Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Ling Yanyue berulah lagi


Mengenai pertanyaan Lin Tian, Ling Yanyue mendengus di hidungnya, dan memberikan pandangan jijiknya.


Tapi dia tidak mengatakan sepatah katapun, dan berjalan ke arah kerumunan, atau lebih tepatnya ke arah kolam lava.


Pada saat ini, penampilan Ling Yanyue benar-benar tidak di sembunyikan, atau dengan kata lain, itu adalah penampilan Ling Yanyue, dan bukan Zhang Liya yang semua orang kenal di kekaisaran Zhuo.


Jadi, dengan kecantikan dan tubuhnya yang berjalan di antara kerumunan, dia seperti sebuah permata yang paling cerah, dan otomatis menarik banyak tatapan mata kepadanya.


Entah itu kelompok Liu Changyan, atau Zhang Fang, mereka semua harus melihatnya sedang berjalan santai di antara kerumunan dengan segala jenis pemikiran di kepalanya.


Tapi, dari sekian banyak orang yang melihat, pemikiran tentang kecantikan wajahnya adalah apa yang paling di perhatikan.


Sedangkan untuk kekuatannya, tidak ada seorangpun yang akan memperdulikannya.


Kecantikan di kerumunan, kecantikan seperti peri berjalan di antara kerumunan, jika dia adalah seorang pria, maka hal pertama yang mereka khawatirkan adalah wajahnya.


Untuk kekuatan, akan lebih baik jika dia lebih lemah, dan parah pria bisa menunjukkan kekuatannya, dan menarik perhatiannya.


Itu juga yang dilakukan oleh semua lelaki sekarang, tak terkecuali Zhang Fang sendiri, yang jelas tidak mengenali bahwa Ling Yanyue adalah Zhang Liya.


Dia mengangkat kepalanya, dan menunjukkan momentumnya, secara tak sadar memberitahukan bahwa yang terkuat di sini adalah dirinya sendiri.


Sayangnya, Ling Yanyue tidak pernah memperhatikannya, dan hanya berhenti setelah tiba di tepi kolam lava.


Kemudian berbalik, melihat segala jenis tatapan mata yang di tujukan pada dirinya sendiri dengan senyum bangga, dan akhirnya jatuh pada Lin Tian di kejauhan.


Pada saat ini, tepat ketika dia melihat Lin Tian yang masih berpenampilan Tian Lin, kilatan cahaya samar terlintas di matanya.


Wajahnya yang indah, dan senyumnya yang menawan, yang bahkan bisa melelehkan gunung es di tampilkan di hadapan semua orang, dan dengan nada suara genit berkata, "Tian Lin-ku yang perkasa, bukankah kamu sudah berjanji akan mengambilkan Buah Taixun untukku?"


Tian Lin-ku? Yang perkasa?


Kata itu keluar dari bibir Ling Yanyue, dan segera ratusan orang melihat ke arah dimana dia berkata.


Tepat ketika semuanya melihat Lin Tian, yang berpenampilan seperti babi, dengan perut buncit dan wajah penuh lemak, tak terkecuali, semua merasa mulut dan matanya berkedut.


Apanya yang perkasa? Itu hanya babi gemuk menjijikkan, yang bahkan tidak lebih baik daripada babi sungguhan!


Apanya yang perkasa, kekuatan Yuan Qi akhir tahap awalnya, itu hanya kentut!


Orang yang tidak lebih baik dibandingkan dengan babi seperti itu sebenarnya mengenal Dewi ini, dan masih di panggil Tian Lin-ku?


Tiba-tiba, ada beberapa suara terengah yang terdengar, dan tak sedikit orang yang muntah.


"Sialan! Apakah Dewiku barusan menganggap bahwa babi itu sebagai pasangannya?!"


"Ini benar-benar pemborosan!"


"Seekor babi dapat bersanding dengan peri, dunia pasti sudah kiamat!"


"Babi Tian Lin itu, dia pasti melakukan sesuatu yang membuat Dewi terpaksa untuk bersamanya! Dia pasti memaksa, atau mungkin mengancam keluarganya!"


"Tidak bisa di biarkan! Hajar babi menjijikkan itu! Dia adalah aib bagi sang Dewi!"


"Benar! Masukkan dia kedalam lava, dan buat dia sebagai persembahan atas penghinaan terhadap Dewi!!"


....


Sekelompok penggemar baru Ling Yanyue tiba-tiba berteriak, dan sudah pasti sasarannya adalah Lin Tian itu sendiri.


Karena dilihat darimanapun, penampilan keduanya bagaikan bumi dan langit. Melihatnya saja, itu sudah membuat beberapa orang berdarah, dan marah kepada langit.


Jika Tian Lin disana masih hidup, dan terus bersanding dengan Dewi ini, itu benar-benar penghinaan atas kecantikan!


Tak butuh waktu lama, sekitar sepuluh orang dengan kekuatan Yuan Qi akhir tahap awal sampai akhir segera mendatangi Lin Tian.


Dari ekspresi kelimanya, jelas itu sangat membenci Lin Tian, karena babi seperti ini bisa-bisanya bersanding dengan Dewi?


Jika babi ini tidak di beri pelajaran yang berarti, maka mereka akan merasa bahwa hidup adalah hal yang memalukan.


"Babi! Sebaiknya kamu menyerahkan diri baik-baik, dan terjun ke kolam lava segera. Jangan biarkan kami melakukan kekerasan!" Salah seorang dari kelimanya segera berkata kepada Lin Tian dengan dingin.


"Tidak peduli dengan kecantikan, kau benar-benar telah menodai permata paling indah di dunia ini!"


"Untuk menebus kesalahanmu, sebaiknya kau menyerahkan nyawamu dan terjun ke kolam lava sebagai tonik agar buah Taixun segera mekar!"


"Karena itu adalah tugas dari seekor babi, dan sangat cocok denganmu!"


...


Pada saat semuanya terjadi, Lin Tian yang sejak awal diam dan melihat apa yang Ling Yanyue katakan tidak bisa menahan beberapa kali kedutan di bibirnya.


Dia benar-benar tidak berharap, bahwa Ling Yanyue akan membuat dirinya menjadi musuh publik segera setelah tiba.


Menoleh ke arahnya, dan melihatnya tersenyum dengan wajah sombong itu, Lin Tian mulai berpikir bahwa saat ada di dalam Gulungan Tiantang, dia harus memberikan pelajaran yang sangat berat kepada gadis ini.


Jika bisa, mungkin membuatnya tidak bisa bergerak selama beberapa hari.


Lin Tian memutuskan itu dalam hatinya, dan kemudian melihat kelima orang di depannya, dan mendengus.


"Apakah kalian bodoh!?"


"Bodoh?" Kelimanya saling memandang, dan kemudian tertawa.


"Hahaha...kami adalah keadilan akan kecantikan!"


"Kami akan menjadi bodoh untuk kecantikan!"


"Jika membunuh seekor babi dapat membuat Dewi senang, kami akan lebih memilih menjadi orang bodoh!"


"Hahaha....!!"


"Bunuh dia!"


"Lemparkan mayatnya kedalam kolam lava!"


Dengan itu, kelima orang dengan Pelatihan Yuan Qi segera bergegas ke arah Lin Tian.


Momentum dari Yuan Qi tidak bisa di remehkan, saat kelimanya bergerak, itu akan membawa suara deru angin, dan bumi bergetar.


Dengan sekejap mata, mereka sudah tiba di depan Lin Tian, dan dengan seringai di wajah mereka, kelima senjata dan kekuatan yang bahkan bisa menghancurkan sebuah bukit jatuh ke arah Lin Tian.


Di depannya, Lin Tian tidak bergerak sama sekali.


Kelima orang ini, meskipun mereka bisa dikatakan sebagai orang kuat, dimata Lin Tian itu tidak lebih dari semut yang tidak bisa lagi di sebut.


Tidak perlu senjata atau momentum yang berlebihan, cukup menggunakan kekuatan dagingnya saja, Lin Tian dapat membunuhnya mereka semua dengan mudah.


Dia mendengus, dan tinjunya keluar.


Dengan suara berdengung, tiba-tiba ada "ledakan", dan kelima orang itu tiba-tiba terbang jauh ke belakang.


Seperti sebuah anak panah yang meluncur, mereka berlima terlempar sekitar beberapa puluh meter, dan jatuh tepat ke arah kolam magma.


"Aaaargghh!!"


"Panas!!"


"Aaaargghh!"


...


Bersamaan dengan jeritan itu, tiba-tiba ada raungan yang terdengar, dan sebuah ular berwarna merah, yang tampak seperti magma muncul dari dalam lava, dan langsung membuka mulutnya.


Dengan diameter tiga meter, ular itu tidak hanya satu, tapi lima, dan satu persatu dari kelima ular itu pada akhirnya mendapatkan makan siangnya dengan gratis tanpa usaha.


"Itu.... Itu..." Zhao Wuji, yang ada di belakangnya Lin Tian, dan menyaksikannya merasa sedikit terkejut.


"Itu adalah ular api tingkat Bawaan, meskipun mereka tidak lebih besar daripada binatang tingkat bawaan pada umumnya, mereka adalah ular yang sangat sulit di bunuh, apalagi dengan keadaannya yang berada di dalam kolam lava." Lin Tian menjelaskan sedikit, dan kemudian menoleh ke arah kelompok Zhang Fang.


"Jadi, apakah ada lagi yang ingin menjadi makan siang ular itu?"