Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Ketakutan, dan kepercayaan


Air yang jatuh mengenai tubuh Lin Tian serta Lin Lin yang ada di lengannya.


Dikatakan sebagai hujan, sebenarnya ketika air itu mengenai tubuh mereka berdua, mereka tidak basah sama sekali.


Air itu berwarna putih susu, dan ketika mengenai kulit Lin Tian, seperti sebuah air yang bertemu dengan minyak dan hanya meluncur begitu saja, kemudian jatuh ke tanah. Ketika di tanah, cairan berwarna putih itu juga tidak terserap ke tanah, melainkan mengalir di atas rerumputan menuju ke kolam Lingzhi di sebelah kiri Lin Tian.


Menyatu menjadi satu dengan Lingzhi di kolam.


Lingzhi bukanlah sekedar air biasa, tapi aura antar langit dan bumi paling murni yang mengembun, dan menjadi sebuah cairan.


Untuk air biasa tanpa kandungan aura apapun, tidak akan dapat bisa disatukan dengan Lingzhi. Cairan Lingzhi dan air bisa biasa dapat dipadukan menjadi satu, tapi mereka tidak dapat lagi dianggap sebagai cairan Lingzhi. Karena kandungan aura langit dan bumi didalamnya akan berkurang.


Dan sekarang, cairan putih dari Pohon Roh yang jatuh ke kolam ini menyatu dengan sempurna, tanpa menghilangkan kadar aura di kolam Lingzhi sebelumnya, dan bahkan menjadikan kandungan aura itu semakin murni.


Ini mengisyaratkan satu hal, bahwa air yang dijatuhkan oleh Pohon Roh adalah cairan yang sama, atau bahkan lebih baik daripada cairan Lingzhi di kolam.


Melirik ke arah kolam Lingzhi di sebelah kirinya, dan melihat perubahannya, Lin Tian tidak bisa menahan senyum gembira di dalam hatinya.


Tapi Lin Tian tidak menunjukkan kegembiraan itu di wajahnya.


Dia hanya sedikit menurunkan alisnya, memasang ekspresi tidak berdaya, dan berkata kepada Pohon Roh di depannya yang masih menangis: "Baiklah, berhenti untuk bersedih. Aku tidak akan mengusirmu dari sini."


Saat mendengar kata-kata Lin Tian, Pohon Roh di depan Lin Tian berhenti menjatuhkan air lagi. Semua daun di tubuhnya kembali berdiri, dan kembali ke tampilan segar sebelumnya.


Lalu Pohon Roh itu mengeluarkan suara di antara daun-daunnya, dan berbicara untuk membenarkan kata-kata Lin Tian.


Lin Tian mengangguk pelan dan membuka mulutnya, "Ya, aku tidak akan mengusirmu lagi dari sini. Tapi karena kamu melakukan sebuah kesalahan, kamu harus membayarnya."


"Bergemerisik…" Dengan bersemangat, Pohon Roh itu menggesekkan setiap dau di tubuhnya.


"Bagaimana cara membayarnya? Itu mudah. Kamu hanya perlu tinggal di sini untuk beberapa waktu, lalu menyerap semua aura spiritual dari dunia luar, dan menjadikan ruangan ini penuh aura. Tentu saja kamu bisa menolaknya, tapi aku akan mengembalikanmu ke dunia luar." Sambil berkata, senyum aneh muncul di mulut Lin Tian.


"Gemerisik…. gemerisik…" Tanpa menunggu Lin Tian berkata lagi, Pohon Roh itu dengan cepat menyetujuinya.


Menurutnya itu lebih mudah, daripada harus hidup di dunia luar dengan manusia yang kejam, lebih baik tetap di sini untuk menyerap aura spiritual, dan menjadikan ruangan ini penuh aura.


"Itu yang terbaik." Lin Tian mengangguk setelah mengetahui pilihan Pohon Roh di depannya.


"Lin Lin, sampai kapan kamu akan terus berpura-pura tidur?" Lalu Lin Tian melihat wajah Lin Lin di pelukannya, dan bertanya dengan lemah.


Kepala Lin Lin berada di depan dada Lin Tian, wajahnya menghadap ke atas. Tepat ketika Lin Tian berkata kepadanya, bulu mata di wajahnya sedikit bergerak. Dan baru ketika Lin Tian selesai berkata, bibirnya ditarik ke belakang, dan kemudian senyum muncul di mulutnya.


Sebenarnya Lin Lin telah terbangun ketika Pohon Roh disana menjatuhkan cairan Lingzhii ke arah wajahnya.


Bagaimanapun, itu adalah Lingzhi, meskipun Lin Lin tidak menyerapnya secara langsung, pori pori di setiap tubuhnya telah menyerapnya secara tak sadar. Dan aura spiritual itu secara tak langsung menghilangkan efek herbal dari minuman anggur di tubuhnya.


Hanya saja, Lin Lin tidak segera bangun dan turun dari pelukan Lin Tian.


Tapi karena Lin Tian telah mengetahuinya, dan berbicara, dengan pandangan mata Lin Lin yang berair, dan senyum lembut dengan rona merah malu di wajah mungilnya, Lin Lin harus turun dan meninggalkan kehangatan tubuh Lin Tian.


Berdiri di depan Lin Tian, dan merasakan tatapannya tertuju ke wajahnya, Lin Lin merasakan wajahnya panas.


"Itu…apakah ada yang salah dengan wajah Lin Lin?" Lin Lin merasa bingung, dia menundukkan kepalanya, dan suara pelan seperti suara nyamuk terdengar keluar dari mulutnya.


"Tidak, tidak ada." Lin Tian tersenyum dan menjawab dengan tenang. Tapi di antara senyumannya, sesuatu yang menarik terlihat di wajahnya.


"Lalu, apakah Lin Lin berat?"


Lin Tian terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan ini, lalu dia memberi "um" pelan dari mulutnya dan memiringkan kepalanya.


Apakah pertanyaan ini perlu dilakukan oleh seseorang yang baru bangun dari pingsannya? Bukankah seharusnya dia berkata sesuatu yang lebih penting.


Seperti berapa lama aku pingsan? Atau, apa yang kamu lakukan ketika aku pingsan?


Banyak hal penting yang perlu ditanyakan lebih awal, tapi Lin Lin terlebih bertanya sesuatu yang tujuannya adalah 'apakah aku merepotkanmu?


Lin Tian sungguh tidak mengerti pikiran gadis kecil ini.


"Lin Lin, apa kamu tidak ingin tahu berapa lama kamu tidak sadarkan diri?" Lin Tian memiringkan kepalanya, dan bertanya dengan keraguan di wajahnya.


Di depannya, Lin Lin yang menundukkan kepalanya mengangkat kepalanya secara perlahan, mata besarnya melihat Lin Tian sejenak, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lalu, selama kamu tak sadarkan diri, apakah kamu tidak takut jika aku melakukan sesuatu padamu?" Lin Tian bertanya lagi dengan aneh.


Lin Lin menggelengkan kepalanya lagi, kemudian dia tersenyum lagi, dan menjawab pertanyaan Lin Tian dengan ringan.


"Aku percaya kepada saudara Lin."


Mendengar jawaban ringan Lin Lin, Lin Tian terdiam untuk beberapa waktu.


Melihat wajah gadis dengan senyum lembut tapi penuh keyakinan, dan kepercayaan berlebihan dari mata besarnya, yang ditujukan terhadap dirinya sendiri, secara tak sadar perasaan hangat mengalir di dalam hati Lin Tian.


Ya, ini adalah Lin Lin yang selama ini dia kenal, entah apapun yang terjadi, dia akan selalu berada di sampingnya.


Bahkan jika gadis kecil ini bukan lagi seorang gadis kecil biasa yang lemah, dia tetaplah Lin Lin yang polos, dan selalu berada di belakangnya.


"Saudara Lin, apa Lin Lin mengatakan sesuatu yang salah?" Melihat Lin Tian terdiam setelah mendengar kata-katanya, Lin Lin merasa penasaran dan bertanya dengan ragu.


Lin Tian tersadar kembali setelah mendengar suara Lin Lin.


"Tidak, Lin Lin tidak melakukan kesalahan. Hanya saja.."


"Hanya apa? Apakah itu sesuatu yang sangat buruk?" Dengan cepat, dan sebelum Lin Tian selesai berkata, Lin Lin segera bertanya lagi setelah melihat Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan ekspresi wajahnya yang tak tertahankan.