(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Aditya Setiawan


Deswita bertanya-tanya dalam hati siapa orang yang mau menemui ya??? atau mungkin keluarga Baskoro??? atau putranya???


Deswita terlihat ragu, ia tak yakin itu keluarga Baskoro, ia sangat tahu jika mereka membencinya setelah fakta pembunuhan Jovanka terkuak.


Tapi siapa yang mengunjunginya saat ini???


Sebastian??? jika orang itu Tian, Deswita akan sangat bahagia.


Tak apa dia di hukum di penjara, toh dengan bersikap baik pada akhirnya ia akan dikeluarkan, yang terpenting Tian tidak membencinya.


Tak terasa langkah kakinya berhenti di sebuah ruangan, ini bukan ruangan kunjungan seperti biasanya.


"Kenapa saya di bawa kesini pak???" tanya Deswita pada petugas lapas


"Ikut saja, nanti kamu akan tahu siapa orang yang mengunjungimu.


Kamu ternyata memiliki pendukung yang lumayan berkuasa ya?" cibir sipir penjara membuat Deswita berfikir keras.


Ia tak tahu maksud petugas itu, karena seingatnya, semua rekan kerja serta teman-temanya meninggalkannya saat tahu ia masuk penjara.


Mata Deswita kini terbuka, mereka mau berteman dengan Deswita karena ada Baskoro, karena ia istri Baskoro.


begitu pula beberapa rekan kerja nya.


mereka mau bekerja sama karena ia nyonya Baskoro, pengusaha kaya raya.


begitu berita perceraiannya tersebar, mereka menjauh bahkan rekan kerja secara terang-terangan langsung memutuskan kerjasama mereka.


Lalu siapa yang mengunjunginya?????


Pintu ruangan itu di buka dan Deswita masuk.


Tiba-tiba langkah Deswita terhenti, ia membeku di tempatnya melihat sesosok pria paruh baya yang masih tampan yang terlihat arogan dan tegas berwibawa.


Di adalah Jimmy Chou , pria yang selama ini berkaitan erat dengan dirinya, di sebelahnya Jimmy Chou berdiri seorang pria yang lebih muda, mungkin asisten Jimmy Chou atau mungkin juga anak buahnya, Deswita tak perduli.


"Mau apa kau kesini???? mau menertawakan ku???" tanya Deswita sinis


"Sayang, sayang kau masih saja galak seperti kucing liar. Aku datang sebagai kekasihmu" ucap Jimmy menyeringai lebar


"Kau bermimpi, katakan sejujurnya" cibir Deswita dingin


"Aku mengatakan sejujurnya, bukankah kita memang kekasih di masa lalu??? jangan lupa saat kau datang padaku dan meminta aku memuaskan mu?


kau begitu liar dan...." ucap Jimmy tak tahu malu sambil mengusap bibirnya,


Deswita mengeram marah, wajahnya merah padam, terlebih Jimmy mengucapkan itu tanpa malu-malu, Deswita merasa seakan wajahnya di tampar.


Kata-kata Jimmy lebih memalukan!!!!


Deswita ingin sekali menusuk Jimmy sampai mati, baginya harga dirinya lebih tinggi ketimbang orang tahu semua kejahatannya, sungguh pemikiran yang aneh.


dan Jimmy sudah berhasil membuat Deswita kesal bukan main


"Jimmy Chou, kau...


kau bejad" maki Deswita dengan wajah merah


"Hahaha Deswita, Deswita, kau akan sellau menjadi kucing liar ku" ucap Jimmy tertawa


"Tuan...." pria disebelah Jimmy memperingati.


Pria itu juga merona karena ucapan Jimmy yang tak tahu malu, namun ia sudah bekerja pada Jimmy sejak ia masih kecil.


Jimmy adalah dewa penolong baginya, sehingga jika Jimmy meminta nyawanya sekalipun, ia tak akan menolak.


"Simon, kau mengganggu kesenanganku saja" Dengus Jimmy melirik sekilas pada pria di sampingnya


"Maaf tuan" ucap Simon menundukkan kepalanya


"Katakan apa maksud tujuanmu datang ke tempat ini, aku merasa tersanjung seorang pria terhormat sepertimu rela mengunjungi tempat kotor ini.


Aku takut nama baik di permukaan mu akan ternoda tuan Aditya" cibir Deswita menyebutkan nama samaran Jimmy.


Sejak lima belas tahun lalu, Jimmy mengubah namanya menjadi Aditya, semata-mata karena ia memiliki dua tujuan:


pertama ia ingin menghilangkan jejak , mengubur semua dosa-dosa masa lalunya dan memulai hidup baru, namun semua itu hanya di permukaan, karena pada kenyataanya, ia masih menjalankan bisnis ilegalnya secara tak langsung dan melakukan segala cara keji untuk mendapatkan keinginannya, termasuk membunuh.


Tapi di luaran ia terkenal pengusaha dermawan dan peduli pada rakyat miskin, bukankah ia sangat munafik?????


Yang kedua adalah, karena wanita itu.


wanita yang Jimmy puja setengah mati, bahkan jika wanita itu meminta nyawanya, Jimmy akan dengan senang hati memberikannya.


Ia mentoleransi semua hal hanya untuk wanita itu.


Jimmy pujangga cinta yang gila!!.


"Jangan melampaui batasan ku kucing nakal, aku datang kesini dengan maksud baik" ucap Jimmy dingin.


"Dan asalkan kau tahu, aku tak perlu kebaikanmu yang palsu.


Langsung katakan saja, tak usah bertele-tele"


Tak percuma kau menjadi kekasihku di masa lalu.


Kau cerdas dan tajam dalam melihat situasi.


kau kejam sepertiku, bukankah seharusnya kita pasangan yang cocok????" seringai licik menghias wajah tampan Jimmy Chou.


Deswita ingin sekali menyumpal mulut Jimmy, namun statusnya saat ini adalah seorang pejabat negara.


Bagaimana Jimmy bisa menjadi pejabat negara itu adalah rahasia besar yang hanya Deswita ketahui.


Tentu saja Jimmy melaluinya dengan usaha yang sangat keras.


Deswita menduga jika kedatangan Jimmy menemuinya bukan lain adalah membungkam mulutnya sebelum satu kata keluar dan bisa merusak Karier berpolitiknya.


Terlebih bisa membuat wanita kesayangannya meninggalkannya.


Wajah Jimmy langsung berubah serius, ia yang awalnya bersandar pada kursi nya, kini menegakkan tubuhnya


matanya nya berubah jadi bengis dan menyeramkan.


luntur semua sikap sopan dan bersahajanya.


Ini lah wajah asli Jimmy Chou atau orang mengenalnya sebagai Aditya Setiawan.


Seorang wakil rakyat yang di puja banyak orang .


Wajah asli yang ia bungkus rapat serapat-rapatnya bahkan saat ia berada di rumah.


Wajah asli yang hanya terlihat saat ia berada di kursinya, di sebuah organisasi bawah tanah yang ia kepalai.


Tak akan ada yang menyangka bahwa sosok Aditya Setiawan adalah penjahat sesungguhnya.


"Aku akan mengirimkan seorang pengacara top yang akan membantumu lepas dari hukuman mati.


Aku tahu kau takut mati" ucap Jimmy serius


"Aku sudah tak memiliki apapun untuk hidup, apa kau pikir wanita yang sudah tak memiliki apapun tak takut mati???


Jimmy kau datang ke orang yang salah" Deswita mencibir.


Ia mengambil rokok, dan menghisapnya dalam.


"Aku rasa kau masih harus hidup untuk membuat anakmu tetap hidup" ucap Jimmy menyeringai lebar


"Jagan pernah kau sentuh anakku dengan tangan kotor mu itu" ucap Deswita menekankan setiap perkataannya


"Percayalah Deswita, aku tahu di mana anakmu dan dengan satu kata dariku, anakmu akan menghilang dari dunia ini. Kau tahu itu"


"Jimmy Chou, kau b*j*Ng*n.


Jangan pernah kau sentuh anakku" geram Deswita


"Hahaha , aku peringatkan, tutup mulut kotor mu dan jangan pernah menyebut nama itu lagi atau ..."


"Baik-baik, kau pria menjijikkan"


"Aku memang menjijikan, tapi kau suka dan berkali-ki mendesah di bawah tubuhku.


ingat Deswita pria menjijikan yang kau katakan pernah membuatmu terbang ke langit ketujuh berkali-kali" seringai mesum


"Jim...


Aditya kau gila!!!!!" teriak Deswita langsung bangkit ingin menerjang Jimmy, namun Simon dengan sigap menghalangi.


Rupanya Simon adalah asisten dan bodyguard pribadi Jimmy Chou.


walau terlihat masih sangat muda, Deswita sangat tahu jika Jimmy membiarkan seseorang di sampingnya, artinya orang itu memiliki kualifikasi yang membanggakan.


Jimmy Chou memiliki sebuah organisasi terorganisir dengan orang-orang yang memilki bela diri yang tangguh, jadi tak mengherankan Simon bisa di usia nya yang sangat muda bisa menjadi bodyguard Jimmy.


"Katakan, dimana anakku berada?"


"Putramu, putramu dengan pria payah itu? dia sedang berada di Australia," Deswita terkejut, namun ia buru-buru menutupi keterkejutannya.


"Owh dia sudah belajar di sana" ucap Deswita lirih


"Hahaha Deswita, apa kau pikir aku bodoh?


Dia pergi saat sidang pertamamu.


jelas ia membencimu, Tak akan ada seorang anak yang mau mamanya yang seorang pembunuh"


"Aditya, tutup mulutmu.


Jangan kau sentuh dia.


aku akan melakukan apapun yang kau mau"


Deswita menutup matanya, ia tak akan mengatakan fakta bahwa Sebastian salah putra Jimmy Chou, atau pria itu akan membuat Tian tak beda dengan dirinya.


Walau Deswita kotor ia tak mau putra nya mengikuti jejak Jimmy.