(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Yenny


Satu jam sudah berlalu,


Setelah mereka menandantangani surat kontrak, mereka langsung berakting di depan kamera,Sutradara membantu mengarahkan si kembar, satu kali take langsung jadi, tak ada kecanggungan atau malu-malu, Meraka berakting seolah tidak sedang syuting, begitu alami.


mereka seperti bintang kecil yang sudah biasa berakting,Membuat kru yang bertugas terkagum-kagum di buatnya


"Apa mereka beneran pemula??? "tanya sutradara yang menangani iklan terheran-heran


"Benar Pak Vino, mereka di rekrut tak sengaja itulah mengapa konsepnya sedikit di rumah dengan tiga bintang iklan kembar ini, lihatlah mereka begitu menggemaskan"


"Bukan hanya gemas, mereka brilian di usianya, jik. syuting iklan seperti ini terus, aku bisa santai.


Lain kali kalian pakai bintang itu lagi, aku yakin penjualan produk kalian akan melambung tinggi dengan brand ambasador seperti mereka. tapi ingat jangan kalian tekan waktu mereka, mereka masih anak-anak dan butuh bermain juga"


"Siap pak Vino, jadi apa hasilnya bisa saya ambil Pat hati ke depan???" tanya Yenny melihat syuting sudah selesai


"Tentu, tiga hari cukup, saya akan bawa hasilnya segera"


"Terima kasih pak Vino" ucap Yenny puas, tak sia-sia ia menggelontorkan biaya untuk si kembar jika hasilnya begini, tak perlu membayar beberapa bintang iklan, cukup si kembar itu.


Sementara Mauren memilih bersembunyi di sudut ruangan,


Satu jam sebelumnya


Semua orang panik begitu mendapat kabar jika si kembar dna mauren menghilang dari sekolahannya, Willy yang sedang meeting pun langsung keluar dari ruangan meeting dan menuju ke sekolahan Sikembar, di sana sudah ada Bu Ratna yang menangis karena Miss Dewi mengabarkan bahwa saat pelajaran mau di mulai mereka berempat tidka masuk kelas, padahal sebelumnya Miss Dewi melihat mereka di taman brain.


Mau tak mau Willy menghubungi Jovanka yang kala itu masih lemas terbaring di rumah sakit, begitu mendengar anaknya hilang, ia lngsung mencabut selang infusnya dan memaksa pulang


"Jo, kondisi kamu sedang tidak sehat, kalau memaksa pulang aku takut maag kamu makin parah" ucap Arjuna khawatir, ia merasa bersalah sudah membuat wanita ini sakit karena bekerja keras


"Maaf pa, anak saya lebih penting dari segalanya, saya gak bisa hidup jika sampai anak saya kenapa-napa" ucap jovanka berkaca-kaca


Akhirnya Arjuna mengalah, ia mempersiapkan pesawat pribadi untuk mereka tumpangi, jika saja Jovanka tidak sakit, ia pasti akan bertanya mengapa bos nya itu malah menaiki pesawat komersil jika memiliki pesawat pribadi?? dasar manusia aneh


William yang sedang bersama Baskoro di ruangannya langsung bangkit dari duduknya, ia terlihat cemas namun bingung harus mengatakan apa


"Will, kenapa mukamu panik begitu"tanya Baskoro yang melihat perubahan air muka William


"Anu pa, itu, William harus pergi sekarang pa, penting.


Nanti kita bahas lagi" ucap William tanpa menunggu persetujuan papanya, William langsung melangkah lebar sambil menelpon Willy


"Gimana, apa belum ada kabar???"


"Belum kak, kami lagi mencari di sekitaran wilayah sekolah si kembar


"Terus kabari kakak" ucap William langsung memutuskan panggilan teleponnya.


Sementara Yenny yang senang dengan hasil syuting hari ini masuk ke ruangannya sambil bersenandung


"Kenapa tuh nenek lampir senang bener??" tanya Emilia


"Ada anak kembar yang jadi model, ya model dadakan buat iklan kita, kembar tiga" ucap Kiki teman satu divisinya


"Ah kembar udah biasa" ucap Emillia dalam hati ia terkekeh, kalian akan terkejut jika kembar tiga dan tampan serta cantik seperti anak angkat ku


"Apaaaa, tiga???" tanya Emillia langsung tersadar ucapan Kiki


"Iya, tiga, dua laki-laki, satu perempuan. ketinggalan info loe mil, noh di group kantor lagi heboh" ucap Kiki meledek Emillia


Tiba-tiba ponsel Emilia berbunyi, awalnya ia ingin memeriksa group namun panggilan masuk dari Bu Ratna lebih penting, ia langsung menerima panggilan telepon tersebut


"Assalamu'alaikum ibu,"


"Wa'Alaikum salam nak, nak apa ibu bisa minta tolong?? Si kembar hilang" ucap Bu Ratna mulai menangis


"Ma sabar ma istighfar, mereka pasti baik-baik saja" suara Willy menenangkan Bu Ratna


"Aapa , ba..bagaimana bisa???"ucap Emillia tergagap


"Ibu gak tahu, Miss Dewi wali kelas si kembar yang memberitahu, mereka berempat pergi melalui lubang pintu masuk anjing


"Astaghfirullah, ibu tenang dulu ya, aku akan bantu cari" ucap Emil ikut panik, lalu memutuskan panggilan teleponnya


"Nih liat mil, lucu banget kan??" ucap Kiki menunjukkan foto si kembar dalam pakaian dinosaurus


namun menampilkan wajah tampan mereka, sementara si bungsu Davina dengan pakaian princess


"Sorry Ki, gue harus cabut, anak gue ilang" ucap Emil membuat Kiki melongo


"Tunggu, tunggu" teriak Emil yang melihat pintu lift akan tertutup


Namun begitu sudah berdiri di depan pintu, sebuah wajah menatap tajam ke arah Emil


"Eh ibu, maaf Bu saya izin ada keperluan mendesak" ucap Emil yang melihat Yenny melotot tak senang ke arahnya


"Izin, izin, kerjaan kamu sudah selesai belum??? kalau belum saya gak izinkan" bentak Yenny tak melihat situasi dan kondisi, membuat Emil menunduk malu karena beberapa orang dari divisi lain yang berada di lift menatap Emil dengan kasian


"Anak saya bilang Bu, saya harus mencarinya" ucap Emil sedih


"Sudah cepat masuk, sebelum saya berubah pikiran.


untung mood saya sedang baik" ucap Yenny yang risih juga melihat tatapan dari karyawan divisi lain


"Makasih bu, makasih" ucap Emil senang


Sementara di lantai dasar, di bagian belakang gedung yang sedang di pakai sebagai tempat syuting, seorang wanita setengah baya yang cantik setengah berlari menuju ke sana, ia terlihat sangat panik, beberapa orang yang mengenalnya menyapa dengan sopan, namun ia hanya melewatinya tanpa membalas sapaan mereka


"Omaaaa" teriak Mauren begitu melihat. Omanya datang dengan tergopoh-gopoh


"Anak nakal, bagaimana kau bisa kabur, kau mau membuat opa serangan jantung hah????"tanya Anjani mencubit pipi cucunya


"Maaf Oma, aku hanya membantu mereka, ibu mereka hilang " ucap Mauren dengan wajah serius


"Apa benar mama kalian hilang???" tanya Anjani menatap Daffa, Daffi dan Davina bergantian


"Anu Oma, mama kami bukan hilang, tapi...."


"Tapi apa sayang??? tanya Anjani lembut


"Mama gak pulang sejak kemarin, terakhir bilang keluar kota untuk kerja,jadi kami mencarinya disini"


"Apa mama kalian bekerja disini???" tanya Anjani terkejut, ia tak menyangka Jovanka bekerja di perusahaan kelurganya


"Iya cari mama" ucap si bungsu Davina


"Lalu apa yang kalian lakukan disini??? mana mama kalian?" tanya Anjani melihat sekeliling , ia tak mendapati Jovanka disana


"Oma, nenek sihir memaksa mereka syuting" ucap Mauren tina'tiba


"Anak-anak, Tante akan bawa kalian mencari ibu kalian" ucap Yenny yang tidak menyadari kedatangan Anjani


"Anak-anak" ucap Emil berlari sambil menangis ke arah si kembar, lebay memang, tapi begitulah Emilia


"Anak-anakku" ucap Emillia memeluk Davina, Daffa dan Daffi


"Emillia, mereka anak-anakmu???tanya Yenny terkejut.


"Iya mereka malaikat kecilku" ucap Emilia lega


"Bukan" teriak mereka bertiga


"Kamu siapa???" tanya Anjani heran melihat seorang wanita muda mengaku mama anak-anak


Jovanka


" Jadi kamu mama anak kembar itu??" Yenny mengulangi ucapannya


"Iya"


"Bukaaaan" jawab si kembar tak suka


"Yang benar mana???" tanya Yenny menarik rambutnya sendiri


"Kamu, temui saya di ruangan pak Baskoro" ucap Anjani kesal


"Ya...Tante???" ucap Yenny terkejut melihat keberadaan Anjani, di tambah anak kecil yang sejak tadi bersama si kembar adalah...


Bocah rese...., jadi..


"Saya bukan Tante kamu" ucap Anjani tak senang lalu mengajak Mauren serta si kembar ikut dengannya


"Kamu juga ikut dengan saya"ucap Anjani pada Emillia


"Baik Bu" ucap Emillia yang mengetahui siapa Anjani, dia salah satu pemilik perusahaan, adik dari big bos