
Melihat kejutan di mata Zhi Wu, Lin Tian tersenyum.
"Ini adalah Lotus yang membantuku melawan Kesengsaraan Surga sebelumnya."
"Aku tahu itu. Maksudku, bagaimana itu bisa berada di tubuhmu?" Zhi Wu bertanya lagi.
Lin Tian mengangkat bola matanya, sedikit berpikir dan berkata setelah beberapa saat.
"Aku tidak tahu darimana Lotus ini bisa berada di tubuhku. Waktu itu, hanya ada suara dari seorang wanita yang memanggilku, kemudian lotus ini muncul dan membantuku meringankan Kesengsaraan Surga."
"Lalu, bagaimana itu bisa tetap di tubuhmu dan tidak menghilang?"
"Aku tidak yakin, tapi setelah Kesengsaraan Surga selesai, Lotus itu telah berada di indera spiritualku. Aku tidak yakin, tapi itu tidak membahayakan dan menjadi bagian diriku. Jadi, aku tidak terlalu banyak berpikir. Ada apa? Ada yang aneh?" Lin Tian mengangkat kedua tangannya menjelaskan, dan bertanya.
Ekspresi wajah Zhi Wu berputar, dia tampak terkejut, dan tidak yakin.
"Kamu tahu, apa nama Lotus itu?"
"Lotus Bintang Putih. Apa yang aneh?" Lin Tian merasa aneh dengan ekspresi Zhi Wu.
"Tidak! Nama yang sebenarnya adalah Lotus Bintang Abadi. Lotus itu bukan hanya sekedar Lotus biasa. Di Alam Dewa, itu disebut juga sebagai Teratai Bintang Kehancuran! Di zaman kuno, ada kehancuran di Alam Dewa, dan yang menghancurkan adalah seorang wanita dengan Teratai Bintang Abadi. Sejak saat itu, Teratai Bintang Abadi disebut sebagai Bintang Kehancuran! Meskipun sedikit berbeda dari yang aku ingat, Lotus Bintang Putih yang kamu miliki adalah salah satu diantaranya!" Wajah Zhi Wu sedikit serius saat mengatakan hal ini, seolah-olah itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya.
Ketika mendengar penjelasan ini, wajah Lin Tian yang sebelumnya tersenyum juga mengendur. Alisnya terangkat dan wajahnya bermartabat.
"Bintang-bintang, ribuan Alam dewa dan banyak lagi yang ada di Alam Dewa dihancurkan oleh ribuan Lotus Bintang Putih milikmu, meskipun kamu hanya memiliki satu, aku yakin itu bukan sesuatu yang seharusnya kamu miliki." Zhi Wu melanjutkan lagi.
Sampai disini, Lin Tian mulai mengingat kata-kata wanita yang dia dengar di masa lalu.
Dari semua yang dikatakan wanita itu, Lin Tian menangkap satu kata "cepat" dari perkataannya. Sebelumnya, Lin Tian hanya berpikir bahwa itu mungkin hanyalah suara biasa, yang menyuruhnya untuk segera bangun dan segera menyelesaikan Kesengsaraan Surga-nya. Tapi sekarang, tampaknya bukan seperti itu.
Bukan maksud dari perkataan wanita itu yang membuat Lin Tian penasaran, tapi identitasnya.
Menurut perkataan Zhi Wu, Lotus Bintang ini hanya ada di Alam Dewa, dan mengingat suara wanita yang terdengar sangat jauh sebelumnya, apakah dia berasal dari Alam Dewa? Siapa wanita itu? Kenapa dia membantu dirinya sendiri? Apa niatnya memberikan Lotus Bintang Kehancuran ini?
"Lin Tian, aku tidak bisa menebak siapa yang memberikan Lotus itu padamu, tapi aku akan mengingatkan dirimu, sebaiknya kamu jangan menunjukkan Lotus itu pada siapapun!" Melihat Lin Tian yang sedang berpikir, Zhi Wu memberinya peringatan dengan serius.
"Apa yang terjadi jika ada orang yang mengetahuinya?" Lin Tian melihat ke arah Zhi Wu dan bertanya tanpa maksud apapun.
"Kehancuran di Alam Dewa berdampak pada semua alam di bawahnya. Jutaan manusia dan bintang hancur, nama Lotus Bintang Kehancuran telah menjadi mimpi buruk bagi semua orang. Jika ada yang melihat kamu memilikinya, pasti kamu akan menjadi target seluruh dunia." Menjawab ini, suara Zhi Wu terdengar sedikit berat, dan penuh penekanan di antara kata-katanya.
Hanya saja, sepertinya Lin Tian tidak terlalu khawatir.
Dia hanya melambaikan tangannya pelan, melemparkan Lotus Bintang Putih beserta Inti api ke dalam Pagoda Bintang dan berkata: "Semua kejadian itu hanya ada di Alam Dewa, sedangkan kita sedang berada di Alam Bawah. Jadi, tidak ada yang mengetahuinya selain kamu. Kamu terlalu khawatir"
"Kamu benar." Zhi Wu juga mengangguk dan menyetujui perkataan Lin Tian.
"Nah, sekarang waktunya kita keluar dari sini." Bersamaan dengan Lin Tian berkata, dia telah memasuki Pagoda Bintang kembali.
Zhi Wu masih di sana dan terdiam beberapa waktu, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan. Lalu tak berselang lama, dia berubah menjadi kabut asap kembali, dan terbang menembus tanah di atasnya.
Mereka berdua melihat ke arah Zhi Wu dengan marah, dan kemudian turun.
"Boomm"
"Boomm"
Menyadari bahwa Inti Api telah menghilang, mereka dengan gila mulai menghancurkan apa yang ada di sekitarnya. Raungan amarah dan hentakan kakinya membuat bumi bergetar.
"Bang.."
Dari dua binatang itu, sebuah bola api raksasa keluar dari mulut mereka dan dengan gila diarahkan ke segala arah.
"Paman Shi Jian, apa yang terjadi dengan mereka?" Zhang Fei, yang menonton dua binatang itu mulai gila bertanya kepada Shi Jian di sebelahnya.
Shi Jian yang ada di sebelahnya mengerutkan kening saat melihat dua binatang bawaan itu menyerang ke sekelilingnya.
"Nona Muda, ini bahaya! Mari kita pergi dari sini!" Tak berselang lama, dia berteriak kepada Shi Jian.
"Paman Shi, apa yang terjadi?"
"Tidak ada waktu lagi Nona! Semuanya, cepat menjauh!" Shi Jian tidak menjawab, dan berteriak lagi.
"Berdengung…"
Saat Zhang Fei ingin bertanya lagi, sebuah bola api raksasa telah menghampiri mereka. Bola api raksasa yang sebesar rumah, dan panas yang membara meluncur dengan cepat ke arah mereka berada. Suhu api yang sangat tinggi itu juga membuat udara di sekitar bola Api raksasa itu ikut terbakar.
Api yang layaknya matahari kecil itu dapat membuat gunung kecil menghilang dalam sekejap, dan jika dia menghantam kelompok mereka, bisa dipastikan mereka akan hangus sampai tak tersisa.
"Nona Muda Fei, cepat menghindar!"
Shi Jian, yang melihat bahwa Zhang Fei masih terpanah dengan apa yang datang segera berteriak untuk mengingatkannya.
Lalu dengan suara "ledakan", bola api raksasa jatuh, dan mengenai kelompok mereka.
"Boom…"
Bumi bergetar, asap hitam naik ke langit, dan kobaran Api berwarna kuning emas menghilangkan semua pemandangan mereka.
"Bagus!" Zhi Wu, yang melihat kejadian itu dari kejauhan bertepuk tangan, memuji serangan bola Api dari Gagak Emas Berkaki Tiga.
Tentu saja, Gagak Emas Berkaki Tiga itu tidak menyadari bahwa ada kehadiran Zhi Wu disekitarnya, bahkan arah serangannya barusan pun tidak.
Binatang itu masih dengan gila mengeluarkan bola api raksasa dari udara tipis, dan menyerang ke segala arah. Berusaha mencari keberadaan seseorang yang mencuri Inti api miliknya.
"Sialan! Burung gagak kecil sialan, apa kamu ingin membakar Lao Zhi?!" Dari salah satu serangan yang dia tembakan ke segala arah, salah satunya mengarah tepat ke tempat di mana Zhi Wu berada.