Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Target


"Kakek, apa yang sebelumnya Kakek bicarakan bersamanya?" Setelah kembali ke ruangan, Li Yaoleng segera mendatangi Li Zhangyan dan bertanya.


Di dalam ruangan, Li Zhangyan masih duduk di tempat dia duduk sebelumnya, dan sedang menuangkan teh ke gelas.


"Tidak ada." Setelah memberikan teh ke arah Li Yaoleng, Li Zhangyan berkata.


Li Yaoleng duduk, mengulurkan tangan gioknya, dan mengambil teh di depannya. Tapi dia tidak segera meminumnya, dan hanya melihat Li Zhangyan di depannya dengan curiga.


Tidak mungkin dua orang hanya akan berdiam diri di dalam ruangan selama satu malam tanpa membicarakan sesuatu.


Melihat kecurigaan di antara wajah cucunya, Li Zhangyan tersenyum, dan kemudian meminum teh di tangannya.


"Jangan bertanya lagi, kami memang tidak berbicara banyak." Setelah meminum tehnya, Li Zhangyan berkata kepada Li Yaoleng sambil tersenyum.


Li Yaoleng mendengus, dan menuangkan teh di gelas kedalam mulutnya, dan meminumnya dalam sekali teguk.


Dia tahu bahwa kakeknya sedang berbohong, dan menyembunyikan pembicaraan di antara keduanya. Dan karena kakeknya tidak mau berbicara, Li Yaoleng juga tidak terus bertanya.


Melihat Li Yaoleng yang cemberut, Li Zhangyan menggelengkan kepalanya.


"Yao Yao, Lin Tian itu, bagaimana menurutmu," tanya Li Zhangyan untuk mengalihkan topik pembicaraan.


Mendengar tentang Lin Tian, wajah penasaran Li Yaoleng segera berganti dengan wajah marah.


"Apa yang aneh, dia hanya pria lemah, dan licik," kata Li Yaoleng dengan kesal.


"Hehe ... apa menurutmu dia lemah?" Li Zhangyan terkekeh pelan, dan bertanya lagi.


"Bukankah sudah jelas? Dia lemah, dan licik. Orang lemah menyerang ketika pihak lain tidak siap. Jika dia tidak lemah dan licik, apa itu?" Li Yaoleng mengangguk cepat ketika mendengar pertanyaan Li Zhangyan, dan kemudian berkata dengan nada menghina, dan marah.


Mendengar kata-kata cucunya tentang Lin Tian, Li Zhangyan menggelengkan kepalanya, dan menghela nafas.


Melihat reaksi kakeknya yang seperti tidak setuju, Li Yaoleng bertanya pelan: "Kakek, apa aku salah?"


Li Zhangyan mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Apa yang salah?" tanya Li Yaoleng lagi dengan wajah lebih bingung.


Bagaimana bisa, pria lemah, dan licik lebih baik padanya? Pria itu hanya menyerangnya ketika dirinya tidak siap. Jika dia telah bersiap lebih awal, yang akan terbang pasti bukan dirinya, tapi pria itu.


Li Zhangyan tersenyum, kemudian melihat Li Yaoleng dengan lembut, mengeluarkan satu jari telunjuk tangannya, dan menunjuk tepat ke arah dirinya sendiri.


"Jangan lupa, aku selalu ada di ruangan ini. Coba pikirkan baik-baik, ketika orang luar akan menyerang keluargaku, apakah aku hanya akan melihatnya."


Mendengar itu, Li Yaoleng berhenti sejenak, dan kemudian melihat kembali ke arah Li Zhangyan dengan terkejut.


"Seperti yang kamu pikirkan, aku sebelumnya berusaha untuk menghentikannya, tapi dia lebih cepat, dan hanya bisa membuat kakek merasa malu." Kata Li Zhangyan kepada Li Yaoleng dengan serius.


"Tidak mungkin!" Li Zhangyan tidak percaya dan langsung menolaknya.


Dia tahu jika Kakeknya sendiri adalah praktisi yang kuat. Bukan hanya kuat, tapi sangat kuat. Kakeknya adalah Alam Jindan. Alam yang dapat mengahncurkan gunung, dan membelah sungai.


Sangat mustahil bagi Alam Jindan untuk tidak bisa menghentikan praktisi Bawaan awal. Celah dua Alam besar ini bagaikan jurang.


Mustahil, pasti dia melakukannya karena keberuntungan.


"Kedengarannya memang mustahil, tapi nyatanya seperti itu. Serangannya sangat cepat, meskipun telah mencoba untuk menghentikannya, aku hanya bisa melihatnya." Kata Li Zhangyan pelan, dan menghela nafas.


Bukan hanya Li Yaoleng, bahkan Li Zhangyan sendiri juga merasa kejadian itu sangat mustahil baginya, tapi nyatanya, itu memang terjadi seperti itu.


Dia tidak bisa membayangkan, bahwa praktisi Alam Bawaan awal dapat memiliki kecepatan serangan di atas praktisi Jindan.


Jika hanya kecepatan berlari, mungkin masih dapat di terima, tapi ini adalah kecepatan serangan. Ini sangat tidak masuk akal, dan mustahil.


Dan yang lebih tidak masuk akal lagi adalah dia selalu menganggap pria ini sebagai pria lemah dan licik.


Mengingat ketika dia selalu memprovokasinya di pintu luar, dan mencoba mengajaknya untuk bertarung lagi, Li Yaoleng merasa sedikit takut di hatinya.


"Kakek, apakah dia sungguh kuat?


"Kuat, dia lebih kuat berkali-kali daripada dirimu." Li Zhangyan mengangguk, dan berkata dengan nada sangat yakin.


Mendengar kata-kata penuh keyakinan kakeknya, Li Yaoleng berhenti, dan mencoba untuk membantahnya.


Tapi dia tidak memiliki alasan apapun, dan hanya bisa diam.


Mengetahui cucunya sedang terpukul, Li Zhangyan tersenyum dengan lembut.


"Bukankah itu hal yang baik untuk memiliki suami yang kuat."


Li Yaoleng di sana tidak bereaksi, dan hanya bisa mengangguk dengan tidak pasti.


"Satu hal lagi, cobalah untuk selalu mengikutinya. Karena aku yakin, dia pasti akan menjadi Naga dan terbang ke langit sembilan suatu hari nanti." Kemudian Li Zhangyan melihat Li Yaoleng dengan cermat, dan berkata dengan serius.


"Baik kakek." Kata Li Yaoleng pelan, dan mengangguk.


Meskipun Li Yaoleng mengangguk, Li Zhangyan tahu, bahwa Li Yaoleng tidak menganggap kata-katanya dengan sepenuh hati.


Li Zhangyan tidak berdaya, dan hanya bisa menunggu waktu. Bagaimanapun, dia telah terikat dengan Lin Tian, dan bagaimanapun keadaannya, cucu satu-satunya pasti akan mengetahuinya cepat atau lambat.


Sementara Kakek dan cucunya sedang mendiskusikan dirinya, Lin Tian sendiri telah tiba di Pavilium Suci.


Saat ini adalah tengah malam, tapi Pavilium Suci masih memiliki pengunjung, dan di antara para pengunjung, Lin Tian melihat beberapa murid dari Sekte Longhunzong.


Melihat para murid Sekte Longhunzong yang semuanya adalah Alam Bawaan, Lin Tian tersenyum di dalam hatinya.


Lin Tian hanya melihat sebentar, dan kemudian menuju ke atas, ke ruangan Lian Xiuying berada.


Tepat ketika dia tiba di lantai dua, secara kebetulan dia bertemu dengan Zhao Yue.


"Lin Lin baru saja kembali." Sebelum Lin Tian berbicara, berdiri di sana, Zhao Yue berkata terlebih dahulu.


"Apa, apa dia kembali sendirian." Lin Tian terkejut sejenak, lalu bertanya dengan cepat.


"Ya, dia baru keluar belum lama ini, mungkin dia masih di jalan." Zhao Yue mengangguk dan menjawab dengan tenang.


"Bodoh, kenapa kalian membiarkan dia pergi sendirian?" Kata Lin Tian sedikit marah.


"Apa maksudmu, dia ingin kembali sendirian, kenapa aku harus menemaninya. Ini bukan penginapan, kenapa aku harus melarangnya kembali. Salahmu sendiri, kenapa kamu kembali sangat lama." Saat Lin Tian menaikkan nada suaranya, Zhao Yue segera terpancing, dan juga berkata dengan suara tinggi.


Lin Tian tidak merespon kata-kata tinggi Zhao Yue, dia hanya melihatnya dalam diam tanpa berbicara, dan kemudian berbalik untuk pergi.


Lin Tian telah menebak sesuatu dalam pikirannya.


Dengan kejadian di pelelangan kemarin, Lin Tian yakin orang-orang dari Sekte Longhunzong telah menetapkan dirinya sebagai target yang ingin di lenyap kan.


Jika itu hanya dirinya sendiri, Lin Tian tidak akan terlalu khawatir, tapi karena dia tidak keluar selama satu hari, sekarang hanya ada Lin Lin orang terdekatnya, dan target termudah bagi Sekte Longhunzong.