Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Mengerikan


Selain tertawa dengan apa yang Duan Yujin katakan, mereka semua juga melihat Lin Tian di sana seperti melihat orang yang telah mati.


"Kali ini, dia pasti akan bernasib sial!"


"Sudah jelas, karena dia bertemu dengan Jendral Duan Yujin. Kalian pasti tahu, siapa itu Jendral Duan."


"Siapa yang tidak tahu Jendral Duan Yujin? Hanya orang bodoh yang tak mengenal Jendral Duan, yang telah membalikkan hampir seperempat wilayah Yangjiang."


"Yangjiang? Bukankah itu adalah Wilayah Selatan yang berada di bawa Kekaisaran Jinxuan?"


"Itu benar!" Seorang pemuda yang tampak bukan dari Zhuoshan mengangguk.


Wajahnya yang tampan tampak kagum, dan menjawab, "Beberapa waktu lalu, ketika salah satu dari Sekte di wilayah Yangjiang secara sombong membunuh salah seorang dari Keluarga Duan, Jendral Duan Yujin sangat marah dan tidak bisa tinggal diam."


"Apakah saudara tahu apa yang terjadi di sana?" Orang lain merasa penasaran, dan bertanya.


Pembicara mengangguk, dan wajahnya menunjukkan kengerian serta kekaguman sebelum menjawab, "Beruntungnya waktu itu aku ada di sana, dan melihat apa yang terjadi."


"Pada waktu itu, Jendral Duan Yujin membawa seribu pasukannya, yang kesemuanya adalah Yuan Qi akhir dan beberapa Jindan kuat datang ke Sekte. Tanpa banyak alasan, Jendral Duan Yujin langsung mengerahkan seluruh kekuatannya, dan menghancurkan Sekte tersebut."


"Apakah di hancurkan begitu saja? Sebuah Sekte di hancurkan dengan mudah, apakah Sekte itu sangat lemah?"


"Dimana ada sebuah Sekte yang lemah? Itu adalah Sekte Tanxian, yang dimana banyak Jindan dan Yuan Ying di dalamnya."


"Kekuatan Sekte Tanxian sudah terkenal di sana, dan tak ada seorangpun yang berani untuk melawannya. Mereka sangat kuat, dan menakutkan."


"Tapi apa yang terjadi? Sekte mereka hancur dalam semalam, dan bahkan anjing dan kucing tidak tinggal!"


"Sangat kuat! Apakah Jendral Duan Yujin memang sekuat itu?"


"Percaya atau tidak. Itu semua adalah kenyataan, dan aku menyaksikannya sendiri. Dengan kepala mataku sendiri, aku melihat Jendral Duan Yujin membawa tombak emas dengan motif naga dan menghancurkan apapun di depannya!"


"Pada saat itu, jika kamu melihatnya sendiri, kamu akan melihat bahwa Jendral Duan layaknya seorang Dewa Perang yang tertandingi. Sangat kuat!"


"Luar biasa!" Ada seruan kekaguman setelah beberapa orang mendengar cerita itu.


"Itu memang luar biasa! Tapi begitu, babi di sana tampaknya juga tidak lemah. Mengingat jika sebelumnya dia bisa membunuh dua puluh Jindan tanpa harus bergerak, apakah Jendral Duan Yujin bisa melawannya?" Salah seorang tiba-tiba bergumam ragu-ragu.


"Kuat kentut!" Orang-orang yang menjadi pengagum Duan Yujin tersentak dan berteriak.


"Dibandingkan dengan Jendral Duan Yujin yang menghancurkan sebuah Sekte, apakah itu bisa di bandingkan dengan orang yang membunuh dua puluh Jindan?"


"Tidak mungkin! Jawabannya adalah tidak mungkin! Sekuat apapun babi itu, dia pasti akan kalah!"


"Itu benar! Kekuatan Jendral Duan Yujin tidak bisa di bandingkan dengan babi yang bisa bicara di sana. Mereka semua ibarat bumi dan langit!"


"Dengan Jendral Duan Yujin telah bergerak, babi sialan yang telah mempermalukan kecantikan disana pasti tidak akan memiliki nasib yang baik."


"Sudah jelas! Dengan Jendral Duan Yujin yang telah bergerak, babi itu pasti akan segera berlutut dan memohon ampun!"


"Tidak ada ampun! Jika aku jadi Jendral Duan Yujin, aku akan memotong setiap anggota tubuhnya, dan melemparkannya ke kandang anjing!"


"Mengingat apa yang telah babi itu lakukan pada Dewi, otak di kepalanya juga harus di keluarkan, dan di lemparkan ke kandang babi!"


"Membunuhnya dengan keji adalah keadilan atas tindakannya pada kecantikan!"


"Itu benar!"


.....


Semua orang setuju, dan mengangguk diam-diam dengan kebencian terhadap Lin Tian di sana.


"Jendral Duan Yujin yang perkasa, bunuh babi bodoh itu!"


"Potong tubuhnya, lemparkan ke kandang anjing!"


"Keluarkan isi perut dan kepalanya!"


....


Tatapannya terlihat main-main saat melihat Lin Tian, dan dengan dingin berkata, "Sepertinya banyak orang yang menginginkanmu mati."


Di sana, ekpresi dan tubuh Lin Tian tampak tidak terpengaruh oleh apapun yang terjadi di sekitarnya.


Mendengar apa yang Duan Yujin katakan pada dirinya sendiri, Lin Tian dengan wajah tenang dan santai berkata, "Sejak aku hidup, sungguh banyak orang yang menginginkan aku mati. Akan tetapi, aku masih tetap berdiri di sini dengan sehat dan bahkan tanpa kehilangan rambut."


"Sombong!" Wajah Duan Yujin tampak sedikit tidak senang.


"Aku memang sombong, karena aku kuat." Kata Lin Tian acuh tak acuh, dan sedikit menyeringai.


"Hahaha!!" Duan Yujin tertawa saat mendengar kata-kata Lin Tian.


"Hanya dengan Yuan Qi kecil yang kamu miliki, kesombonganmu benar-benar melebihi imajinasi. Bunuh dia!"


Mengikuti kata-kata Duan Yujin, lima puluh prajurit yang sudah bersiap di sekeliling Lin Tian mulai mendengus, dan bergerak.


Lima puluh dari mereka semua adalah Jindan, dan semuanya adalah orang yang kuat, dan bertahun-tahun telah berada di Medan perang.


Kekompakan, dan strategi pertarungan mereka tidak bisa di remehkan sama sekali. Saat mereka semua bergerak, gerakan mereka terlihat teratur, dan tidak tergesa-gesa.


Gerakan mereka mematikan, dan membidik tempat-tempat vital di tubuh Lin Tian.


Lin Tian sendiri, melihat lima orang yang datang lebih awal, dan lima tombak menuju ke tempat-tempat vitalnya tetap tidak bergerak, dan hanya melihatnya melalui sudut matanya.


Tepat ketika jarak mereka kurang dari satu meter, Lin Tian sedikit mendengus, dan kilatan cahaya kuning meledak di sekitarnya.


Api Matahari Pagi keluar, dan meledak di sekelilingnya.


Dengan sedikit tersenyum, nyala api segera menyebar, dan sebelum kelima prajurit menyentuh tubuhnya, bau gosong segera tercium di udara.


Bersamaan dengan bau gosong itu, lima prajurit dengan kekuatan Jindan sebelumnya telah terbakar menjadi abu, dan jatuh ke tanah sebelum tertiup angin dan menghilang dari dunia tanpa tersisa.


"Ini..."


Ada kejutan, dan suara nafas dingin di antara para penonton.


Tapi Lin Tian belum selesai, dan dengan suara mendengung, kobaran api yang lebih besar muncul lagi di sekelilingnya, dan mulai menyebar ke segala arah.


"Hati-hati!" Duan Yujin, yang tersadar lebih awal berteriak, dan melompat ke belakang.


Tapi teriakannya sudah terlambat, karena bawahannya tidak secepat dirinya sendiri, dan kobaran api Lin Tian sudah tiba di tubuh mereka.


"Aaah!!"


Ada teriakan dari penonton, saat melihat nyala api sebelumnya tiba-tiba membuat manusia yang hidup menjadi abu, dan menghilang setelah jatuh ke tanah, dan tertiup angin.


Lima puluh Jindan yang sebelumnya tampak kuat tiba-tiba menghilang dari dunia, tanpa mayat atau bahkan darah yang tersisa.


"Ini....ini...."


Syok berat, nafas dingin, dan ketakutan mulai melanda tempat itu.


Melihat ke arah Lin Tian lagi, yang masih tetap berdiri di tempatnya tanpa emosi, dan membunuh lima puluh Jindan lagi tanpa bergerak, secara tak sadar mata dan mulut semua orang melebar dengan di barengi oleh seluruh tubuhnya yang gemetar.


"Mengerikan!" Satu kata ini tiba-tiba tercetak di kepala semua orang yang menyaksikan.


Tidak ada lagi yang bisa menahan perasaan gemetar, dan ketakutan dalam hatinya.


"Apakah ini caramu untuk membunuhku?"


Suara tanpa emosi yang keluar dari mulut Lin Tian ini tiba-tiba membuat suasana di tempat itu benar-benar menjadi hening, yang bahkan suara jarum jatuh dapat terdengar.