
"Meraung…"
Sebelum Zhi Wu sempat menghindar, Salamander Api di sisi lain juga mengeluarkan bola api raksasa ke arahnya. .
"Sialan! Kalian tampaknya sangat ingin menjadi daging di panggangan!"
"Boom"
Dua bola api tiba di tempat Zhi Wu, suara ledakan keras terdengar, bumi di bawah kaki Zhi Wu bergetar dan terbakar. Asap keruh terbang ke langit, dan tidak tahu dimana asap Zhi Wu yang sebenarnya berada.
Gagak Emas Berkaki Tiga dan Salamander api tidak mengetahui, bahwa mereka telah membakar sebuah asap. Mereka juga tidak tahu, jika asap itu telah menandai mereka.
Mereka berdua masih menyerang secara membabi-buta ke segala arah, dan tidak menyadari jika ada asap putih dari serangan sebelumnya sedang terbang ke arah mereka.
Asap putih biasa tanpa keunikan apapun, yang serupa dengan asap dari kebakaran api yang mereka hasilkan terbang diam-diam, dan sedang menuju ke arah kedua mulut mereka. Kemudian, asap itu masuk begitu saja tanpa perlawanan.
Setelah beberapa waktu asap putih itu memasuki mulut mereka, serangan-serangan mereka yang masih membabi-buta tiba-tiba berhenti.
Tubuh dua monster itu membatu di udara, dan tak lama kemudian, mata mereka melotot. Urat-urat di wajahnya mengeras, lalu aliran darah segar terlihat mengalir keluar dari hidung.
"Bang"
"Bang"
Dua suara benda berat jatuh, dan dua tubuh seperti bukit jatuh ke tanah. Tidak lagi bergerak, dan perlahan-lahan nafas kehidupan keduanya menghilang.
Ketika mereka berdua telah mati, asap putih keluar dari mulut mereka, kemudian berkumpul menjadi satu dan sosok Zhi Wu muncul di hadapan mereka.
"Hahaha… bagaimana? Apakah menyenangkan mengintimidasi sebuah asap?" Zhi Wu melihat antara dua monster yang tidak lagi bernafas, dan tertawa puas.
Lalu dia mengangkat dagunya, dan menambahkan: "Huh, hanya seekor binatang kecil berani membuat Laozhi marah! Jangan salahkan Laozhi jika membunuh kalian."
Zhi Wu berbicara kepada dua mayat monster itu seakan-akan mereka berdua bisa memahaminya.
Mungkin, jika dua monster ini mengetahui bahwa serangan putus asanya akan membuat mereka kehilangan nyawa, mereka tidak akan melakukan hal gila itu. Seandainya mengetahui lebih awal, mereka tidak akan pernah melakukannya.
Namun, semua sudah berlalu, dan nasi telah menjadi bubur.
Binatang tingkat Bawaan, yang setara dengan praktisi Yuan Ying dari manusia, hanya karena melakukan serangan yang tidak pernah di sengaja, mereka kehilangan nyawa.
Betapa memalukannya?
Jika bisa dikatakan, itu hanya karena sifat Zhi Wu yang terlalu sentimental.
Mengenai dua serangan mereka, Zhi Wu yang sebagai asap sebenarnya tidak akan mengalami apapun, akan tetapi, karena sifatnya yang selalu berubah-ubah, dia membunuh mereka berdua.
Bahkan Lin Tian sendiri, yang melihat ulah Zhi Wu dari Pagoda Bintang juga menggelengkan kepalanya merasa tak berdaya.
Kadang narsis, kadang sentimental, apakah asap ini memiliki perilaku anak kecil berumur lima tahun?
"Nah, Lin Tian, karena dua binatang tingkat Bawaan ini telah mati, kamu bisa mengambilnya sekarang. Tapi dengan satu syarat, kamu tahu?" Ketika melihat Lin Tian telah keluar dari Pagoda Bintang dan berdiri di hadapannya, Zhi Wu segera tersenyum dan berkata padanya.
Sungguh malang harus mati tanpa tahu siapa yang membunuhnya!
Selanjutnya Lin Tian tiba-tiba mengingat kembali apa yang dilakukan Zhi Wu untuk membunuh dua binatang itu, dan berbalik untuk bertanya: "Kamu berubah menjadi asap untuk memasuki tubuh mereka dan tidak lama kemudian, mereka mati. Pada saat itu, apa yang kamu lakukan di dalam tubuh mereka?"
Zhi Wu tidak menjawab, dia hanya tersenyum, dan memandang wajah Lin Tian dengan penuh arti.
Ketika melihat ini, Lin Tian tahu apa yang diinginkan asap ini. Jika bukan pujian atas karyanya, apalagi itu?
"Lupakan! Aku tidak peduli!" Lin Tian melambaikan tangannya, tidak lagi tertarik, dan memilih untuk melihat dua binatang bawaan yang penuh dengan harta karun di tubuhnya.
"Kamu yakin tidak ingin mengetahuinya?" Zhi Wu bertanya kembali ketika melihat Lin Tian tidak lagi tertarik.
Di depan sana, Lin Tian hanya mengangguk pelan tanpa berkata, dan masih terus melangkah maju ke arah dua bangkai dua binatang tingkat bawaan.
"Kamu tidak mau memikirkannya lagi? Jika kamu mengetahui asap putih tadi, membunuh praktisi Yuan Ying pasti bukanlah hal yang sulit lagi." Zhi Wu masih membujuk dengan mengatakan manfaatnya.
Ketika mendengar ini, Lin Tian tampaknya sedikit bereaksi. Dia berhenti sejenak, seperti memikirkannya sesaat, tapi kemudian melambaikan tangannya lagi menolak.
"Hah, apa susahnya? Sebenarnya, kamu hanya perlu memujiku sedikit, dan aku pasti akan memberitahumu!"
Lin Tian, yang telah berjalan kembali segera berhenti ketika mendengar kata-kata "memuji" dari Zhi Wu. Dia berhenti cukup lama disana, seolah-olah dia menahan sesuatu yang sangat membebani perasaannya.
"Enyahlah!" Setelah berhenti cukup lama, teriakan muak keluar dari mulut Lin Tian.
"Huh," Zhi Wu mendengus mendengar pengusiran Lin Tian. "Dasar bocah tak tahu diri! Berkali-kali di bantu, dan masih di berikan dua mayat binatang tingkat bawaan, apakah begini caramu berterima kasih? Sangat mengecewakan, jika ada kesulitan lain, jangan meminta bantuanku lagi." Setelah mengeluh, Zhi Wu segera menghilang, dan kembali lagi ke Pagoda Bintang.
"Ini mengerikan!" Setelah beberapa lama, Lin Tian akhirnya bergerak lagi, tapi bergerak untuk mengelus perutnya, dan bergumam dengan penuh ketidakberdayaan di wajahnya.
Memuji seseorang untuk mendapatkan sesuatu? Itu mungkin masih normal. Apalagi jika itu adalah seorang wanita, atau orang kuat. Tapi untuk memuji sebuah asap agar mendapatkan harta Karun, dan masih tidak tahu jenis kelaminnya, Lin Tian tidak tahu, apakah dia masih bisa hidup lagi dengan tenang atau tidak.
"Di masa depan, sebaiknya aku harus menjauhi asap narsis ini, sangat mengerikan untuk terus memujinya."
Lin Tian menggelengkan kepalanya, membuang sesuatu pikiran yang membuat perutnya mual, dan melihat ke arah hewan di depannya.
"Salamander Api adalah binatang tingkat bawaan dengan pertahanan fisik yang kuat. Darah binatang ini sangat cocok digunakan sebagai bahan untuk merendam tubuhku. Dengan darah ini, semua bahan telah siap, dan selanjutnya menerobos ke alam Yuan Qi." Melihat darah dari hidung Salamander Api yang telah mati, Lin Tian tersenyum.
Kemudian dia mengeluarkan sebuah pedang dari dalam ruang penyimpanan, dan membelah leher Salamander Api.
"Hum," Ketika Lin Tian ingin membelah daging tebal Salamander Api dan mengambil darahnya, suara siulan dari angin yang terbelah terdengar di belakangnya.
Suara itu semakin terdengar jelas. Dan ketika semakin dekat, Lin Tian yang terdiam tiba-tiba bergerak ke samping.
"Desir"
Suara angin terdengar di telinga Lin Tian, dan diikuti oleh suara terendam dari daging yang tertusuk, sebuah anak panah terlihat telah tertancap di leher Salamander Api yang tepat berada di depannya.
Berbalik, dan melihat ke belakang, Lin Tian menemukan beberapa orang sedang berjalan ke arahnya. Dari lima orang yang mendatangi dirinya, satu wanita, dan satu pria tua berjalan di barisan paling depan dengan tatapan dingin, serta senyum sinis selangkah demi langkah berjalan ke arahnya.