Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Kutukan Darah


Di sebuah altar yang di kelilingi oleh kolam darah di bawahnya, terlihat seorang lelaki berumur lima puluh tahun, dengan bekas luka di wajahnya, dia duduk bersila di bawah patung kepala ular dan memejamkan matanya.


Saat pria itu menutup matanya, samar-samar sebuah aura berwarna merah mengelilinginya. Dan dari mulut patung di atasnya dan darah di kolam, perlahan-lahan aura merah mulai keluar dan berkumpul, kemudian bergabung dengan aura di sekelilingnya.


Saat ini.


Lelaki yang duduk itu tiba-tiba membuka matanya, dengan mata merah yang terlihat dari kedua matanya, dan urat biru yang muncul di keningnya, lelaki itu menggertakkan giginya dan bergumam.


"Sialan! Bajingan mana yang berani melukai murid Sekte Longhunzong," dengan suara serak dan parau, pria itu bergumam.


"Apa, Du Wang juga mati! Bukan hanya membunuh murid Sekte Longhunzong, tapi kamu juga masih berani menggerakkan murid pribadiku, Bagus, sangat bagus. Ini adalah pertama kalinya seseorang berani melukai murid Sekte Longhunzong," setelah bergumam dan terdiam sejenak, pria itu tiba-tiba berteriak dengan marah.


"Sekte Longhunzong sepertinya terlalu lembut dan akhirnya mereka berani menantang Sekte Longhunzong saya," dengan mata merah, lelaki itu menggertakkan giginya, "Tidak peduli siapa, karena kamu berani menyentuh murid Sekte Longhunzong, jangan harap kamu bisa keluar dari gunung Daqingshan ini dengan mudah." Kemudian lelaki itu tersenyum aneh dan berkata dengan suara dingin.


Di tempat lain.


Ledakan.


Mendengar suara ledakan di belakangnya, Lian Xiuying yang sedang berjalan pergi segera berhenti dan berbalik.


"Apa yang terjadi?" Melihat kabut darah yang mulai berjatuhan di tanah, Lian Xiuying mengerutkan kening dan bertanya kepada Lin Tian.


"Kutukan Darah." Melihat darah di depannya, Lin Tian berkata kepada Lian Xiuying dengan pelan.


Mendengar kata-kata Lin Tian, Lian Xiuying mengerutkan kening dan mencoba mencari tahu dari ingatannya. Tapi tampaknya dia belum mendengar tentang kutukan Darah itu.


"Kutukan Darah, apa itu?" Tanya Lian Xiuying.


"Kutukan Darah, itu sebenarnya adalah sebuah sumpah. Bukan sumpah yang di lakukan dari kedua pihak, tapi sebuah sumpah yang hanya di lakukan sepihak. Banyak sumpah di dunia ini. Dan sumpah darah adalah salah satu yang paling di larang. Dengan sumpah ini, pihak yang lebih lemah harus menuruti perjanjian dari pihak pertama. Jika pihak kedua mengingkari perjanjian mereka, sebuah darah yang tersimpan di jiwanya akan segera bereaksi dan dengan energi yang terdapat di darahnya, darah itu mulai menyebar dan meledakkan dirinya," Lin Tian menjelaskan kepada Lian Xiuying dengan pelan.


Dari penjelasan Lin Tian, Lian Xiuying mengetehaui bahwa ini bukan sumpah melainkan sebuah kutukan untuk menutup mulut.


"Jika begitu, kenapa dia masih melakukannya?" Lian Xiuying merasa bingung.


"Kutukan Darah hanya di lakukan sepihak tanpa persetujuan pihak lain. Bahkan jika dia menolak, kutukan Darah bisa di lakukan oleh pihak lain dengan paksa." Lin Tian menambahkan.


"Dari perkataanmu, pihak yang lemah hanya bisa menerimanya secara pasra, dan tidak bisa menolak lagi. Bahkan jika mereka tidak menginginkannya." Lian Xiuying mengerti beberapa poin dan berkata.


Lin Tian mengangguk dan tersenyum.


"Sumpah ini hanya di lakukan jika mereka memilik sebuah rahasia besar, dan harus menutup mulut mereka dengan cara yang paling mudah."


"Maksudmu Sekte Longhunzong memilik rahasia yang besar dan menggunakan kutukan darah ini kepada murid-muridnya untuk menutup mulut?" Lian Xiuying mulai menebak.


Melihat Lin Tian menujui tebakannya, alis Lian Xiuying menjadi lebih berkerut.


"Jika kamu berkata begitu, tapi kenapa ada seseorang yang bisa membocorkan informasi ini kepada Pavilium Suci dan masih memberitahukannya kepada banyak orang?" Lian Xiuying berpikir sejenak dan bergumam.


"Orang yang memberikan informasi tersebut pastinya adalah suruhan dari Sekte Longhunzong. Dan alasan mereka untuk mengundang banyak orang dan Pavilium Suci, mungkin rencana mereka tergantung dengan orang-orang ini, atau Pavilium Suci." Kata Lin Tian.


"Apa rencana mereka?" Lian Xiuying mengangguk menyetujui dan bertanya.


"Aku tidak yakin. Yang pasti Sekte Longhunzong menyiapkan sesuatu yang besar, dan aku menginkanya." Lin Tian menggelengkan kepalanya pelan dan kemudian tersenyum menantikan.


Berdiri di sebelah Lin Tian, melihat senyum di mulutnya, Lian Xiuying yakin bahwa itu pasti adalah sesuatu yang luar biasa. Dan sepertinya Lin Tian juga akan melakukan hal-hal yang besar. Dengan pemikiran Lin Tian yang licik, Lian Xiuying juga menantikan hal-hal yang akan datang.


"Jika begitu, jangan lupa untuk membawaku." Kata Lian Xiuying kepada Lin Tian sambil tersenyum.


"Tidak mungkin, tempat itu mungkin sangat berbahaya dan aku tidak akan mengajak wanita yang bodoh dan naif sepertimu." Mendengar permintaan Lian Xiuying, Lin Tian langsung menggelangkan kepalanya menolak.


Mendengar kata-kata Lin Tian, senyum Lian Xiuying segera berhenti, dan kemudian menatap Lin Tian dengan tajam dan berkata. "Apa maksudmu wanita yang bodoh dan naif?"


"Ada seorang wanita yang tiba-tiba muncul dan mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan seseorang yang tidak dia kenal, jika bukan wanita bodoh, apa itu? Dan yang paling penting, orang yang dia selamatkan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Jika bukan naif apa itu?" Lin Tian melihat Lian Xiuying di depannya dengan pandangan bodoh dan bertanya demi kata dengan pelan.


"Apakah itu bodoh dan naif? Bukankah itu adalah pahlawan yang melakukan tindakan tanpa peduli balasan?" Lian Xiuying tidak setuju dengan kata-kata Lin Tian.


"Ohh..... jadi kamu ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan pria tampan?" Lin Tian tersenyum dan memandang Lian Xiuying dengan senyum main-main.


"Itu lebih baik daripada pria yang meninggalkan kecantikan." Lian Xiuying tidak merasa tindakannya salah dan menatap Lin Tian dengan penuh arti.


Dari tatapan Lian Xiuying, Lin Tian menebak bahwa maksudnya adalah dirinya sendiri. Tindakannya saat meninggalkan Lian Xiuying barusan.


Melihat wajah Lian Xiuying di depannya, mau tak mau Lin Tian juga mengingat, bahwa wanita ini adalah macan betina yang mudah marah, dan dendam di hatinya. Meskipun sekarang dia tampak seperti wanita biasa yang ceria dan bebas, dia masih memiliki identitas Ketua Pavilium Suci. Wanita yang pintar dalam berbisnis dan pandai memainkan kata-kata.


Dengan menggelangkan kepalanya, Lin Tian menghela nafas panjang dan berbalik.


"Lupakan. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, dan jangan mengikutiku lagi." Setelah berkata, Lin Tian dengan cepat pergi dan meninggalkan Lian Xiuying di belakangnya.


Melihat Lin Tian yang berlari dengan penuh ketidakberdayaannya, Lian Xiuying di belakangnya tidak merasa marah dan hanya tersenyum penuh kemenangan.


Setelah membuat Nona ini tertarik padamu, apakah kamu bisa melarikan diri begitu saja? Tidak mungkin! Aku memiliki kultivasi lebih tinggi daripada dirimu, apakah kamu pikir aku tidak bisa mengikutimu? Lin Tian, kamu menyepelekan Nona ini. Kemanapun kamu lari, kamu tidak akan bisa melarikan diri dari Nona ini.


Setelah berkata dalam hatinya, Lian Xiuying kemudian tersenyum dan berlari mengikuti ke arah Lin Tian pergi.