Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Rasa malu Lin Lin


"Meskipun Lin Lin juga melatih Seni Bintang Abadi sepertimu, tubuh asal Dunia-nya telah terbuka. Kecepatan, dan keistimewaannya lebih tinggi daripada dirimu." Tidak tahu kapan, Zhi Wu muncul di sampingnya, dan menjawab kebingungannya.


Tubuh asal dunia lagi.


Semuanya sama dengan dirinya, tapi karena Lin Lin telah membangunkan Tubuh Asal Dunia-nya, dia melakukan apapun lebih baik daripada dirinya sendiri.


Tubuh Lin Lin membuat Lin Tian merasa sedikit iri.


Selain merasa iri, dia juga merasa senang, bagaimanapun, gadis kecil ini masih keluarganya.


Mungkin Lin Lin merasakan kehadiran Lin Tian di belakangnya, dan dia memutuskan untuk berhenti berlatih.


Setelah membuka matanya, Lin Lin berdiri dan melihat Lin Tian serta Zhi Wu di belakangnya dengan senyum di mulutnya.


"Keluar?." Melihat Lin Lin yang telah bangun, Lin Tian tersenyum, dan berkata kepadanya.


"Tentu, ayo cepat keluar." Kata Lin Lin bersemangat dan segera berlari ke arah Lin Tian.


Sepertinya keluar dari Pagoda Bintang adalah hal yang lebih menggembirakan daripada terobosannya yang membuat Lin Tian sebelumnya merasa sedih.


Lin Tian sendiri, melihat Lin Lin yang berlari dengan penuh semangat ke arahnya, dan dengan senyum bahagia di wajahnya, Lin Tian hanya bisa tersenyum tak berdaya di dalam hatinya.


Kamu menginginkan hal-hal baik di dunia ini, dan orang yang memiliki apa hal baik itu tidak pernah peduli dengannya. Mereka hanya mementingkan hal baik yang menurutmu tidak pernah terpikirkan sebelumnya.


Hal-hal yang ada dunia ini sungguh aneh, dan membingungkan setiap manusia.


Setelah keluar dari dalam Pagoda Bintang, Lin Tian dan Lin Lin berjalan ke arah Pagoda Bintang bersama-sama.


Oh tidak, sepertinya Lin Lin tidak sedang berjalan bersama dengan Lin Tian, sepertinya sedang menyembunyikan dirinya sendiri, dengan menundukkan kepalanya dan berjalan di belakang Lin Tian.


Lin Tian yang berjalan di depannya, mau tak mau merasa aneh dan berhenti.


"Ada apa, bukankah kamu sungguh ingin keluar? Kenapa setelah keluar, kamu selalu menundukkan kepala?" Lin Tian berbalik, dan bertanya kepada Lin Lin yang sedang menundukkan kepalanya.


Ketika Lin Tian berhenti, otomatis Lin Lin yang sedang menundukkan kepalanya menabrak dada besar Lin Tian.


Sebelum dia sempat bereaksi, dia mendengar suara Lin Tian di depannya.


Sambil menutupi kepalanya dengan kedua tangannya, Lin Lin dengan ragu-ragu mengangkat kepalanya.


"Tuan Muda, apa ada yang salah dengan wajah Lin Lin?" Setelah melihat Lin Tian, Lin Lin tidak menjawab pertanyaan Lin Tian, dan bertanya dengan ragu-ragu.


Lin Tian sedikit mencondongkan tubuhnya, dan melihat wajah Lin Lin dengan hati-hati.


Setelah melihat-lihat beberapa saat, dia tidak menemukan sesuatu yang salah, dan menggelengkan kepalanya.


"Tapi...tapi..kenapa banyak orang yang melihat Lin Lin dengan serius?"


Lin Tian berhenti, dan melihat orang-orang yang berjalan di sekitarnya.


Melihat kebanyakan dari mereka melihat ke arah Lin Lin dengan penuh perhatian, terutama kaum lelaki yang melihatnya secara berlebihan, Lin Tian tidak bisa menahan diri untuk tertawa.


"Tuan Muda buruk, buruk dan ikut menertawakan Lin Lin!" Tidak mendengar alasan Lin Tian, dan hanya mendengar suara tawanya, Lin Lin merasa sedikit tidak senang, dan segera berkata dengan sedikit keras.


Mendengar kata-kata Lin Lin, tawa Lin Tian semakin keras, dan membuat orang-orang yang sedang berjalan di sekitarnya melihat ke arah mereka berdua.


Melihat banyak orang yang melihatnya karena tawa Lin Tian, Lin Lin semakin merasa malu, dan ingin bergegas untuk menutup mulut Lin Tian.


"Hehehehe... tentu saja semua orang sedang melihat Lin Lin. Bagaimana mungkin mereka tidak melihat adanya seorang wanita cantik di sekitarnya." Lin Tian berhenti tertawa, menggerakkan kedua tangannya, membuka tangan yang menutupi wajah Lin Lin, dan berkata sambil tersenyum.


Senyum yang masih dengan sedikit nada tertawa.


Di masa lalu, sebelum dia menjadi Lin Tian sekarang, dan masih tinggal di keluarga Lin. Saat berjalan di kerumunan, Lin Lin yang sebagai pelayan dan manusia biasa, hanyalah gadis muda pelayan biasa. Meskipun dia memiliki tanda-tanda kecantikan di wajahnya, dia tidak terlalu menarik perhatian kerumunan.


Dan sekarang, Lin Lin telah berubah seratus delapan puluh derajat.


Dari manusia biasa menjadi seorang Kultivator, dan memiliki kekuatan yang dapat membuat orang biasa merasa lebih memperhatikannya. Karena latihannya yang telah menyerap aura langit dan bumi, tubuhnya menjadi lebih bersih dan menjadi lebih bersinar dari manusia biasa. Dengan tanda-tanda kecantikan yang sebelumnya tidak terlihat, sekarang telah menjadi lebih jelas.


Dia bukan lagi seorang pelayan, dia sekarang adalah gadis cantik yang akan menarik setiap orang yang melihatnya. Tentu saja, ketika dia berjalan di kerumunan, orang-orang akan selalu memperhatikannya.


Namun Lin Lin, yang selalu di anggap sebagai gadis biasa tidak pernah merasakan ini. Dan saat merasakannya, kepribadian Lin Lin yang polos akan membuatnya segera merasa malu, dan tidak percaya diri.


Saat ini, dengan rasa malunya, Lin Lin masih belum berani membuka matanya, dan membuat Lin Hao merasa geli.


"Bukankah begitu?" Kata Lin Tian sambil mencubit hidung kecil Lin Lin.


"Aduuhhhh...." Cubitan Lin Tian membuat Lin Lin membuka matanya secara tak sadar, dan kesakitan.


"Coba lihat!"


Saat Lin Lin membuka matanya, dia melihat Lin Tian di depannya sedang tersenyum, dan berkata kepada dirinya sendiri.


Sambil mengelus hidung yang barusan di sentuh oleh Lin Tian, Lin Lin dengan malu-malu menggerakkan kepalanya, dan melihat orang-orang di sekitarnya.


Dari orang-orang yang sedang melihat dirinya sendiri, Lin Lin menemukan bahwa orang-orang ini sedang melihatnya dengan pandangan iri, dan kekaguman pada dirinya sendiri. Seperti yang di katakan oleh Lin Tian, mereka semua sedang melihat kecantikan wajahnya, dan sedang merasa iri dengan penampilan wajahnya.


"Benar bukan." Kata Lin Tian lagi.


"Huummm.." Lin Lin mengangguk pelan, dan sedikit tersenyum senang di mulutnya.


Melihat Lin Lin yang tersenyum, dan mengangguk pelan, Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan merasa lucu.


Kekuatan Lin Lin sekarang tidak kalah dengan walikota Longshan. Namun begitu, dia masih tidak menyadarinya, dan masih malu-malu seperti sebelumnya.


Namun sifat inilah yang membuatnya menyukainya, dan membuatnya merasa lebih nyaman di sebelahnya.


Daripada wanita keras kepala Lian Xiuying.


"Ayo pergi!" Memikirkan Lian Xiuying, Lin Tian segera menarik lengan Lin Lin, dan segera bergegas ke Pavilium Suci.


Jarak dari tempat tinggal Lin Tian dengan Pavilium Suci tidak terlalu jauh. Jalan yang di lalui Lin Tian juga bukan jalan yang ramai untuk orang-orang berjalan. Namun sekarang, di sepanjang jalan menuju Pavilium Suci, dia menemukan banyak orang-orang yang sedang berjalan ke arah Pavilium Suci. Entah satu orang, atau berkelompok.


Orang-orang ini bukan semuanya penduduk asli kota Longshan, mereka semua orang luar. Mereka semua tampaknya mendengar tentang pelelangan di Pavilium Suci, dan datang jauh-jauh ke sini untuk acara lelang ini.


Dari salah satu kelompok orang-orang ini, Lin Tian juga menemukan beberapa pemuda berkelompok dengan tulisan Longhunzong di lengannya.


Murid Sekte Longhunzong!


"Apakah orang-orang bodoh itu juga datang?"


Melihat murid-murid Sekte Longhunzong ini, Lin Tian tidak bisa untuk tidak memikirkan Tetua Wang sebelumnya, dan berkata di dalam hatinya