Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Bertarung!


Bergemuruh..


Sepertinya kata-kata Lin Tian membuat Dao Shi itu bereaksi, di iringi dengan getaran di udara, perlahan-lahan mata itu membuka matanya.


Mata seluruhnya berwarna merah darah terbuka, dan dengan dingin menatap tajam ke Sekte Longhunzong di bawahnya. Tekanan lebih berat daripada sebuah gunung tiba-tiba menekan makhluk hidup di bawahnya. Seperti sebuah gempa bumi, getaran hebat terjadi di seluruh Sekte Longhunzong. Menyebabkan beberapa bangunan Sekte Longhunzong bergetar dan rusak.


Udara ibarat sedang di kompres, seperti sebuah dunia di tekan, banyak darah mulai jatuh dari muntahan beberapa murid yang tidak tahan..


Berdiri di bawah tatapan mata Dao Shi, Lin Tian merasa bahwa dia adalah sebuah ikan kecil di luasnya lautan, dan ikan kecil di kejamnya ombak yang menerjang karang.


"Humm.."


Tidak mau tunduk, Lin Tian berdiri dengan punggung tegak, melihat ke arah mata Dao Shi dengan tatapan mantap, dan mendengus dingin.


Dao Shi memang kehendak Surga yang paling tinggi, meskipun Lin Tian pernah melihat satu kali di masa lalu, dia masih merasa tertekan ketika melihatnya lagi. Bahkan jika Dao Surga ini lebih rendah daripada Dao Surga di Alam Abadi yang dia temui.


Namun dia juga memiliki Dao sendiri, Dao Xin di hatinya bukan hanya sekedar kata-kata Dao. Dao Xin adalah ketekunan dan tekat kuat yang tertanam di hatinya. Dan tekat Lin Tian adalah untuk tidak pernah tunduk dengan apapun.


Entah siapa yang lebih tinggi, Lin Tian tidak peduli.


Sekarang, dalam pikirannya hanya ada satu kata. Bertarung!


Bertarung melawan kehendak Surga!


Jalan untuk mencapai tujuannya lebih besar daripada apa yang sedang dia lihat, entah Surga atau Dewa, kemauannya lebih besar daripada apapun.


Dengan tekat yang kuat di hati Lin Tian, dia tak gentar menghadapi tekanan dan intimidasi Dao Surga di langit. Pandangannya tajam, tekat kuat di matanya menyala terang, dan niat bertarung membara di hatinya.


Tampaknya Dao Surga di langit melihat tekat kuat di hati Lin Tian, dan itu tampaknya membuatnya marah.


Sekali lagi, dengan mata merah tajamnya yang tertuju ke arah Lin Tian, tekanan dan niat membunuh yang bahkan belum pernah Lin Tian alami di masa lalu mengunci tubuhnya secara langsung.


Ketika dua tekanan yang belum pernah Lin Tian rasakan ini datang ke arahnya, Lin Tian merasakan pikirannya terganggu, kepalanya mulai terasa pusing, dan tubuh yang mulai sedikit gemetar.


"Hum.." Lin Tian mendengus dan menggigit giginya.


Apa yang di alami kali ini sepertinya memang belum pernah dia alami. Lin Tian juga harus mengakui bahwa tubuhnya tidak bisa mengatasinya. Jiwa, dan aura di seluruh tubuhnya mulai bergejolak tak menentu. Dia ingin berteriak, tapi dia masih memiliki hati yang kuat, dan hanya dengan keinginan yang kuat, dia menggertakkan giginya, mencoba menahan semuanya dengan diam.


Sekarang, ketika Dao Shi mengetahui bahwa Lin Tian masih bisa bertahan, tekanan yang sepuluh kali lipat dari sebelumnya, entah dari mana datangnya menekan tubuhnya lagi.


Sial..


Tekanan ketiga datang, dan secara tak sadar, Lin Tian mengutuk di dalam hatinya.


Dia ingin berteriak keras, tapi tubuhnya mulai terasa mati rasa. Jarak pedangnya mulai kabur, tapi dia menolak untuk menutup mata. Kesadaran jiwanya juga mulai sedikit menghilang, serta darah segar dengan sendirinya mulai keluar dari hidungnya.


Lin Tian tidak tahan lagi, bahkan jika dia adalah mantan Raja Abadi, bagaimanapun semua kekuatannya telah menghilang. Sekarang dia hanya memiliki tubuh lemah dengan alam pelatihan qi. Ranah tingkat pertama dari jalan keabadian.


Kesadaran Lin Tian perlahan menghilang, secara perlahan dan tak sadar, matanya mulai tertutup.


Mata Lin Tian telah tertutup, tapi dia tetap berdiri, dan menghadap ke langit. Tubuh dan jiwanya tidak tahan dengan kehendak Surga, tapi tekad untuk tidak pernah tunduk di hatinya membuatnya untuk tetap berdiri tegak.


Pandangan di depan Lin Tian terlihat gelap, dia seperti sedang tiba di suatu tempat, tapi dia tidak dapat melihat apa-apa.


Dalam kegelapan, suara pelan dari seorang wanita, tapi tidak jelas terdengar di kepala Lin Tian. Suara itu terasa terdengar di kepalanya, tapi tampaknya orang itu berkata dari kejauhan. Sangat jauh, melebihi batas yang pernah Lin Tian bayangkan.


...


Lin Tian mencoba membuka mulutnya, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Mencoba beberapa kali, tapi tetap tidak ada suara apapun yang terdengar dari mulutnya


Sial.. siapa itu?


Akhirnya dia menyerah, dan mengumpat di dalam hatinya.


"Cepat..."


Lin Tian yang awalnya telah menyerah, tiba-tiba mendengar kata-kata itu lagi di telinganya.


Siapa kamu? Apa maksudmu?


Belajar dari sebelumnya, Lin Tian kali ini berbicara menggunakan hatinya, alih-alih mencoba berbicara dengan mulutnya.


Tapi entah apa yang terjadi, kali ini dia tidak mendengar apa-apa lagi.


Lin Tian tidak menyerah begitu saja, jadi dia mencoba bertanya beberapa kali lagi. Tapi hanya ada keheningan di tempat gelap gulita ini. Suara wanita itu tampaknya telah menghilang untuk selamanya.


Menghela nafas...


Tidak berusaha untuk mencoba mencari tahu lagi, Lin Tian menghela nafas tidak rela. Kemudian mengarahkan pandangannya ke segala arah beberapa waktu di kegelapan, berusaha mencari tahu tempat apa ini.


Dalam pandangan Lin Tian, dia menemukan bahwa ruangan ini seluruhnya terlihat gelap, pandangan hitam pekat adalah apa yang dia lihat. Yang bahkan dia tidak bisa melihat jari jemarinya.


Di dalam yang sepenuhnya gelap dan hening saat ini, tujuh indera di tubuh Lin Tian tidak lagi berfungsi, dan akhirnya, dia hanya bisa berjalan ke arah yang tidak di ketahui.


Titik..


Berjalan cukup lama, dan tahu kemana, akhirnya Lin Tian melihat sebuah titik cahaya di dalam kegelapan.


Titik cahaya itu terlihat sangat kecil, hampir seperti sebuah potongan rambut, mungkin karena ruangan gelap ini, titik cahaya yang tidak seberapa itu adalah satu-satunya hal paling menarik perhatian tujuh indera Lin Tian. Indera penglihatan.


Lin Tian tidak tahu bagaimana tempat ini memiliki titik cahaya seperti itu, tapi karena itu adalah satu-satunya hal yang menarik perhatiannya, tubuh tanpa perintahnya, dan tanpa sadar berjalan ke arahnya.


"Tian..."


Ketika tubuh Lin Tian berjalan mendekati titik cahaya, ada lagi suara samar yang masuk ke kepalanya.


Apakah titik cahaya ini sedang memanggilnya?


Sambil terus mendekati titik cahaya, Lin Tian sedikit bingung, dan menantikan.


Satu titik cahaya, dua titik cahaya, tiga... sampai ketika Lin Tian melihat lebih banyak lagi titik titik cahaya di depannya, akhirnya dia berhenti.


Bukan hanya satu, ternyata titik cahaya itu lebih dari ratusan, lebih tepatnya 999 titik cahaya yang tersebar ke segala arah. Melihat lebih teliti lagi, titik titik cahaya itu sebenarnya sedang membentuk sebuah pola bunga Lotus dengan 13 kelopaknya.