Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Dua pemuda


"Lin Lin, sekarang tutup matamu dan jangan melawan." Lin Tian memandang Lin Lin dengan lembut dan berkata.


Lin Lin memandang Lin Tian dan mendengar tentang menutup mata, dia merasa bingung untuk menutup mata saat ini.


Meskipun bingung dan ingin bertanya, Lin Lin masih menutup matanya dan mengikuti kata-kata Lin Tian.


Saat menutup matanya, Lin Lin merasakan tubuhnya seperti terlempar dengan sangat cepat dan kemudian berhenti.


Kejadiannya sangat cepat, Lin Lin hanya merasa tubuhnya terlempar secepat kedipan mata dan kemudian berhenti. Lin Lin terkejut dan penasaran. Dia ingin membuka matanya, tapi dia harus menunggu arahan Lin Tian selanjutnya dan hanya bisa menahan penasaran di dalam hatinya.


"Bukalah matamu."


Bersamaan Lin Lin sedang penasaran, suara Lin Tian terdengar.


Ketika Lin Lin membuka matanya, yang dia lihat di depannya bukanlah ruangan dalam kamarnya lagi, tapi telah datang sebuah ruang terbuka. Lebar ruangan 20 meter persegi, di batasi oleh pembatas berwarna abu-abu di sekitarnya dan ada Pagoda hitam yang berdiri di tengah ruangan.


"Ini adalah..." Lin Lin sangat terkejut oleh pemandangan di depannya, dia merasa seperti sedang berada di dunia lain dan tidak bisa berkata-kata.


"Ini adalah rahasia Tuan Muda. Lin Lin adalah orang pertama yang mengetahuinya, jadi Lin Lin harus merahasiakannya." Lin Tian berdiri di depan Lin Lin, dan berkata dengan nada serius.


Lin Lin tidak berbicara, dia hanya mengangguk berulang kali seperti ayam mematuk nasi.


"Bagus, ikut denganku." Lin Tian mengangguk pelan, berkata dan berjalan menuju Pagoda Bintang.


Lin Lin mengangguk pelan dan mengikuti di belakang Lin Tian.


Melihat Lin Tian berjalan di depannya dan berkata bahwa dirinya adalah orang pertama yang melihat rahasianya, ini menunjukkan bahwa Lin Lin memiliki arti di dalam hati Lin Tian dan membuatnya sangat tersentuh di dalam hatinya.


Melihat Lin Tian berjalan di depannya, Lin Lin merasa sangat bahagia di dalam hatinya dan menatap Lin Tian dengan mata penuh dengan pemujaan.


Lin Lin di bawah ke dalam Pagoda.


Mereka berdua masuk Pagoda Bintang dan berhenti di batu yang berada di tengah ruangan.


"Duduklah di atas batu ini." Setelah berhenti, Lin Tian melihat Lin Lin dan berkata.


Mendengar kata-kata Lin Tian dan melihat batu hitam di tengah ruangan, Lin Lin tidak banyak bertanya, mengangguk dan langsung duduk.


Tidak tahu kapan, sebuah mangkuk berisi sup hijau lengket muncul di tangan Lin Tian.


"Minum." Lin Tian berkata dan mengarahkan sup ke depan Lin Lin.


Sup di mangkuk adalah obat yang sama saat Lin Tian konsumsi sehari kemarin untuk menghilangkan racun di meridianya.


Bertahun-tahun mereka telah berbagi makanan, Lin Lin juga tidak jarang memakan bubur racun dari dapur keluarga Lin, jadi dia juga tidak luput dengan racun yang mengendap di antara meridianya.


Kemarin Lin Tian juga telah menyisahkan sedikit untuk di gunakan Lin Lin di masa depan. Dia sebenarnya menunggu waktu ketika Lin Lin bersedia untuk berlatih, tapi sekarang Lin Lin meminta untuk menjadi seorang pejuang, otomatis racun yang menumpuk di meridianya selama bertahun-tahun dan menyumbat aliran aura bumi dan langit di meridianya harus di hilangkan.


Bahkan jika racun di dalam meridianya tidak membahayakan tubuhnya untuk saat ini, jika kamu ingin berlatih di jalur kultivasi, semua meridian di dalam tubuh harus bersih dan bebas dari kotoran.


Saat ini adalah waktu yang cocok untuk membersihkan meridian Lin Lin.


Melihat sup lengket di mangkuk, berwarna hijau tua dan bau aneh yang keluar darinya, Lin Lin sedikit mengangkat alisnya dan merasa sedikit mual.


Bahkan jika pernah berbagi makanan dengan Lin Tian di masa lalu dan tidak merasa jijik, tapi mereka masih berupa makanan. Sedangkan untuk sup di depannya, itu tidak tampak seperti makanan, teksturnya tampak aneh dan ada juga bau menyengat yang keluar darinya.


Apakah ini benar-benar bisa di makan?


"Tuan Muda, apa ini sungguh bisa di makan?" Dengan keraguan di hatinya, mau tak mau Lin Lin bertanya.


"Jika memang tidak bisa di makan, apakah menurutmu itu racun?" Lin Tian tidak menjawab, tapi bertanya kembali.


Lin Lin tidak menjawab di mulutnya, tapi menganggukkan kepalanya.


Melihat anggukan kepala Lin Lin, Lin Tian merasa geli.


"Lin Lin, jika kamu tidak mau meminumnya, aku akan memukuli pantatmu dan dengan paksa menyuruhmu untuk meminumnya. Kamu benar, sup di mangkuk itu adalah racun. Setelah kamu selesai meminumnya, tubuhmu akan tertidur seperti terakhir kali dan akhirnya kamu hanya akan menjadi daging di telenan, yang hanya bisa aku mainkan." Mau tak mau Lin Tian berkata kepada Lin Lin, berkata panjang lebar, dan tersenyum seperti seorang penjahat.


"Tidak." Lin Lin segera berteriak ketakutan, tapi kemudian ingat kejadian terakhir kali dan segera melanjutkan: " Tuan Muda bau, Tuan Muda menggertak Lin Lin lagi." Lin Lin cemberut, melihat Lin Tian dengan pandangan marah dan berkata dengan nada sedikit keras.


Tampilan Lin Lin yang cemberut seperti seorang gadis kecil yang sedang marah, dan sedang bercanda kepada orang tuanya.


Melihat reaksi berlebihan Lin Lin, Lin Tian tersenyum lebar di mulutnya, hatinya terasa hangat dan tiba-tiba merasa seperti memiliki saudara perempuan.


Di masa lalu, Lin Tian hidup hanya sebatang kara. Tidak memiliki kerabat ataupun keluarga.


Ketika Lin Tian bisa mengingat sesuatu, dia hanya bisa mengingat, dia telah hidup di hutan dengan seekor serigala liar di sekitarnya dan di besarkan oleh binatang-binatang liar di hutan. Tepat ketika Lin Tian berumur 10 tahun, dia di temukan oleh seorang lelaki tua, membawanya ke dunia luar dan melihat dunia sesungguhnya.


Pria tua itu adalah manusia pertama yang di lihatnya, menjadi kerabat satu-satunya dan membuatnya merasakan kasih sayang sebuah keluarga.


Tapi takdir berkata lain, kebahagiaan keluarga sederhana di hancurkan oleh seorang manusia yang menyebut dirinya Kultivator.


Sebagai manusia biasa, Lin Tian hanya bisa mengutuk dan menyimpan amarah di dalam hatinya. Pada saat itu juga, untuk pertama kalinya Lin Tian bertemu dengan Ling Yueyin yang bernasib sama.


Dengan tujuan menjadi kuat dan dapat membalaskan dendamnya, dua bocah berjalan selangkah demi selangkah dan akhirnya menjadi eksistensi puncak di alam abadi. Tapi Lin Tian juga tidak menduga, wanita yang tumbuh bersama akan menusuk punggungnya dan menceritakan rahasianya kepada orang lain.


Pikiran Lin Tian melayang ke masa lalu dan ada sedikit kesedihan di hatinya, tapi dengan cepat menghilang.


Melihat Lin Lin di depannya, Lin Tian berharap dia tidak akan menjadi Ling Yueyin yang kedua dan hanya akan selalu menjadi keluarganya.


"Tuan Muda, apakah kamu baik-baik saja?" Melihat Lin Tian hanya melihatnya tersenyum tidak berbicara dan pandangannya tampak kosong, Lin Lin bertanya dengan sedikit khawatir.


"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit mengingat masa lalu. Sebaiknya kamu minum sup itu segera." Setelah sadar kembali, Lin Tian berkata kepada Lin Lin dan tersenyum lembut di mulutnya.


Melihat sup di tangannya, Lin Lin ragu-ragu dan tidak segera meminumnya.


"Minumlah, itu adalah hal yang baik untukmu." Melihat Lin Lin ragu-ragu, Lin Tian berkata lagi.