Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Menangis


Melihat lagi ke arah Lin Lin yang sedang tertidur di meja makan, Lin Tian menggelengkan kepalanya. Lin Tian melangkahkan kakinya, mengulurkan tangannya dan menempatkan Lin Lin di pelukannya, lalu kemudian dia menghilang dari tempatnya.


Memasuki gulungan Tiantang, dan berdiri di depan Pagoda Bintang, Lin Tian berhenti, melihat jauh ke arah belakang Pagoda Bintang, dia memiringkan kepalanya dengan pandangan bingung.


Hutan? Sejak kapan gulungan Tiantang memiliki hutan di dalamnya?


Dengan ruangan yang terus berkembang, apakah mungkin akan ada hutan dan pegunungan yang muncul selanjutnya.


Lalu Lin Tian mengalihkan pandangannya ke arah kolam Lingzhi di sebelah kirinya, kejutan terlintas lagi di matanya.


Di sana, dia juga melihat ada sebuah Pohon besar hijau dengan daun yang lebat, dan membentuk sebuah kanopi besar di atasnya.


Darimana Pohon Pohon ini berasal?


Berbeda dengan pepohonan dari hutan sebelumnya, dari tempat Pohon besar ini berada, Lin Tian merasakan adanya energi spiritual langit dan bumi sedang berkumpul di sana.


Sebelum ada Pohon ini, di sana memang telah ada energi spiritual, energi spiritual itu berasal dari kolam Lingzhi kecil di sana, dan di gunakan untuk menumbuhkan beberapa eliksir yang telah Lin Tian kumpulkan.


Energi spiritual di dalam kolam itu tidak terlalu banyak, dan suatu saat akan habis. Jadi Lin Tian tidak bisa menyerap energi spiritual di sana. Tapi sekarang, energi spiritual yang ada di Pohon besar itu lebih banyak dan berkumpul dalam jumlah besar.


Dari mana asal semua energi spiritual ini?


Lin Tian penasaran, dia melangkahkan kakinya, berdiri di bawah Pohon besar itu, dia mengangkat kepalanya.


Batang Pohon ini tidak memiliki warna kecoklatan pada pohon umumnya, dari bawah ke atas, semua batang terlihat berwarna hijau tua bening seperti sebuah giok, dan sedikit warna hijau samar bersinar dari kulitnya. Seperti sebuah batu Giok hijau yang dipoles dengan cermat, yang memancarkan keindahan dan kecantikan.


Sementara di setiap tangkainya yang sama, dia memiliki bentuk lebih kecil dan bercabang ke segala arah, serta daun berwarna hijau bening yang membungkus tiap-tiap tangkai, pemandangan batu giok hijau adalah yang tampak lebih terlihat daripada sebuah Pohon.


Bergetar…


Dalam kebingungan Lin Tian, dan di saat dia mengangkat kepalanya, Pohon di depannya bergetar.


Saat pohon itu bergetar, daun-daun di tubuhnya bersentuhan, tapi tidak ada suara berisik dari daun-daun yang bertabrakan seperti pada pohon umumnya. Semuanya terdiam, dan tidak ada suara apapun yang terdengar.


Namun, Lin Tian yang berada di bawahnya mendengar gesekan dari daun-daun yang saling bergesekan itu, dan itu bukan suara membosankan pada umumnya. Itu adalah sebuah suara dengan beberapa nada indah, seperti nyanyian peri, dan membentuk sebuah kata-kata.


Kata-kata yang Lin Tian dengar adalah kata-kata kuno yang tidak pernah dia dengar sebelumnya, bahkan jika itu di Alam Abadi. Hanya saja, Lin Tian sepertinya mengerti kata-kata ini melalui suara hatinya.


Mungkin itu karena Dao Xin-nya.


"Jadi, kamu adalah Pohon Roh?" Lin Tian menebak, dan bertanya kepada Pohon besar di depannya.


Sepertinya Pohon itu mengerti kata-kata Lin Tian, dan tubuhnya bergetar lagi.


Dari suara yang Lin Tian dengar kali ini, dia mengetahui kenapa Pohon Roh yang di tempat pelelangan sebelumnya terlihat akan mati tiba-tiba menjadi hidup, tumbuh kembali lebih besar, dan bahkan menumbuhkan ribuan daun hijau di tubuhnya.


Pada waktu itu, baru ketika masuk ke dalamnya, batangnya yang terlihat kecoklatan dan akan mati seperti menemukan energi baru, dan dengan cepat kembali berwarna hijau, dan daun-daun yang sebelumnya tidak tumbuh dengan cepat muncul melalui setiap batangnya.


Seperti seekor monyet yang telah di ambil dari hutan, dan dikembalikan lagi ke hutan, Pohon Roh ini dengan cepat melompat kesana kemari, dan akhirnya tiba di depan kolam darah Daoshi.


Seperti sudah ditakdirkan, semua Darah Daoshi di kolam dengan sendirinya terbang ke arahnya, dan membuatnya menjadi seperti ini.


Mengetahui bahwa Darah Daoshi di kolam telah mengering, Pohon Roh itu ketakutan dan bersalah. Dia takut, takut jika orang yang memiliki tempat ini mengetahuinya, dan akan memintanya untuk bertanggung jawab.


Seperti seorang anak kecil yang telah melakukan kesalahan, Pohon Roh ini akhirnya memilih tempat di mana eliksir di tanam, dan mencoba untuk membuatnya tumbuh lebih cepat. Menggunakan keahlian dari Rasnya, dia mulai menyerap energi spiritual dari Dunia luar dengan gila-gilaan, yang akhirnya menyebabkan kepadatan aura spiritual di sini lebih padat daripada tempat lainnya.


Berharap bahwa Lin Tian tidak akan marah kepadanya, dan kemudian mengusirnya dari tempat ini. Mengingat keserakahan manusia di dunia luar, Pohon Roh itu merasa lebih baik bekerja untuk mengumpulkan aura spiritual disini daripada harus keluar dan mati.


Mendengar pengakuan Pohon Roh di depannya, dan melihat ke arah kolam Darah Daoshi yang telah mengering, Lin Tian hampir tidak bisa menahan diri untuk membuka mulutnya dan tertawa.


Pohon Roh ini memiliki roh, dan menjadi Pohon Roh yang psikis. Dengan umurnya yang masih sedikit di kalangan Pohon Roh, pemikirannya seperti seorang anak kecil. Seorang anak kecil yang telah melakukan kesalahan, dan berusaha untuk melakukan kebaikan untuk mengurangi kesalahan. Anak kecil yang polos dan lugu.


Lin Tian tersenyum di dalam hatinya, dan melihat ke arah Pohon Roh di depannya lagi dengan tampilan orang tua yang sedang memarahi anaknya.


"Kamu tahu, jika Darah di kolam itu sangat berharga bagiku? Semua itu digunakan untuk membuat ruangan ini terus berkembang, dan satu-satunya harta berharga milikku, tapi kamu dengan sembrono telah membuatnya mengering," Lin Tian menggelengkan kepalanya dengan sedikit penyesalan.


"Menurutmu, apa yang harus aku lakukan padamu?" Setelah menggelengkan kepalanya sejenak, Lin Tian bertanya lagi dengan sedikit menaikkan nada suaranya.


Pohon Roh didepan Lin Tian terdiam setelah Lin Tian selesai berkata. Semua daun di tubuhnya yang sebelumnya terlihat segar menjadi layu, setiap batang tubuh di pohon itu seperti memasang wajah malu, dan menundukkan kepalanya. Seperti seorang anak kecil yang mengakui kesalahannya.


Wajah Lin Tian tetap sama, dia melihat Pohon Roh di depannya dengan wajah tegas, dan tanpa emosi.


Tapi di dalam hatinya, Lin Tian tersenyum semakin lebar.


Semua Pohon Roh terkenal sulit untuk ditaklukan, tapi dengan pemikiran pohon ini yang seperti anak kecil, Lin Tian tiba-tiba memiliki sebuah ide untuk menaklukkannya.


Yaitu memanfaatkan kesalahannya, dan membuatnya untuk menebus kesalahannya.


Tetes…


Tak berselang lama, dengan diamnya Lin Tian, satu tetesan air turun dari daun Pohon Roh di atas kepala Lin Tian, dan jatuh tepat mengenai kepala Lin Lin yang ada di pelukannya.


Tetes..tetes..


Lalu ribuan tetesan air turun dari setiap daunnya. Seperti hujan turun dan mengguyur Lin Tian dan Lin Lin yang berada di bawahnya.


Menangis!


Pohon Roh ini menangis karena kata-kata Lin Tian.