Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Zhang Liya meminta bantuan


Mendengar getaran di sekitar, dan suara panggilan Zhang Liya di belakang, Lin Tian merasa tak berdaya, dan harus berbalik. Bukan karena takut karena ancaman Zhang Liya, tapi tampaknya ada hal penting yang akan diungkapkan oleh Zhang Liya.


Selain itu, energi spiritual yang dilepaskan oleh Zhang Liya kini juga telah dua kali lipat dari sebelumnya.


Wanita ini tampaknya sangat frustasi, dan jika tidak kembali, Lin Tian yakin wanita ini pasti akan mengejarnya ke ujung dunia. Hal itu bukanlah apa yang diinginkan oleh Lin Tian.


Jadi, mau tak mau Lin Tian harus kembali dan datang kedepan Zhang Liya lagi, yang kini wajahnya tampak semakin merah, dan terlihat sangat tertekan.


Melihatnya seperti ini, Lin Tian penasaran dan memeriksanya.


"Kamu.."


Pada awalnya Lin Tian masih bertanya-tanya, apa yang membuat Zhang Liya tampak merah dan sangat tertekan, tapi setelah beberapa saat memeriksanya, Lin Tian terkejut dan tidak bisa untuk tidak bertanya.


Setelah menerobos Alam, biasanya mereka akan memiliki kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya, tapi tidak untuk Zhang Liya.


Dia memang mengalami tingkatan kekuatan, tapi lambat laun itu semkin berkurang, dan berkurang.


Dari Jiwa Para Dewa-nya, Lin Tian juga menemukan itu tampak sangat tidak stabil dan kekurangan vitalitas.


Jika terus seperti ini, dapat di pastikan bahwa Zhang Liya tidak akan bertahan lama, dan akan segera mengalami kemunduran.


Sepanjang hidupnya, Lin Tian belum pernah melihat keanehan seperti ini.


Tapi bukan itu yang membuat Lin Tian semakin terkejut. Apa yang membuat Lin Tian benar-benar terkejut adalah energi Yin yang terlalu berlebihan di tubuh Zhang Liya.


Kelebihan energi Yin, Lin Tian tahu apa itu, tapi ini bukan hal seperti itu. Karena Yin ini berpengaruh terhadap jiwanya.


"Kamu sakit?"


"Diam!" Zhang Liya berteriak, tapi suaranya di tekan, yang terdengar aneh, "Duduk di depanku, cepat!"


Suara yang tampak teraniaya tapi di paksakan untuk marah ini, terdengar sangat menggelitik di telinga Lin Tian.


Bukan hanya takut, Lin Tian bahkan tersenyum lucu, dan berkata, "Apa? Kamu ingin mengeluarkan Yin Qi di tubuhmu dengan bantuanku? Tapi... Apakah begitu caramu meminta?"


Nada suara Lin Tian main-main, tapi Zhang Liya tidak menganggapnya main-main, dan mengangguk dengan berat.


Lin Tian tertegun.


Apakah dia benar-benar sangat frustasi, dan tidak memiliki pilihan Lin. Sehingga harus mengakuinya tanpa banyak berbicara lagi?


Hanya saja, karena sebelumnya dia telah membuatnya menderita, Lin Tian tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk balas dendam, dan berkata, "Kenapa aku harus membantumu?"


"Aku lebih kuat darimu."


Lin Tian masih tersenyum, dan terus bertanya, "Apa kau yakin? Dengan kekuatanmu sekarang, kamu bisa mengalahkanku?"


"Tidak." Jawab Zhang Liya singkat.


Sepertinya, dia benar-benar tidak bisa basa basi lagi.


Ketidakberdayaan Zhang Liya membuat Lin Tian lebih unggul, dan lebih berani, "Lalu, kenapa kamu tidak memohon?"


Ketika mendengar ini, Zhang Liya menarik nafas dalam-dalam, menenangkan amukan dalam dirinya, dan tersenyum pelan, "Kesengsaraan Surga, Lotus Bintang Abadi, Berkah Dunia, dan putra Lin Nantian, ini menarik untuk di beritakan."


Wajah Lin Tian seketika berubah saat ketika mendengar Zhang Liya mengatakan ini.


Semua yang dia katakan, itu adalah sesuatu yang Lin Tian rahasiakan, dan jika ada yang mengetahuinya, hidup Lin Tian pasti tidak akan tenang.


Tapi Lin Tian hanya terkejut sejenak, dan kemudian dengan dingin mengarahkan pedang ke arah leher Zhang Liya, dan berkata, "Percaya atau tidak! Jika kamu mengatakan hal itu, akan ada kepala yang segera terlepas dari leher."


Wajah merahnya menatap Lin Tian sejenak, dan kemudian menutup matanya, "Pembudidaya Terbalik. Pembudidaya yang melawan Surga, aku mendengar itu adalah seorang jenius, tapi tidak di toleransi oleh surga. Tian Lin, atau Lin Tian? Ataukah orang yang datang dari masa lalu..."


"Hum!"


Sebelum Zhang Liya sempat menyelesaikan kata-katanya, Lin Tian mendengus, dan menggerakkan tangannya.


Pedang yang ada di leher Zhang Liya seperti seekor ayam yang di potong, dan kepala itu jatuh ke tanah.


Tapi ketika Lin Tian menebas kepala Zhang Liya, tidak suara teriakan, atau darah yang menyembur keluar dari lehernya.


Itu hanya ada suara kepala yang jatuh ke tanah dengan keras. Hanya itu!


Sementara dia tanah, mata dari kepala Zhang Liya masih tertutup, dan setelah beberapa saat, bibirnya bergerak lagi, "Ada ramalan. Sepuluh ribu tahun kemudian, akan ada seseorang yang memimpin era dalam kekacauan. Menghancurkan segalanya, dan di hormati siapapun."


"Lin Tian, itu adalah namanya."


"Langit di tangan, dan dunia di kakinya."


"Orang yang akan membalikkan Langit dengan kekuatan dengan tanda Lotus Bintang Abadi di sisinya."


Meski kepala Zhang Liya telah terlepas dari lehernya, bibirnya masih terus bergerak, dan berbicara panjang lebar.


Semakin lama Lin Tian mendengarnya, semakin terkejut Lin Tian, dan mau tak mau membuat seluruh wajahnya berubah.


Saat wajah Lin Tian mulai berubah, Zhang Liya membuka matanya, dan tersenyum di kepalanya yang sedang ada di tanah.


"Kamu bisa memotong tubuhku berkali-kali, tapi kamu tidak bisa membunuhku. Aku yakin kamu tahu, itu kan?"


Lin Tian tidak menjawab, tapi Lin Tian tahu apa maksudnya.


Sebagai pembudidaya Para Dewa, mereka bisa dikatakan sebagai manusia yang memiliki dua nyawa.


Bagaimanapun kamu menghancurkan tubuhnya, jika kamu tidak bisa membunuh jiwa Dewa-nya, itu akan sia-sia.


Seperti Zhang Liya saat ini. Meskipun kepalanya telah terlepas dari lehernya, dia masih hidup, dan berbicara seperti sebelumnya.


Di tingkat kultivasinya yang sekarang, Lin Tian memang tidak bisa membunuh pembudidaya para dewa. Karena saat ini, Lin Tian masih menggunakan aura dan bukan kekuatan Para Dewa-nya.


Zhang Liya mengetahui hal itu, karena itu dia membiarkan Lin Tian memotong lehernya.


Bersamaan dengan Lin Tian yang sedang memikirkan kata-katanya, kepala Zhang Liya bergerak dari tanah, dan kembali lagi ke lehernya.


Seperti tidak ada yang pernah terjadi, Zhang Liya tersenyum percaya diri kepada Lin Tian, dan melanjutkan, "Jadi, daripada kita melakukan hal-hal yang sia-sia, kenapa kamu tidak menolongku?"


Saat ini, mereka berdua menyadari, jika mereka bertarung, semuanya akan sia-sia, dan tidak akan ada seorangpun yang bisa mengalahkan satu sama lain.


Jadi, negoisasi adalah hal yang harus dilakukan.


"Katakan sekali lagi! Kenapa aku harus membantumu?"


Tapi Lin Tian adalah orang yang paling di untungkan antara keduanya, dan tidak langsung menyetujuinya.


"Karena aku adalah orang satu-satunya yang bisa membuat Lotus Bintang Abadi mu menjadi lebih kuat." Jawab Zhang Liya penuh percaya diri.


Kata-kata Zhang Liya ini sedikit menarik minat Lin Tian, tapi dia tidak segera menyetujuinya, dan bertanya lagi, "Karena kamu tahu Lotus Bintang Abadi, kamu pasti tahu asal usulnya, benar?"


"Tentu saja. Karena itu adalah warisan Keluarga kami."