
"Bang!"
Mengikuti suara ledakan, ujung tombak Jinkuilong yang terbuat dari tari Naga bertemu dengan kepalan tangan Lin Tian.
Hanya sebuah tangan kosong yang digunakan oleh Lin Tian.
Tapi begitu, Lin Tian tampak tidak pernah bergerak dari tempatnya berdiri, dan bahkan terlihat sangat tenang tanpa sedikitpun terlihat kesulitan.
Wajahnya juga sedikit mencibir, dan mendengus, "Apakah tulang dari ular yang gagal menjadi naga inikah yang di sebut naga?"
"Kamu!" Ada kejutan di wajah Duan Yujin.
Tidak hanya terkejut, tapi dia benar-benar terkejut.
Perlu diketahui, meskipun taring itu bukan dari naga sungguhan, itu adalah seekor ular tingkat roh, yang setara dengan Para Dewa, dan telah hidup lebih dari seribu tahun.
Kekuatannya tidak bisa di remehkan sama sekali. Meskipun ular itu belum bisa menjadi seekor Naga sungguhan, dia adalah Naga banjir, yang sedikit lagi akan menjadi seekor Naga.
Tapi Tian Lin ini, dia tidak pernah memandangnya sama sekali, dan bahkan dapat menghentikan serangannya dengan mudah.
Serangan yang biasanya dapat merobek Jindan biasa menjadi beberapa bagian di hentikan hanya dengan sebuah tinju belaka.
Seberapa kuat dia?
Lin Tian mencibir dan memandang Duan Yujin dengan jijik saat melihat keterkejutan di wajahnya.
Naga banjir? Apa itu bagi orang yang di masa pernah bertarung dengan seekor Naga sungguhan, dan bahkan belum lama ini sempat membunuh satu ekor.
"Benar-benar sampah tak berguna!"
Mengikuti kata-kata Lin Tian, kekuatan di tangan kanannya bertambah, dan dengan ledakan, tanah di kakinya retak diiringi oleh sosok manusia yang terbang.
Seperti anak panah yang di lepaskan dari busurnya, Duan Yujin terlempar ke belakang dengan kecepatan yang sulit di lihat, dan tidak berhenti sampai sebuah bangunan besar di belakangnya meledak.
"Boom!"
Dengan ledakan, bangunan besar yang memiliki tiga lantai dan terbuat dari sebuah batu hitam tampak bergetar, dan tak lama kemudian meledak, dan hancur rata dengan tanah.
"Ini....ini..."
Melihat semuanya, pupil semua orang di sana melebar dengan syok berat di wajahnya.
Perlu diingat lagi, bahwa Duan Yujin telah mengeluarkan tombak Jinkuilong yang dikatakan sebagai senjata tingkat spiritual, dan sedikit lagi menjadi tingkat Bawaan.
Kekuatannya yang bisa membelah lautan tidak bisa di ragukan lagi.
Seandainya itu di jatuhkan ke praktisi Jindan biasa tanpa perlu menggunakan kekuatan penuhnya, dapat di pastikan bahwa Jindan itu akan segera tercabik-cabik layaknya sebuah semangka.
Tapi yang terjadi sekarang?
Bukan hanya itu tidak terjadi, tapi bahkan Tian Lin yang hanya berada di Yuan Qi sebenarnya berhasil membuat orang yang menggunakan tombak Jinkuilong di rugikan, dan menerbangkannya.
Siapa yang tidak akan terkejut?
Tapi yang lebih mengejutkannya lagi adalah, Tian Lin hanya menggunakan tangan kosong!
Saat semua orang melihat ke arahnya, mereka juga melihat jika tangan Tian Lin tampak baik-baik saja, yang bahkan goresan kecil tidak terlihat sama sekali.
Kekuatan fisik yang dapat melawan senjata tingkat spiritual akhir, seberapa kuat itu?
Tidak ada yang bisa memikirkannya, tapi saat melihat Lin Tian disana, secara tak sadar semua orang mulai mundur beberapa langkah ke belakang untuk menjauhi Monster mengerikan itu.
"Boom!"
Suara ledakan terdengar, dan dari bangunan yang sebelumnya hancur, puing-puing berterbangan ke segala arah, dan sosok Duan Yujin kembali terlihat.
Tapi berbeda dengan sebelumnya, keadaannya sekarang benar-benar berantakan dengan rambut yang tidak lagi rapi, dan beberapa armor emas di tubuhnya yang menghilang.
Dengan debu yang menempel di wajah merahnya yang padam, dia terlihat mengerikan dengan amarah dan suara gigi-giginya yang berderit.
"Tian Lin...!" Suara serak terdengar dari mulutnya.
"Demi nama Jendral Duan Yujin di Kekaisaran Zhou, jika aku tidak bisa membunuh anjing sepertimu hari ini, aku tidak akan lagi di panggil Duan Yujin."
"Hanya dengan lemah seperti itu kamu ingin membunuhku? Apakah kamu serius?" Lin Tian mencibir dan wajahnya benar-benar tidak memiliki ekspresi apapun.
"Baik...baik.... Anjingmu benar-benar berhasil membuatku marah! Jangan menyesal jika aku membunuhmu tanpa mayat!" Dengan suara dingin yang hampir menusuk tulang, Duan Yujin menghentakkan tombak Jinkuilong di tangannya.
Memegang dengan kedua tangannya, mengarahkannya ke arah Lin Tian, tiba-tiba momentumnya di seluruh tubuhnya berubah.
Mengikuti momentum, dan getaran di tanah serta, puing-puing di belakangnya berterbangan, dan tiba-tiba raungan Naga terdengar.
Bersamaan dengan raungan naga yang menggetarkan jiwa, sesosok bayangan ular berwarna emas sepanjang sepuluh meter muncul di belakangnya.
Ular raksasa berwarna keemasan dengan dua tanduk kecil di atas kepalanya, tapi kaki di tubuhnya tampak sangat besar dan menyeramkan dengan lidahnya yang keluar, dan bola matanya yang dingin memandang dunia seperti sebuah debu belak..
Ketika semua wujud ular itu di tampilkan di hadapan semua orang, aura seperti sebuah tampak gunung jatuh dari langit, dan menekan makhluk hidup di bawahnya.
"Ini...ini..ini adalah..." Banyak orang mulai gemetar dan ketakutan.
"Jinlong! Apakah itu Jinlong!? Naga emas yang dikatakan memiliki ketahan fisik terkuat di antara para Naga?"
"Dua tanduk dan dua kumis di kepalanya, itu pasti seekor pun Naga! Warna keemasan di setiap sisiknya juga menandakan bahwa itu pasti Jinlong!"
"Naga ini pasti adalah manifestasi dari tombak Jinkuilong!"
"Aku ingat! Sepertinya Jendral Duan Yujin menghancurkan Sekte Tanxian adalah dengan menggunakan Jinlong ini!"
"Melihat ini, tampaknya Jendral Duan Yujin sangat marah!"
....
Di saat semuanya mulai membicarakan kemunculan sosok di belakangnya, kepercayaan diri Duan Yujin kembali lagi, dan dia menunjukkan seringainya kepada Lin Tian.
"Apa kau dengar? Ini adalah Jinlong! Naga emas, salah satu naga terkuat yang memiliki kekuatan fisik terkuat di antara para Naga!"
"Kemanapun dia bergerak, dia dapat membuat bumi bergetar dan pegunungan menghilang!"
"Kamu memang cukup mampu, tapi bisakah kamu melawan seekor naga?"
"Tian Lin, sebaiknya kau harus bangga bisa mati di bawah amarah Jinlong!"
"Ooh..." Hanya kata malas dan acuh tak acuh yang Lin Tian keluarkan dengan semua kesombongannya dan kepercayaan diri Duan Yujin.
Dari awal sampai akhir, Lin Tian sungguh tidak menunjukkan perubahan apapun pada dirinya, dan bahkan mengerutkan kening pun tidak.
Saat melihat ke arah sosok Naga yang dikatakan dapat membuat bumi bergetar dan meratakan pegunungan saat sedang berjalan di sana, tatapan Lin Tian benar-benar acuh tak acuh, dan bahkan sedikit menghina.
"Hanya dengan seekor cacing kecil seperti itu kau ingin membunuhku? Apakah kau yakin bahwa kau tidak sedang bermimpi?"
"Sombong! Kau benar-benar babi dan anjing yang sombong sampai-sampai tidak tahu bahwa ada orang di atas langit! Hari ini, Duan Yujin-ku bersumpah akan menunjukkan apa itu kekuatan di atas kekuatan!" Duan Yujin mulai tidak tahan dengan setiap kata yang di ucapkan oleh Lin Tian, dan bergerak.
"Tarian Jinlong: Ratakan Dunia!"
Mengikuti suara Duan Yujin, Naga di belakangnya bergerak, dan meraung ke arah Lin Tian.
"Groooaarrggg!"
Dengan gerakannya yang meliuk-liuk di udara, gelombang kekuatan besar membuat udara bergetar dan tanah terguncang.
Seperti menyambut kedatangan seorang dewa, seluruh orang yang melihatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak gemetar dan kali yang lemas.
Tapi tidak untuk Lin Tian, serta Ling Yanyue yang sejak awal berdiri di belakangnya.
Wanita itu, saat pertama kali melihat Naga di depannya juga sedikit mengalami kejutan, tapi dia yakin dengan kata-kata Lin Tian jika itu adalah seekor ular kecil, dan tidak lagi memperdulikannya.
Ling Yanyue lebih tertarik untuk melihat sosok pemuda gemuk di depannya, dan kedua matanya tampak bersinar dengan kekaguman saat melihat Lin Tian disana tidak bergerak sedikitpun, dan hanya mendengus.
Lalu mengangkat tinjunya, dan berkata, "Orang di atas langit? Aku akan menunjukkan apa itu kekuatan di atas langit."
"Tinju Dunia: Hancurkan Gunung."