
Jika yang berkata seperti itu adalah Lin Lin, mungkin Lin Tian akan senang, dan membalasnya dengan senyuman.
Tapi jika itu adalah Ling Yanyue, wanita yang kuat dengan berbagai jenis pikirannya, tapi seperti seorang wanita polos, Lin Tian hanya merasa geli.
"Lakukan sesukamu. Aku akan pergi."
Lin Tian tidak ingin terus bersama dengan Ling Yanyue, dan berjalan keluar.
Saat berjalan keluar, Lin Lin yang ada di pintu menghalangi jalannya, dan berkata, "Saudara Lin, sebelum pergi, Lin Lin ingin memberikan sesuatu."
Untuk Lin Lin, Lin Tian masih sedikit sabar, dan tersenyum, "Apa yang ingin Lin Lin berikan?"
"Itu... Bisakah saudara Lin menutup mata."
"Apakah itu sebuah kejutan?"
Wajah Lin Lin terlihat sedikit merah, dan malu-malu mengangguk.
Melihatnya seperti ini, Lin Tian sedikit penasaran, dan menutup matanya dengan antisipasi. Bukan hanya sekedar menutup mata, Lin Tian juga tidak melihat melalui indera spiritualnya.
Jadi, selain indera perasa dan pendengaran, Lin Tian sungguh tidak tahu apa yang akan Lin Lin berikan.
Saat ini, ketika Lin Tian telah menutup matanya, dia mendengar kedua kaki Lin Lin maju selangkah, dan berhenti tepat di depannya. Kemudian, Lin Tian merasa bahwa Lin Lin sedikit berjinjit, dan aroma wanita samar-samar tercium di hidungnya.
Belum sempat menebak apa yang akan terjadi, Lin Tian merasa ada sesuatu yang menyentuh pipinya. Perasaan itu terasa lembut dan sedikit basah.
Lin Tian tertegun, dan ketika dia membuka matanya, Lin Tian melihat wajah Lin Lin di depannya menjadi merah seperti tomat.
"Kamu..." Lin Tian tidak tahu harus berkata apa, karena selama ini, Lin Lin tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu.
Bukan hanya mencium, Lin Lin bahkan tidak berani menyentuh tangannya.
"Hahaha..."
Tepat ketika mendengar tawa Ling Yanyue, Lin Tian akhirnya mengerti, pasti wanita ini yang menyuruh Lin Lin untuk menciumnya.
Benar saja, karena setelah mendengar tawa Ling Yanyue, Lin Lin berlari kearahnya, dan berkata kepada Ling Yanyue, "Apakah Lin Lin melakukannya dengan benar?"
Ling Yanyue mengangguk.
Lalu melihat Lin Tian yang masih bodoh, dan berkata kepada Lin Lin, "Kamu benar. Lihat, dia berdiam diri tampak sangat terkejut."
Lin Lin juga melihat kearah Lin Tian, dan tersenyum saat melihat Lin Tian yang masih berdiri diam disana.
"Tapi, itu baru hal kecil. Jika kamu mau, aki bisa mengajari hal-hal yang lebih baik. Bagaimana?"
Mendengar proposal Ling Yanyue, mata Lin Lin tampak cerah, dan mengangguk, "Ajari Lin Lin."
Ling Yanyue tersenyum, "Jadi seperti ini. Lain kali, jika kamu memiliki waktu, coba kamu berdirinya di depannya, dan membuka pakaianmu. Tentu saja kamu harus perlahan-lahan membukanya. Jika kamu melakukannya, pasti Lin Tian akan semakin menyukaimu."
Berkata seperti ini, Ling Yanyue tidak menurunkan nada suaranya, dan sengaja membuat Lin Tian mendengar.
"Ling Yanyue!" Tentu saja Lin Tian mendengarnya, dan segera menggeram.
Tapi Ling Yanyue masih tersenyum, dan dengan tenang melihat wajah marah Lin Tian berkata, "Iya, ada apa?"
Melihat ketenangan, dan ketidaktahuan Ling Yanyue atas apa yang dia lakukan, Lin Tian berteriak, "Apa yang kamu lakukan! Apa kamu ingin menjadikan Lin Lin sepertimu?"
"Apa yang salah? Lin Lin bilang jika dia ingin menjadi sepertiku. Sebagai seorang saudari yang baik, bukankah aku harus membantunya?"
Mulut Lin Tian berkedut.
Dia benar-benar tidak tahu, apa yang dipikirkan oleh keduanya. Ingin menjadi seperti Ling Yanyue, apakah dia juga harus membawa Lin Lin kedalam jalur sepertinya?
Mengajarinya untuk menjadi wanita yang sama? Centil, dan menggoda?
Merasa bahwa hatinya akan meledak, Lin Tian menarik nafas dalam-dalam, berusaha untuk tetap tenang dan menstabilkan emosinya.
Setelah tenang, Lin Tian tidak berbicara, dan menggerakkan tangannya. Dengan pikirannya, Ling Yanyue yang masih tersenyum di sebelah Lin Lin tiba-tiba terangkat dan terbang ke arah Lin Tian.
Saat terbang di udara, punggung Ling Yanyue berhadapan dengan Lin Tian.
Ling Yanyue yang terbang di udara segera mengerutkan kening, dan mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. Tapi semuanya percuma, karena disini Lin Tian adalah dewa, apapun yang Ling Yanyue inginkan, semuanya akan percuma.
"Aah!" Ling Yanyue berteriak, dan merasakan satu pantatnya terasa sakit dan panas.
"Ini karena kamu bersikap kurang ajar sebelumnya." Lin Tian menampar pantat Ling Yanyue untuk memberikannya hukuman.
"Tampar!"
"Aah! Sakit!"
"Kedua kalinya karena kamu mengajari Lin Lin tidak benar."
"Tampar!"
"Ketiga kalinya sebagai peringatan. Jika kamu masih mengajari Lin Lin tidak benar, aku akan menghancurkan pantatmu."
Setelah menampar pantat Ling Yanyue selama tiga kali, Lin Tian merasa sudah cukup, dan melepaskannya.
Tepat ketika Ling Yanyue merasa bebas bergerak, dia langsung berbalik, dan melihat Lin Tian dengan marah, "Kamu, kamu pria kejam."
Lin Tian hanya memberi "oh" pelan, dan sekali lagi menggerakkan tangannya.
Selanjutnya, suara tamparan terdengar lagi di ruangan.
Tapi kali ini Ling Yanyue tidak berteriak, dan hanya melihat Lin Tian dengan semua ketidakpuasan, dan amarahnya.
"Ada apa? Apa kamu masih ingin di tampar lagi?"
Ling Yanyue tidak menjawab, dia hanya melihat Lin Tian dengan mata merah, dan memegangi kedua pantatnya dengan sedih.
Melihatnya seperti ini, Lin Tian berpikir jika Ling Yanyue telah mengakui semua kesalahannya.
Jadi Lin Tian mengangguk, dan berkata, "Meski kamu lebih kuat dariku, disini aku adalah tuanya. Jika kamu membuat kesalahan, kamu harus menerima hukumannya."
Ling Yanyue masih tidak menjawab, tapi bibirnya terlihat bergetar, dan dengan suara "Wow" keras, Ling Yanyue mulai berteriak sedih dibarengi oleh air mata yang keluar dari matanya.
"Kamu jahat! Kamu adalah pria yang jahat! Woo....aku benci kamu.."
Suara tangisan Ling Yanyue yang sangat keras dan terdengar sangat sedih, membuat Lin Lin merasa kasihan, dan buru-buru mendatanginya untuk menenangkan.
Kemudian melihat kearah Lin Tian yang masih terdiam, Lin Lin berkata, "Saudara Lin, kenapa kamu memukulnya sangat keras dan membuat Saudari Ling Yanyue terlihat sangat kesakitan."
"Aku... aku tidak.."
Lin Tian hanya ingin berkata dia tidak melakukannya dengan sangat keras.
Tapi, ketika Lin Tian akan mengatakannya, dia melihat Ling Yanyue jatuh ke lantai, menendang-nendang udara di depannya dan berteriak semakin keras.
"Saudari Lin, sakit. Ini sangat sakit... wow...dia sangat kejam... Dia memukulku sangat keras...wow..."
Demontrasi ini benar-benar membuat Lin Lin percaya dengan apa yang Ling Yanyue katakan dan rasakan.
Jadi, untuk pertama kalinya Lin Lin melihat kearah Lin Tian dengan penuh kecewa, dan berkata, "Saudara Lin kejam!"
Lin Tian tertegun, dan terpana.
Lin Lin, yang biasanya polos, dan tidak berani mengatakan hal-hal aneh pada dirinya, sekarang tiba-tiba memarahinya? Dan itu semua karena sandiwara Ling Yanyue.
Ya! Lin Tian berpikir itu adalah sandiwara. Karena bagaimanapun juga, Ling Yanyue ini adalah pembudidaya Para Dewa tingkat tengah akhir. Kekuatan fisik, dan apapun itu, ratusan kali lebih kuat daripada Lin Tian.
Sekalipun Lin Tian bisa membuatnya kesakitan disini, itu tidak akan bertahan lama.
Apalagi, Lin Tian juga melihat ada senyum tipis sesaat di wajah menangis Ling Yanyue.
Wanita ini, dia sedang mencari masalah, kan?
Jika tahu akan seperti ini, Lin Tian mungkin tidak akan memukul pantatnya, dan memilih untuk memberikan pelajaran yang lebih buruk.
Tapi semuanya telah terjadi, dan Lin Tian merasa tidak berdaya.
Jadi dia hanya bisa menahannya, dan berbalik keluar.
Akan tetapi, Lin Lin yang melihatnya pergi berkata, "Saudara Lin, bukankah harus ada yang meminta maaf kepada Saudari Ling?"