
Lin Tian tertegun, dan hampir tidak mempercayai apa yang dia lihat.
Pada awalnya, Lin Tian hanya bertanya secara spontan, dan tidak memiliki maksud lain, tapi ular ini benar-benar bersikap seolah-olah dia adalah anjing.
Tapi Lin Tian juga tidak terlalu banyak berpikir dan tiba-tiba memiliki sebuah ide.
Kemudian membawa Xiao Hei di antara pepohonan, dan tersenyum pada ular kecil itu.
"Anjing kecil, aku ingin mengetahui, betapa kuatnya hidungmu."
Mendengar tentang penciuman, Xiao Hei merasa sedih.
Aku bukan benar-benar anjing, aku hanya ingin menyelesaikan masalah secepatnya. Kamu yang anjing. Hidungmu yang seperti anjing.
Xiao Hei ingin mengatakan itu, tapi dia tidak berani, dan hanya bisa tak berdaya menundukkan kepalanya, dan mulai mengendus-endus udara di depannya.
Beberapa waktu mengendus, Xiao Hei berhenti seperti menemukan sesuatu dari penciumannya, dan berkata kepada Lin Tian, "Tuan, disana ada harta."
"Apakah kamu yakin?"
"Ya tuan, anjing kecil ini yakin. Penciuman ular ini ratusan kali lebih baik daripada anjing biasa."
Mendengar ini, Lin Tian hampir tidak bisa menahan tawanya.
Lin Tian benar-benar tidak berharap, ular kecil akan menganggap dirinya sebagai seekor anjing.
Tapi Lin Tian juga tidak peduli jika dia menganggap dirinya anjing atau ular. Yang terpenting dia memiliki kegunaan sebagai ganti dari semua harta yang telah dia makan.
"Tunggu apa lagi. Cepat pimpin jalan."
Ular kecil yang malang, dia benar-benar tidak berdaya, dan hanya bisa menjadi anjing harta Karun.
Tapi dia tidak benar-benar berjalan layaknya seekor anjing, dan terbang dan menuntun Lin Tian di belakangnya.
Cara terbang Xiao Hei ternyata sangat cepat, dan baru saja bergegas, dia telah menghilang dari pandangan Lin Tian.
Tapi Lin Tian tidak terlalu khawatir, dan segera mengikutinya di belakang.
Di depan, ular kecil itu merasa, bahwa Lin Tian tidak secepat cara terbangnya, dan menyeringai. Lalu meningkatkan kecepatannya, dan menghilang dari pandangan Lin Tian.
Di belakangnya, Lin Tian berhenti saat melihatnya menghilang, tapi dia tidak terlalu khawatir, dan menggelengkan kepalanya.
"Apakah anjing kecil ini berpikir bisa lari? Naif?" Lin Tian tersenyum sambil mengikuti kemana arah terbangnya dengan santai.
Jauh dari tempat Lin Tian saat ini, Xiao Hei benar-benar telah tidak terlihat, dan sudah menjauh darinya.
Merasa bahwa Lin Tian tidak dapat mengejar lagi, Xiao Hei berhenti, dan berbalik.
"Hahaha... Lin Tian bodoh! Kamu hanyalah bocah kemarin sore, ingin memainkan kakek ini, kamu masih terlalu dini."
"Ooh, benarkah!"
Suara Lin Tian yang terdengar santai di telinganya ini membuat senyum Xiao Hei mengeras.
Sambil gemetar, Xiao berbalik, dan melihat bahwa Lin Tian telah ada di belakangnya sambil tersenyum.
"Tuan, tuan.... Anjing...anjing kecil tadi hanya main-main...ya. Tadi hanya main-main."
Lin Tian masih tersenyum, dan memberikan pandangan main-main kepada Xiao Hei.
"Aku suka main-main. Kenapa kamu tidak berlari lagi."
"A-aku..."
"Cepat!"
Di bentak oleh Lin Tian, Xiao Hei segera melesat dan terbang menjauh.
"Wuush..."
Kali ini kecepatan Xiao Hei benar-benar cepat, dan hanya seperti angin yang terbang di antara pepohonan.
Sementara Lin Tian, dia hanya tersenyum, dan kembali mengikuti kemana Xiao Hei pergi.
Sampai benar-benar kelelahan, Xiao Hei akhirnya berhenti di sebuah dahan pohon, dan meletakkan tubuh kecilnya untuk bernafas.
"Kelelahan?"
Suara Lin Tian terdengar lagi, dan saat melirik ke sumber suara, Xiao Hei melihat Lin Tian telah ada di sebelahnya lagi.
Lin Tian masih tersenyum, dan mengikutinya.
Kali ini, setelah dirasa aman, Xiao Hei bersembunyi di sebuah lubang yang ada di bawah pohon, dan yakin jika Lin Tian tidak akan menemukannya.
Tapi, Xiao mendengar suara Lin Tian lagi, dan berlari kembali.
Hanya saja, kemanapun Xiao Hei berlari, Lin Tian selalu bisa menemukannya dengan mudah, dan selalu berkata dengan tenang untuk mengejeknya.
Bahkan saat Xiao Hei bersembunyi di lubang semut, Lin Tian dengan mudah mengetuk tanah dengan kakinya, dan menyuruhnya untuk keluar.
Xiao Hei tidak berdaya, dan akhirnya keluar dengan perasaan sedih.
Dengan kepalanya yang tertunduk, Xiao Hei mengelus kaki Lin Tian seperti anjing dan berkata, "Tuan, anjing kecil itu menyerah. Anjing kecil tidak ingin lagi memainkan permainan ini."
"Oh.." kata Lin Tian malas, dan melanjutkan, "Lalu, dimana harta yang kamu bicarakan?"
"Disana tuan, anjing kecil ini akan menunjukkannya."
Kali ini, Xiao Hei tidak basa basi, dan tidak berbohong terbang kearah yang telah dia tentukan.
Hanya saja, Lin Tian di belakangnya tidak segera mengikutinya, dan berhenti.
Seperti memikirkan sesuatu, Lin Tian bertanya, "Apa kamu yakin jika ada sesuatu disana?"
"Ada Tuan. Bukan harta sembarangan, sepertinya itu adalah sebuah istana yang telah ditinggalkan, dan banyak hal-hal baik di dalamnya." Xiao Hei mengangguk, tidak menyembunyikan.
"Apa kau yakin? Jika berbohong, kamu tahu akibatnya.." Lin Tian tidak mempercayainya begitu saja, dan kembali bertanya.
"Tuan, yang kecil ini benar-benar yakin. Meskipun saya bukan anjing, penciumanku sungguh berkali-kali lipat lebih baik daripada anjing. Aku dapat memastikan jika itu disana ada harta Karun." Xiao Hei menjelaskan lagi dengan sedih.
Melihat ular ini tampak tidak berbohong, Lin Tian merasa terkejut, dan mengerutkan keningnya.
"Cepat pimpin jalan."
"Baik tuan." Kata Xiao Hei dan terbang menuju tempat yang di bicarakan.
Tapi kali ini Xiao Hei terbang tidak terlalu cepat, karena takut Lin Tian akan kembali curiga.
"Apa yang kamu lakukan terbang seperti kura-kura. Lebih cepat!" Namun, Lin Tian di belakangnya merasa terlalu lambat, dan mendesaknya.
"Tuan, jika aku terbang terlalu cepat, bisakah tuan mengikutiku."
"Apa kau meremehkanku?"
"Tidak, tidak tuan. Saya akan lebih cepat!" Xiao buru-buru menjawab, dan meningkatkan kecepatannya.
Seperti yang di khawatirkan oleh Xiao Hei, ketika dia terbang sangat cepat, Lin Tian tidak bisa mengikutinya.
Sebenarnya, Lin Tian tidak mengikutinya, dan berhenti.
Tepat ketika Lin Tian merasa Xiao Hei berhenti, Lin Tian menghilang dari tempatnya, dan sudah ada di depan Xiao Hei.
"Teleportasi!"
Xiao terkejut, dan akhirnya mengerti dengan kemunculan Lin Tian yang tiba-tiba.
Jadi selama ini, Lin Tian memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, oleh karena itu, berapa kali pun Xiao Hei berlari sangat cepat, dia akan dengan mudah muncul di sebelahnya.
Xiao Hei merasa semakin sedih, karena ternyata selama ini dia hanya menjadi mainan Lin Tian. Jika tahu dia memiliki kemampuan seperti ini, mungkin Xiao Hei tidak akan berani memiliki pikiran untuk melarikan diri, kan?
Sebenarnya, Lin Tian tidak memiliki pemikiran seperti itu. Dia bisa berpindah tempat dengan mudah, itu karena selama ini mereka tidak pernah meninggalkan Gulungan Surga.
Tapi Lin Tian benar, dia hanya ingin bermain-main dengan Xiao Hei, karena Lin Tian masih memiliki kebencian terhadapnya.
Jadi Lin Tian membawa ke hutan yang ada di belakang pagoda bintang, dan menyuruh Xiao Hei menunjukkan keahliannya.
Sebagai pemilik Gulungan Surga, Lin Tian memiliki kemampuan untuk berpindah tempat sesuka hatinya, jadi dia tidak khawatir Xiao Hei melarikan.
Awalnya Lin Tian hanya ingin bermain-main dengan Xiao Hei, tapi dia tidak menyangka bahwa Xiao Hei sungguh menemukan sebuah harta karun di Gulungan Surga.
Karena ruang di Gulungan Surga berkembang lebih luas, dan hampir menjadi seperti dunia kecil, serta Lin Tian yang tidak memiliki waktu untuk memeriksa, dia tidak tahu jika ada hal lain lagi.
Oleh karena itu, Lin Tian terkejut saat mengetahui ada harta di dalam sini.
Dan seperti yang Xiao Hei katakan, ada sebuah bangunan di depannya sekarang.