
Berjalan di sepanjang pepohonan besar yang tumbuh di Pegunungan Naga, pohon besar di setiap sisi dengan batang kokoh dan tumbuh tinggi menjulang ke langit, serta dedaunannya yang menutupi sinar cahaya yang datang, Lin Lin yang telah keluar dari Gulungan Tiantang, sedikit merasa tidak biasa, dan hanya berani berjalan di samping Lin Tian.
Suara lolongan….
Dan saat ini, ketika suara lolongan dari binatang spiritual terdengar di telinganya, dia dengan cepat segera maju, memegang sudut pakaian Lin Tian, melihat ke kiri dan ke kanan, wajahnya terlihat ketakutan.
"Saudari Lin, kita akan pergi kemana?" sambil melihat ke kiri dan ke kanan, suara pelan dari pertanyaan Lin Lin kepada Lin Tian terdengar, memecahkan kesunyian di dalam hutan.
"Tentu saja pergi ke tempat kesenangan berada!"
Perasaan bersemangat Lin Tian di awal karena merasa terbebas, dan kegembiraan berjalan di jalan Jianghu, serta bayangan kebebasan di masa lalunya masih belum sepenuhnya hilang dari hati Lin Tian. Jadi, dia tidak menyadari apa yang terjadi dengan Lin Lin, dan menjawab pertanyaan Lin Lin dengan tenang, dan nada santai.
"Itu… saudara Lin, apakah tidak ada jalan yang lebih baik? Tempat ini sedikit menyeramkan, ini membuat Lin Lin sedikit cemas."
Saat Lin Tian mendengar kata-kata Lin Lin kali ini, dia menghentikan langkahnya, dan melihat Lin Lin di sebelahnya.
Melihat kepala Lin Lin yang sibuk melihat ke kiri dan ke kanan dengan cemas, serta satu tangannya yang memegang sudut pakaiannya, Lin Tian memiringkan kepalanya, dan melihatnya dengan aneh.
"Apakah kamu takut?" Lin Tian bertanya kepada Lin Lin dengan pandangan yang tidak yakin.
Lin Lin masih mengawasi sekitarnya dengan cemas, dan saat mendengar pertanyaan Lin Tian, dia hanya memberi "um" pelan, dan menganggukkan kepalanya sedikit.
Melihat anggukan kepala Lin Lin, Lin Tian terdiam sejenak.
"Hahaha…." Setelah terdiam sejenak, Lin Tian tidak bisa lagi menahannya, dan mulai tertawa terbahak-bahak.
Suara tawa Lin Tian menghentikan kesibukan kepala Lin Lin. Dia segera menoleh ke arah Lin Tian yang sedang tertawa, dan melihat Lin Tian disana dengan sedikit menaikkan alisnya.
"Saudara Lin! Apa kamu tidak apa-apa? Kenapa kamu tertawa seperti orang gila secara tiba-tiba? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" Melihat Lin Tian yang tertawa sejenak, Lin Lin tiba-tiba memikirkan tentang rumor Pegunungan Naga yang pernah dia dengar, dan segera, dia mulai bertanya kepada Lin Tian dengan nada cemas.
Pertanyaan Lin Lin dengan nada khawatirnya menghentikan tawa Lin Tian, tapi dia masih tersenyum lebar tanpa mengeluarkan suara dari di mulutnya. "Lin Lin, apakah kamu tidak mengerti keadaanmu sekarang. Apa kamu tidak sadar, jika kamu sekarang adalah praktisi Alam Yuan Qi,"
"Lin Lin mengerti. Tapi apa hubungannya dengan tawa saudara Lin?" Lin Lin mengangguk, dan bertanya lagi dengan aneh.
"Tentu saja ada! Apa kamu tahu, dengan kekuatanmu sekarang, hanya binatang spiritual tingkat sembilan yang dapat mengancam keselamatan dirimu. Dengan kekuatan sebesar itu, kamu masih merasa takut oleh lolongan binatang spiritual tingkat kedua. Binatang spiritual yang bahkan tidak bisa menggores kulitmu." Sambil menjelaskan, Lin Tian memandang Lin Lin dengan pandangan main-main, dan senyum lelucon di mulutnya.
Lin Lin tidak terlalu peduli dengan kata-kata Lin Tian, dan setelah Lin Tian selesai menjelaskan, dia hanya mengangguk menyetujuinya.
"Itu memang benar! Apalagi dengan suasana siang hari yang terasa malam hari, dan lolongan serigala yang sepertinya sangat kelaparan, bagaimana mungkin Lin Lin tidak merasa takut. Apalagi Lin Lin…ahh.." sebelum Lin Lin selesai berkata, suara lolongan dari binatang spiritual terdengar, dan mengganggu kata-katanya.
Tidak peduli dengan menyelesaikan kata-katanya lagi, Lin Lin dengan cepat mendekatkan tubuhnya ke tubuh Lin Tian. Mengulurkan tangan putih mungilnya, dan dengan cepat memegang lengan Lin Tian dengan erat. Saking eratnya, Lin Lin bahkan menarik lengan Lin Tian ke arah dadanya.
Dia tidak berani lagi melihat sekelilingnya, dia hanya menundukkan kepalanya, dan memegang lengan kanan Lin Tian sangat kuat. Seolah-olah lengan Lin Tian adalah harta berharga yang bisa menghilangkan ketakutan, dan menenangkan hati kecilnya yang sedang berdegup kencang.
Tapi kali ini Lin Tian tidak memiliki keinginan untuk peduli dengan kehangatan tubuh Lin Lin.
Beberapa hari yang lalu, dirinya sendiri melihat Lin Lin membunuh orang-orang suruhan Sekte Longhunzong dengan kejam, dan berdarah dingin.
Bahkan Lin Zhong, yang dihitung masih Paman Lin Lin sendiri tidak luput dari kekejaman Lin Lin. Jika saja Lin Xinghe waktu itu tidak datang dengan tepat, dan menghentikan tindakan Lin Lin, dia pasti telah membunuh pamanya sendiri. Bukan tidak mungkin juga jika Lin Lin akan menyerap habis seluruh darah di tubuh Lin Zhong.
Saat membunuh, dan menyerap semua darah orang-orang itu, tidak ada ketakutan, ataupun keraguan sedikitpun yang terlihat di mata Lin Lin. Membunuh, dan mengeringkan darah mereka, layaknya itu bukanlah hal yang baru bagi Lin Lin.
Namun sekarang, hanya mendengar suara lolongan dari binatang spiritual, binatang yang bahkan tidak bisa menjadi ancamannya sama sekali, dia sangat ketakutan. Layaknya seekor kelinci kecil yang bertemu singa.
Dimana Lin Lin yang meyakinkan di masa lalu? Apakah itu orang lain? Dua kepribadian?
Lin Tian tidak bisa memahaminya untuk saat ini, tapi tiba-tiba dia menemukan sebuah ide terlintas di kepalanya.
Lin Lin yang polos adalah identitasnya, dan Lin Lin yang menentukan adalah perlindungannya.
Berhubungan saat ini sedang berada di Pegunungan Naga, dan banyak binatang spiritual disini, kenapa tidak sekalian melatih Lin Lin untuk menghilangkan ketakutannya.
Dengan pemikiran seperti itu di kepalanya, Lin Tian melihat Lin Lin yang sedang ketakutan seperti kelinci kecil di lengannya, dia tersenyum aneh.
"Sepertinya perjalanan ini akan lebih menarik." Sambil berkata di dalam hati, Lin Tian melangkahkan kakinya, dan berjalan dengan Lin Lin yang masih memegangi lengannya.
Berjalan beberapa waktu, Lin Tian tiba di sebuah hamparan rerumputan, dan dari kejauhan, Lin Tian melihat seekor Serigala Batu, binatang spiritual tingkat keempat yang sedang memakan makan siangnya.
Saat melihat binatang ini, Lin Tian berhenti, melirik Lin Lin yang masih sedikit ketakutan di lengannya, dia tersenyum.
Lin Tian tersenyum saat menemukan serigala di sana, tapi Lin Lin yang berada di sebelahnya, dia merasa sedikit ketakutan saat melihat Serigala itu menggigit makanannya menggunakan gigi-gigi besarnya.
"Saudara Lin, kenapa Serigala itu sangat besar, dan jelek. Tidak, itu mengerikan! Lihatlah wajah dan mulutnya, gigi-giginya yang besar dengan air liurnya yang menjijikkan, itu pasti sangat bau! Tubuhnya yang berwarna hitam, dan kuku yang setajam pedang, dia pasti sangat kejam dan mengerikan! Saudara Lin, ayo cepat pergi!" Selesai berkata, Lin Lin telah menarik lengan Lin Tian untuk segera menjauh dari Singa jelek itu.
Namun dia menemukan, bahwa Lin Tian masih berhenti di sana, tidak bergerak sedikitpun untuk mengikuti keinginannya.
Lin Lin segera meningkatkan kekuatannya, tapi usahanya sia-sia, dan akhirnya dia hanya bisa menyerah. Lalu Lin Lin mengangkat kepalanya, dan melihat wajah Lin Tian dengan pandangan pertanyaan.
"Apakah kamu takut dengan Serigala itu?" Lin Tian tidak menjawab pertanyaannya, di depannya, dia hanya tersenyum, dan bertanya dengan pelan.
"Ya!" Lin Lin segera mengangguk beberapa kali dengan terburu-buru, "Serigala itu sangat mengerikan! Sebelum dia mengetahuinya, ayo pergi."
"Kenapa harus pergi. Itu adalah kesenangan yang aku bicarakan tadi."