
Semua orang yang sebelumnya mencoba untuk menyerang Lin Lin kini telah menjadi mayat tanpa darah di tanah.
Sementara darah dari orang-orang ini, melayang di sekitar Lin Lin sejenak, dan kemudian dengan cepat terbang ke arah pedang merah di tangannya.
Memasuki pedang Lin Lin di tangannya, seperti sebuah lubang hisapan besar, dan dengan cepat, semua darah dari semua orang sebelumnya menghilang dari dunia.
"Iblis, kamu pasti iblis penghisap darah..." Chen Fang yang melihat semuanya, juga berteriak dengan kejutan, dan ketakutan di wajahnya.
Wajah Lin Lin di sana masih tetap sama, masih terlihat polos, dan tanpa emosi. Hanya keluguan sebelumnya yang sekarang telah berganti dengan tatapan dingin menusuk sampai ke tulang.
Bahkan ketika wajah polos dan tanpa emosi Lin Lin melihat ke arah Lin Zhong, dan Chen Fang, secara tak sadar mereka mundur beberapa langkah ke belakang.
Keringat dingin mau tak mau juga mulai muncul di kening, dan ketakutan jelas terlihat di wajah mereka.
"Kamu, kamu, kamu iblis. Kamu pasti adalah iblis, makhluk terkutuk..."
Saat Lin Lin berjalan ke arah mereka, mereka berdua menuding Lin Lin dengan tangan, dan nada suara yang gemetar..
Lin Lin di sana tidak menjawab, dia tersenyum polos di wajahnya yang lugu, dan tetap berjalan langkah demi langkah.
"Kamu adalah orang yang selama ini membuat Saudara Lin menderita. Jadi kamu harus merasakan hal yang sama, dan lebih kejam." Kemudian Lin Lin mengarahkan tangannya ke arah Lin Zhong dan berkata.
Kata-kata Lin Lin masih seperti biasanya, terdengar seperti seorang gadis lemah, dan lugu tanpa bahaya.
Tapi ketika Lin Zhong mendengar kata-kata Lin Lin di telinganya, itu adalah suara iblis kejam yang haus darah, dan tanpa sadar membuat seluruh tubuhnya gemetar.
"Aku..aku tidak...aku tidak melakukannya. Aku.. aku sangat menghargainya...." Dengan suara gemetar, Lin Zhong mencobanya untuk menyangkalnya.
Tapi Lin Lin di sana tidak memperdulikannya, dan terus berjalan ke arahnya.
"Saudara Lin, karena sudah sejauh ini, mari kita selesaikan semuanya sekarang juga!" Chen Fang, yang melihat sepertinya Lin Lin tidak perduli lagi, dia berkata kepada Lin Zhong yang berada di sampingnya.
Sambil berkata, dia telah mengeluarkan sebuah sarung tangan dari tempat penyimpanannya.
Sarung tangan Chen Fang memiliki warna hitam, dengan beberapa sisik hewan reptil di seluruhnya, dan membentuk tiga cakar panjang, dengan kuku-kuku tajam di setiap bagiannya.
Di lihat secara sekilas, sarung tangan Cheng Fang terlihat seperti sebuah Cakar Naga. Dan sarung tangan itu masihlah senjata magis tingkat kelima.
Lin Zhong, yang melihat Chen Fang telah mengeluarkan senjata spiritual juga segera mengeluarkan hal sama. Sama seperti apa yang di keluarkan oleh Chen Fang, dia juga mengeluarkan sebuah sarung.
Tapi bedanya adalah sarung tangan yang di keluarkan oleh Lin Zhong mirip dengan cakar harimau. Dengan lima kuku tajam di setiap ujungnya, dan juga masih senjata magis tingkat kelima.
Melihat apa yang di keluarkan oleh mereka berdua, Lin Lin di sana mendengus, dan menatapnya dengan tatapan menghina.
Melihat hinaan di antara wajah Lin Lin, mereka berdua segera merasa marah.
Senjata spiritual adalah senjata yang sangat langka di kota Longshan. Apalagi senjata magis tingkat kelima, dan masih memiliki karakteristik tersendiri. Seperti senjatanya, yang bisa memperkuat dan menyatu teknik dari tinju Keluarga Lin dan Chen.
Tapi gadis ini menghinanya!
Tanpa banyak kata lagi, sebuah kepala harimau, dan cakar naga segera terwujud di kedua tangan mereka masing-masing.
Teknik yang sekarang di gunakan oleh Lin Zhong dan Chen Fang adalah teknik sama yang di gunakan oleh dua putra mereka untuk melawan Lin Tian sebelumnya.
Namun kali ini sedikit berbeda.
Bukan hanya bayangan yang terbentuk dari teknik mereka, tapi itu adalah sebuah wujud asli Cakar Naga, dan Kepala Harimau yang lengkap.
Dan tentu saja, kekuatannya lebih kuat berkali-kali lipat daripada yang di hadapi oleh Lin Tian sebelumnya.
Menghadapi dua serangan yang datang, Lin Lin di sana hanya mendengus, dan dengan ringan mengangkat tangannya.
Dari pedang kecil di tangan, sebuah cahaya berwarna merah keluar. Dengan panjang lebih dari satu meter, cahaya merah itu terbang, dan dengan cepat terbang ke arah mereka berdua.
Suara mendesign...
Cahaya merah yang terlihat biasa saja, dan tidak memiliki keistimewaan apapun, membentur cakar Naga dan kepala harimau di tangan mereka, dan tidak langsung hancur.
Pedang Qi Lin Lin menabrak teknik mereka, dan menghentikan pergerakan langkah kaki mereka berdua.
"Klik.."
Dengan suara klik', selanjutnya gambar cakar dan harimau di tangannya mulai retak, dan tak lama kemudian meledak.
"Putf.."
"Putf.."
Bersamaan dengan darah merah muncrat dari mulut Lin Zhong dan Chen Fang, mereka terbang ke belakang, dan menabrak beberapa pohon di belakangnya.
"Bang.. bang..."
Sampai ketika mereka menabrak lebih dari sepuluh pohon besar di belakangnya, akhirnya mereka berhenti, dan jatuh di tanah dengan terlentang, serta darah yang tersu keluar dari mulutnya.
Lin Lin menghampiri mereka berdua, berdiri di depan mereka, dan mengarahkan pedagangnya di depan mereka.
Saat pedang Lin Lin mengarah ke arah mereka berdua, darah mulai keluar dari mulutnya, dan mulai terserap oleh pedang Lin Lin.
"Puft.. berhenti...kamu...tidak.."
Saat Lin Lin menyerap darah mereka berdua, mereka masih hidup, dan mencoba berbicara untuk menghentikan tindakan Lin Lin.
Saat mereka berbicara, mulut mereka tidak berhenti mengeluarkan darah, dan akhirnya hanya suara serak tidak jelas yang terdengar.
Ketika Lin Lin melihat penderitaan saat darah di keluarkan dari mulut secara paksa, wajah polos dan lugu nya di masa lalu telah menghilang. Yang ada sekarang hanya senyum polos dengan wajah dingin, dan tatapan mata acuh tak acuh.
Seolah-olah dia telah telah melakukan hal-hal ini lebih dari sekali.
"Berhenti!"
Ketika Lin Lin hanya tinggal sedikit lagi menyerap darah dari mereka berdua, suara tua dan penuh dengan tekanan dalam kata-katanya terdengar dari kegelapan hutan.
Lin Lin mengangkat kepalanya, dan melihat ke kegelapan jauh di depannya.
Melihat ke arah itu sejenak, Lin Lin tiba-tiba sedikit menaikkan keningnya, dan dengan cepat melompat ke belakang.
"Boomm.."
Dari tempat Lin Lin sebelumnya berdiri, tiba-tiba sebuah ledakan terdengar, dan debu-debu berterbangan.
"Hah, Kakek!"
Saat debu di sana mulai menghilang, Lin Lin terkejut, dan segera berkata secara spontan.
Orang yang datang dan menghentikan tindakan Lin Lin bukanlah orang lain, tapi Patriak dari keluarga Lin, Lin Xinghe. Ayah dari Lin Nantian, serta Kakek dari Lin Tian, dan dirinya sendiri.