Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Bukan vegetarian


Dalam keadaan yang terbakar dan seluruh tubuh ularnya menggeliat di tanah, Xiao He berteriak dan menjerit.


"Ahh.... Panas... Tuan, ampuni anjing ini Tuan!!"


Sayangnya, meskipun Xiao He berteriak seperti apapun itu, wajah Lin Tian masih tanpa ekspresi dan menyaksikan penderitaan yang dia alami tanpa perubahan apapun di wajahnya.


Dalam diamnya Lin Tian, tatapan kedua matanya juga tampak tanpa belas kasihan, dan menyaksikan seluruh proses ular yang berguling-guling di tanah dengan tubuh terbakar di depannya.


Butuh waktu cukup lama untuk api di tubuh Xiao He sepenuhnya menghilang, dan menyisakan sejumlah besar bau gosong di udara.


Tapi begitu, Lin Tian tidak melihat ada tanda-tanda luka apapun pada tubuhnya.


Penemuan ini memberikan Lin Tian tebakan lain bahwa ular kecil ini memang bukan ular biasa. Setidaknya dia tidak lebih rendah daripada seekor Naga.


"Ingat! Api barusan hanyalah sepuluh persen dari aslinya, tapi jika kamu berani melakukan hal-hal seperti sebelumnya, aku tidak akan ragu-ragu untuk membakar seluruh tubuhmu menjadi abu!"


Mendengar kata-kata Lin Tian ini, Xiao He segera mengangkat tubuhnya, tapi masih tidak berani untuk melihat wajah Lin Tia, dan mengangguk berulang kali.


"Anjing kecil ini pasti akan mengingatnya! Bawahan berjanji tidak akan lagi mengulangi hal yang sama."


Nada suara Xiao He terdengar serius, dia sepertinya sudah tahu bahwa apa yang Lin Tian katakan bukan omong kosong belaka.


Api barusan, yang hanya 1% dari apa yang ada sudah membuat tubuhnya terbakar, dan sangat menderita.


Jika itu adalah 100% yang di limpahkan ke seluruh tubuhnya, Xiao He yakin bahwa dia akan segera menjadi ular bakar.


Sementara itu, Lin Tian yang melihatnya juga mengangguk dan yakin bahwa ular kecil ini tidak akan lagi berani melakukan hal-hal seperti sebelumnya.


Lin Tian sekali lagi melambaikan tangannya, dan membuat Xiao He sekali lagi menghilang dari hadapannya.


Setelah itu, dia melihat ke arah pintu masuk Pagoda Bintang, dan tatapannya tampak ragu-ragu.


"Ada apa? Jika kamu ingin masuk, pintunya tidak terkunci."


Mengikuti suara Lin Tian itu, pintu Pagoda Bintang terbuka dari luar, dan sosok Lian Xiuying tiba-tiba muncul disana.


Pada saat ini, Lian Xiuying tampak berbeda dan tidak berani melihat ke arah Lin Tian. Tapi karena memang ada sesuatu yang ingin dia katakan, dia masih berjalan ke arah Lin Tian, dan berhenti tepat di depannya.


Tapi begitu, setelah dia berhenti di depan Lin Tian, dia masih menundukkan kepalanya, dan tidak berkata apa-apa.


Ada keraguan saat Lin Tian melihat Lian Xiuying seperti ini, apalagi saat dia menemukan ada rona merah di wajahnya.


Menyaksikan ekspresinya yang malu-malu dan tampak bingung, tiba-tiba Lin Tian memikirkan sesuatu dan terkekeh.


"Ada apa? Apakah kamu memiliki sesuatu untuk dikatakan?"


Lian Xiuying mengangguk ringan, dan bersuara, "Itu...itu adalah...aku...kamu...kita..."


"Hahahaha..." Lin Tian tiba-tiba tertawa, menggerakkan kedua tangannya.


Satu tangan kirinya meluncur ke arah pinggang Lian Xiuying, dan satu lagi jatuh ke arah dagunya, dan secara perlahan mengangkat wajahnya.


Dengan senyum aneh di mulutnya, Lin Tian bertanya, "Jadi, apakah akhirnya aku mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan?"


Di pegang oleh Lin Tian di pinggul dan dagunya, seluruh tubuh Lian Xiuying merasa tegang.


Lalu dengan betapa dekatnya dia dengan Lin Tian, kepalanya tiba-tiba kosong, dan pertanyaan Lin Tian segera menyadarkan dirinya.


Wajah dewasa dan anggun Lian Xiuying memerah seperti kepiting rebus, dan kedua matanya tampak bingung.


Sebelum ini, dia sudah berpikir beberapa kali.


Lian Xiuying tidak merencanakan untuk apa dia menemui Lin Tian sendirian. Dalam hatinya, dia hanya ingin bertemu dan berbicara untuk menembus kesalahannya barusan.


Akan tetapi, setelah dia menemuinya, Lian Xiuying merasa bahwa semua kata di hatinya menghilang seketika.


Di tambah dengan keadaan saat ini, tiba-tiba Lian Xiuying merasa bahwa ini adalah kesalahan.


Di sisi lain, Lin Tian yang melihat Lian Xiuying seperti itu sudah menebaknya di dalam hati.


Hanya saja, ketika daging sudah ada di depan muka, apakah dia akan membiarkannya begitu saja?


Jawaban Lin Tian jelas tidak.


Dia sudah cukup lama tidak bertemu dengannya, dan mengingat masa lalu bahwa wanita ini suka menggoda dirinya sendiri, bukankah saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil apa yang dia tawarkan.


Meskipun pada awalnya Lin Tian tidak terlalu memikirkan hal-hal antara pria dan wanita, dia bukan vegetarian.


Lin Tian tidak akan menolak daging yang di tawarkan di depannya.


Apalagi, Lian Xiuying sendiri yang datang untuk menawarkan dirinya sendiri. Akan sangat tidak sopan jika menolak setelah semuanya, bukan?


Lin Tian tertawa, dan dalam kedipan mata, dia sudah membawa Lian Xiuying pergi ke tempat lain, dimana itu adalah tempat yang sebelumnya di gunakan untuk menghukum Ling Yanyue.


Pada saat ini, Ling Yanyue dan Lin Lin ternyata tidak ada disana, dan satu pria dan wanita bersama dalam sebuah ruangan, musim semi pasti akan segera datang.


Waktu terus berjalan dalam kesendirian dan entah telah berapa waktu telah berjalan, Lin Tian terbangun dengan beban di dadanya.


Melihat ke arahnya, dia menemukan kepala Lian Xiuying yang sedang bertumpu di dadanya dan tertidur dengan senyum di wajahnya.


Mengamati beberapa saat, Lin Tian menemukan bahwa ada sedikit rona aneh yang terpancar dari wajahnya yang tersenyum, itu lebih glamor dan dewasa dari saat dia menemuinya di awal.


Sepertinya, hal-hal yang telah berlalu selama ini telah membuatnya menjadi lebih dewasa dan mempesona.


Ini berbeda dengan Ling Yanyue atau wanita lainnya.


Saat melihat Lian Xiuying yang tanpa busana saat ini, Lin Tian merasa bahwa dia seperti sebuah buah persik yang siap untuk di panen.


Dia seperti di takdirkan untuk di manfaatkan, tapi Lin Tian tidak berpikir seperti itu, dan tersenyum ringan sambil bangun, yang otomatis membangunkan Lian Xiuying.


"Hem..."


Lian Xiuying sedikit mengerang, dan mengangkat kepalanya..


Kemudian menggosok kedua matanya, dan wajah Lin Tian yang sedang menyeringai di tampilkan tepat di depannya.


Melihat wajah seringai itu, tiba-tiba Lian Xiuying merasa bahwa wajahnya seperti terbakar, dan tidak bisa menahan diri untuk memerah.


"Apa yang kamu tertawakan?!" Lian Xiuying bertanya dengan sedikit keras, dan memalingkan wajahnya untuk menghindari rasa malunya.


"Hehehehe." Lin Tian terkekeh saat mengetahui apa yang dia lakukan, dan kemudian menggelengkan kepalanya.


"Kamu cukup pintar, memanfaatkan kesempatan lebih baik daripada Zhao Wuji."


"Apa maksudmu? Apakah kamu ingin berkata bahwa aku adalah bodoh!"


"Tidak, bukan itu." Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan sedikit tersenyum.


"Kamu tahu bahwa berkultivasi seperti biasa akan sangat membosankan, dan buang-buang waktu. Oleh karena itu, kamu lebih memilih mencariku untuk membantumu menerobos Jindan lebih cepat, benar?"


"Kamu..." Lian Xiuying terdiam dan terkejut dengan wajah yang semakin memerah.