Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Kamu sakit?


Meski bayangan Lotus yang mengelilingi Zhang Liya tidak secerah miliknya, Lin Tian yakin itu adalah Lotus Bintang Abadi.


Titik-titik yang saling berhubungan dan membentuk sebuah bunga putih itu, Lin Tian tahu itu adalah Lotus Bintang Abadi.


Tapi, Lotus Bintang Abadi yang mengelilingi Zhang Liya itu sedikit redup dan hanya memiliki tiga kelopak bunga.


Lotus Bintang Abadi yang dikatakan Zhi Wu sebagai bintang bencana, dan hanya ada di alam Dewa, bagaimana bisa Zhang Liya memilikinya?


Wanita yang dimasa lalu menghancurkan banyak wilayah di Alam Dewa dengan Lotus Bintang Abadi, apakah ada hubungannya dengan Zhang Liya.


Pikirkan lagi, jika Zhang Liya ini memiliki hubungan dengan Ling Huiyin, apakah Ling Huiyin juga memiliki Lotus Bintang Abadi. Apakah dua orang ini melatih teknik yang sama? Sama-sama menggunakan Lotus Bintang Abadi sebagai latihan.


Lin Tian tidak bisa menebak jika Ling Huiyin juga melatih Lotus Bintang Abadi, tapi untuk Zhang Liya, Lin Tian mengetahuinya. Karena saat ini, dia memang sedang berlatih.


Bayangan Lotus Bintang Abadi di sekelilingnya, yang hanya memiliki tiga kelopak bunga kini tampak bergetar. Lalu menjadi lebih cerah dan lebih cerah. Setelah itu memudar dan hanya menyisahkan satu tempat yang paling cerah, yang ada di antara tiga kelopak bunga lainnya.


Kemudian memudar lagi dan hanya menyisakan titik-titik kecil.


Namun, dari setiap titik-titik yang saling terhubung, satu kelopak bunga tambahan muncul menjadi empat kelopak Lotus Bintang Abadi.


Bersamaan dengan satu tambahan kelopak bunga yang tumbuh, Lin Tian merasakan ada tekanan lebih kuat dari tubuh Zhang Liya yang tiba-tiba muncul.


Dia menerobos Alam.


Jiwa Para Dewa-nya menjadi lebih kuat, dan dominan.


Melihat semua ini, Lin Tian mengerutkan kening dan berpikir dengan serius.


Sejak awal mendapatkan Lotus Bintang Abadi, Lin Tian tidak terlalu memikirkannya, dan hanya berpikir itu mungkin suatu kebetulan.


Tapi sekarang, mengetahui bahwa itu ada hubungannya dengan Ling Huiyin, dan bisa digunakan sebagai teknik kultivasi, Lin Tian mulai mempertanyakan semuanya.


Siapa yang memberikan dirinya Lotus Bintang Abadi sembilan kelopak?


Suara panggilan wanita terbata-bata yang Lin Tian dengar saat menghadapi Dao Shi, siapa dia? Apakah dia Ling Huiyin?


Apa hubungannya dengan Zhang Liya?


Bersamaan dengan Lin Tian yang sedang berpikir, Lotus Bintang Abadi di sekeliling Zhang Liya menghilang, dan tak lama kemudian matanya terbuka dengan udara yang meledak di depannya.


Lalu menoleh dan melihat ke arah Lin Tian.


Merasakan tatapan Zhang Liya, wajah Lin Tian berubah dan tiba-tiba merasa ruang di sekitarnya di tekan dengan kuat. Sebelum sempat bereaksi, tubuh Lin Tian dengan sendirinya terbang ke arah Zhang Liya.


Memanfaatkan kesempatan kesadaran spiritualnya yang sedikit longgar, pikiran Lin Tian dengan cepat bereaksi, dan mengeluarkan Pedang Pembunuh Dewa dan Iblis.


"Hum!"


Bersamaan dengan suara Zhang Liya, gerakan Lin Tian berhenti tepat di depan Zhang Liya.


Zhang Liya tidak bisa terus menarik tubuh Lin Tian, karena dalam jarak kurang dari beberapa sentimeter, ada sebuah ujung pedang tajam mengarah tepat ke lehernya.


Pedang Pembunuh Dewa dan Iblis bukanlah pedang biasa. Meskipun kini terlihat tumpul dan berkarat, itu adalah senjata artefak.


Jadi pada saat ini, dengan memegang pedang di tangan, Lin Tian dapat lagi dengan bebas menggerakkan anggota tubuhnya. Tentu saja Lin Tian juga bisa menusuk leher giok Zhang Liya.


Tapi Lin Tian tidak melakukannya.


Zhang Liya sendiri juga mengetahui kengerian pedang ini, dan oleh karena itu dia berhenti.


Mempertahankan posisi seperti ini beberapa waktu, Lin Tian menemukan bahwa alis Zhang Liya berkerut, dan wajah putihnya terlihat sedikit merah.


"Kamu--"


Lin Tian ingin membuka mulutnya, tapi sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya, Zhang Liya menggerakkan tangannya lagi, dan melempar tubuhnya menjauh.


Lin Tian telah waspada sebelumnya, tepat ketika merasakan ada energi yang meledak dari depannya, Lin Tian dengan cepat mengayunkan pedangnya. Membubarkan energi yang mendorongnya, dan tidak membuat tubuhnya lebih jauh terlempar. Dan setelah menyeimbangkan tubuhnya, Lin Tian bergerak ke depan


Meskipun Zhang Liya adalah pembudidayaan Para Dewa, Lin Tian tidak takut. Karena kamu ingin bertarung, ayo bertarung!


Tapi ketika Lin Tian tiba di depan Zhang Liya, dan ayunan pedangnya sebentar lagi tiba di leher Zhang Liya, Lin Tian sedikit menaikkan alisnya, dan mengalihkan jalur pedangnya.


Tepi Pedang pembunuh Dewa dan Iblis itu melewati atas kepala Zhang Liya, diikuti oleh suara nyaring, Qi Pedang meluncur dan memotong dinding di belakang Zhang Liya.


"Kamu ingin mati?" Lin Tian berteriak dan memarahi Zhang Liya yang masih tidak bergerak di depannya.


Jika bukan karena dia wanita dan tidak memiliki niat jahat pada dirinya, Lin Tian pasti tidak akan mengubah lintasan pedangnya, dan memotong kepalanya.


Tapi, setelah membawa dirinya kemari dan tadi juga berusaha untuk menyerangnya, dia hanya berdiam diri tak bergerak di sana, tidak melawan ataupun menghindari serangannya.


Bukan karena Lin Tian tidak ingin menebasnya, tapi menebas wanita yang tidak melawan, itu adalah hal yang memalukan baginya. Bahkan jika saat ini Zhang Liya jauh lebih kuat daripada dirinya.


Memang sebuah prestasi dapat mengalahkan pembudidaya Para Dewa di tingkat Yuan Qi nya saat ini. Tapi itu semua memalukan bagi kebanggaan Raja Abadinya di masa lalu.


Oleh karena itu Lin Tian mengubah lintasan arah pedangnya, dan memarahinya.


Jika apa yang dilakukan Lin Tian saat ini dilakukan pada praktisi Para Dewa lainnya, teriakannya barusan akan membuatnya terbunuh. Tapi tidak untuk Zhang Liya.


Karena dari awal sampai akhir, dia masih tetap berada di tempatnya dan tidak bergerak sedikitpun.


Selain itu, Lin Tian melihat jika mata Zhang Liya tampak merah menahan amarah atau perasaan tertekan di hatinya. Itu bisa diketahui Lin Tian ketika melihat Zhang Liya dengan kuat menggigit giginya, dan meremas jari-jarinya.


"Kamu sakit?" Lin Tian bertanya seperti itu saat melihat wajah dan leher Zhang Liya merah.


Tapi Zhang Liya masih tetap diam, dan hanya menatap Lin Tian dengan mata merah berair nya.


Siapapun yang melihat Zhang Liya yang cantik tapi terlihat kesakitan dan merah saat ini, mereka pasti akan merasa kasihan, dan segera memeluknya. Tapi tidak untuk Lin Tian.


Bagaimanapun juga, wanita ini adalah wanita yang kuat, dan tidak perlu membutuhkan bantuannya. Apalagi dia juga telah membuat dirinya seperti daging di telenan.


Alih-alih bertanya tentang kondisi Zhang Liya, Lin Tian memanfaatkan kesempatan ini untuk berlari keluar, dan menjauhi wanita merepotkan ini.


Zhang Liya juga tidak menghentikan Lin Tian, tapi saat Lin Tian menghilang dari pandangannya, dia menggerakkan tangan dan bibirnya, "Kembali..."


Panggilan Zhang Liya tampak pelan dan tidak bertenaga, tapi itu sampai ke telinga Lin Tian, dan membuat seluruh gunung bergetar.