
Sebelum kematiannya, Lin Tian sempat bertarung selama beberapa bulan, bertarung di beberapa tempat dan menghancurkan banyak benua kecil di Alam Abadi.
Pertarungan Lin Tian dengan kekuatan-kekuatan di Alam Abadi memang hebat, dan menghancurkan banyak wilayah. Namun yang jelas, pertarungan itu tidak akan berdampak pada Alam bawah.
Alam Bawah, dan Alam Abadi memiliki batasan ruang dan waktu yang berbeda.
Dao Surga di alam bawah dan alam abadi juga dua hal yang berbeda.
Sekuat apapun seseorang di Alam Abadi, mereka tidak akan bisa menghancurkan ruang dan waktu antara dua alam.
Mungkin dengan kekuatan puncaknya, dia masih memiliki kemampuan untuk membuka ruang dan waktu dari alam bawah, dan menuju ke Alam Abadi.
Tapi kembali lagi, Alam Bawah juga memiliki Dao Surga sendiri. Siapapun dia, jika dia memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan alam bawah, Dao surga akan segera mengusirnya.
Mungkin ada seseorang, atau kekuatan tertentu yang melakukannya, dan menghilangkan semua pengetahuan di dunia alkhemis.
Tentu saja, orang atau sesuatu yang dapat membuat semua pengetahuan alkhemis menghilang dari sejarah, dan dari pikiran semua orang di benua Changlong bukanlah orang-orang yang memiliki kekuatan sama dengan Lin Tian di masa lalu.
Sekuat apapun Lin Tian di masa lalu, paling banyak dia hanya bisa menghilangkan semua eliksir di Alam Bawah. Sesuatu yang dapat membuat hilangnya semua pengetahuan alkhemis memiliki kekuatan, dan tingkatan yang lebih tinggi daripada dirinya sendiri.
Mungkin puluhan kali, dan bukan tidak mungkin ratusan kali.
Jadi intinya adalah, apa yang terjadi dengan Alam Bawah sepuluh ribu tahun yang lalu tidak berkaitan dengannya.
Tapi, ketika Lin Tian mengingat kembali kejadian sebelumnya, serta perkataan Zhi Wu, yang berkata semuanya adalah karena sumpahnya di awal, dan menyebabkan Dao Shi muncul. Kemudian kekuatan lainnya, dan mulai bergesekan di atas Benua Changlong. Lin Tian mulai berpikir bahwa sesuatunya tidak kebetulan.
Zhi Wu berkata, kekacauan sebelumnya bisa terjadi karena satu kemungkinan orang, yaitu Lin Nantian.
Lin Nantian!
Memikirkan tentang kemungkinan ayahnya sampai sini, jantung Lin Tian mulai berdetak kencang.
Seni Bintang Abadi, Lin Lin, Li Yaoleng, Fenghuang, lagi dan lagi, semua yang terjadi pada dirinya, orang ini sepertinya selalu ada.
Memikirkan tentangnya, bukan tidak mungkin apa yang terjadi sepuluh ribu tahun terakhir adalah dia yang melakukannya.
Apakah dia melakukannya karena kematiannya juga di masa lalu atau yang lain. Lin Tian tidak bisa menebak untuk apa dia melakukan semua itu.
Tapi yang pasti, konspirasi terlintas di kepalanya! Sebuah Konspirasi besar, yang jauh-jauh hari telah di persiapkan untuknya.
"Sepuluh ribu tahun lalu, sebuah kejadian yang tenang tapi menghancurkan terjadi di Benua Changlong. Menghilangkan semua pengetahuan alkhemis di seluruh Benua Changlong. Entah yang telah ada di kepala para Alkhemis, ataupun yang ada dalam catatan. Itulah mengapa kita hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang alkhemis sekarang." Di ruangan no 3, Tetua Ming melanjutkan lagi.
"Maksud dari perkataan Tetua Ming sebenarnya adalah di masa lalu mungkin Pil Yipin ini ada, tapi karena kejadian sepuluh ribu tahun lalu, kita yang sekarang tidak pernah tahu jika ada pil semacam ini. Tapi bukan hanya itu.." Setelah Tetua Ming selesai berkata, Patriak Keluarga Li melanjutkan.
"Hah..apa maksud dari Patriak Li.."
"Apakah ada rahasia lain.."
"Sebelumnya Anda berkata dengan panjang lebar, dan sempat menyinggung kejadian beberapa waktu lalu, apa hubungannya dengan keaslian Pil Yipin?"
Menghadapi pertanyaan kerumunan, Patriak Keluarga Li tersenyum penuh arti di mulutnya.
"Seperti yang aku bilang sebelumnya, Pil Yipin ini di buat oleh seseorang baru-baru ini. Dan orang itu membuatnya setelah kejadian yang di sebut Kesengsaraan Alkimia terjadi lagi. Bukankah ini sebuah pertanda?" Kata Patriak Li penuh misteri.
Mendengar apa yang di katakan oleh Patriak Keluarga Li, semua orang yang mendengarnya merasa bingung.
"Hujan datang di gurun pasir." Ketika semuanya sedang bingung, Tetua Ming berkata.
Mendengar suara Tetua Ming, beberapa orang yang bingung tambah menjadi bingung, dan hanya beberapa orang yang tiba-tiba menyadari sesuatu.
"Hujan datang di gurun pasir. Bisa di artikan sebagai, Berkah yang datang ke dalam kesengsaraan. Kejadian sepuluh ribu tahun lalu bisa di sebut sebagai kesengsaraan, dan kejadian baru-baru ini adalah sebuah berkah yang datang setelah kesengsaraan," kata Patriak Li sebelum berhenti.
Kemudian dia melirik ke arah tempat Lin Tian berada sejenak, dan kembali lagi melihat ke arah kerumunan sambil tersenyum.
"Dan berkah itu adalah Pil Yipin, atau bisa di katakan adalah orang yang membuatnya. Orang itu adalah berkah, dia membawa semua pengetahuan tentang alkhemis yang telah hilang sepuluh ribu tahun lalu."
Akhirnya, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Patriak Keluarga Li kali ini, semua orang mengerti apa yang di maksud Patriak Keluarga Li.
Jika kejadian sepuluh ribu tahun lalu adalah sebuah bencana, maka kejadian baru-baru ini adalah sebuah pertanda berkah. Berkah untuk semua pengetahuan tentang alkhemis yang telah lama hilang.
Semua alkhemis berpikir seperti itu, terutama Tetua Ming dari Aula Pengobatan.
Dia sangat bersemangat, dan matanya bersinar cerah. Dia sangat tidak sabar untuk segera menemui orang ini, dan bertanya banyak hal padanya.
Bukan hanya para alkhemis yang sedang bersemangat, bahkan para praktisi lainnya juga sangat bersemangat.
Karena orang misterius itu adalah berkah yang di bawah oleh surga, bukan tidak mungkin dia hanya mengetahui tentang alkhemis, mungkin dia juga mengetahui tentang hal lainnya. Entah Formasi, Kilang, atau bahkan Jimat.
Dengan kemampuannya itu, bagaimana jika mereka dapat menemukannya, dan menjadi Murid orang itu. Jika berhasil berguru padanya, masa depannya pasti akan sangat cerah.
Bagaimana mungkin semua orang melewatkan kesempatan besar ini?
Bahkan Lian Xiuying, yang mengetahui siapa orang yang di maksudkan, dia juga merasa sangat bersemangat, dan matanya bersinar dengan cahaya cerah.
Sementara Lin Tian sendiri, pelaku utamanya, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Patriak Keluarga Li, dan melihat ekspresi bersemangat di setiap orang, dia merasa sedikit kuwalahan.
Sebuah berkah Surga? Apakah mantan Raja Abadi, yang hidup kembali, dan datang ke dunia ini hanya untuk menjadi berkah Surga bagi mereka?
Tidak mungkin!
Sangat memalukan bagi Seorang Raja Abadi menjadi berkah bagi sebuah benua, dan masih harus menempatkan dirinya untuk melayani semuanya.
Memikirkannya saja, jika semua orang tahu bahwa orang itu adalah dirinya, dan kemudian semua orang datang, mengerumuninya seperti gula di kerumunan semut, dan masih menanyakan banyak hal, Lin Tian merasa merinding di tubuhnya.
Memalukan! Daripada harus memberikan petunjuk kepada seluruh orang ini, Lin Tian lebih memilih untuk membunuh mereka semua.
Saat Lin Tian sedang memikirkanya, bulu kudu di tubuhnya benar-benar berdiri, dan dari sebelahnya, dia merasakan sebuah tatapan panas yang dengan bersemangat sedang tertuju kepadanya.
Menoleh ke arah tatapan itu, Lin Tian melihat Lian Xiuying di sana, sekarang dia sedang menatapnya dengan mata berapi-api seperti akan memakannya, dan tersenyum manis di mulutnya.
Merinding....
Jika biasanya, Lin Tian tidak akan merasakan banyak hal ketika melihat senyum Lian Xiuying, tapi sekarang, entah kenapa, dia merasa merinding di sekujur tubuhnya.
"Lin Tian, apa kamu membutuhkan banyak batu spiritual, aku memiliki banyak, jika kamu ingin, kamu bisa menggunakannya dengan bebas." Sambil tersenyum, Lian Xiuying berkata kepada Lin Tian.
"Bukan hanya Yingying yang memiliki, aku juga membawa banyak batu spiritual di tubuhku."
Bukan hanya Lian Xiuying, bahkan Zhao Yue, wanita fulgar inipun juga sama!