
"Terlambat.... semuanya sudah terlambat."
Saat Lian Xiuying sedang merasa kesal pada Lin Tian, suara kekecewaan Lan Xueyu terdengar dari sampingnya.
Dan ketika suara itu sampai di telinga Lian Xiuying, dadanya yang naik turun segera berhenti dan kepalanya seperti di pukul dengan keras.
Dua orang di sampingnya, apakah mereka sedang membenci dirinya sendiri? Kenapa mereka berdua secara kompak menghujatnya?
Suasana di tempat ini, saat ini sedang dingin, tapi Lian Xiuying tidak merasa kedinginan sama sekali. Dari kepala sampai ujung kaki, Lian Xiuying hanya merasa sangat panas. Seperti ada sebuah kebaran besar yang terjadi di tubuhnya. Membuatnya seperti kembang api yang bisa meledak kapan saja.
Lian Xiuying tiba-tiba memiliki keinginan untuk mengutuk dan memukul seseorang dengan keras untuk melepaskan emosi di dalam hatinya. Tapi dia tidak tahu harus melakukannya dengan siapa. Dia tidak bisa berpikir, dan hanya merasa bahwa dunia sedang mempermainkannya dan membuatnya hampir mengangis tanpa air mata.
Dan akhirnya, dia hanya bisa menutup matanya dengan tidak rela. Menggenggam kedua tangannya, mengambil nafas dalam-dalam, dan mencoba menahan api di dalam hatinya yang akan segera meledak.
"Ini bukan waktunya untuk menutup mata dan istirahat. Wanita di sebelahmu dalam bahaya, jika kamu tidak segera menghentikannya, mungkin dia akan segera mati kedinginan." Saat Lian Xiuying sedang menutup matanya, suara datar dan pelan Lin Tian terdengar di telinganya.
Saat Lian Xiuying membuka matanya, dan melihat wajah tenang di depannya, dia merasa otaknya kosong dan tidak tahu harus berbuat apa.
Ada ratusan, atau bahkan ribuan kata umpatan dalam hatinya. Lian Xiuying sungguh ingin segera bergegas dan bertarung dengan pria ini. Tapi Lian Xiuying tidak yakin, dan akhirnya hanya melihatnya dalam diam.
Dengan perasaan kecewa, Lian Xiuying mengalihkan pandangannya dan melihat Lan Xueyu di sampingnya.
Di sana, dia melihat Lan Xueyu yang menggigil, dan berjalan tertatih-tatih sedang menuju ke arah Li Yaoleng.
Tanpa banyak bicara, Lian Xiuying segera mengangkat tangannya.
Bersamaan dengan lengan Lian Xiuying yang terangkat, tubuh Lan Xueyu yang sedang berjalan menuju Li Yaoleng, seperti di tarik oleh sesuatu, dan terbang kembali ke arah Lian Xiuying dengan pelan.
Lan Xueyu yang tiba-tiba terbang ke belakang, dan kembali ke tempat awalnya berdiri sedikit terkejut. Tapi dia hanya sedikit terkejut dan tidak memiliki waktu untuk memikirkannya. Dia masih melihat Li Yaoleng yang terbaring di depannya dengan sedih dan menyesal.
"Terlambat.... semuanya sudah terlambat. Jika aku lebih cepat, mungkin dia masih sempat di selamatkan. Li Yaoleng.." Melihat Li Yaoleng yang hampir membeku di depannya, Lan Xueyu berkata dengan sedih dan menyesal.
Mendengar kata-kata Lan Xueyu, Lian Xiuying akhirnya sadar, bahwa yang dia katakan tadi tidak bermaksud untuk menambahkan bahan bakar dari kata-kata Lin Tian terhadapnya, tapi dia menyesalkan Li Yaoleng yang berada di depannya.
Lian Xiuying tadi mengira Lan Xueyu ikut menambahkan minyak dari kata-kata Lin Tian, tapi dia salah paham dan memperburuk keadaannya sendiri. Sekarang, mengetahui bahwa dia salah paham, hatinya sedikit lebih baik, dan sedikit lega. Setidaknya hanya Lin Tian yang buta dan membenci dirinya sendiri.
Selanjutnya dia melihat ke arah yang di maksud Lan Xueyu.
Di sana, dia melihat seorang wanita yang tak sadar diri sedang tergeletak di tanah. Wajahnya terlihat pucat, butiran es terbentuk di antara alisnya, dan hawa dingin yang keluar dari tubuhnya.
Melihat wanita ini, Lian Xiuying menebak bahwa hawa dingin ini berasal dari wanita ini.
"Apa yang sedang terjadi?" Dengan mengerutkan kening, kemudian Lian Xiuying melihat Lan Xueyu di sampingnya dengan kekhawatiran dan bertanya dengan sedikit penasaran.
Lan Xueyu masih berpikir bahwa apa yang terjadi pada Li Yaoleng adalah karenanya, jika dia dapat membawanya untuk bertemu dengan Lin Tian lebih cepat, mungkin semua ini tidak akan terjadi.
"Inkarnasi Phoenix. Nirwana."
Lan Xueyu tidak menjawab, dan Lin Tian tiba-tiba berkata di sampingnya dengan pelan.
"Apa itu Nirwana?" Lian Xiuying segera menoleh dan bertanya.
"Menurut legenda, burung Phoenix memiliki kehidupan abadi dan bangkit dari kematian. Nirwana. Dengan kesadaran atau sisa api di tubuhnya, dia dapat di lahirkan kembali. Di dalam tubuhnya, ada jiwa Phoenix Es, dan sekarang sedang mencoba untuk membangkitkan dirinya kembali," Lin Tian memandang Li Yaoleng di depannya, dan berkata kepada Lian Xiuying pelan.
"Maksudmu, Phoenix itu sedang membangkitkan dirinya sendiri dengan mengambil tubuh Li Yaoleng?" Lian Xiuying mengerutkan keningnya dan bertanya lagi.
"Tidak, Phoenix ini tidak mencoba membangkitkan dirinya sendiri, tapi mencoba membangkitkan jiwanya dan menyatukannya dengan jiwa Li Yaoleng," kata Lin Tian menggelangkan kepalanya.
Lan Xueyu yang sedang meratap, dan mendengar kata-kata Lin Tian, matanya segera kembali cerah. Dia memutar kepalanya dan dengan cepat melihat Lin Tian dengan semangat.
"Tuan Muda Lin, dari kata-katamu, berarti apa yang terjadi dengan tubuh Li Yaoleng adalah hal yang baik baginya."
Lin Tian di sana mengangguk pelan, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lan Xueyu.
"Itu memang hal yang baik baginya. Tapi juga hal yang buruk." Lin Tian mengangguk dan berkata dengan pelan.
Setelah Lin Tian berkata, Lian Xiuying dan Lan Xueyu berhenti sejenak, mengerutkan kening dan merenung.
Jika jiwa Phoenix dapat menyatu dengan jiwa Li Yaoleng, bukankah itu hal yang baik? Apa yang bisa menjadi buruk?
"Apa maksudmu?" Setelah merenung sejenak, mereka berdua bertanya bersamaan.
Bukan hanya Lan Xueyu yang bingung dari kata-kata Lin Tian, tetapi Lian Xiuying juga merasa bingung dan berkata pada waktu yang bersamaan.
"Burung Phoenix adalah mahkluk suci, yang memiliki kebanggaannya tersendiri. Dan sebagai makhluk Suci, kekuatan dan jiwa mereka tidak sebanding dengan manusia, bahkan jika manusia itu mahkluk abadi. Jika di bandingkan, itu ibarat lautan dan kolam kecil. Tapi meskipun begitu, Phoenix ini memilih untuk menyatukan jiwanya dengannya daripada melahap jiwanya. Itu adalah keberuntungannya, tapi juga penuh dengan resiko dan ketidakseimbangan. Air kolam yang tawar mencoba menyatu dengan dengan air asin di lautan, apa yang akan terjadi?" Lin Tian melihat mereka berdua dan bertanya setelah menjelaskan.
Mendengar kata-kata dan pertanyaan Lin Tian, mereka segera mengerutkan keningnya dan merenung.
"Dengan banyaknya air di laut, air di kolam tidak mungkin bisa menjadikannya seperti air tawar di kolam. Dengan kekuatan jiwa Phoenix, tidak mungkin jiwa Li Yaoleng dapat menyatukannya. Karena keseimbangan antara keduanya, jiwa Li Yaoleng yang di rugikan, dan akhirnya hanya bisa di lenyapkan." Lian Xiuying berkata setelah terdiam sejenak.
Mendengar pertanyaan Lin Tian, Lian Xiuying adalah wanita pertama yang cerdas dan segera menganilis semuanya dan berkata.
Lin Tian mengangguk dan tersenyum sebagai tanggapan Lian Xiuying.
"Selain itu, ini bukanlah yang pertama kalinya. Kejadian ini, sebelumnya pernah terjadi, kan?" Kemudian Lin Tian melihat ke arah Lan Xueyu dan bertanya.