
Tabrakan...
Saat Li Yaoleng berlari dengan menundukkan kepalanya, tiba-tiba dia menabrak sesuatu di depannya. Membuat Li Yaoleng yang tidak segera terpental, dan jatuh tersungkur di tanah.
"um......" Li Yaoleng mengerang pelan untuk mencoba menahan kesatakitan di seluruh tubuhnya. Lalu dia mengangkat kepalanya, dan melihat apa yang dia tabrak.
Melalui matanya yang tertutup air mata, samar-samar Li Yaoleng melihat seorang pemuda berdiri di depannya, pemuda ini seumuran dengannya, pemuda itu sedang berdiri di depannya dengan tenang dan melihatnya dengan acuh tak acuh.
Melihat wajah di depannya, Li Yaoleng mengingat wajah acuh tak acuh Lin Tian saat mereka bertemu di Pavilium Suci.
Lin Tian! Bukankah ini yang sedang dia cari?
"Lin Tian, tolong selamatkan saudari Lan Xueyu! Aku mohon." Setelah memastikan bahwa lelaki di depannya adalah Lin Tian, dia segera berkata dengan cepat dan memohon.
Berdiri di sana, melihat tubuh Li Yaoleng yang gemetar, serta air mata yang membasahi pipinya dan sedang tersungkur di depannya memohon, Lin Tian hanya melihatnya dengan tenang dan tidak berkata.
Melihat wanita ini, Lin Tian mengingat wanita yang dia temui di Pavilium Suci sebelumnya. Dia menyebut dirinya Li Yaoleng, wanita dari keluarga Li. Wanita yang di juluki sebagai jenius nomor satu dan kecantikan pertama di kota Longshan.
Kesan pertama Lin Tian terhadap wanita ini adalah dingin, tenang dan acuh tak acuh. Tapi dia sekarang tampak menyedihkan, dengan beberapa anggota tubuhnya yang terluka dan air mata di pipinya, wanita ini sekarang tidak seperti wanita jenius, dan acuh tak acuh dari kota Longshan lagi.
Melihat wajahnya yang cantik sedang tak berdaya dan putus asa, mau tak mau Lin Tian mengingat kejadian saat pertama kali dia bertemu dengan Ling Yueyin. Ya, saat mereka baru bertemu, penampilan Ling Yueyin seperti Li Yaoleng saat ini, tapi bedanya dulu Lin Tian juga sama-sama tidak berdaya.
Belajar dari masa lalu, Lin Tian tidak akan lagi termakan dengan yang namanya kecantikan, oleh karena itu, Lin Tian masih berdiri di sana dengan diam dan memandang kecantikan yang menyedihkan ini dengan tampilan acuh tak acuh.
"Kenapa aku harus menolongmu?" Terdengar suara tanpa kepedulian dari mulut Lin Tian.
Mendengar ketidakpedulian dari kata-kata Lin Tian, tubuh ramping Li Yaoleng bergetar, dan perasaan putus asa mulai muncul di dalam hatinya.
Dunia ini adalah dunia dengan hukum rimbah. Yang kuat memakan yang lemah, dan yang lemah di injak oleh yang kuat. Li Yaoleng mengetahui itu semua, selain itu, Lin Tian sendiri juga bukan teman atau keluarganya, dan dia tidak memiliki alasan untuk menyelematkan dirinya sendiri.
"Aku mohon........ Jika kamu menyelamatkannya, aku..... aku akan..... aku akan memberikan segalanya!" Setelah menggigit bibirnya, dan memikirkannya, Li Yaoleng mengangkat kepalanya dan berkata kepada Lin Tian dengan terbata-bata.
Ledakan.
Udara di sekitar Li Yaoleng mulai membeku, dan dari tubuhnya Li Yaoleng, hawa dingin sedingin es mulai menyebar dan membekukan tanah di bawahnya. Sementara Li Yaoleng sendiri sudah tergeletak di tanah dan tak sadarkan diri. Wajahnya yang putih bersih menjadi lebih putih pucat. Bibirnya membiru, dan di alisnya, tampak butiran es sebening kristal mulai mengembun.
Lin Tian yang berdiri di depannya sudah disiapkan, dan telah melapisi permukaan tubuhnya dengan qi. Saat ini Lin Tian sedang berdiri di sana dengan serius, dan memperhatikan tubuh Li Yaoleng yang tak sadarkan diri dengan pandangan serius.
Melalui indera spiritual, Lin Tian melihat sebuah bayangan burung di dalam Dantian Li Yaoleng. Burung itu memiliki bulu berwarna biru di seluruh tubuhnya. Dari depan, dia memiliki paruh runcing seperti ayam, tapi sedikit melengkung di ujungnya. Di atas kepalanya, dia memiliki sebuah sebuah rambut panjang yang menonjol dan memanjang sampai ke tubuhnya. Sementara di belakangnya, ekornya juga memiliki bulu yang memanjang melebihi tubuhnya. Di bawahnya, dia memiliki tiga jari dengan tiga cakar yang tajam.
Jika di amati secara sekilas, dia lebih mirip sebuah ayam daripada burung. Tapi Lin Tian tahu, ini adalah burung Mitos. Bing Fenghuang. (Phoenix es).
Ya dari dalam Dantian Li Yaoleng, Lin Tian menemukan seekor Burung Phoenix Biru.
Phoenix adalah salah satu mahkluk Suci dan salah satu binatang mystik. Seperti halnya Naga, Burung Phoenix juga adalah hewan kuno dan leluhur dari semua burung di dunia.
Phoenix ini saat ini sedang menutup matanya dengan tenang, dan berdiam diri di dalam Dantian Li Yaoleng. Dan dari tubuhnya, samar-samar Lin Tian melihat adanya sebuah Formasi, Formasi itu membentuk sebuah rantai, mengelilingi seluruh tubuhnya dan mencegahnya untuk bergerak. Tapi saat ini, rantai Formasi yang mengelilinginya telah membeku, dan ada juga retakan yang terlihat, sepertinya tidak akan bertahan lama.
Retak.
Benar saja, rantai yang mengelilinginya segera retak, dan kemudian mulai hancur menjadi berkeping-keping. Ketika rantai Formasi yang mengelilinginya telah hancur, secara perlahan, burung itu mulai membuka matanya dan mengepakkan sayapnya dengan pelan.
"Kicauan.... Kicauan.." Kemudian burung itu melihat Lin Tian yang sedang mengawasinya dan berteriak dengan keras beberapa kali.
Mendengar teriakkan dan pandangan burung itu, wajah Lin Tian segera berubah.
Sebelum Lin Tian sempat bereaksi, semburan hawa dingin yang lebih kuat dari sebelumnya keluar dari tubuh Li Yaoleng. Mengakibatkan tubuhnya yang tidak siap terlempar sejauh lima meter. Dan memperbesar skala tanah yang membeku menjadi lima puluh meter.
Setelah Lin Tian terjatuh, dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Li Yaoleng dengan pandangan bermartabat.
Melihat tanah yang membeku di sekitarnya, Lin Tian mulai berpikir bahwa itu seharusnya hanya dapat di lakukan oleh pembudidaya Yuan Ying. Tapi bagi burung itu, meskipun hanya sebuah bayangan, dan hanya dengan auranya, dia dapat membekukan lingkungan di sekitarnya sejauh lima puluh meter. Tapi bagaimanapun juga itu adalah Phoenix, suatu eksistensi teratas di alam Abadi. Lin Tian juga mengerti, semua ini adalah hal kecil. Dan jika itu adalah Phoenix sungguhan, Lin Tian tidak akan terkejut jika gunung Daqingshan dan bahkan pegunungan naga dapat di bekukan dalam sekejap mata.
Yang lebih membuat Lin Tian penasaran sekarang adalah keadaan tubuhnya sendiri. Ketika kedua kalinya hawa dingin itu tadi menyerang, ledakan energi tersebut membuat lapisan qi yang menutupi seluruh tubuhnya hancur dan Lin Tian tidak sempat untuk bersiap lagi. Tapi meskipun begitu, tubuhnya tidak merasakan hawa dingin apapun, bukan hanya itu, bahkan sepertinya tubuhnya mulai mengingkan kekuatan itu.