Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Ular kecil


Ketika Lin Tian berjalan ke arah Lin Lin, Lin Lin disana telah selesai berlatih, dan sedang duduk di bawah pohon Qian Shu dengan bosan.


Saat ini, ketika melihat Lin Tian berjalan ke arahnya, mata Lin Lin tampak cerah, dan segera berdiri.


Lin Lin ingin mengatakan sesuatu, tapi saat melihat ada orang lain di sebelah Lin Tian, dia berhenti, dan menatap Ling Yanyue dengan mata penuh pemujaan.


"Lin Lin, dia adalah--"


"Saudari, kamu sangat cantik."


Lin Tian ingin memperkenalkan Ling Yanyue kepada Lin Lin, namun sebelum dia selesai berbicara, Lin Lin sudah berlari ke arah Ling Yanyue, dan berteriak.


Mengabaikan Lin Tian yang merasa tidak dianggap, Lin Lin telah tiba di depan Ling Yanyue, dan bertanya, "Saudari, bagaimana kamu bisa begitu cantik?"


Meski baru pertama kali bertemu, mereka berdua tampaknya telah mengenal sejak lama.


Mendengar Lin Lin memuji dirinya, Ling Yanyue tersenyum, dan menjawab, "Saudari, kamu juga cantik."


"Tidak, tidak, kamu lebih cantik. Jika saudari tidak menyamarkannya, kamu pasti jauh lebih cantik."


Ling Yanyue terkejut dengan kata-kata Lin Lin, dan dengan ragu-ragu bertanya, "Apakah kamu bisa melihatnya?"


Lin Lin mengangguk, "Ya, aku bisa melihatnya. Saudari adalah wanita tercantik yang pernah Lin Lin temui."


Ling Yanyue terkejut mendengarnya. Karena selain Lin Tian, tidak ada seorangpun yang pernah melihat atau mengetahui penyamaran wajah aslinya.


Namun gadis ini mengetahuinya.


Ling Yanyue merasa terkejut sejenak, lalu melirik ke arah Lin Tian yang terabadikan, dan kemudian tersenyum kembali kepada Lin Lin, "Saudari, apakah kamu juga ingin menjadi lebih cantik."


"Ingin!" Mata Lin Lin berbinar, dan mengangguk cepat.


"Jadi begini.." Ling Yanyue mengecilkan volume suaranya, dan berbisik di telinga Lin Lin.


Apa yang dikatakan oleh Ling Yanyue tampaknya adalah rahasia wanita, dan tidak ingin Lin Tian yang seorang pria mendengarnya.


Sebenarnya, Lin Tian juga tidak tertarik dengan apa yang Ling Yanyue katakan. Apalagi saat melihat wajah Lin Lin memerah setelah mendengar apa yang Ling Yanyue katakan.


Apa yang Ling Yanyue katakan, pasti itu adalah hal-hal wanita, dan tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Tujuan awal Lin Tian membawa Ling Yanyue  adalah untuk memperkenalkan mereka berdua agar Lin Lin tidak merasa kesepian, dan karena mereka tampaknya akrab, perkenalan Lin Tian tidak lagi di perlukan.


Jadi Lin Tian memilih untuk meninggalkan mereka berdua, daripada tetap disini, dan menjadi bola lampu.


Akan tetapi, Lin Lin yang melihat Lin Tian pergi segera berteriak, "Saudara Lin, tunggu sebentar! Lin Lin ingin menunjukkan sesuatu."


Lin Tian yang telah berjalan berhenti, dan berjalan kembali ke arah Lin Lin, yang kini sudah berada di bawah pohon dengan Ling Yanyue.


"Apa yang ingin kamu tunjukkan?"


"Coba tebak?"


"Terobosanmu ke Alam Jindan?"


"Tidak, salah," Lin Lin menggelengkan kepalanya, "Tebak lagi?"


Lin Tian menggelengkan kepalanya tidak ingin menebak, dan menyerah, "Aku tidak tahu?"


Lin Lin tersenyum senang saat Lin Tian menyerah, dan dengan tatapan mata yang penuh misteri, dia menunjukkan telapak tangannya di depan Lin Tian.


"Tangan kosong? Apa?" Lin Tian semakin bingung dengan apa yang Lin Lin ingin tunjukkan.


Dalam keraguannya, Lin Tian melihat ke arah Ling Yanyue di sebelahnya, dan menebak.


Yang ingin di tunjukkan oleh Lin Lin itu, bukanlah apa yang dia katakan sebelumnya, kan?


Di tatap Lin Tian dengan curiga, Ling Yanyue menggelengkan kepalanya tidak mengerti, dan kembali melihat telapak tangan Lin Lin juga dengan penasaran.


Mendapatkan rasa penasaran dua orang di depannya, Lin Lin tersenyum penuh misteri, dan berkata, "Xiao Ke, keluar."


Dia terlihat kecil, di mulai dari lengan, dia tampak merambat, dan terus berjalan, hingga akhirnya menunjukkan sosoknya di telapak tangan Lin Lin.


Hitam, kecil, panjang, dan mendesis.


"Ular kecil!" Ling Yanyue berseru.


"Bukan," Lin Lin menggelengkan kepalanya, dan menjelaskan, "Ini imut kecil, Xiao Ke. Dia suka di sentuh."


Mendengar pengenalan Lin Lin, Ling Yanyue mengulurkan jari-jari gioknya, dan menyentuhnya dengan lembut.


Seperti yang dikatakan oleh Lin Lin, dia terlihat kecil, dan dengan manja mengelus jari Ling Yanyue, lalu melilit jari-jarinya dengan lembut.


"Oh, kamu benar. Dia terlihat kecil dengan warna hitam, lembut, dan imut."


Sepertinya ular ini sangat pintar, dan setelah mendengar pujian Ling Yanyue, dia bersikap semakin manja seperti seekor anjing, dan mengelus jari Ling Yanyue menggunakan kepalanya.


Sebagai seorang wanita, Ling Yanyue menyukai hal kecil dan imut ini. Jadi dia tidak tahan untuk tidak mengulurkan jari lainnya, dan mengelus ular itu.


Lalu menunjukkannya ke arah Lin Tian, dan berkata, "Lin Tian, dia sangat imut!"


Akan tetapi, ketika satu ular dan manusia itu saling memandang, keduanya berhenti bergerak, dan tidak bereaksi selama beberapa waktu.


"Kamu!"


Lin Tian adalah yang lebih dulu bereaksi dan segera mencoba untuk merampasnya dari tangan Ling Yanyue.


Tapi ular itu licik, dan sebelum Lin Tian berhasil, tubuh kecilnya menggeliat di tangan Ling Yanyue. Lalu masuk di melalui baju lengan Ling Yanyue, dan masuk sampai ke dadanya.


Ketika dia merasa aman, ular itu menampakkan kepala kecilnya, melihat ke arah Lin Tian, dan menarik sudut mulutnya.


Ular itu tampak tertawa, dan menertawakan Lin Tian.


Belum puas mentertawakan Lin Tian, mulutnya juga bergerak, dan suara "Halo" dalam bahasa manusia keluar dari mulutnya.


"Aah!"


Ling Yanyue, yang mendengar suara itu berteriak sambil melempar ular kecil di dadanya, dan melompat terkejut.


Memanfaatkan ular licik itu yang terlempar di udara, Lin Tian buru-buru mengulurkan tangannya, dan mencoba untuk menangkapnya.


Tapi, Lin Lin yang juga melihatnya lebih cepat, dan mendapatkannya lebih dulu.


Lalu memeriksa ular itu di tangannya, dan menghela nafas, "Untungnya kamu baik-baik saja, Xiao Ke."


"Lin Lin, berikan dia padaku."


Lin Lin menoleh ke arah Lin Tian, dan memberikan ular itu kepada Lin Tian. Tapi, ular itu tampak gemetar, dan sekali lagi dengan licik bersembunyi di tubuh Lin Lin.


"Ah! Xiao Ke geli! Jangan bersembunyi di sana." Lin Lin tersentak saat ular itu menggeliat di dadanya.


Tapi, ular kecil itu tidak peduli, dan setelah di rasa aman, sekali lagi dia muncul hanya dengan kepalanya.


"Ah, um! Xiao Ke, jangan melilitnya! Rasanya geli."


Dari suara Lin Lin, dan gerakan tangannya yang sibuk memegangi dadanya, Lin Tian semakin marah saat memikirkannya.


Ular sialan ini? Bukan hanya licik, tapi juga berani memainkan dada Lin Lin? Tersenyum pada dirinya, seolah-olah dia lebih baik!


Wajah Lin Tian merah dan biru.


Tidak lagi berbicara, Lin Tian menggunakan indera spiritual dan memanfaatkan kekuatannya di dalam Pagoda Bintang, Lin Tian menarik paksa ular itu dari dada Lin Lin.


Kali ini ular itu tidak bisa melawan, dan terbang ke arah Lin Tian. Dia masih mencoba berjuang, tapi usahanya sia-sia, dan dengan mudah jatuh di tangan Lin Tian.


"Ular, kamu tidak bisa lari lagi."


Mendengar suara Lin Tian dan melihat wajahnya yang sangat dekat, ular kecil itu tampak ketakutan, dan seluruh tubuhnya bergetar hebat.