Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Dua Monster aneh


Kemudian Lin Tian mengalihkan pandangannya dari Lian Xiuying, dan melihat Lin Lin yang masih memandang pedang di tangannya dengan bersemangat.


Karena kegembiraannya yang terlalu berlebihan, dia seperti seekor kucing yang menemukan mainannya.


Melihat antara Lin Lin yang bersemangat, dan pada Pedang Siwang merah darah di tangannya, Lin Tian ragu-ragu.


Mengingat kengerian pedang ini, dia tidak yakin, apakah harus memberikan pedang ini kepadanya atau tidak.


Pedang ini memang sebuah harta karun, tapi untuk Lin Lin, seorang gadis kecil polos, yang tidak tahu apa itu pedang, resikonya sangat besar untuk memberikannya begitu saja.


"Kecil, apa kamu ingin bersamaku?" Ketika Lin Tian ragu-ragu, Lin Lin di sana membuka mulutnya, dan bertanya.


Dari pandangan Lin Lin yang melihat ke arah pedang Siwang dengan senyum lembut, semua orang di dalam ruangan tahu, jika dia sedang mencoba untuk berbicara dengan pedang di tangan Lin Tian.


Lin Lin berbicara dengan pedang? Apakah dia bisa berbicara dengan pedang?


Menemukan apa yang di lakukan oleh Lin Lin, selain Lin Tian, Zhao Yue dan Lian merasa sangat bingung dan penuh keraguan di dalam hatinya.


Bertahun-tahun, selama mereka berdua hidup, mereka hanya berpikir bahwa pedang adalah sebuah pedang. Sebuah besi, dan benda mati.


Bagaimanapun caranya kamu berbicara dengannya, selain hawa dingin yang terlihat dari tepinya, tidak ada yang pernah melihatnya bereaksi.


"Getaran...."


Segera, kebingungan mereka berdua menjadi sebuah kejutan. Dan kejutan mereka menjadi keajaiban.


Di sana, ketika Lin Lin berbicara dengan pedang itu, besi mati di tangan Lin Tian mulai bergetar, seolah-olah pedang itu benar-benar merespon kata-kata Lin Lin.


Melihat ini, mereka berdua sudah terkejut, tapi kejutan mereka berdua menjadi lebih banyak lagi.


Dari tangan Lin Tian yang terbuka, pedang itu tiba-tiba melayang di udara, dan terbang menuju ke arah Lin Lin.


Sesampainya di depan Lin Lin, Lin Lin hanya membuka tangan kanannya, dan secara ajaib, ganggang pedang jatuh tepat di tangan Lin Lin. Saat di pegang di tangan Lin Lin, lagi-lagi pedang itu bergetar. Bukan getaran biasa, jika pedang ini sebuah binatang, dia seperti seekor binatang yang telah menemukan pemiliknya.


Hidup!


Ya, Pedang Siwang yang selama ini mereka anggap malah petaka bagi siapapun, dia telah menjadi hidup di tangan Lin Lin.


Kemudian di sana, setelah pedang itu berhenti bergetar, sambil tersenyum, Lin lin mengangkat tangan kirinya, dan membelai mata pedang dengan lembut.


Dengan belaian lembut dan penuh perhatian dari Lin Lin, keajaiban terjadi lagi.


Pedang Siwang yang sebelumnya terlihat berkarat, dan hanya sedikit bagian warna merah yang masih ada, tiba-tiba karatan di seluruh tubuhnya mulai rontok dan jatuh ke lantai.


Setelah semua karatan di tubuhnya menghilang, pedang dengan tepi sangat tajam, dan berwarna merah seperti darah yang menggumpal, terlihat jelas di antara kedua mata mereka.


Keajaiban yang di lihat oleh Lian Xiuying dan Zhao Yue masih belum selesai. Karena di tangan Lin Lin, pedang yang sebelumnya tidak memiliki sarung pedang, tiba-tiba sebuah kulit entah binatang apa tiba-tiba muncul dari bagian ujung pedang, dan terbentuk dari udara tipis.


Mulai dari ujung pedang, kulit berwarna merah terus naik ke arah ganggang pedang, dan akhirnya sebuah sarung pedang merah menutupi seluruh pedang.


Pedang Siwang yang belum lama ini terlihat kurang terawat, di tangan Lin Lin, sekarang telah menjadi karya pedang paling indah di antara semua pedang.


Tidak ada lagi hawa dingin yang memancar darinya, yang ada hanyalah pedang merah cantik, dan terlihat tenang di mata setiap orang yang melihatnya.


Di mana pedang Siwang yang sebelumnya di takuti oleh semua orang?


"Kecil, kamu istirahat dulu." Di sana, Lin Lin berkata lagi dengan pedang itu.


Tapi meski mereka berdua telah di siapkan, apa yang mereka lihat masih benar-benar mengejutkan.


Awalnya mereka berpikir bahwa pedang ini akan merespon seperti sebelumnya, bergetar dan kemudian memasuki cincin penyimpanan, atau pakaian Lin Lin. Bahkan mereka berdua sempat berpikir jika pedang itu akan bersuara, atau setidaknya mengangguk seperti manusia.


Secara tak terduga, apa yang mereka pikirkan tidak pernah terjadi. Pedang itu tidak bergetar seperti sebelumnya, ataupun seperti pikiran liar mereka. Pedang itu melakukan sesuatu yang benar-benar membuat pikiran mereka merasa kosong.


Pedang itu hanya diam tanpa merespon kata-kata Lin Lin. Pedang itu melayang, dan kemudian dengan pelan terbang menuju ke arah dada Lin Lin.


Lebih tepatnya ke arah jantung Lin Lin.


Tidak ada hal aneh lain lagi yang terjadi, hanya begitu saja, dan masuk ke dalam tubuh, atau menusuk jantung Lin Lin.


Tapi anehnya, Lin Lin tidak merasakan apa-apa, sementara pedang besi tajam segera menghilang di dalam jantung Lin Lin. Tanpa meninggalkan bekas luka sedikitpun di tubuhnya.


Melihat semua kejadian ini, mereka tidak bisa lagi untuk tidak terkejut, dan tidak tercengang.


Pedang yang aneh, seperti mahkluk hidup, dan menghilang di tubuh manusia.


Ini....


Zhao Yue dan Lian Xiuying saling memandang, dan kejutan serta pertanyaan terlihat jelas di kedua mata mereka.


Dua saudara yang aneh!


Saat bersamaan, hanya ada empat kata ini yang tiba-tiba muncul di kepala Lian Xiuying dan Zhao Yue.


Lin Tian adalah orang aneh pertama yang mereka ketahui, tapi ternyata saudaranya juga seseorang yang aneh. Tidak, bukan aneh, lebih tepat di katakan jika mereka adalah dua saudara Monster denga banyak keanehannya.


Berbeda dengan Lian Xiuying dan Zhao Yue yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang dunia ini, dan akan terkejut dengan apa yang terjadi sebelumnya, Lin Tian telah melihat terlalu banyak, dan tidak lagi terlalu terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang.


Awalnya dia hanya sedikit ragu-ragu untuk menyerahkan pedang Siwang itu kepada Lin Lin. Tepat ketika dia melihat reaksi pedang di tangannya, dia melepaskan semua kekhawatirannya, dan hanya melihat apa yang terjadi dengan Lin Lin dengan tenang.


Sebenarnya Lin Tian tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Dia hanya yakin dengan satu hal, Pedang Siwang dan Lin Lin adalah satu.


Lin Lin sendiri, dia tidak pernah peduli dengan setiap pandangan yang terjadi kepada dirinya. Dan ketika pedang Siwang telah menghilang di tubuhnya, Lin Lin segera menoleh ke arah Lin Tian.


"Saudara Lin, terimakasih." Kata Lin Lin sambil tersenyum senang, dan ekspresi bahagia di wajahnya.


Senyum penuh kebahagiaan Lin Lin, ini adalah pertama kalinya Lin Tian melihatnya sejak mereka hidup bersama.


Saat bersamaan melihat senyum penuh kebahagiaan Lin Lin di depannya, secara tak sadar hatinya sedikit berdenyut.


Kemudian cahaya cyan dari tulisan Daoxin di dalam hatinya meledak. Menjadi butiran-butiran cahaya kecil, dan melalui aliran meridian di seluruh tubuhnya, secara terorganisir menuju ke arah hati Lin Tian.


Tiba di hati Lin Tian, butiran-butiran cahaya cyan tidak lagi bergabung untuk membuat sebuah tulisan seperti sebelumnya. Mereka menyebar, dan melapisi seluruh hati Lin Tian. Menjadikan hatinya berwarna cyan terang, seperti ratusan dedaunan sedang membungkus hatinya.


"Bukankah aku pernah bilang, aku tidak akan pernah membiarkan Lin Lin menderita lagi?" Setelah reaksi di dalam tubuhnya selesai, Lin Tian tersenyum, dan berkata kepada Lin Lin dengan lembut.


Mendengar apa yang di katakan oleh Lin Tian, Lin Lin berhenti sejenak.


Kemudian tak lama lagi, dia segera mengangguk dan tersenyum penuh kebahagiaan di bibirnya.


"Dua monster aneh!"


Lian Xiuying, yang masih belum seratus persen terbangun dari keterkejutannya, dan melihat Lin Tian serta Lin Lin di sana kembali duduk, seolah-olah tidak pernah ada yang terjadi, dia tidak bisa untuk tidak bergumam pelan.