acuh Lin Tian, Duan Ming melihat bayangan tinju di langit telah bergerak ke arahnya.
Kepalan tinju berwarna kuning dengan aura yang kuat datang, dan tekanan seperti dunia segera mengunci tubuh Duan Ming.
Ketika teknik Lin Tian datang, itu juga di iringi oleh suara gemuruh, dan udara yang bergetar. Meskipun jaraknya masih jauh, Duan Ming merasa teknik ini sangat mengerikan. Jika mendapatkan serangan seperti secara langsung, Duan Ming merasa tubuhnya akan hancur jika tidak mati.
Wajah Duan Ming berubah, tapi tekanan itu sangat kuat, dan membuat tubuhnya seakan-akan berhenti berfungsi.
"Bergemuruh!"
Ketika teknik Lin Tian semakin dekat, mata Duan Ming hanya besar melebar dengan ketakutan, dan menerima nasibnya.
Suara ledakan terdengar. Bumi seakan-akan bergetar, dan pohon-pohon di sekitar berterbangan, menimbulkan awan debu hitam yang menghalangi pemandangan.
Di kejauhan, Liu Changyan dan Jin Yang yang melihat kejadian ini mengerutkan kening dan segera mendatangi Lin Tian.
"Suadara, apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan?" Tiba di sebelah Lin Tian, Liu Changyan segera bertanya dengan nada sedikit mempertayakan.
Lin Tian tidak peduli, dan dengan acuh tak acuh berkata, "Aku hanya ingin membunuhnya."
Liu Changyan terkejut dengan jawaban Lin Tian, dan berkata dengan nada memperingati, "Saudara, apa kamu tahu siapa dia? Dia adalah salah satu Tuan Muda dari Keluarga Duan. Jika kamu membunuhnya, Keluarga Duan pasti tidak akan membiarkannya dengan mudah."
"Apakah aku harus peduli?" Kata Lin Tian acuh tak acuh.
"Aku hanya hidup untuk nyawaku. Jika ada orang yang memiliki niat untuk membunuhku, maka dia harus bersiap untuk di bunuh."
"Tidak peduli dia adalah Keluarga besar, atau bahkan Kaisar, jika mereka ingin membunuhku, maka kamu juga harus bersiap untuk di bunuh."
Ketika mendengar ini, bukan hanya Liu Changyan, tapi Jin Yang juga sangat terkejut dan mengerutkan kening dengan serius.
Perubahan ekspresi keduanya tidak luput dari pengamatan Lin Tian, dan itu juga yang dia inginkan.
Tapi Lin Tian tidak menunjukkan di wajahnya, dan melanjutkan, "Ada orang-orang yang berpikir bahwa mereka menangkap seekor anak ular, tapi mereka tidak sadar jika apa yang mereka usik adalah anak Naga."
"Tapi dia bukan anak Naga, lebih dari itu. Jangankan Naga, jika bahkan itu adalah Dewa Surga, dia tidak akan ragu-ragu."
Ketika Lin Tian mengatakan ini, dia sedikit menaikan nada suaranya di kata-kata terakhirnya.
Dari sini, wajah Liu Changyan sudah berubah.
Dan ketika melihat Lin Tian kembali, yang kini berpenampilan seperti babi, Liu Changyan penuh dengan pikiran di kepalanya.
Bukan hanya Liu Changyan, Jin Yang yang mendengarnya dari samping juga penuh pikiran. Tapi dia tidak memiliki keputusan untuk berbicara, dan hanya melihat kearah Liu Changyan dengan tatapan matanya.
Liu Changyan mengerti maksud Jin Yang dari matanya, dan mengangguk diam-diam.
Lalu kembali melihat Lin Tian, dan tersenyum, "Aku sangat mengagumi saudara Tian. Aku harap kita bisa bicara."
Ketika mendengar ini, Lin Tian baru tersenyum tipis, dan mengangguk dalam hatinya.
Tapi dia masih tidak segera menyetujui keinginannya, dan melihat kembali kearah Duan Ming berada sebelumnya, dan berkata, "Itu bisa di lakukan, hanya saja, sepertinya kamu harus menunggu sedikit lama."
Liu Changyan bertanya-tanya dengan apa yang Lin Tian katakan. Namun, saat melihat arah yang sedang Lin Tian lihat, Liu Changyan menyadari, bahwa Lin Tian benar-benar ingin membunuh Duan Ming terlebih dahulu.
Karena disana, di tengah-tengah lubang dengan bentuk kepalan tangan, Duan Ming masih hidup, dan berdiri tidak mengalami trauma apapun. Selain duan Ming, ada juga Zhang Fang yang telah berdiri di depannya.
Sambil memegang tombak emas di tangannya, Zhang Fang terlihat sedikit terluka, tapi tidak serius.
Sepertinya, Zhang Fang sekali lagi menyelamatkan Duan Ming.
Melihat ini, Lin Tian sedikit menaikkan alisnya dan berkata, "Dua kali, dua kali kamu menghalangiku untuk membunuhnya. Ada apa? Apa kau juga ingin mati?"
Mendengar ini dari sebelahnya,Liu Changyan tidak mengerti, kebencian seperti apa yang dimiliki oleh Lin Tian hingga dia sangat ingin membunuh Duan Ming.
Dan Zhang Fang sendiri, kenapa dia sangat ingin melindungi Duan Ming?
Tidak ada yang menjawab kebingungannya, dan hanya ada kata-kata dingin yang semakin memburuk suasana.
"Aku Zhang Fang, hari ini memutuskan untuk melindungi nyawa Duan Ming. Jika kamu ingin membunuhnya, kamu harus melangkahi dulu mayatku!"